{"id":1060,"date":"2018-04-16T00:00:00","date_gmt":"2018-04-15T17:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1060\/salah-satu-pantai-favorit-di-bali-dan-taman-nasional-bali-barat-berada-dalam-ancaman-pltu-batubara\/"},"modified":"2019-11-06T15:46:21","modified_gmt":"2019-11-06T08:46:21","slug":"salah-satu-pantai-favorit-di-bali-dan-taman-nasional-bali-barat-berada-dalam-ancaman-pltu-batubara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1060\/salah-satu-pantai-favorit-di-bali-dan-taman-nasional-bali-barat-berada-dalam-ancaman-pltu-batubara\/","title":{"rendered":"Salah Satu Pantai Favorit di Bali dan Taman Nasional Bali Barat Berada dalam Ancaman PLTU Batu Bara"},"content":{"rendered":"<p>Bali, Indonesia, 16 April 2018. Emisi dari pembangkit listrik Celukan Bawang, di Kabupaten Buleleng, sudah mencemari kawasan tersebut dan menyebabkan masalah kesehatan bagi masyarakat setempat. Greenpeace Indonesia telah melaporkan kesaksian warga desa tentang meningkatnya masalah pernafasan di keluarga mereka.<\/p>\n<p>Bukan hanya berdampak pada kesehatan mereka , para petani dan nelayan pun terpaksa kehilangan mata pencaharian karena hasil tangkapan dan panen berkurang. Meskipun demikian, sekarang ada rencana untuk memperluas pembangkit dan menambah kapasitasnya sebesar 2\u00d7330 MW\u00a0 batubara. Ini akan lebih dari dua kali lipat kapasitas pembangkit sebelumnya dan memperburuk polusi yang dihasilkannya.<\/p>\n<p>\u201cRencana perluasan ini tidak boleh dibiarkan berlanjut,\u201d kata Dewa Putu Adnyana, dari LBH Bali. \u201cKami sekarang sedang mengajukan gugatan untuk menghentikan proyek, belum ada konsultasi publik tentang rencana perluasan, yang dipaksakan tanpa penilaian dampak lingkungan yang sesuai dengan hukum\u201d.<\/p>\n<p>\u201cBali adalah permata berharga bagi Indonesia, yang harus dihargai dan dilindungi, tidak dihancurkan dengan polusi. Begitu banyak mata pencaharian akan hilang ketika emisi dari PLTU ini tersebar di wilayah tersebut.<\/p>\n<p>Memperluas PLTU Celukan Bawang adalah pengkhianatan bagi masyarakat Bali oleh gubernur Bali dan perusahaan pengembangnya, \u201dkata Didit Haryo, Jurukampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia.<\/p>\n<div id=\"attachment_2161\" style=\"width: 810px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-2161\" class=\"wp-image-2161 size-full\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2018\/04\/2bcc3d4e-dsc06677.jpg\" alt=\"\" width=\"800\" height=\"533\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2018\/04\/2bcc3d4e-dsc06677.jpg 800w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2018\/04\/2bcc3d4e-dsc06677-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2018\/04\/2bcc3d4e-dsc06677-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2018\/04\/2bcc3d4e-dsc06677-510x340.jpg 510w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><p id=\"caption-attachment-2161\" class=\"wp-caption-text\">Habitat lumba-lumba di Pantai Lovina, Bali, hanya berjarak 20 kilometer dari PLTU Celukan Bawang<\/p><\/div>\n<p>Bukan hanya pertanian lokal dan komunitas nelayan yang akan menderita jika perluasan ini terus berlanjut. PLTU Celukan Bawang hanya berjarak 20 km dari Pantai Lovina, kawasan wisata populer yang terkenal karena pantai pasir hitam, terumbu karang, dan lumba-lumba. Lumba-lumba khususnya akan terpengaruh oleh peningkatan lalu lintas kapal dan kebisingan dari mesin kapal. Polusi meningkat yang mendorong wisatawan pergi, mempengaruhi mata pencaharian semua orang yang bekerja di sektor ini.<\/p>\n<p>PLTU juga menimbulkan risiko bagi Taman Nasional Bali Barat, rumah bagi satwa langka dan dilindungi termasuk macan tutul Jawa, trenggiling dan jalak Bali yang semuanya sangat terancam. Tidak dapat dipungkiri bahwa emisi dari PLTU akan mencemari daerah yang indah ini.<\/p>\n<p>\u201cBatu bara bukan sumber listrik masa depan,\u201d kata Didit Haryo.<\/p>\n<p>PLTU yang ada dikembangkan oleh sekelompok perusahaan, termasuk China Huadian Engineering Co, Ltd (CHEC), Merryline International Pte. Ltd (MIP) dan PT General Energy Indonesia (GEI), dengan perkiraan total investasi mencapai 700 juta USD, didukung oleh China Development Bank.<\/p>\n<p>Di dalam negeri, Cina telah menderita polusi udara yang mengerikan dari ketergantungannya pada batubara. Ketika Cina mengalami transisi energi dari batubara dan menunjukkan kepada dunia apa yang dapat diberikan energi terbarukan, perusahaan dan bank China juga harus bertujuan untuk mempercepat transisi energi ke luar negeri dengan berinvestasi lebih banyak ke energi terbarukan.<\/p>\n<p>Tahun lalu saja China menghasilkan kapasitas terpasang dari tenaga surya lebih dari seperempat dari total permintaan listrik tahunan Indonesia.<\/p>\n<p>\u201cIni perlu menjadi masa depan kita juga. Bali hanya akan bertahan hidup dan berkembang sebagai tujuan wisata jika memiliki energi yang bersih dan berkelanjutan, bukan emisi polusi dari pembangkit batubara seperti di Celukan Bawang, \u201dtutupnya.