{"id":1023,"date":"2018-03-22T00:00:00","date_gmt":"2018-03-21T17:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1023\/laporan-baru-selama-dua-tahun-berturut-turut-tren-pembangunan-pembangkit-listrik-batubara-anjlok-di-seluruh-dunia\/"},"modified":"2019-11-06T15:46:23","modified_gmt":"2019-11-06T08:46:23","slug":"laporan-baru-selama-dua-tahun-berturut-turut-tren-pembangunan-pembangkit-listrik-batubara-anjlok-di-seluruh-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1023\/laporan-baru-selama-dua-tahun-berturut-turut-tren-pembangunan-pembangkit-listrik-batubara-anjlok-di-seluruh-dunia\/","title":{"rendered":"Laporan baru: Selama dua tahun berturut-turut tren pembangunan pembangkit listrik batubara anjlok di seluruh dunia"},"content":{"rendered":"<div class=\"leader\">Jumlah pembangkit listrik batubara baru di tahap konstruksi turun hingga 73% dari 2015 sampai 2017 akibat pengetatan aturan di China dan pembiayaan swasta di India yang menyebabkan 17 pembangkit batubara mangkrak di India.<\/div>\n<div><\/div>\n<div><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-2442 size-large\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/03\/adc5a0dc-gp01pa6-1024x678.jpg\" alt=\"Greenpeace Inflatables At Cilacap Coal Plant. \u00a9 Greenpeace \/ Ardiles Rante\" width=\"1024\" height=\"678\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/03\/adc5a0dc-gp01pa6-1024x678.jpg 1024w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/03\/adc5a0dc-gp01pa6-300x199.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/03\/adc5a0dc-gp01pa6-768x508.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/03\/adc5a0dc-gp01pa6-510x337.jpg 510w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/03\/adc5a0dc-gp01pa6.jpg 1200w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/div>\n<div><\/div>\n<div>Jakarta, 22 Maret 2018 \u2013 Dalam dua tahun belakangan ini, jumlah pembangkit tenaga batu bara yang dikembangkan di seluruh dunia turun tajam di\u00a02017, diakibatkan penurunan secara umum yang terjadi di China dan India, sebagaimana diliris dalam laporan terbaru Greenpeace, the Sierra Club dan CoalSwarm hari ini.<\/div>\n<div>Laporan Boom and Bust\u00a02018: Tracking The Global Coal Plant Pipeline, merupakan survey tahunan keempat dari rencana pembangunan pembangkit batu bara secara global. Dalam laporan ini setidaknya ditemukan penurunan sebesar 28% secara year on year dalam penyelesaian pembangunan pembangkit batu bara baru (turun 41% selama dua tahun belakangan), penurunan hingga 29% year on year dalam upaya memulai konstruksi baru pembangkit (73% selama dua tahun terakhir), dan turun sebanyak 22% dalam perencanaan dan perizinan pembangkit (59% dalam dua tahun terakhir).<\/div>\n<div>Alasan dari penurunan ini diakibatkan pengetatan dan pembatasan proyek pembangkit batu bara baru oleh otoritas pusat di China dan peninjauan kembali pembiayaan pada sektor batu bara oleh sejumlah lembaga keuangan swasta di India. Di India, setidaknya ada 17 situs pembangkit batu bara yang tercatat mengalami penghentikan kegiatan konstruksi alias mangkrak.<\/div>\n<div>Laporan ini juga menunjukan 97 gigawatt pembangunan pembangkit terhenti selama tiga tahun terakhir, dipimpin oleh Amerika (sebanyak 45 gigawatt), China (sebanyak 16 gigawatt) dan Inggris (sebanyak 8 gigawatt). Berdasarkan tren banyaknya pembangkit yang memasuki pensiun selama dua dekade terakhir, laporan ini juga memprediksi armada pembangkit batu bara secara global akan mulai menyusut di\u00a02022, sebagai akibat dari pensiunnya sejumlah pembangkit batu bara tua yang melampaui penambahan kapasitas pembangkit\u00a0\u00a0batu bara baru.Secara global, kampanye penghapusan pengunaan batubara mulai meraih momentum, dengan dukungan komitmen dari 34 negara dan entitas subnasional. Di tahun\u00a02017, hanya tujuh negara yang memprakarsai konstruksi pembangunan pembangkit batu bara baru di lebih dari satu lokasi.Meskipun terjadi penurunan nyata pada pipeline atau rencana pembangkit tenaga batu bara baru, laporan tersebut memperingatkan bahwa emisi dari keseluruhan daur hidup atau life cycle yang sudah diprediksikan dari pembangkit batu bara yang ada, yang akan terus\u00a0berlanjut melebihi batasan karbon batu bara yang disetujui dalam Paris Climate Agreement\u00a02015. Untuk menjaga emisi batu bara tetap pada batas yang ditentukan, pembangunan ke depan harus segera diberhentikan dan jumlah pembangkit batu bara yang ditutup atau dipensiunkan harus ditingkatkan.