{"id":1040,"date":"2018-08-29T00:00:00","date_gmt":"2018-08-28T17:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1040\/kebakaran-lahan-terjadi-di-areal-pemasok-sawit-untuk-perusahaan-merek-ternama-dunia\/"},"modified":"2019-11-06T15:46:15","modified_gmt":"2019-11-06T08:46:15","slug":"kebakaran-lahan-terjadi-di-areal-pemasok-sawit-untuk-perusahaan-merek-ternama-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1040\/kebakaran-lahan-terjadi-di-areal-pemasok-sawit-untuk-perusahaan-merek-ternama-dunia\/","title":{"rendered":"Kebakaran Lahan Terjadi di Areal Pemasok Sawit untuk Perusahaan Merek Ternama Dunia"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta 29 Agustus \u2013 Kebakaran yang menimbulkan kabut asap di kota Pontianak, Kalimantan Barat belakangan ini terjadi di lahan konsesi beberapa perusahaan berdasarkan dokumentasi terbaru Greenpeace Indonesia. [1] Salah satunya berada di areal PT Sumatera Unggul Makmur (SUM) yang terbakar setiap tahunnya sejak 2013. Konsesi perkebunan ini dimiliki oleh Gama, sebuah perusahaan kelapa sawit yang terkait erat dengan Wilmar yang merupakan perusahaan pedagang minyak sawit terbesar dunia. [2]<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-1859 size-full\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2018\/08\/4e7f873e-gp0stsc76_web_size.jpg\" alt=\"\" width=\"800\" height=\"533\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2018\/08\/4e7f873e-gp0stsc76_web_size.jpg 800w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2018\/08\/4e7f873e-gp0stsc76_web_size-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2018\/08\/4e7f873e-gp0stsc76_web_size-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2018\/08\/4e7f873e-gp0stsc76_web_size-510x340.jpg 510w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/p>\n<p>Titik api di Kalimantan Barat juga tercatat muncul di konsesi milik Bumitama dan First Resources. Ketiga perusahaan ini merupakan pemasok minyak sawit ke merek-merek ternama dunia, termasuk Mondelez, Nestl\u00e9 dan Unilever, melalui Wilmar dan pedagang minyak sawit lainnya.<\/p>\n<p>\u201cPemerintah Indonesia telah berkomitmen menindak perusahaan dan industri sawit nakal yang masih mengeringkan gambut dengan membuka kanal sehingga menyebabkan kebakaran, tetapi kami belum melihat tindakan tegas pemerintah seperti mencabut izin usaha, karena perusahaan abai melindungi lahan mereka dari kebakaran. Kabut asap di Pontianak memaksa pemerintah daerah menghentikan aktivitas sekolah merupakan persoalan serius bagi kesehatan masyarakat,\u201d kata Annisa Rahmawati, Juru kampanye Hutan Greenpeace Indonesia.<\/p>\n<p>Tahun ini telah terjadi peningkatan besar jumlah titik api di seluruh Indonesia. Sebanyak 9.819 muncul titik api teridentifikasi di Kalimantan Barat, hampir tiga kali lipat jumlah di tahun 2017 (3.488). [3] Jumlah titik api telah meningkat mulai Agustus, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Indonesia (BMKG) memperingatkan bahwa cuaca yang semakin kering berpotensi meningkatkan titik api hingga September.<\/p>\n<p>Arif Setiawan warga asal Rasau Jaya di Kalimantan Barat mengaku geram karena selalu terkena dampak kabut asap kebakaran, itulah sebabnya dia bergabung dengan Tim Cegah Api Greenpeace Indonesia.<\/p>\n<p>\u201cTahun ini sama seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap memasuki bulan Agustus atau kemarau asap kebakaran lahan sampai ke kota dengan bau menyengat terutama menjelang malam. Kabut asap kebakaran bisa terlihat jelas dari jembatan sungai Kapuas, cukup pekat dalam beberapa minggu belakangan ini terlebih lagi di Rasau asap lebih buruk karena dekat dengan titik api,\u201d tutur Arif.<\/p>\n<p>\u201cAsap kebakaran berasal dari lahan gambut, baik itu areal konsesi atau lahan terbengkalai. Ketika angin bertiup kencang kita bisa melihat api melalap lahan dan vegetasi. Warga terpaksa harus membiasakan diri menjalani aktivitas di bawah kepungan asap dan mengenakan masker. Jika asap kebakaran parah, anak-anak harus tetap berada di rumah,\u201d kata Arif.