Lindungi Hutan Indonesia, Menjaga Budaya Bangsa

Siaran Pers - 24 Februari, 2012
Jakarta, 24 Februari 2012 – Greenpeace hari ini bersama Sujiwo Tedjo, Edwel Datuk Rojo Gampo dan Madya Patra Isman Rahadi. S.Sn meluncurkan pagelaran “Belantara Budaya” yang bertemakan ”Melindungi Hutan Indonesia, Menjaga Budaya Bangsa” untuk mengingatkan kembali bahwa betapa eratnya hubungan budaya bangsa dengan kelestarian hutan.

Hutan Indonesia yang kaya dan indah telah menjadi inspirasi sebagian besar budaya suku-suku bangsa dan masyarakat adat di berbagai wilayah di nusantara. Selain itu keutuhan hutan juga telah menyediakan kebutuhan bagi masyarakat yang bergantung padanya.

“Kekayaan hutan Indonesia adalah warisan nenek moyang dan jati diri bangsa yang seharusnya menjadi kebanggaan sehingga perlindungan menyeluruh atasnya mutlak dilakukan pemerintah. Keterlambatan dalam melindungi hutan akan berakibat hilangnya budaya dan jatidiri bangsa dan generasi yang akan datang” kata Zulfahmi, Jurukampanye Hutan Greenpeace Asia Tenggara.

Hutan nusantara merupakan hutan tropis yang memiliki keanekaragaman hayati terbesar kedua di dunia setelah Brazil. Hampir 1/3 species tanaman dan hewan yang ada di dunia ada di Indonesia di antaranya 10% spesies tanaman dunia terdapat di hutan-hutan hujan Indonesia termasuk 12% spesies mamalia, 16% spesies reptilia dan amfibi, serta 17% spesies burung (1). Selain itu hutan gambut Indonesia menyimpan 35 miliar ton karbon atau 80 % karbon yang tersimpan di lahan gambut di Asia Tenggara (2).

Pemerintah sendiri telah mengeluarkan sejumlah kebijakan perlindungan hutan di antaranya moratorium pemberian izin dua tahun yang diterapkan sejak pertengahan tahun 2011 dan akan mengalokasikan 45% hutan Kalimantan sebagai paru-paru dunia.(3)

“Melindungi hutan yang juga akan melestarikan budaya Indonesia hanya bisa dilakukan pemerintah dengan pelaksanaan moratorium tanpa batas waktu dan meninjau kembali seluruh perijinan yang berpotensi mengkonversi hutan alam dan  kawasan bergambut di Indonesia” kata Zulfahmi..

Kontak:

Zulfahmi, Jurukampanye Hutan Greenpeace Asia Tenggara, +628126821214
Hikmat Suriatanuwijaya, Jurukampanye Media, Greenpeace Asia Tenggara, +628111805394

Catatan editor:

  1. http://bk.menlh.go.id/?module=news&action=detail&id=14&PHPSESSID=6af1d712d2f135e9fddc90b94c69efb
  2. http://www.wetlands.org/WatchRead/Currentpublications/tabid/56/ArticleType/ArticleView/ArticleID/1491/PageID/591/Default.aspx
  3. http://sipuu.setkab.go.id/PUUdoc/17392/Perpres0032012.pdf