<\/p>\n<p>\u201cDari aspek iklim dan kesehatan, pengurangan armada pembangkit tenaga batu bara secara global terjadi dengan kurang cepat,\u201dkata Ted Nace, Direktur CoalSwarm. \u201cUntungnya, produksi massal telah menurunkan biaya tenaga surya dan angin lebih cepat dari yang diharapkan, dan baik pasar keuangan maupun\u00a0perencanaan energi di dunia sedang memperhatikan ini\u201d.<\/p>\n<p>\u201dJatuhnya konstruksi sejumlah pembangkit listrik tenaga batu bara\u00a0\u00a0dan percepatan pensiun sejumlah proyek lama adalah berita baik untuk kesehatan masyarakat \u2013 polusi dari pembangkit listrik tenaga batu bara setidaknya bertanggung jawab atas ratusan ribu kematian dini setiap tahun di seluruh dunia\u201d ujar Lauri Myllyvirta, juru kampanye senior \u00a0Greenpeace.<\/p>\n<p>\u201cMeskipun tingkat konstruksi pembangkit baru sudah melambat, keadaan kapasitas berlebih tetap melanda China, India dan Indonesia dan bahkan memburuk, akibat rencana pembangunan pembangkit tenaga batu bara terus dilanjutkan di negara-negara tersebut\u201d.<\/p>\n<p>Merujuk pada pengesahan RUPTL terbaru 2018-2027 oleh Menteri Jonan, jelas terlihat bahwa Indonesia masih sangat jauh tertinggal dari trend global yang telah meninggalkan batubara. \u201cDisaat negara lain meninggalkan batubara untuk menyelamatkan jutaan warganya dari polusi batubara yang mematikan, Indonesia masih terus saja membangun PLTU batubara baru khususnya di Jawa \u2013 Bali yang padat penduduk dan telah mencapai kelebihan pasokan listrik\u201d, ungkap Hindun Mulaika, Juru Kampanye Iklim dan Energi.<\/p>\n<p>\u201cTidak hanya kesehatan masyarakat yang dikorbankan, tetapi Indonesia kehilangan kesempatan besar untuk membangun sebuah bentuk energi ekonomi baru dari besarnya investasi yang ditanamkan untuk industri energi solar dan bayu dari institusi finansial dunia\u201d, tutup Hindun.<br \/>\nCatatan: Pembangkit tenaga batubara pada umumnya berukuran 500 megawatt atau 0,5 gigawatt, dan kebanyakan proyek pembangkit memiliki dua unit atau lebih.<br \/>\nSilahkan akses laporan Boom and Bust 2018 di tautan <a href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/02\/c4ea2da0-c4ea2da0-boomandbust_2018_indonesian1.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">berikut<\/a>.<\/p>\n<hr \/>\n<p>Mengenai The Sierra Club<\/p>\n<p>The Sierra Club merupakan organisasi lingkungan hidup Amerika yang terbesar dengan pengaruh paling besar dan memiliki lebih dari tiga juga anggota dan pendukung. Selain membantu masyarakat dari berbagai latar belakang dalam upayanya untuk menjelajahi alam dan memberikan apresiasi pada warisan alam Amerika, the Sierra Club juga mendorong pengembangan energi bersih, menjaga kesehatan komunitas tapak, melindungi satwa liar serta menjaga alam liar melalui aktivisme tingkat tapak, pendidikan publik, kegiatan lobi dan aksi hukum. Informasi lebih lanjut dapat dilihat di <a href=\"http:\/\/www.sierraclub.org\/\">www.sierraclub.org<\/a>.<\/p>\n<hr \/>\n<p>Mengenai CoalSwarm<\/p>\n<p>CoalSwarm merupakan jaringan periset yang mengembangkan sumber daya informasi mengenai bahan bakar fosil serta alternatifnya. Proyek saat ini termasuk Global Coal Plant Tracker, the Global Fossil Projects Tracker, serta newsletter CoalWire. Untuk informasi lebih lanjut silahkan kunjungi <a href=\"http:\/\/www.coalswarm.org\/\">www.coalswarm.org<\/a>.<\/p>\n<hr \/>\n<p>Mengenai Greenpeace<\/p>\n<p>Greenpeace merupakan organisasi kampanye global independen yang bekerja untuk mengubah sikap dan perilaku serta melindungi dan melakukan konservasi lingkungan hidup serta mendorong perdamaian. Greenpeace hadir di lebih dari 40 negara di Eropa, America, Asia, Afrika dan Pasifik. Untuk informasi lebih lanjut silahkan kunjungi\u00a0<a href=\"http:\/\/www.greenpeace.org\/\">www.greenpeace.org<\/a><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tidak hanya kesehatan masyarakat yang dikorbankan, tetapi Indonesia kehilangan kesempatan besar untuk membangun sebuah bentuk energi ekonomi baru dari besarnya investasi yang ditanamkan untuk industri energi solar dan bayu dari institusi finansial dunia. <\/p>\n","protected":false},"author":49,"featured_media":2442,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ep_exclude_from_search":false,"p4_og_title":"","p4_og_description":"","p4_og_image":"","p4_og_image_id":"","p4_seo_canonical_url":"","p4_campaign_name":"","p4_local_project":"","p4_basket_name":"","p4_department":"","footnotes":""},"categories":[2],"tags":[6],"p4-page-type":[14],"class_list":["post-1023","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lindungi","tag-iklim","p4-page-type-siaran-pers"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.9.