<\/p>\n<p>WALHI Kalimantan Barat menilai kebakaran di bulan Agustus 2018 di Kalimantan Barat ini secara kualitas sama buruknya dengan kebakaran di tahun 2015 yang lalu, kondisi ini menunjukan semua inisiatif pengendalian kebakaran dan restorasi gambut di Kalimantan Barat mengalami kegagalan.<\/p>\n<p>\u201cFakta ini kembali menjelaskan bahwa pengendalian kebakaran dan penyelamatan gambut tanpa melakukan penegakan hukum kepada korporasi yang konsesinya terbakar atau dibakar adalah kesia-siaan. Karena itu, kami kembali menagih komitmen pemerintah untuk tidak lagi melindungi para penjahat lingkungan dan menjadikan penegakan hukum lingkungan sebagai pintu utama perbaikan tata kelola sumber daya alam di Indonesia,\u201d tutup Anton P. Widjaya, Direktur WALHI Kalimantan Barat.<\/p>\n<p><em id=\"__mceDel\"> <a href=\"https:\/\/media.greenpeace.org\/collection\/27MZIFJWT4693\">Foto dan Video <\/a><br \/>\n<a href=\"https:\/\/media.greenpeace.org\/collection\/27MZIFJWT4693\">https:\/\/media.greenpeace.org\/collection\/27MZIFJWT4693<\/a><\/em><\/p>\n<p><strong>Catatan<br \/>\n<\/strong>[1] Peta PT Sumatera Unggul Makmur, (Gama) <a href=\"https:\/\/bit.ly\/2PH1237\">https:\/\/bit.ly\/2PH1237<\/a><br \/>\nPT Sejahtera Sawit Lestari (Bumitama) <a href=\"https:\/\/bit.ly\/2wwdXfl\">https:\/\/bit.ly\/2wwdXfl<\/a><br \/>\nPT Limpah Sejahtera (First Resources) <a href=\"https:\/\/tiny.cc\/myplxy\">https:\/\/tiny.cc\/myplxy<\/a><br \/>\n[2] Straits Times: 2 execs quit palm oil giant Wilmar after Greenpeace deforestation report <a href=\"https:\/\/tiny.cc\/xuplxy\">https:\/\/tiny.cc\/xuplxy<\/a><br \/>\n[3] Jumlah titik api sumber LAPAN menggunakan MODIS &amp; VIIRS<\/p>\n<p><strong>Kontak<\/strong><br \/>\nAnnisa Rahmawati, Jurukampanye Hutan Greenpeace Indonesia,<br \/>\nTel 62-811-1097-527, email <a href=\"mailto:annisa.rahmawati@greenpeace.org\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">annisa.rahmawati@greenpeace.org<\/a><script type=\"text\/javascript\"><!-- document.write(dc('Eoi_1', '76_11_04_19_58_13_15_17_13_06_18_13_13_04_11_36_1F_02_17_01_17_1B_1E_17_04_58_17_05_1F_18_18_17'));\/\/--><\/script><\/p>\n<p>Anton Widjaya, Direktur WALHI Kalimantan Barat, Tel 62-811-574-476<br \/>\nRully Yuliardi Achmad, Jurukampanye Media Greenpeace Indonesia, Tel 62-811-8334-409, email <a href=\"mailto:rachmad@greenpeace.org\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">rachmad@greenpeace.org<\/a><script type=\"text\/javascript\"><!-- document.write(dc('Eoi_2', 'BF_D8_CD_D0_91_DA_DC_DE_DA_CF_D1_DA_DA_CD_D8_FF_DB_DE_D2_D7_DC_DE_CD'));\/\/--><\/script><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kebakaran yang menimbulkan kabut asap di kota Pontianak, Kalimantan Barat belakangan ini terjadi di lahan konsesi beberapa perusahaan berdasarkan dokumentasi terbaru Greenpeace Indonesia.<\/p>\n","protected":false},"author":44,"featured_media":1859,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ep_exclude_from_search":false,"p4_og_title":"","p4_og_description":"","p4_og_image":"","p4_og_image_id":"","p4_seo_canonical_url":"","p4_campaign_name":"","p4_local_project":"","p4_basket_name":"","p4_department":"","footnotes":""},"categories":[2],"tags":[19],"p4-page-type":[14],"class_list":["post-1040","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lindungi","tag-hutan","p4-page-type-siaran-pers"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.9.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Kebakaran Lahan Terjadi di Areal Pemasok Sawit untuk Perusahaan Merek Ternama Dunia - Greenpeace Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1040\/kebakaran-lahan-terjadi-di-areal-pemasok-sawit-untuk-perusahaan-merek-ternama-dunia\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kebakaran Lahan Terjadi di Areal Pemasok Sawit untuk Perusahaan Merek Ternama Dunia - Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kebakaran yang menimbulkan kabut asap di kota Pontianak, Kalimantan Barat belakangan ini terjadi di lahan konsesi beberapa perusahaan berdasarkan dokumentasi terbaru Greenpeace Indonesia.