Komik Nuklir Yang Mencita-Citakan Masa Depan Tanpa Nuklir Bagi Anak Muda Indonesia

Siaran Pers - 21 Juni, 2009
Greenpeace hari ini meluncurkan komik ‘Nuclear Meltdown – Pesan Dari Kegelapan di Komunitas Salihara, Jakarta Selatan, untuk meningkatkan kesadaran akan resiko bahaya kemanusiaan, lingkungan dan ekonomi dari pengembangan teknologi nuklir ini. April lalu, komik ini juga sudah soft launching di Jepara, bekerja sama dengan Muria Institute dan kelompok-kelompok setempat lain yang menentang rencana pemerintah Indonesia untuk membangun pembangkit listrik tenaga nuklir di Jawa Tengah.

Greenpeace meluncurkan komik ‘Nuclear Meltdown – Pesan Dari Kegelapan di Komunitas Salihara, Jakarta Selatan, untuk meningkatkan kesadaran akan resiko bahaya kemanusiaan, lingkungan dan ekonomi dari pengembangan teknologi nuklir ini.

Peluncuran hari ini dihadiri oleh sekitar 60 siswa SMA dari Solar Generation, kelompok anak muda Greenpeace yang aktif berbuat sesuatu untuk memerangi perubahan iklim dengan cara mempromosikan penggunaan energi terbarukan dan efisiensi. Solar Generation mengawali peluncuran komik yang ditujukan untuk para pelajar Indonesia ini, dengan menggelar teater kreatif, disusul dengan pemaparan 'Tenaga Nuklir Untuk Pemula' dan kuis nuklir. Acara ini ditutup dengan "photo wall" dari para peserta acara, mengirim pesan dalam mempromosikan energi terbarukan dan hentikan nuklir yang akan disampaikan lewat situs Greenpeace.

"Tenaga nuklir telah disalah persepsikan sebagai solusi untuk mengatasi perubahan iklim. Industri nuklir saat ini sedang melakukan upaya putus asa, mencoba mencitrakan nuklir sebagai pilihan energi masa depan, kepada anak-anak muda melalui skema kehumasan global. Tetapi, anak muda Indonesia lebih pintar dari yang dikira oleh para pelaku industri nuklir, mereka faham bahwa tenaga nuklir itu berbahaya, mahal, teknologi terbelakang yang tak menawarkan apa pun sebagai solusi mengatasi perubahan iklim," ujar Tessa de Ryck, Jurukampanye Nuklir Regional Asia Tenggara.

Greenpeace sendiri menyambut baik pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Magelang beberapa waktu lalu, bahwa dia tidak setuju pembangunan reaktor nuklir selama masih ada alternatif, serta pernyataan Perusahaan Listrik Negara (PLN) awal minggu ini, bahwa mereka tidak melihat tenaga nuklir sebagai pilihan salah satu dari sekian banyak sumber energi Indonesia di masa mendatang.

Indonesia mempunyai simpanan energi geothermal terbanyak di dunia, dan sudah punya rencana untuk mensuplai 5 gigawatt energi dari geothermal ini pada 2014. Greenpeace mendesak pemerintah untuk meningkatkan target energi terbarukan, seperti geothermal, angin, matahari, mikro hidro, sekaligus meningkatkan kualitas hukum dan peraturan, yang selama ini menjadi batu sandungan terbesar dalam investasi di bidang energi terbarukan.

"Peningkatan besar energi terbarukan, penghentian penggunaan batubara, dan penghapusan rencana pembangunan reaktor nukir, harus dikombinasikan dengan implementasi program efisiensi energi berskala besar. Ini satu-satunya solusi yang bisa membawa kita terhindar dari bencana iklim, dan memberikan masa depan yang kita inginkan bersama," ujar Galih Aji Prasongko, Koordinator Solar Generation Indonesia.

Indonesia saat ini hanya memanfaatkan kurang dari 5% dari potensi energi terbarukan yang ada. Greenpeace menggaris bawahi kebutuhan akan kepemimpinan negara yang kuat untuk membuat peraturan akan penggunaan energi terbarukan secara massal. Sebagai perbandingan, China yang pada tahun 2005 mengimplementasikan Undang-Undang Promosi Energi Terbarukan, berhasil membawa negara dengan emisi gas rumah kaca terbesar di dunia itu menjadi negara yang paling maju dan cepat dalam mengembangkan tenaga angin, dan sangat membantu China menurunkan tingkat emisi dengan sangat cepat.

"Meninggalkan investasi bahan bakar fosil dan nuklir untuk dialihkan pada geothermal, angin, dan matahari tidak hanya merupakan pilihan pintar untuk mengurangi emisi, tetapi juga pilihan ekonomi yang pintar," de Ryck menutup percakapan.

Greenpeace adalah organisasi global independen yang beraksi untuk mengubah perilaku dan sikap, demi melindungi dan melestarikan lingkungan, serta mempromosikan perdamaian.

Other contacts: Tessa de Ryck, Juru Kampanye Nuklir Regional, Greenpeace Asia Tenggara +6281383231803 Galih Aji Prasongko, Koordinator Solar Generation Indonesia, +85692400192

Notes: (1) “Nuclear Meltdown – Pesan dari Kegelapan” bisa dilihat secara online di alamat www.greenpeace.or.id/komiknuklir.

Kategori