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Laporan baru: Selama dua tahun berturut-turut tren pembangunan pembangkit listrik batubara anjlok di seluruh dunia - Greenpeace Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1023\/laporan-baru-selama-dua-tahun-berturut-turut-tren-pembangunan-pembangkit-listrik-batubara-anjlok-di-seluruh-dunia\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Laporan baru: Selama dua tahun berturut-turut tren pembangunan pembangkit listrik batubara anjlok di seluruh dunia - Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tidak hanya kesehatan masyarakat yang dikorbankan, tetapi Indonesia kehilangan kesempatan besar untuk membangun sebuah bentuk energi ekonomi baru dari besarnya investasi yang ditanamkan untuk industri energi solar dan bayu dari institusi finansial dunia.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1023\/laporan-baru-selama-dua-tahun-berturut-turut-tren-pembangunan-pembangkit-listrik-batubara-anjlok-di-seluruh-dunia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-03-21T17:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-11-06T08:46:23+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/03\/adc5a0dc-gp01pa6.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"794\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1023\/laporan-baru-selama-dua-tahun-berturut-turut-tren-pembangunan-pembangkit-listrik-batubara-anjlok-di-seluruh-dunia\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1023\/laporan-baru-selama-dua-tahun-berturut-turut-tren-pembangunan-pembangkit-listrik-batubara-anjlok-di-seluruh-dunia\/\"},\"author\":{\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe\"},\"headline\":\"Laporan baru: Selama dua tahun berturut-turut tren pembangunan pembangkit listrik batubara anjlok di seluruh dunia\",\"datePublished\":\"2018-03-21T17:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2019-11-06T08:46:23+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1023\/laporan-baru-selama-dua-tahun-berturut-turut-tren-pembangunan-pembangkit-listrik-batubara-anjlok-di-seluruh-dunia\/\"},\"wordCount\":816,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"keywords\":[\"Iklim\"],\"articleSection\":[\"Lindungi\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1023\/laporan-baru-selama-dua-tahun-berturut-turut-tren-pembangunan-pembangkit-listrik-batubara-anjlok-di-seluruh-dunia\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1023\/laporan-baru-selama-dua-tahun-berturut-turut-tren-pembangunan-pembangkit-listrik-batubara-anjlok-di-seluruh-dunia\/\",\"name\":\"Laporan baru: Selama dua tahun berturut-turut tren pembangunan pembangkit listrik batubara anjlok di seluruh dunia - Greenpeace Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\"},\"datePublished\":\"2018-03-21T17:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2019-11-06T08:46:23+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1023\/laporan-baru-selama-dua-tahun-berturut-turut-tren-pembangunan-pembangkit-listrik-batubara-anjlok-di-seluruh-dunia\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1023\/laporan-baru-selama-dua-tahun-berturut-turut-tren-pembangunan-pembangkit-listrik-batubara-anjlok-di-seluruh-dunia\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1023\/laporan-baru-selama-dua-tahun-berturut-turut-tren-pembangunan-pembangkit-listrik-batubara-anjlok-di-seluruh-dunia\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Laporan baru: Selama dua tahun berturut-turut tren pembangunan pembangkit listrik batubara anjlok di seluruh dunia\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"description\":\"Greenpeace\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"width\":500,\"height\":500,\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\",\"https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID\",\"https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/www.greenpeace.or.id\"],\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/greenpeace-indonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Laporan baru: Selama dua tahun berturut-turut tren pembangunan pembangkit listrik batubara anjlok di seluruh dunia - Greenpeace Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1023\/laporan-baru-selama-dua-tahun-berturut-turut-tren-pembangunan-pembangkit-listrik-batubara-anjlok-di-seluruh-dunia\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Laporan baru: Selama dua tahun berturut-turut tren pembangunan pembangkit listrik batubara anjlok di seluruh dunia - Greenpeace Indonesia","og_description":"Tidak hanya kesehatan masyarakat yang dikorbankan, tetapi Indonesia kehilangan kesempatan besar untuk membangun sebuah bentuk energi ekonomi baru dari besarnya investasi yang ditanamkan untuk industri energi solar dan bayu dari institusi finansial dunia.","og_url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1023\/laporan-baru-selama-dua-tahun-berturut-turut-tren-pembangunan-pembangkit-listrik-batubara-anjlok-di-seluruh-dunia\/","og_site_name":"Greenpeace Indonesia","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","article_published_time":"2018-03-21T17:00:00+00:00","article_modified_time":"2019-11-06T08:46:23+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":794,"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/03\/adc5a0dc-gp01pa6.