Greenpeace Menantang Kandidat DKI1 Untuk Memilih Energi Bersih

Berita - 14 Desember, 2016
Jakarta adalah ikon. Apabila terjadi perubahan di Jakarta bukan tidak mungkin itu bisa diduplikasi oleh daerah-daerah lain di Indonesia. Jakarta diharapkan bisa menjadi contoh sukses dan membuktikan keberhasilan pengembangan energi terbarukan di skala urban dan sistem kelistrikan on-grid. Tekanan terhadap Jakarta juga lebih besar, sebagai ibukota negara Jakarta harus menjadi lebih kompetitif dibandingkan dengan kota-kota besar lain di dunia, khususnya dengan ibukota negara tetangga seperti Bangkok dan Kuala Lumpur. Jakarta harus melakukan banyak inovasi dan perubahan agar dapat mendukung posisinya sebagai world megacities yang layak huni bagi penduduknya.

Apa tujuan dari pertemuan Greenpeace dengan semua Calon Gubernur DKI?

Tujuan audiensi kali ini dengan para kandidat adalah memberikan pemahaman dan informasi bahwa tingkat polusi udara Jakarta sudah sangat buruk dan jika para calon ingin mewujudkan Jakarta sebagai kota yang layak huni, permasalahan polusi udara harus diatasi dengan langkah solusi yang implementatif.

Apakah Greenpeace mendukung salah satu kandidat?

Greenpeace adalah organisasi non partisan. Greenpeace tidak mendukung salah satu kandidat. Karena itu kami melakukan audiensi dengan ketiganya untuk memberikan informasi dan masukan yang sama kepada setiap kandidat. Terkait dengan jadwal pertemuan yang berbeda-beda, semata-mata dihasilkan dari kesesuaian jadwal kedua belah pihak.

Kenapa calon Gubernur Jakarta yang menjadi target? Bukankah ini peran pemerintah pusat?

Memang kebijakan besarnya adalah kebijakan pemerintah pusat dan kami juga terus berkampanye terkait hal tersebut, bagaimana energi terbarukan mendapatkan porsi yang lebih besar dalam bauran energi Indonesia. Tetapi ada juga langkah-langkah yang bisa diambil oleh pemerintah daerah dan dapat membuat perubahan yang signifikan.

Apa yang ingin disampaikan Greenpeace kepada para kandidat?

Bahwa permasalahan polusi udara di Jakarta sudah cukup memprihatinkan. Sumber polusi udara bukan hanya berasal dari sektor transportasi namun juga dari sektor tenaga pembangkit. Sumber energi listrik yang kita pakai sehari-hari masih berasal dari bahan bakar fosil yaitu batubara. Pembakaran batubara di PLTU ternyata mengeluarkan sejumlah polutan berbahaya yang ukurannya sangat kecil sehingga bisa masuk ke dalam sistem di tubuh kita jika terhirup. Memang tidak cukup nampak nyata, namun polutan berbahaya tersebut dapat mengakibatkan penyakit serius seperti penyakit pernapasan, merusak sistem peredaran darah, bahkan hingga menyebabkan kanker. Polusi udara sangat berbahaya terutama bagi kelompok usia rentan seperti anak-anak dan orang lanjut usia.

Saat ini belum ada sistem monitoring kualitas udara di kota Jakarta yang bisa diakses secara online, atau secara berkala dan ter-update. Negara-negara seperti Cina dan India, sudah menyediakan sistem monitoring tersebut yang bisa diakses oleh publik secara luas, dan ter-update setiap harinya. Hal ini dikarenakan kualitas udara di kota-kota seperti New Delhi dan Beijing sudah sangat buruk, bahkan masuk dalam kategori beracun (hazardous). Tentunya Jakarta tak ingin menunggu lebih lama hingga menjadi seperti kedua kota diatas. Dengan menetapkan regulasi dan menentukan langkah yang implementatif, Jakarta bisa menjadi kota dengan udara yang sehat bagi semua penduduknya.

Menurut Greenpeace apa solusi tepat masalah polusi udara tersebut?

Selain harus membenahi sektor transportasi dengan mengutamakan mass rapid transport yang ramah lingkungan harus tersedia dan layak digunakan oleh penduduk, sektor pembangkit juga harus dibenahi. Greenpeace menyadari bahwa permasalahan energi bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Penempatan kebijakan dan regulasi yang ramah investor juga mutlak dimiliki oleh pemerintah pusat. Namun, Jakarta sebagai ibukota negara ini memiliki posisi yang cukup signifikan untuk memimpin perubahan.

Sumber yang cukup besar sehingga terjadi polusi udara adalah sektor pembangkit. Dengan mengurangi penggunaan batubara sebagai sumber listrik, masalah polusi udara bisa dapat diminimalisir. Masih banyak energi terbarukan yang tersedia di alam ini, yang porsinya masih sangat kecil dimanfaatkan oleh kita. Energi seperti matahari, angin, geothermal, serta air dapat menjadi alternatif sumber listrik yang aman, sehat dan tentunya bebas polusi.

Langkah konkret seperti apa yang bisa diambil oleh para kandidat?

Selain memberikan masukan serta rekomendasi terkait permasalahan polusi udara, kami juga ingin menantang para kandidat agar memiliki program yang cukup implementatif. Salah satu solusi yang kami tawarkan adalah dengan membangun instalasi panel surya di fasilitas publik dan komersial misalnya di kantor pemerintahan dan mal, serta, dan rumah penduduk. Dengan leading by example, tentunya mengubah persepsi masyarakat khususnya para pengambil kebijakan di daerah lain atau bahkan di pusat untuk mengambil tindakan serupa. Terlebih lagi, langkah ini dinilai bisa mematahkan mitos energi terbarukan yang mahal dan tidak aplikatif, serta memicu pemerintah pusat untuk mulai memikirkan arah pembangunan yang lebih hijau dengan menempatkan kebijakan pengembangan energi terbarukan secara massif.

Jakarta memiliki persoalan lingkungan yang kompleks, apakah dalam hal ini Greenpeace hanya meminta kandidat untuk prioritaskan isu polusi udara saja?

Greenpeace menyadari kompleksitas persoalan lingkungan di Jakarta. Greenpeace yakin salah satu persoalan lingkungan utama yang harus diatasi segera adalah mengatasi polusi udara, terutama dari sektor energi yang masih menggunakan energi fosil kotor seperti batubara serta sektor dan jaringan transportasi yang masih amburadul dan belum memadai, sehingga konsumsi minyak bumi untuk kendaraan bermotor masih tinggi. Ini menyangkut kesehatan langsung masyarakat sehari-hari, jika udara kotor, maka kesehatan masyarakat akan terdampak secara luas. Greenpeace tentunya siap dan juga sangat terbuka untuk mendiskusikan persoalan lingkungan di Jakarta yang kompleks secara strategis jika menurut masing-masing kandidiat membutuhkan masukan yang komprehensif dan implementatif terkait persoalan-persoalan lingkungan yang kompleks tersebut.