Laporan Iklim Pemerintah Jelas-Jelas Merekomendasikan: Stop Deforestasi!

Siaran Pers - 1 September, 2009
Greenpeace hari ini meminta Pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah segera menanggapi keluarnya Laporan Emisi Indonesia oleh Dewan Nasional Perubahan Iklim baru-baru ini, dengan menerapkan moratorium penebangan hutan dan pengeringan lahan gambut.

Kehancuran Hutan Indonesia

Laporan itu, yang dirilis pekan lalu, dengan tegas mendukung kebijakan nol deforestasi dan menunjuk langsung pengeringan lahan gambut serta deforestasi sebagai penyebab utama tingginya tingkat emisi karbon Indonesia yang berkontribusi besar pada perubahan iklim global. Perkebunan kelapa sawit dan hutan tanaman Industri, pertanian, dan aktivitas penebangan di Indonesia juga berperan besar menyumbang emisi dan laporan ini memperkirakan jika tidak ada langkah segera, emisi Indonesia akan semakin tinggi.

"Laporan ini jelas mengutuk pembabatan hutan yang saat ini masih terus terjadi di seluruh indonesia dan merekomendasikan untuk menghentikan hilangnya hutan dan lahan gambut segera. Meski demikian, laporan ini tidak mematok target penting berapa emisi yang harus dikurangi," ujar Yuyun Indradi, Jurukampanye Hutan Greenpeace Asia Tenggara. "Masalahnya sudah teridentifikasi, solusinya sudah ditawarkan, sekarang saatnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk bertindak dengan menerapkan moratorium penebangan hutan dan pembukaan lahan gambut dalam agenda kerja 100 harinya."

Laporan ini mengindikasikan bahwa pengeringan lahan gambut dan deforestasi menyumbang 83% dari total emisi karbon Indonesia. Emisi ini telah menyamai level perkapita seantero Eropa. Temuan dari laporan ini sekali lagi menegaskan pentingnya penghentian pembabatan hutan yang selama ini terus didesakkan oleh lembaga swadaya masyarakat lokal maupun internasional.

"Tahun ini bisa menjadi sangat bersejarah bagi Presiden Yudhoyono. Tidak hanya dia akan memimpin negeri ini lima tahun lagi, tapi dia punya kesempatan untuk memimpin upaya global mengatasi perubahan iklim di Negosiasi Iklim PBB di Kopenhagen Desember mendatang. Jika Indonesia berkomitmen menghentikan deforestasi, dana perlindungan hutan akan segera mengalir dari negara maju yang secara historis punya tanggung jawab untuk mengeluarkan uang demi mencegah dampak terburuk perubahan iklim," Indradi menutup percakapan.

Greenpeace adalah organisasi kampanye global yang beraksi untuk mengubak sikap dan perilaku, untuk melindungi dan memelihara lingkungan, dan mempromosikan perdamaian

Notes: Yuyun Indradi, Jurukampanye Hutan Greenpeace Southeast Asia, 0812 2616 1759 Hikmat Soeriatanuwijaya, Jurukampanye Media Greenpeace Southeast Asia, 0818 930 271

Kategori