Kamp Perlindungan Semenanjung Kampar Dibangun Kembali oleh Kekuatan Gerakan Rakyat

Siaran Pers Bersama : Greenpeace, Jikalahari, FMPSK

Siaran Pers - 20 Mei, 2010
Hari ini masyarakat Teluk Meranti bersama Jikalahari dan Greenpeace memulai pembangunan kembali kamp pelindung iklim Greenpeace yang rusak terbakar di Semenanjung Kampar, provinsi Riau. Kini, kamp itu dinamai oleh masyarakat setempat menjadi "Kamp Masyarakat untuk Perlindungan Kampar" sebagai simbol semangat masyarakat dalam melindungi hutan lahan gambut kaya karbon Semenanjung Kampar.

Masyarakat Teluk Meranti, Pelalawan, Riau berdoa bersama sebelum membangun kembali Kamp Greenpeace yang kini di sebut dengan 'kamp masyarakat untuk perlindungan semenanjung kampar'. Kamp ini menjadi simbol tekad masyarakat untuk melindungi hutan dan lahan gambut Semenanjung Kampar dari ancaman perusakan oleh perusahaan seperti PT. RAPP.

Masyarakat Teluk Meranti,Pelalawan,Riau tengah bekerja sama untuk membangun kembali Kamp Greenpeace yang kini di sebut dengan 'kamp masyarakat untuk perlindungan semenanjung kampar'. Kamp ini menjadi simbol tekad masyarakat untuk melindungi hutan dan lahan gambut Semenanjung Kampar dari ancaman perusakan oleh perusahaan seperti PT. RAPP.

diatas perahu masyarakat teluk meranti menuju Kamp Greenpeace yang kini di sebut dengan 'kamp masyarakat untuk perlindungan semenanjung kampar' untuk membangunnya kembali. Kamp ini menjadi simbol tekad masyarakat untuk melindungi hutan dan lahan gambut Semenanjung Kampar dari ancaman perusakan oleh perusahaan seperti PT. RAPP.

Masyarakat Teluk Meranti, Pelalawan, Riau tengah bekerja sama untuk membangun kembali Kamp Greenpeace yang kini disebut dengan 'kamp masyarakat untuk perlindungan semenanjung kampar'.

"Kami membangun kembali kamp sebagai simbol perjuangan masyarakat Teluk Meranti dalam melindungi Semenanjung Kampar dari ancaman penghancuran oleh perusahaan pulp and paper PT. RAPP. Masyarakat kita bergantung pada hutan dan sungai Kampar untuk mencari ikan dan bertani, seperti yang telah dilakukan oleh nenek moyang kita, dan kami tidak akan pernah menyerahkan hutan ini kepada perusahaan. Kami mendesak pemerintah untuk mencabut segala izin penebangan. Sebelum perusahaan datang, keadaan kami sudah baik-baik  saja, tidak ada orang yang sampai mati kelaparan," ujar Deli Saputra, Pemimpin Forum Masyarakat untuk Penyelamatan Semenanjung Kampar.

Kamp dibangun Greenpece pada Oktober tahun lalu untuk menarik perhatian dunia akan besarnya peran perusakan hutan terhadap perubahan iklim, di Semenanjung Kampar yang kaya karbon (1). Kamp dibakar oleh pihak yang belum diketahui identitasnya Maret lalu. Tahun lalu aktivis Greenpeace dari seluruh Indonesia dan dunia, bekerja sama dengan masyarakat Teluk Meranti dan lembaga-lembaga swadaya setempat, melakukan aksi langsung tanpa kekerasan untuk menghentikan kegiatan penghancuran hutan ilegal PT. RAPP, yang menghasilkan pencabutan sementara izin perusahaan oleh Menteri Kehutanan.

Meski demikian saat ini RAPP sedang melakukan perusakan hutan di bagian Selatan Semenanjung Kampar. Selain itu, Sertifikasi FSC RAPP juga ditunda oleh Smartwood karena dianggap tidak memenuhi standar lingkungan dan sosial.

Zulfahmi, Jurukampanye Hutan Greenpeace Asia Tenggara mengatakan: "Masyarakat Indonesia meminta pemerintah melakukan aksi nyata untuk menyelamatkan hutan dan lahan gambut Kampar. Masyarakat Internasional juga menunggu aksi nyata untuk mendukung komitmen yang telah dilontarkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tahun lalu untuk menurunkan emisi Indonesia hingga 41% pada 2020. Pemerintah harus menyelamatkan Kampar - area lahan gambut dalam terbesar di Indonesia- sebagai langkah awal program perlindungan penuh lahan gambut dan harus segera menerapkan penghentian sementara (moratorium) perusakan hutan di seluruh kawasan hutan Indonesia."

Susanto Kurniawan, Koordinator Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari) mengatakan hutan rawa gambut harus tetap dipertahankan sebagai kawasan yang dilindungi agar tidak mengancam kepunahan habitat satwa langka dilindungi, seperti Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) dan spesies lainnya. "Keputusan pemerintah yang menghentikan sementara berlakunya izin RKT (rencana kerja tahunan) PT RAPP di Semenanjung Kampar harus ditetapkan secara permanen sebagai bukti keseriusan pemerintah untuk melindungi kawasan hutan bernilai tinggi ini. Kenyataannya hingga hari ini PT RAPP masih melakukan pembukaan kanal yang memicu pelepasan emisi karbon."

Greenpeace baru-baru ini telah bertemu dengan Menteri Kehutanan, Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Menteri Pertanian. Mereka telah menyampaikan komitmenya kepada masyarakat bahwa hutan alam rawa gambut harus dilindungi.

Pada saat yang bersamaan perusahaan seperti Sinar Mas dan RAPP masih terus merusak hutan dan lahan gambut.

"Menteri Lingkungan Hidup harus bekerja sama dengan Menteri Pertanian dan Menteri Kehutanan untuk membentuk Keputusan Bersama Perlindungan Lahan Gambut sebagai langkah segera mencegah perusakan hutan yang sedang terjadi sebelum regulasi yang lebih kuat diimplementasikan. Lebih jauh lagi pemerintah harus bekerja sama dengan masyarakat setempat untuk menciptakan mata pencaharian berkelanjutan bagi masyarakat tanpa harus merusak hutan dan lahan gambut," Zulfahmi menyimpulkan. 

Other contacts: Zulfahmi, Jurukampanye Hutan Greenpeace Asia Tenggara, tel: +628126821214 Susanto Kurniawan, Koordinator Jikalahari Coordinator, tel: +628127631775 Hikmat Soeriatanuwijaya, Jurukampanye Media Greenpeace Asia Tenggara, tel : +628111805394

VVPR info: Findi Kenandarti, Media Assistant - Greenpeace Asia tenggara, +628111805366 Deli Saputra, Ketua Forum Masyarakat, +6281270876636

Notes: 1) Perhitungan Greenpeace berdasarkan Wahyunto, S. Ritung dan H. Subagjo (2003). Maps of Area of Peatland Distribution and Carbon Content in Sumatera, 1990 - 2002. Wetlands International - Indonesia Programme & Wildlife Habitat Canada (WHC). Lihat juga: Kampar Peninsula as a peat swamp forest conservation priority Briefing for NGO use only by Otto Miettinen, 21 July, 2007 http://www.maanystavat.fi/april/resourcesforkampar2007/Miettinen2007longKamparPeninsula.pdf 2) Hari kami juga meluncurkan foto bukti perusakan hutan oleh RAPP di Kampar Selatan dan foto pembangunan kembali kamp.