News & Stories - Page 2 of 5 - Greenpeace Indonesia
Filter posts
Filtered results
-
Sidang Gugatan Lingkungan Hidup, Saksi Ungkap Izin Lingkungan PT IAL Tak Melibatkan Warga Marga Woro dan Suku Awyu
Sidang Gugatan Lingkungan Hidup, Saksi Ungkap Izin Lingkungan PT IAL Tak Melibatkan Warga Marga Woro dan Suku Awyu
-
Konvensi ILO 188, Pemutus Lingkar Setan Perbudakan Modern
Dipaksa kerja 20 jam sehari, disiksa, tidak digaji, hingga mati lalu dilarung di laut. Kira-kira begitulah banyak nasib para anak buah kapal (selanjutnya disebut ABK) Indonesia di kapal-kapal ikan asing.…
-
Penetapan Tersangka Korporasi Korupsi Minyak Goreng Harus Jadi Langkah Serius Pemulihan Kerugian Negara
Penegak hukum harus menuntut korporasi bertanggung jawab atas kelangkaan minyak goreng yang menyusahkan rakyat dan merugikan keuangan negara.
-
Pertama dalam Sejarah, ASEAN Deklarasikan Pelindungan Awak Kapal Migran
Deklarasi ASEAN tentang Penempatan dan Perlindungan Nelayan Migran seharusnya menjadi batu loncatan untuk aksesi Konvensi ILO 188.
-
Dukung Suku Awyu, Masyarakat Sipil Dorong KLHK Tindak Lanjuti Keputusan Pencabutan Perizinan di Kawasan Hutan
Siaran Pers Koalisi Selamatkan Hutan Adat Papua
-
CBD COP15 Berakhir, Indonesia Mesti Percepat Pengakuan Masyarakat Adat
Greenpeace Indonesia menyambut kesepakatan final Konferensi Keanekaragaman Hayati PBB ke-15 atau CBD COP15 di Montreal, Kanada, yang secara eksplisit mengakui peran penting masyarakat adat sebagai penjaga keanekaragaman hayati. Ini mencakup pengakuan terhadap hak, wilayah, pengetahuan, serta pentingnya pelibatan masyarakat adat dalam pengambilan keputusan.
-
Mengenal Empat Wakil Masyarakat Adat di COP15, Siapa Saja Mereka?
Pada 3-17 Desember 2022, sejumlah perwakilan masyarakat adat dari berbagai penjuru dunia datang ke Konferensi Keanekaragaman Hayati atau CBD COP15 yang digelar di Montreal, Kanada. Mereka berbagi kisah serta harapan agar para pemimpin dunia berkomitmen menyelamatkan hutan yang tersisa.
-
Surat Terbuka: Posisi Organisasi Masyarakat Sipil Indonesia Terhadap Kerangka Kerja Keanekaragaman Hayati Global
Organisasi Masyarakat Sipil di Indonesia memberi suara untuk seruan COP 15 di Montreal untuk menyepakati target yang ketat dan mengikat untuk memastikan perlindungan setidaknya 30% dari tanah dan laut pada tahun 2030 (“tiga puluh tiga puluh”) bersamaan dengan pengakuan eksplisit terhadap Masyarakat Adat.
-
Di Kanada, Masyarakat Adat Papua Desak Komitmen Pemerintah Selamatkan Hutan
Bersama masyarakat adat dari sejumlah negara seperti Brasil, Republik Demokratik Kongo, Kanada, dan Kamerun, mereka menyuarakan harapan tentang perlindungan keanekaragaman hayati yang dibahas dalam forum ini.







