News & Stories - Page 6 of 8 - Greenpeace Indonesia
-
Menyelamatkan Keanekaragaman Hayati Laut: Krisis Tak Terlihat di Laut Lepas
Meskipun keanekaragaman hayati laut lepas ini tidak terlihat oleh banyak orang, wilayah ini tidak bebas dari bahaya—justru menjadi kawasan yang paling tidak dilindungi.
-
Raksasa Agribisnis Raup Keuntungan di Tengah Krisis
Di tengah krisis pandemi Covid-19 dan perang Rusia-Ukraina, sejumlah perusahaan raksasa agribisnis meraup keuntungan miliaran dolar.
-
Jokowi dan PM Malaysia Sepakat Perangi ‘Diskriminasi’ Kelapa Sawit, Komitmen Hentikan Deforestasi Patut Dipertanyakan
Jakarta, 11 Januari 2022. Presiden Joko Widodo sebaiknya menjelaskan maksud pernyataan ‘memerangi diskriminasi terhadap kelapa sawit’ yang disampaikan seusai pertemuan dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim di Istana Bogor pada…
-
Ketika Energi Ekstraktif ‘Mendanai’ Sebuah Perang
“Perubahan iklim yang disebabkan oleh aktivitas manusia dan perang di Ukraina memiliki akar yang sama: bahan bakar fosil dan ketergantungan kita pada mereka,” kata ilmuwan iklim Ukraina, Svitlana Krakovska, ketika…
Filtered results
-
Ramadan Menjadi Momentum Untuk Mengakhiri Ketergantungan Plastik Sekali Pakai
Greenpeace Indonesia bersama Nahdlatul Ulama menggelar kegiatan diskusi Ramadan Ramah Lingkungan bertajuk “Pantang Plastik di Bulan Puasa” di Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia sebagai rangkaian kampanye #PantangPlastik yang diluncurkan oleh Greenpeace Indonesia pada bulan Ramadan tahun lalu.
-
Monster Plastik dari Seluruh Dunia Kembali Pulang ke Nestlé
Monster plastik menjelajahi berbagai belahan dunia, bangkit dari tempat pembuangan, memanjat tumpukan sampah, bahkan berenang mengarungi lautan, danau, dan sungai, melakukan perjalanan yang sulit untuk kembali pulang pada penciptanya.
-
Aktivis Greenpeace Beraksi di Rapat Umum Tahunan Nestlé Menuntut Solusi Nyata Untuk Krisis Sampah Plastik
20 aktivis Greenpeace Swiss menginterupsi Rapat Umum Tahunan Nestlé dengan membentuk barisan di posisi terdepan tempat pertemuan, berhadapan dengan para pemegang saham sebagai peserta rapat.
-
Pidato Direktur Eksekutif Greenpeace International di Hadapan Petinggi Nestlé
Direktur Eksekutif Greenpeace International, Jennifer Morgan, berbicara di hadapan petinggi Nestlé di rapat umum tahunan Nestlé untuk mendesak Nestlé agar meninggalkan kemasan sekali pakai.
-
Jual Beli Tanpa Plastik, Mungkinkah?
Warung dengan konsep seperti SARUGA dikenal luas dengan sebutan “Bulk Store” dan masih sangat jarang ditemukan di Indonesia. Seperti apa konsep warung ini?
-
Plastik Menyerbu ‘Pusat dari Pusat’ Hotspot Keanekaragaman Hayati Global
Eksplorasi bawah laut selama tiga hari menghasilkan foto-foto kemasan sachet, beberapa foto bahkan menunjukkan tanda kemasan terlihat berada di antara terumbu karang untuk waktu yang sangat lama.
-
Produksi Kemasan Sachet Produsen Kebutuhan Sehari-hari Tidak Terkendali
Nestlé dan Unilever bertanggung jawab atas seperempat jumlah plastik sekali pakai bermerek yang menciptakan krisis polusi plastik di Filipina.
-
Laporan Terbaru Menemukan Seluruh Siklus Plastik Mengancam Kesehatan Manusia
Dampak krisis polusi plastik terhadap kesehatan manusia telah diabaikan terlalu lama, dan harus menjadi pertimbangan utama dari semua keputusan tentang plastik ke depannya.
-
Nestle Mengakui Daur Ulang Tidak Cukup untuk Mengatasi Krisis Polusi Plastik
Nestle baru saja mengumumkan rencana untuk mempercepat tindakannya mengatasi polusi plastik, termasuk membuat kemasannya dapat didaur ulang (recyclable) atau dapat digunakan kembali (reusable) pada tahun 2025 dan beralih ke kertas sekali pakai dan alternatif lain.
-
Ayo Bangun dan Bergerak, Kita Sedang Diserang Plastik!
Samar tercium bau sampah dan semakin mendekati bukit ini, bau sampah semakin menyengat. Tunggu, ini bukan bukit rumput yang pemandangannya bisa memanjakan mata, ini Tempat Pemrosesan Akhir sampah masyarakat Bali!













