{"id":1034,"date":"2018-10-09T00:00:00","date_gmt":"2018-10-08T17:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1034\/kegiatan-bersih-bersih-dan-audit-merek-global-menemukan-coca-cola-pepsico-dan-nestle-sebagai-pencemar-plastik-terburuk-di-seluruh-dunia\/"},"modified":"2021-12-01T19:31:34","modified_gmt":"2021-12-01T12:31:34","slug":"kegiatan-bersih-bersih-dan-audit-merek-global-menemukan-coca-cola-pepsico-dan-nestle-sebagai-pencemar-plastik-terburuk-di-seluruh-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1034\/kegiatan-bersih-bersih-dan-audit-merek-global-menemukan-coca-cola-pepsico-dan-nestle-sebagai-pencemar-plastik-terburuk-di-seluruh-dunia\/","title":{"rendered":"Kegiatan Bersih-bersih dan Audit Merek Global Menemukan Coca-Cola, PepsiCo, dan Nestl\u00e9 Sebagai Pencemar Plastik Terburuk di Seluruh Dunia"},"content":{"rendered":"<p>Manila, 9 Oktober 2018. Gerakan Break Free From Plastic hari ini mengumumkan, Coca-Cola, PepsiCo, dan Nestl\u00e9 adalah perusahaan yang paling banyak muncul selama proses identifikasi sampah plastik dalam 239 kegiatan bersih-bersih dan audit merek di 42 negara dan enam benua. Lebih dari 187.000 kemasan sampah plastik diaudit, mengidentifikasi ribuan merek yang kemasannya masih bergantung pada plastik sekali pakai lalu mencemari lautan dan saluran air secara global. Coca-Cola adalah pencemar teratas dalam audit global, di mana sampah plastik bermerek Coke ditemukan di 40 dari 42 negara yang berpartisipasi. Kegiatan audit merek ini adalah potret paling komprehensif dari perusahaan-perusahaan penyumbang sampah plastik terburuk di seluruh dunia.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-2058 size-large\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/02\/fece55f8-gp0str57l-1024x683.jpg\" alt=\"Plastic-Spitting Dragon Protests at Our Oceans Conference in Malta. \u00a9 Bente Stachowske\" width=\"1024\" height=\"683\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/02\/fece55f8-gp0str57l-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/02\/fece55f8-gp0str57l-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/02\/fece55f8-gp0str57l-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/02\/fece55f8-gp0str57l-510x340.jpg 510w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/02\/fece55f8-gp0str57l.jpg 1200w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/p>\n<p>\u201cAudit merek ini memperlihatkan bukti tak terbantahkan tentang peran yang dimainkan oleh perusahaan dalam melangsungkan krisis pencemaran plastik global,\u201d kata Koordinator Global Break Free From Plastic Von Hernandez. \u201cDengan terus memproduksi kemasan plastik yang bermasalah dan tidak dapat didaur ulang untuk produk mereka, perusahaan-perusahaan ini bersalah karena telah menghancurkan planet ini dalam skala besar. Sudah saatnya mereka mengaku dan berhenti melimpahkan kesalahan kepada warga atas produk mereka yang boros dan membuat polusi.\u201d<\/p>\n<p>Audit, yang dipimpin oleh anggota-anggota Break Free From Plastic<sup>[1]<\/sup>, menemukan bahwa Coca-Cola, PepsiCo, Nestl\u00e9, Danone, Mondelez International, Procter &amp; Gamble, Unilever, Perfetti van Melle, Mars Incorporated, dan Colgate-Palmolive secara berurutan sebagai sepuluh besar merek-merek multinasional yang sampah plastiknya paling banyak ditemukan dalam kegiatan bersih-bersih. Pemeringkatan perusahaan multinasional ini mencakup merek-merek yang ditemukan setidaknya di sepuluh dari 42 negara yang berpartisipasi. Secara keseluruhan, polystyrene, yang tidak dapat didaur ulang di sebagian besar lokasi, adalah jenis plastik yang paling umum ditemukan, diikuti oleh PET, yakni bahan yang digunakan dalam botol, wadah, dan kemasan lainnya.<\/p>\n<p>Di kawasan Asia, hasil analisis menemukan penghasil sampah terbesar adalah merek Coca-Cola, Perfetti van Melle, dan Mondelez International. Merek-merek ini menyumbang 30 persen dari semua sampah plastik bermerek yang dihitung oleh para sukarelawan di seluruh Asia. Audit merek tahun ini di seluruh Asia mengacu pada kegiatan bersih-bersih dan audit selama seminggu di Pulau Freedom-Filipina pada tahun 2017, <a href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/international\/press-release\/7621\/nestle-unilever-pg-among-worst-offenders-for-plastic-pollution-in-philippines-in-beach-audit\/\">yang menemukan Nestl\u00e9 dan Unilever sebagai pencemar teratas<\/a>.