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Greenpeace Indonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@GreenpeaceID","twitter_site":"@GreenpeaceID","twitter_misc":{"Written by":"Greenpeace Indonesia","Est. reading time":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1023\/laporan-baru-selama-dua-tahun-berturut-turut-tren-pembangunan-pembangkit-listrik-batubara-anjlok-di-seluruh-dunia\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1023\/laporan-baru-selama-dua-tahun-berturut-turut-tren-pembangunan-pembangkit-listrik-batubara-anjlok-di-seluruh-dunia\/"},"author":{"name":"Greenpeace Indonesia","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe"},"headline":"Laporan baru: Selama dua tahun berturut-turut tren pembangunan pembangkit listrik batubara anjlok di seluruh dunia","datePublished":"2018-03-21T17:00:00+00:00","dateModified":"2019-11-06T08:46:23+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1023\/laporan-baru-selama-dua-tahun-berturut-turut-tren-pembangunan-pembangkit-listrik-batubara-anjlok-di-seluruh-dunia\/"},"wordCount":816,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"keywords":["Iklim"],"articleSection":["Lindungi"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1023\/laporan-baru-selama-dua-tahun-berturut-turut-tren-pembangunan-pembangkit-listrik-batubara-anjlok-di-seluruh-dunia\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1023\/laporan-baru-selama-dua-tahun-berturut-turut-tren-pembangunan-pembangkit-listrik-batubara-anjlok-di-seluruh-dunia\/","name":"Laporan baru: Selama dua tahun berturut-turut tren pembangunan pembangkit listrik batubara anjlok di seluruh dunia - Greenpeace Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website"},"datePublished":"2018-03-21T17:00:00+00:00","dateModified":"2019-11-06T08:46:23+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1023\/laporan-baru-selama-dua-tahun-berturut-turut-tren-pembangunan-pembangkit-listrik-batubara-anjlok-di-seluruh-dunia\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1023\/laporan-baru-selama-dua-tahun-berturut-turut-tren-pembangunan-pembangkit-listrik-batubara-anjlok-di-seluruh-dunia\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1023\/laporan-baru-selama-dua-tahun-berturut-turut-tren-pembangunan-pembangkit-listrik-batubara-anjlok-di-seluruh-dunia\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Laporan baru: Selama dua tahun berturut-turut tren pembangunan pembangkit listrik batubara anjlok di seluruh dunia"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","name":"Greenpeace Indonesia","description":"Greenpeace","publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization","name":"Greenpeace Indonesia","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","contentUrl":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","width":500,"height":500,"caption":"Greenpeace Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID","https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe","name":"Greenpeace Indonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g","caption":"Greenpeace Indonesia"},"sameAs":["http:\/\/www.greenpeace.or.id"],"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/greenpeace-indonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1023","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/49"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1023"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1023\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2444,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1023\/revisions\/2444"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2442"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1023"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1023"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1023"},{"taxonomy":"p4-page-type","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/p4-page-type?post=1023"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}