Pernyataan Greenpeace Atas Kasus Tebo

Siaran Pers - 2 Maret, 2015
Jumat, 27 Februari 2015, Indra Pelani, warga desa Lubuk Mandarsyah, Kabupaten Tebo, Jambi yang juga anggota Kelompok Tani Sakato Jaya ditemukan tewas setelah peristiwa yang kiranya melibatkan tujuh petugas keamanan yang diperkerjakan perusahaan sekuriti yang dikontrak PT Wira Karya Sakti (WKS), perusahaan milik Asia Pulp and Paper (APP).

Greenpeace sangat terpukul dengan berita kematian brutal ini. Greenpeace mengutuk  tindakan kekerasan. Kami turut bersama solidaritas masyarakat dan keluarga Indra di masa sulit ini.

Kepala Kampanye Greenpeace Global  Indonesia, Bustar Maitar mengatakan, “Mengingat betapa seriusnya kejadian ini, proses resolusi konflik harus diutamakan, tak hanya terkait kasus tersebut, tetapi juga di seluruh operasi APP guna memperoleh keadilan. Untuk sementara waktu, Greenpeace akan menarik diri dalam setiap keterlibatan dengan APP dan fokus untuk mendorong penyelesaian isu serius yang muncul dalam kasus ini.”

Dia melanjutkan, “Setelah investigasi menyeluruh dan adil, baik langsung maupun tidak langsung, semua yang bertanggung jawab atas kematian Indra, termasuk anggota-anggota perusahaan sekuriti dan APP, harus bertanggung jawab dalam hukum apabila ditemukan terkait dengan kematian tragis ini.”

Bustar menambahkan, “APP harus segera mengambil langkah cepat untuk memastikan bahwa peristiwa tersebut diinvestigasi secara menyeluruh dan adil oleh pihak berwenang, dengan kerjasama penuh tanpa syarat dari perusahaan. APP juga harus mengadakan sebuah investigasi menyeluruh terhadap prosedur keamanan dan jasa keamanan dari pihak ketiga guna  memastikan peristiwa seperti ini tidak lagi terjadi. Kami berharap perusahaan terbuka dalam mengatasi masalah ini.”

Kontak:

Bustar Maitar, Kepala Kampanye Hutan Indonesia Greenpeace Global, 081344666135
Zamzami, Media Officer Greenpeace Indonesia, 08117503918