<\/p>\n<p>\u201cKami membayar harga yang mahal untuk ketergantungan perusahaan multinasional pada plastik murah,\u201d kata Jurukampanye Greenpeace Asia Tenggara \u2013 Filipina Abigail Aguilar. \u201cKami adalah orang-orang yang dipaksa untuk membersihkan sampah plastik mereka di jalan-jalan dan saluran air kami. Di Filipina, kami dapat membersihkan seluruh pantai dan keesokan harinya pantai tercemar sampah plastik. Melalui audit merek, kami dapat menyebutkan beberapa pencemar terburuk dan meminta mereka berhenti memproduksi plastik sebagai permulaan.\u201d<\/p>\n<p>Di Amerika Utara dan Amerika Selatan, Coca-Cola, PepsiCo, dan Nestl\u00e9 adalah pencemar teratas, menyumbang 64 dan 70 persen dari semua sampah plastik bermerek.<br \/>\n\u201cDi Amerika Latin, audit merek menempatkan tanggung jawab pada perusahaan yang memproduksi plastik yang tidak berguna dan pemerintah yang memperbolehkan perusahaan untuk menempatkan beban, dari mulai ekstraksi ke pembuangan, di sebagian besar masyarakat rentan dan miskin,\u201d ucap Koordinator GAIA untuk Amerika Latin Magdalena Donoso. \u201d Anggota BFFP di Amerika Latin menyoroti krisis ini dan mempromosikan strategi nol sampah dengan komunitas-komunitas kami.\u201d<\/p>\n<p>Di Eropa, Coca-Cola, PepsiCo, dan Nestl\u00e9 kembali menjadi pencemar utama yang teridentifikasi, di mana porsi sampah mereka 45 persen dari total sampah plastik yang diaudit di wilayah tersebut. Di Australia, merek 7-Eleven, Coca-Cola, dan McDonald\u2019s adalah pencemar teratas yang diidentifikasi, angkanya 82 persen dari sampah plastik yang ditemukan. Dan terakhir, di Afrika, merek ASAS Group, Coca-Cola, dan Procter &amp; Gamble adalah merek-merek terbanyak yang ditemukan, terhitung 74 persen dari sampah plastik di sana.<\/p>\n<p>\u201cAudit merek ini menempatkan kembali tanggung jawab pada pihak yang seharusnya, dengan perusahaan-perusahaan memproduksi plastik dalam jumlah tak terbatas yang berakhir di Samudra Hindia,\u201d kata Griffins Ochieng, Koordinator Program Centre for Environment Justice and Development di Kenya. \u201cKami melakukan kegiatan bersih-bersih dan audit merek di dua lokasi di Kenya untuk mengidentifikasi perusahaan yang menjadi pencemar terburuk di wilayah tersebut dan meminta pertanggungjawaban mereka. Ini lebih mendesak daripada sebelumnya, demi masyarakat yang mengandalkan lautan untuk mata pencaharian, kesehatan dan kesejahteraan mereka, untuk bisa terbebas dari plastik. \u201d<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.breakfreefromplastic.org\/\">Break Free From Plastic<\/a> mendorong perusahaan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, mendesain ulang sistem pengantaran untuk meminimalisir atau mengeliminasi kemasan plastik, dan bertanggung jawab atas sampah plastik yang mereka terus kirimkan ke dalam sistem pengelolaan sampah dan lingkungan yang sudah genting.<\/p>\n<p>Meskipun audit merek tidak memberikan gambaran lengkap tentang jejak pencemaran plastik para perusahaan, tapi mereka adalah indikasi terbaik hingga saat ini sebagai pencemar plastik terburuk di dunia. Gerakan Break Free From Plastic mendorong perusahaan untuk mengakhiri ketergantungan mereka pada plastik sekali pakai, mengutamakan inovasi dan sistem pengiriman alternatif untuk produk.<\/p>\n<h3>Catatan:<\/h3>\n<p>Temukan laporan audit merek dari Break Free From Plastic di sini: <a href=\"https:\/\/www.breakfreefromplastic.org\/globalbrandauditreport2018\/\">https:\/\/www.breakfreefromplastic.org\/globalbrandauditreport2018\/<\/a><\/p>\n<ol>\n<li>Break Free From Plastic adalah gerakan global yang memimpikan masa depan bebas dari sampah plastik. Sejak diluncurkan pada September 2016, hampir 1.300 kelompok dari seluruh dunia telah bergabung dengan gerakan untuk menuntut pengurangan besar-besaran dalam plastik sekali pakai dan untuk mendorong solusi jangka panjang terhadap krisis pencemaran plastik. Organisasi-organisasi ini berbagi nilai-nilai umum perlindungan lingkungan dan keadilan sosial, yang memandu pekerjaan mereka di tingkat komunitas dan mewakili visi global yang