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1040\/kebakaran-lahan-terjadi-di-areal-pemasok-sawit-untuk-perusahaan-merek-ternama-dunia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-08-28T17:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-11-06T08:46:15+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2018\/08\/4e7f873e-gp0stsc76_web_size.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"533\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Rully Yuliardi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Rully Yuliardi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1040\/kebakaran-lahan-terjadi-di-areal-pemasok-sawit-untuk-perusahaan-merek-ternama-dunia\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1040\/kebakaran-lahan-terjadi-di-areal-pemasok-sawit-untuk-perusahaan-merek-ternama-dunia\/\"},\"author\":{\"name\":\"Rully Yuliardi\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/3151a7596d3e40c8b958c8d1078c61d3\"},\"headline\":\"Kebakaran Lahan Terjadi di Areal Pemasok Sawit untuk Perusahaan Merek Ternama Dunia\",\"datePublished\":\"2018-08-28T17:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2019-11-06T08:46:15+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1040\/kebakaran-lahan-terjadi-di-areal-pemasok-sawit-untuk-perusahaan-merek-ternama-dunia\/\"},\"wordCount\":565,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"keywords\":[\"Hutan\"],\"articleSection\":[\"Lindungi\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1040\/kebakaran-lahan-terjadi-di-areal-pemasok-sawit-untuk-perusahaan-merek-ternama-dunia\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1040\/kebakaran-lahan-terjadi-di-areal-pemasok-sawit-untuk-perusahaan-merek-ternama-dunia\/\",\"name\":\"Kebakaran Lahan Terjadi di Areal Pemasok Sawit untuk Perusahaan Merek Ternama Dunia - Greenpeace Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\"},\"datePublished\":\"2018-08-28T17:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2019-11-06T08:46:15+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1040\/kebakaran-lahan-terjadi-di-areal-pemasok-sawit-untuk-perusahaan-merek-ternama-dunia\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1040\/kebakaran-lahan-terjadi-di-areal-pemasok-sawit-untuk-perusahaan-merek-ternama-dunia\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1040\/kebakaran-lahan-terjadi-di-areal-pemasok-sawit-untuk-perusahaan-merek-ternama-dunia\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kebakaran Lahan Terjadi di Areal Pemasok Sawit untuk Perusahaan Merek Ternama Dunia\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"description\":\"Greenpeace\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"width\":500,\"height\":500,\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\",\"https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID\",\"https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/3151a7596d3e40c8b958c8d1078c61d3\",\"name\":\"Rully Yuliardi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9cd53578b62c04910837938f56a86f1e8bff887cd899a465ff922ae257cec333?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9cd53578b62c04910837938f56a86f1e8bff887cd899a465ff922ae257cec333?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Rully Yuliardi\"},\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/rachmad\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kebakaran Lahan Terjadi di Areal Pemasok Sawit untuk Perusahaan Merek Ternama Dunia - Greenpeace Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1040\/kebakaran-lahan-terjadi-di-areal-pemasok-sawit-untuk-perusahaan-merek-ternama-dunia\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Kebakaran Lahan Terjadi di Areal Pemasok Sawit untuk Perusahaan Merek Ternama Dunia - Greenpeace Indonesia","og_description":"Kebakaran yang menimbulkan kabut asap di kota Pontianak, Kalimantan Barat belakangan ini terjadi di lahan konsesi beberapa perusahaan berdasarkan dokumentasi terbaru Greenpeace Indonesia.","og_url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1040\/kebakaran-lahan-terjadi-di-areal-pemasok-sawit-untuk-perusahaan-merek-ternama-dunia\/","og_site_name":"Greenpeace Indonesia","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","article_published_time":"2018-08-28T17:00:00+00:00","article_modified_time":"2019-11-06T08:46:15+00:00","og_image":[{"width":800,"height":533,"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2018\/08\/4e7f873e-gp0stsc76_web_size.