Pahatan Ladang Raksasa: Greenpeace Menyerukan Perkuat Ketahanan Pangan

Siaran Pers - 2 September, 2009
Greenpeace hari ini memamerkan pahatan hidup raksasa di sebuah sawah di Ratchaburi, Thailand, untuk memperingati warisan kekayaan Asia Tenggara berupa produksi padi berlimpah, dan pada saat bersamaan memperingatkan pemerintah di kawasan Asia Tenggara untuk melindungi kekayaan ini dari ancaman rekayasa genetik dan juga dampak perubahan iklim.

Aerial view of Rice art at Ratchaburi, Thailand.

Karya yang diberi nama "Rice Art" ini dibuat di kawasan yang dikenal sebagai salah satu pusat pertanian tersubur di Asia Tenggara. Karya dengan luas hingga 16.000 meter persegi ini menggambarkan petani menggunakan topi anyaman dan arit untuk memanen padi, sebagai simbol tradisi dan cara hidup petani. Lahan ini ditanami dengan dua varian padi organik oleh penduduk lokal bersama para aktivis Greenpeace. Varian pertama, Chai-Nat 1, adalah varian lokal dan yang kedua Khum Phayao, adalah varian beras hitam.

"Padi merupakan bagian tak terpisahkan dari budaya dan kehidupan masyarakat Asia Tenggara. Indonesia merupakan bagian dari warisan penting ini. Greenpeace percaya kita harus melindungi warisan ini melalui pertanian yang berkelanjutan. Cara terbaiknya adalah dengan melindungi kita dari penggunaan teknologi beresiko seperti rekayasa genetik, dan terbebas dari ketergantungan akan penggunaan bahan kimia berbahaya," ujar Bustar Maitar, jurukampanye Hutan Greenpeace Asia Tenggara.

Pada kesempatan ini Greenpeace juga mendesak pemerintah untuk mengeluarkan larangan organisme yang telah direkayasa genetik (GMO - Genetically Modified Organism), terutama padi GMO. Karena GMO tidak pernah dinyatakan aman dikonsumsi manusia, mengancam hajat hidup petani, dan beresiko besar menimbulkan kerusakan lingkungan. Dengan mengurangi diversitas dan menumbuhkan produksi monokultur, pengembangan GMO juga beresiko merusak produktivitas padi yang kini telah terancam dengan adanya pemanasan global (1).

Produksi beras di Indonesia, Filipina dan Thailand saat ini terancam oleh perusahaan-perusahaan GMO. "Di Indonesia, para petani juga terancam oleh ekspansi perkebunan kelapa sawit. Kita akan menghadapi masalah besar dalam ketahanan pangan jika pemerintah tidak melakukan sesuatu untuk melindungi pertanian," jelas Bustar.

Padi adalah bahan pangan paling penting di Asia Tenggara. Produksi padi di kawasan ini tercatat menyumbang 25 persen dari total produksi global pada 2008.

Dalam konferensi pers di Bangkok akhir pekan lalu, aliansi internasional yang diberi nama Civil Society Group Calling for Global Action on Climate Change, lewat juru bicaranya Dinah Fuentesfina menyatakan bahwa Asia Tenggara sebagai produsen pertanian terbesar di dunia, merupakan kawasan yang paling rentan terhadap bahaya perubahan iklim. Karenanya aliansi ini, dimana Greenpeace menjadi salah satu anggotanya, mendesak para pemimpin dunia untuk melakukan langkah nyata mengatasi perubahan iklim pada Pertemuan Iklim PBB di Kopenhagen Desember mendatang.

Laporan Asian Development Bank (ADB) yang diluncurkan April lalu (4) menunjukkan bahwa jika upaya global tidak dilakukan, perubahan iklim akan mengakibatkan turunnya produksi padi di negara-negara seperti Indonesia, Filipina, Thailand dan Vietnam, hingga 50 % pada 2100 dibanding tingkat produksi 1990.

"Rice Art ini menjadi desakan visual pada para pemimpin bahwa padi kita sedang dalam ancaman dan harus dilindungi. Melalui momen kerjasama ini, Greenpeace menunjukkan bahwa ketahanan pangan bisa dicapai melalui pertanian berkesinambungan dan solusi iklim, demi masa depan generasi mendatang," Bustar menutup percakapan.

Other contacts: Bustar Maitar, JuruKampanye Hutan Greenpeace Asia Tenggara, 0813 4466 6135 Arif Fiyanto, JuruKampanye Iklim Greenpeace Asia Tenggara, 081311004640 Hikmat Soeriatanuwijaya, JuruKampanye Media Greenpeace Asia Tenggara, 0818930271

Notes: 1. Lihat Greenpeace report “Food Security and Climate Change” (June 2008), http://www.greenpeace.org/international/press/reports/food-security-and-climate-change 2. USDA Production, Supply and Distribution Online, http://www.fas.usda.gov/psdonline/ 3. TckTckTck is an unprecedented global alliance of civil society organizations, trade unions, faith groups and people like you—all calling for an fair, ambitious, and binding climate change agreement. tcktcktck.org 4. The Economics of Climate Change in Southeast Asia: A Regional Review, Asian Development Bank, April 2009. http://www.adb.org/documents/books/economics-climate-change-sea/default.asp