News & Stories - Greenpeace Indonesia
-
Menyelamatkan Keanekaragaman Hayati Laut: Krisis Tak Terlihat di Laut Lepas
Meskipun keanekaragaman hayati laut lepas ini tidak terlihat oleh banyak orang, wilayah ini tidak bebas dari bahaya—justru menjadi kawasan yang paling tidak dilindungi.
-
Raksasa Agribisnis Raup Keuntungan di Tengah Krisis
Di tengah krisis pandemi Covid-19 dan perang Rusia-Ukraina, sejumlah perusahaan raksasa agribisnis meraup keuntungan miliaran dolar.
-
Jokowi dan PM Malaysia Sepakat Perangi ‘Diskriminasi’ Kelapa Sawit, Komitmen Hentikan Deforestasi Patut Dipertanyakan
Jakarta, 11 Januari 2022. Presiden Joko Widodo sebaiknya menjelaskan maksud pernyataan ‘memerangi diskriminasi terhadap kelapa sawit’ yang disampaikan seusai pertemuan dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim di Istana Bogor pada…
-
Ketika Energi Ekstraktif ‘Mendanai’ Sebuah Perang
“Perubahan iklim yang disebabkan oleh aktivitas manusia dan perang di Ukraina memiliki akar yang sama: bahan bakar fosil dan ketergantungan kita pada mereka,” kata ilmuwan iklim Ukraina, Svitlana Krakovska, ketika…
Filtered results
-
Banjir Sumatera Harus Jadi Pengingat Terakhir Pemerintahan Prabowo untuk Berbenah
Banjir Sumatera harus menjadi pengingat terakhir bagi pemerintahan Prabowo untuk membenahi kebijakan lingkungan hidup dan komitmen iklim.
-
COP30 Berakhir Mengecewakan: Lemah Komitmen Pelindungan Hutan, Pendanaan, dan Aksi Iklim
Akibat sikap negara-negara yang terbelah, COP30 tak membuahkan hasil yang diharapkan untuk menghentikan energi fosil dan deforestasi.
-
Greenpeace Asia Tenggara Bawa Cerita #SaveRajaAmpat ke Forum PBB, Desak Tata Kelola Nikel
Hadir di forum PBB di Asia Pasifik, Greenpeace Asia Tenggara membawa cerita #SaveRajaAmpat dan menegaskan keberpihakan ke Gaza.