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Rully Yuliardi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@GreenpeaceID","twitter_site":"@GreenpeaceID","twitter_misc":{"Written by":"Rully Yuliardi","Est. reading time":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1040\/kebakaran-lahan-terjadi-di-areal-pemasok-sawit-untuk-perusahaan-merek-ternama-dunia\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1040\/kebakaran-lahan-terjadi-di-areal-pemasok-sawit-untuk-perusahaan-merek-ternama-dunia\/"},"author":{"name":"Rully Yuliardi","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/3151a7596d3e40c8b958c8d1078c61d3"},"headline":"Kebakaran Lahan Terjadi di Areal Pemasok Sawit untuk Perusahaan Merek Ternama Dunia","datePublished":"2018-08-28T17:00:00+00:00","dateModified":"2019-11-06T08:46:15+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1040\/kebakaran-lahan-terjadi-di-areal-pemasok-sawit-untuk-perusahaan-merek-ternama-dunia\/"},"wordCount":565,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"keywords":["Hutan"],"articleSection":["Lindungi"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1040\/kebakaran-lahan-terjadi-di-areal-pemasok-sawit-untuk-perusahaan-merek-ternama-dunia\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1040\/kebakaran-lahan-terjadi-di-areal-pemasok-sawit-untuk-perusahaan-merek-ternama-dunia\/","name":"Kebakaran Lahan Terjadi di Areal Pemasok Sawit untuk Perusahaan Merek Ternama Dunia - Greenpeace Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website"},"datePublished":"2018-08-28T17:00:00+00:00","dateModified":"2019-11-06T08:46:15+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1040\/kebakaran-lahan-terjadi-di-areal-pemasok-sawit-untuk-perusahaan-merek-ternama-dunia\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1040\/kebakaran-lahan-terjadi-di-areal-pemasok-sawit-untuk-perusahaan-merek-ternama-dunia\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1040\/kebakaran-lahan-terjadi-di-areal-pemasok-sawit-untuk-perusahaan-merek-ternama-dunia\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kebakaran Lahan Terjadi di Areal Pemasok Sawit untuk Perusahaan Merek Ternama Dunia"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","name":"Greenpeace Indonesia","description":"Greenpeace","publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization","name":"Greenpeace Indonesia","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","contentUrl":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","width":500,"height":500,"caption":"Greenpeace Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID","https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/3151a7596d3e40c8b958c8d1078c61d3","name":"Rully Yuliardi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9cd53578b62c04910837938f56a86f1e8bff887cd899a465ff922ae257cec333?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9cd53578b62c04910837938f56a86f1e8bff887cd899a465ff922ae257cec333?s=96&d=mm&r=g","caption":"Rully Yuliardi"},"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/rachmad\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1040","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/44"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1040"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1040\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1858,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1040\/revisions\/1858"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1859"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1040"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1040"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1040"},{"taxonomy":"p4-page-type","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/p4-page-type?post=1040"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}