terpadu. <a href=\"http:\/\/www.breakfreefromplastic.org\/\">www.breakfreefromplastic.org<\/a><\/li>\n<\/ol>\n<h3>Foto dan Video:<\/h3>\n<p>Untuk foto dan video kegiatan bersih-bersih dan audit merek di seluruh dunia bisa ditemukan di: <a href=\"https:\/\/media.greenpeace.org\/collection\/27MZIFJWQQ88P\">https:\/\/media.greenpeace.org\/collection\/27MZIFJWQQ88P<\/a><\/p>\n<h3>Kontak media:<\/h3>\n<ul>\n<li dir=\"ltr\"><strong>Perry Wheeler<\/strong>, Greenpeace USA Senior Communications Specialist, telp +1 301 675 8766, <a href=\"mailto:perry.wheeler@greenpeace.org\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">perry.wheeler@greenpeace.org<\/a>.<\/li>\n<li dir=\"ltr\"><strong>Shilpi Chhotray<\/strong>, Break Free From Plastic Senior Communications Officer, telp +1 703 400 9986, <a href=\"mailto:shilpi@breakfreefromplastic.org\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">shilpi@breakfreefromplastic.org<\/a>.<\/li>\n<li dir=\"ltr\"><strong>Claire Arkin<\/strong>, GAIA Campaign and Communications Associate, telp +1 510-883-9490.<\/li>\n<li dir=\"ltr\"><strong>Greenpeace International Press Desk<\/strong>, +31 (0)20 718 2470 (24 jam), <a href=\"mailto:pressdesk.int@greenpeace.org\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">pressdesk.int@greenpeace.org<\/a>.<\/li>\n<li dir=\"ltr\"><strong>Muharram Atha Rasyadi<\/strong>, Jurukampanye Urban Greenpeace Indonesia, <a href=\"mailto:muharram.atha.rasyadi@greenpeace.org\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">muharram.atha.rasyadi@greenpeace.org<\/a>, telp +62 811-1714-083<\/li>\n<li dir=\"ltr\"><strong>Ester Meryana<\/strong>, Jurukampanye Media Greenpeace Indonesia, <a href=\"mailto:emeryana@greenpeace.org\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">emeryana@greenpeace.org<\/a>, telp +62 811-1924-090<\/li>\n<\/ul>\n<div class=\"EmptyMessage\">Block content is empty. Check the block&#8217;s settings or remove it.<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lebih dari 187.000 kemasan sampah plastik diaudit, mengidentifikasi ribuan merek yang kemasannya masih bergantung pada plastik sekali pakai lalu mencemari lautan dan saluran air secara global.<\/p>\n","protected":false},"author":49,"featured_media":2058,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ep_exclude_from_search":false,"p4_og_title":"","p4_og_description":"","p4_og_image":"","p4_og_image_id":"","p4_seo_canonical_url":"","p4_campaign_name":"","p4_local_project":"","p4_basket_name":"","p4_department":"","footnotes":""},"categories":[3],"tags":[23],"p4-page-type":[14],"class_list":["post-1034","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ciptakan-perubahan","tag-pantang-plastik","p4-page-type-siaran-pers"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.9.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Kegiatan Bersih-bersih dan Audit Merek Global Menemukan Coca-Cola, PepsiCo, dan Nestl\u00e9 Sebagai Pencemar Plastik Terburuk di Seluruh Dunia - Greenpeace Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1034\/kegiatan-bersih-bersih-dan-audit-merek-global-menemukan-coca-cola-pepsico-dan-nestle-sebagai-pencemar-plastik-terburuk-di-seluruh-dunia\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kegiatan Bersih-bersih dan Audit Merek Global Menemukan Coca-Cola, PepsiCo, dan Nestl\u00e9 Sebagai Pencemar Plastik Terburuk di Seluruh Dunia - Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Lebih dari 187.000 kemasan sampah plastik diaudit, mengidentifikasi ribuan merek yang kemasannya masih bergantung pada plastik sekali pakai lalu mencemari lautan dan saluran air secara global.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1034\/kegiatan-bersih-bersih-dan-audit-merek-global-menemukan-coca-cola-pepsico-dan-nestle-sebagai-pencemar-plastik-terburuk-di-seluruh-dunia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-10-08T17:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-12-01T12:31:34+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/02\/fece55f8-gp0str57l.