Masyarakat Beraksi Pulihkan Hutan Semenanjung Kampar,Meminta Dukungan Pemerintah

Siaran Pers - 21 Juni, 2010
Greenpeace, Jikalahari dan Forum Masyarakat untuk Penyelamatan Semenanjung Kampar (FMPSK) membuka pembibitan tanaman dan tumbuhan hutan asli saat peresmian kembali "Kamp Masyarakat untuk Perlindungan Semenanjung Kampar" pada pembukaan yang meriah di Desa Teluk Meranti, Provinsi Riau, Sumatera hari ini.

Seorang anak tertawa gembira ketika menerima sebuah bibit dari tangan temannya dalam sebuah polybag di kebun pembibitan tanaman, Rabu (16 Juni 2010) di Desa Teluk Meranti, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Propinsi Riau.

Kamp yang sebelumnya dikenalsebagai Kamp Pelindung Iklim yang telah dibakar oleh orang tidak dikenalpada Maret lalu sudah dibangun kembali oleh masyarakat TelukMeranti untuk melanjutkan kampanye penghentian penghancuran hutangambut kaya karbon di Semenanjung Kampar. Dan bibit tersebut akandigunakan untuk menghutankan kembali, memperbarui dan memulihkankembali ekosistem yang rentan.

"Pembukaan kembali kamp adalahbukti bahwa kami berkomitmen untuk melindungi hutan kami yang saatini secara cepat dihancurkan oleh perusahaan, dan itu menghalangitradisi mencari kehidupan dan menyebabkan karbon emisi secaramenyeluruh karena penghancuran lahan gambut. Hari ini kami memintapemerintah untuk menghormati komitmen mereka untuk membantu kamimelindungi dan memulihkan kembali hutan ini demi kelangsungan hidup anak-anakkami dan generasi masa depan," kata Deli Saputra, Ketua FMPSK.

Perusahaan seperti RAPP terusmenghancurkan hutan dan gambut di sepanjang Sumatera di Kerumutan,Bukit Tigapuluh, Jambi dan Sumatera Selatan, dan hal itu menjadiejekan atas target penurunan emisi Presiden Yudhoyono. Olehkarenanya itu, penting bagi pemerintah Indonesia yang baru sajamengumumkan moratorium untuk menerapkannya pada seluruh konsesi yang ada dilahan gambut dan pihak berwenang harus mencabut seluruh izin yangsudah ada dan secepatnya menghentikan perusakan hutan di sini dansekarang," kata Zulfahmi, Jurukampanye Hutan Greenpeace Asia Tenggara.

Tahun lalu, Greenpeace membangunKamp Pelindung Iklim untuk menyoroti peran penghancuran hutan dalammendorong perubahan iklim. Aktivis Greenpeace dari berbagai belahandunia bekerja bersama masyarakat Teluk Meranti dan LSM lokalmelakukan aksi langsung tanpa kekerasan untuk menghentikan aktifitaspenghancuran oleh RAPP dan hasilnya, Menteri Kehutanan menghentikanizin penghancuran hutan milik perusahaan.

Bagaimana pun, baru-baru ini,Menteri memperbolehkan RAPP beroperasi kembali di Semenanjung Kampar dansekarang ini perusahaan tersebut tengah menghancurkan hutan gambutdi bagian selatan Semenanjung Kampar. Dan hasilnya, sertifikatFSC Smartwood RAPP telah ditunda karena mereka tidak memenuhipersyaratan standar lingkungan dan sosial. Namun pemerintah belummengambil tindakan.

Koordinator Jikalaharimengatakan, penghancuran hutan Semenanjung Kampar adalah ilegal karenaberdasarkan hukum Indonesia No.26/2007 dan Peraturan Pemerintah No.26/2008,Semenanjung Kampar ditetapkan sebagai kawasan lindung. "Jikalaharimendesak pemerintah untuk memastikan penegakkan hukum dan mengambiltindakan untuk menghentikan penghancuran hutan yang terjadi.Jikalahari akan terus membantumasyarakat yang  mempertahankansumberkehidupan mereka dari aktifitas perusahaan yang menghancurkan,"kata Susanto.

"Jika pemerintah PresidenYudhoyono mengambil tindakan tegas di Semenanjung Kampar dalampenerapan moratorium, ini akan menjadi sinyal yang jelas bagi Norwegia, yangsudah berkomitmen memberikan dana perlindungan hutan sebesar 1miliar dolar Amerika, serta kepada negara pendonor potensial lainnya,dimana Indonesia serius menghentikan deforestasi, menurunkan emisikarbon dan menjamin sumber kehidupan masyarakat dan kekayaankeanekaragamana hayati," kata Zulfahmi

Other contacts: Zulfahmi, Greenpeace Southeast Asia Forests Campaigner: +628126821214 Susanto Kurniawan, Jikalahari Coordinator: +628127631775 Deli Saputra, Leader of FMPSK: 081270876636 Hikmat Soeriatanuwijaya, Media Campaigner, Greenpeace Southeast Asia, tel: +62 8111805394

VVPR info: Untuk permintaan foto dan video silakan hubungi Findi Kenandarti,+62 8111805366