Beberapa saat lalu beberapa negara di Asia Tenggara dihebohkan dengan penemuan sampah plastik impor yang datang dari negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, Inggris, dan Jerman. Sampah plastik datang bersamaan dengan material kertas bekas yang direncanakan untuk didaur ulang. Namun, kebanyakan dari sampah plastik yang datang ini adalah sampah-sampah plastik yang sudah terkontaminasi dan tidak bisa didaur ulang sama sekali. Filipina dan Malaysia sudah mengembalikan sampah ini ke negara asalnya, dan Thailand berrencana untuk membuat larangan impor sampah plastik dan limbah elektronik. Indonesia baru saja mengembalikan sampah sebanyak 5 kontainer ke Amerika Serikat, namun ini saja tidak cukup. Perlu ada kebijakan yang lebih kuat dari pemimpin negara-negara Asia Tenggara.

Saat ini para petinggi ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) tengah melakukan pertemuan yang membahas mengenai masalah besar di kawasan Asia Tenggara di Bangkok, Thailand. Namun meskipun masalah impor sampah adalah masalah besar, dalam agenda pertemuan petinggi ASEAN ke 34 ini TIDAK ADA rencana untuk membahas impor sampah. Padahal, dari 2016 sampai 2018, impor sampah plastik di wilayah ASEAN meningkat sebanyak 171%.

Katakan pada para petinggi ASEAN: TIDAK ADA TEMPAT UNTUK SAMPAH!

Impor sampah ke ASEAN perlu dihentikan

1
2
3
Pentingnya isu sampah masuk dalam agenda ASEAN
Dukung kampanye
Beraksi lebih

Dalam dua tahun terakhir, negara-negara wilayah ASEAN baik yang masih berkembang maupun yang telah makmur dihadapi dengan pengiriman sampah plastik dari negara maju. Di antara tahun 2016 dan 2018 saja pertumbuhan impor sampah di wilayah ini terus meningkat hingga 171%.

Dari 2016 sampai 2018, impor sampah plastik di wilayah ASEAN meningkat sebanyak 171% dan isu mendesak ini tidak ada dalam agenda rapat ASEAN tahun ini. Katakan pada ASEAN - tidak ada tempat untuk sampah.

Donasi yang diberikan oleh individu-individu seperti kamu digunakan untuk melakukan riset, dokumentasi bukti-bukti kerusakan lingkungan, dan melaksanakan kampanye untuk mendorong kebijakan yang menjadikan bumi kita lebih hijau dan damai.

1 Pentingnya isu sampah masuk dalam agenda ASEAN

Dalam dua tahun terakhir, negara-negara wilayah ASEAN baik yang masih berkembang maupun yang telah makmur dihadapi dengan pengiriman sampah plastik dari negara maju. Di antara tahun 2016 dan 2018 saja pertumbuhan impor sampah di wilayah ini terus meningkat hingga 171%.

Baca selengkapnya

Dari 2016 sampai 2018, impor sampah plastik di wilayah ASEAN meningkat sebanyak 171% dan isu mendesak ini tidak ada dalam agenda rapat ASEAN tahun ini. Katakan pada ASEAN - tidak ada tempat untuk sampah.

Tandatangani

Donasi yang diberikan oleh individu-individu seperti kamu digunakan untuk melakukan riset, dokumentasi bukti-bukti kerusakan lingkungan, dan melaksanakan kampanye untuk mendorong kebijakan yang menjadikan bumi kita lebih hijau dan damai.

Donasi sekarang

Artikel Terbaru