Greenpeace Menyambut Keputusan Nahdhatul Ulama Mengharamkan PLTN

Siaran Pers - 4 September, 2007
Greenpeace hari ini menyambut baik keputusan Nahdhatul Ulama (NU) yang mengharamkan rencana pemerintah Indonesia membangun PLTN Muria di dekat Jepara, Jawa Tengah. Greenpeace dan masyarakat lokal telah melakukan kampanye menolak rencana pemerintah yang akan mengancam lingkungan dan keselamatan masyarakat lokal tersebut.

Greenpeace has always fought - and will continue to fight - vigorously against nuclear power because it is an unacceptable risk to the environment and to humanity. The only solution is to halt the expansion of all nuclear power, and for the shutdown of existing plants.

Greenpeace menyerukan kepada Presiden Republik Indonesia untuk mendukung keputusan para ulama dan segera mengalihkan pembiayaan untuk PLTN tersebut untuk mengembangkan potensi sumber-sumber energi terbarukan yang ada di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan listrik di masa datang.

Keputusan mengharamkan PLTN Muria diambli oleh NU Cabang Jepara pada tanggal 1 September 2007,ketika para ulama dan pemuka agama menganalisa secaramendalam usulan pemerintah dan menyimpulkan bahwa bahaya (mudharat) dari PLTN, terutama yang terkait dengan bahaya limbahradioaktif dan tidak adanya jaminan keamanan dalam penanganannya, yang akan mengancam kelangsungan hidup masyarakat lokal, jauh melebihi manfaat PLTN.
“Keputusan ulama sangatlah tepat karena masyarakat Jepara sudah mulaimerasa resah dan tegang akibat pengumuman pemerintah bahwa mereka akan mendorong rencana PLTN. Para ulama dengan ini tidak hanya menunjukkan keberpihakan pada nasib warganya, namun juga membangkitkan kembali kepercayaan masyarakat terhadap pemimpinnya yang mengalami degradasi akibat berbagai keputusan sepihak yang dilakukanoleh elit politik,” demikian dinyatakan oleh Emmy Hafild, Direktur Eksekutif Greenpeace Asia Tenggara.
Ribuan warga Jepara dan wilayah sekitarnya telah melakukan aksi protessetalah BATAN (Badan Tanaga Nuklir Nasional) mengumumkan bahwa akandibangun PLTN pertama Indonesia di kaki Gunung Muria, gunung berapi yangselama ini tidak aktif di Jawa, yang merupakan wilayah yang memiliki aktifitasseismik. Keputusan para ulama ini menyusul keputusan DPRD Jawa Tengah di Semarang minggu lalu yang memutuskan secara bulat bahwa DPRD Jawa Tengah mendukung penuh penolakan masyarakat atas rencana PLTN Muria.“Sudah saatnya sekarang pemerintah Indonesia beralih pada pengembangan energi
terbarukan yang dimiliki Indonesia, terutama panas bumi, dan mengembangkan
sistem yang terdesentralisasi dengan tenaga surya dan angin, serta menetapkan
target yang ambisius untuk energi terbarukan dan efisiensi energi,” demikian
dikatakan Nur Hidayati, Juru Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Asia
Tenggara. “Untuk menjamin keamanan energi, pemerintah harus memiliki visi
kemandirian energi dan keberlanjutan, dengan menerapkan mekanisme yang
mendukung percepatan pemanfaatan sumber energi terbarukan termasuk memberikan
jaminan akses energi terbarukan ke dalam jaringan transmisi dan distribusi,
tambahnya.

Greenpeace adalah organisasi kampanye yang independen, yang menggunakan konfrontasi kreatif dan tanpa kekerasan untuk mengungkap problem lingkungan hidup, dan mendorong solusi yang diperlukan untuk masa depan yang hijau dan damai.

Other contacts: Untuk Informasi lebih lanjut : Emmy Hafild, Direktur Eksekutif, Greenpeace Asia Tenggara, +62 812 930 2011 Nur Hidayati, Juru Kampanye Iklim dan Energi, Greenpeace Asia Tenggara, +62 812 997 2642 Dina Purita Antonio, Regional Media Campaigner, Greenpeace Asia Tenggara +62 811 177 0920

Tag