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1034\/kegiatan-bersih-bersih-dan-audit-merek-global-menemukan-coca-cola-pepsico-dan-nestle-sebagai-pencemar-plastik-terburuk-di-seluruh-dunia\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1034\/kegiatan-bersih-bersih-dan-audit-merek-global-menemukan-coca-cola-pepsico-dan-nestle-sebagai-pencemar-plastik-terburuk-di-seluruh-dunia\/\"},\"author\":{\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe\"},\"headline\":\"Kegiatan Bersih-bersih dan Audit Merek Global Menemukan Coca-Cola, PepsiCo, dan Nestl\u00e9 Sebagai Pencemar Plastik Terburuk di Seluruh Dunia\",\"datePublished\":\"2018-10-08T17:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2021-12-01T12:31:34+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1034\/kegiatan-bersih-bersih-dan-audit-merek-global-menemukan-coca-cola-pepsico-dan-nestle-sebagai-pencemar-plastik-terburuk-di-seluruh-dunia\/\"},\"wordCount\":923,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"keywords\":[\"PantangPlastik\"],\"articleSection\":[\"Ciptakan Perubahan\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1034\/kegiatan-bersih-bersih-dan-audit-merek-global-menemukan-coca-cola-pepsico-dan-nestle-sebagai-pencemar-plastik-terburuk-di-seluruh-dunia\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1034\/kegiatan-bersih-bersih-dan-audit-merek-global-menemukan-coca-cola-pepsico-dan-nestle-sebagai-pencemar-plastik-terburuk-di-seluruh-dunia\/\",\"name\":\"Kegiatan Bersih-bersih dan Audit Merek Global Menemukan Coca-Cola, PepsiCo, dan Nestl\u00e9 Sebagai Pencemar Plastik Terburuk di Seluruh Dunia - Greenpeace Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\"},\"datePublished\":\"2018-10-08T17:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2021-12-01T12:31:34+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1034\/kegiatan-bersih-bersih-dan-audit-merek-global-menemukan-coca-cola-pepsico-dan-nestle-sebagai-pencemar-plastik-terburuk-di-seluruh-dunia\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1034\/kegiatan-bersih-bersih-dan-audit-merek-global-menemukan-coca-cola-pepsico-dan-nestle-sebagai-pencemar-plastik-terburuk-di-seluruh-dunia\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1034\/kegiatan-bersih-bersih-dan-audit-merek-global-menemukan-coca-cola-pepsico-dan-nestle-sebagai-pencemar-plastik-terburuk-di-seluruh-dunia\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kegiatan Bersih-bersih dan Audit Merek Global Menemukan Coca-Cola, PepsiCo, dan Nestl\u00e9 Sebagai Pencemar Plastik Terburuk di Seluruh Dunia\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"description\":\"Greenpeace\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"width\":500,\"height\":500,\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\",\"https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID\",\"https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/www.greenpeace.or.id\"],\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/greenpeace-indonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kegiatan Bersih-bersih dan Audit Merek Global Menemukan Coca-Cola, PepsiCo, dan Nestl\u00e9 Sebagai Pencemar Plastik Terburuk di Seluruh Dunia - Greenpeace Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1034\/kegiatan-bersih-bersih-dan-audit-merek-global-menemukan-coca-cola-pepsico-dan-nestle-sebagai-pencemar-plastik-terburuk-di-seluruh-dunia\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Kegiatan Bersih-bersih dan Audit Merek Global Menemukan Coca-Cola, PepsiCo, dan Nestl\u00e9 Sebagai Pencemar Plastik Terburuk di Seluruh Dunia - Greenpeace Indonesia","og_description":"Lebih dari 187.000 kemasan sampah plastik diaudit, mengidentifikasi ribuan merek yang kemasannya masih bergantung pada plastik sekali pakai lalu mencemari lautan dan saluran air secara global.","og_url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1034\/kegiatan-bersih-bersih-dan-audit-merek-global-menemukan-coca-cola-pepsico-dan-nestle-sebagai-pencemar-plastik-terburuk-di-seluruh-dunia\/","og_site_name":"Greenpeace Indonesia","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","article_published_time":"2018-10-08T17:00:00+00:00","article_modified_time":"2021-12-01T12:31:34+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":800,"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/02\/fece55f8-gp0str57l.