Pantai-pantai sekitar Karawang yang biasanya ramai kini sepi. Ada yang berbeda, bau minyak semerbak menusuk hidung. Tumpahan minyak kegiatan operasi PT Pertamina Hulu Energi (PHE) di Offshore North West Java (ONWJ) yang terjadi sejak tanggal 12 Juli 2019 membuat pantai di sekitar Karawang ditutup. Hingga saat ini minyak telah menyebar ke arah barat dari perairan Karawang, Bekasi, Jakarta, hingga Banten.

Tak hanya di lautan, minyak juga mulai memasuki wilayah padat penduduk dan wilayah konservasi. Dampak yang dirasakan bukan hanya dari segi ekologis, tapi juga dampak sosial. Masyarakat  yang tinggal di sekitar perairan Karawang dan Bekasi mengalami kerugian finansial karena menurunnya kuantitas dan kualitas hasil tambak juga risiko kesehatan yang menghantui masyarakat karena terpapar minyak.

Kejadian ini seakan mengingatkan kita pada tumpahnya minyak di perairan Teluk Balikpapan. Sudah dua tahun berturut-turut kejadian seperti ini terjadi di perairan Indonesia, namun sayangnya Pertamina dan pemerintah kurang transparan dalam menjelaskan penyebab utama dan kronologis operasi secara detail yang memicu tumpahan minyak tersebut. Desak Pemerintah dan Pertamina untuk menjelaskan dengan lengkap alasan terjadinya, sehingga kejadian seperti ini terulang kembali di masa depan.