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Greenpeace Indonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@GreenpeaceID","twitter_site":"@GreenpeaceID","twitter_misc":{"Written by":"Greenpeace Indonesia","Est. reading time":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1034\/kegiatan-bersih-bersih-dan-audit-merek-global-menemukan-coca-cola-pepsico-dan-nestle-sebagai-pencemar-plastik-terburuk-di-seluruh-dunia\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1034\/kegiatan-bersih-bersih-dan-audit-merek-global-menemukan-coca-cola-pepsico-dan-nestle-sebagai-pencemar-plastik-terburuk-di-seluruh-dunia\/"},"author":{"name":"Greenpeace Indonesia","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe"},"headline":"Kegiatan Bersih-bersih dan Audit Merek Global Menemukan Coca-Cola, PepsiCo, dan Nestl\u00e9 Sebagai Pencemar Plastik Terburuk di Seluruh Dunia","datePublished":"2018-10-08T17:00:00+00:00","dateModified":"2021-12-01T12:31:34+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1034\/kegiatan-bersih-bersih-dan-audit-merek-global-menemukan-coca-cola-pepsico-dan-nestle-sebagai-pencemar-plastik-terburuk-di-seluruh-dunia\/"},"wordCount":923,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"keywords":["PantangPlastik"],"articleSection":["Ciptakan Perubahan"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1034\/kegiatan-bersih-bersih-dan-audit-merek-global-menemukan-coca-cola-pepsico-dan-nestle-sebagai-pencemar-plastik-terburuk-di-seluruh-dunia\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1034\/kegiatan-bersih-bersih-dan-audit-merek-global-menemukan-coca-cola-pepsico-dan-nestle-sebagai-pencemar-plastik-terburuk-di-seluruh-dunia\/","name":"Kegiatan Bersih-bersih dan Audit Merek Global Menemukan Coca-Cola, PepsiCo, dan Nestl\u00e9 Sebagai Pencemar Plastik Terburuk di Seluruh Dunia - Greenpeace Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website"},"datePublished":"2018-10-08T17:00:00+00:00","dateModified":"2021-12-01T12:31:34+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1034\/kegiatan-bersih-bersih-dan-audit-merek-global-menemukan-coca-cola-pepsico-dan-nestle-sebagai-pencemar-plastik-terburuk-di-seluruh-dunia\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1034\/kegiatan-bersih-bersih-dan-audit-merek-global-menemukan-coca-cola-pepsico-dan-nestle-sebagai-pencemar-plastik-terburuk-di-seluruh-dunia\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1034\/kegiatan-bersih-bersih-dan-audit-merek-global-menemukan-coca-cola-pepsico-dan-nestle-sebagai-pencemar-plastik-terburuk-di-seluruh-dunia\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kegiatan Bersih-bersih dan Audit Merek Global Menemukan Coca-Cola, PepsiCo, dan Nestl\u00e9 Sebagai Pencemar Plastik Terburuk di Seluruh Dunia"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","name":"Greenpeace Indonesia","description":"Greenpeace","publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization","name":"Greenpeace Indonesia","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","contentUrl":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","width":500,"height":500,"caption":"Greenpeace Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID","https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe","name":"Greenpeace Indonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g","caption":"Greenpeace Indonesia"},"sameAs":["http:\/\/www.greenpeace.or.id"],"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/greenpeace-indonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1034","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/49"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1034"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1034\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":45754,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1034\/revisions\/45754"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2058"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1034"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1034"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1034"},{"taxonomy":"p4-page-type","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/p4-page-type?post=1034"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}