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.greenpeace.org\/seasia\/id\/press\/reports\/PLTU-Celukan-Bawang-Meracuni-Pulau-Dewata\/\">Laporan lengkap Meracuni Pulau Dewata<\/a><\/p>\n<p><strong>Kontak media:<\/strong><\/p>\n<p>Didit Haryo, Jurukampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia,\u00a0 +62 813-1981-5456<br \/>\nDewa Putu Adnyana, Perwakilan LBH Bali,<br \/>\nRahma Shofiana, Jurukampanye Media Greenpeace Indonesia, +62811-1461-674<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Emisi dari pembangkit listrik Celukan Bawang, di Kabupaten Buleleng, sudah mencemari kawasan tersebut dan menyebabkan masalah kesehatan bagi masyarakat setempat, termasuk mencemari Pantai Lovina.<\/p>\n","protected":false},"author":49,"featured_media":2161,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ep_exclude_from_search":false,"p4_og_title":"","p4_og_description":"","p4_og_image":"","p4_og_image_id":"","p4_seo_canonical_url":"","p4_campaign_name":"","p4_local_project":"","p4_basket_name":"","p4_department":"","footnotes":""},"categories":[2],"tags":[6],"p4-page-type":[14],"class_list":["post-1060","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lindungi","tag-iklim","p4-page-type-siaran-pers"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.9.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Salah Satu Pantai Favorit di Bali dan Taman Nasional Bali Barat Berada dalam Ancaman PLTU Batu Bara - Greenpeace Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1060\/salah-satu-pantai-favorit-di-bali-dan-taman-nasional-bali-barat-berada-dalam-ancaman-pltu-batubara\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Salah Satu Pantai Favorit di Bali dan Taman Nasional Bali Barat Berada dalam Ancaman PLTU Batu Bara - Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Emisi dari pembangkit listrik Celukan Bawang, di Kabupaten Buleleng, sudah mencemari kawasan tersebut dan menyebabkan masalah kesehatan bagi masyarakat setempat, termasuk mencemari Pantai Lovina.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1060\/salah-satu-pantai-favorit-di-bali-dan-taman-nasional-bali-barat-berada-dalam-ancaman-pltu-batubara\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-04-15T17:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-11-06T08:46:21+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2018\/04\/2bcc3d4e-dsc06677.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"533\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1060\/salah-satu-pantai-favorit-di-bali-dan-taman-nasional-bali-barat-berada-dalam-ancaman-pltu-batubara\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1060\/salah-satu-pantai-favorit-di-bali-dan-taman-nasional-bali-barat-berada-dalam-ancaman-pltu-batubara\/\"},\"author\":{\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe\"},\"headline\":\"Salah Satu Pantai Favorit di Bali dan Taman Nasional Bali Barat Berada dalam Ancaman PLTU Batu Bara\",\"datePublished\":\"2018-04-15T17:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2019-11-06T08:46:21+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1060\/salah-satu-pantai-favorit-di-bali-dan-taman-nasional-bali-barat-berada-dalam-ancaman-pltu-batubara\/\"},\"wordCount\":508,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"keywords\":[\"Iklim\"],\"articleSection\":[\"Lindungi\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1060\/salah-satu-pantai-favorit-di-bali-dan-taman-nasional-bali-barat-berada-dalam-ancaman-pltu-batubara\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1060\/salah-satu-pantai-favorit-di-bali-dan-taman-nasional-bali-barat-berada-dalam-ancaman-pltu-batubara\/\",\"name\":\"Salah Satu Pantai Favorit di Bali dan Taman Nasional Bali Barat Berada dalam Ancaman PLTU Batu Bara - Greenpeace Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\"},\"datePublished\":\"2018-04-15T17:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2019-11-06T08:46:21+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1060\/salah-satu-pantai-favorit-di-bali-dan-taman-nasional-bali-barat-berada-dalam-ancaman-pltu-batubara\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1060\/salah-satu-pantai-favorit-di-bali-dan-taman-nasional-bali-barat-berada-dalam-ancaman-pltu-batubara\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1060\/salah-satu-pantai-favorit-di-bali-dan-taman-nasional-bali-barat-berada-dalam-ancaman-pltu-batubara\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Salah Satu Pantai Favorit di Bali dan Taman Nasional Bali Barat Berada dalam Ancaman PLTU Batu Bara\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"description\":\"Greenpeace\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"width\":500,\"height\":500,\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\",\"https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID\",\"https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/www.greenpeace.or.id\"],\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/greenpeace-indonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Salah Satu Pantai Favorit di Bali dan Taman Nasional Bali Barat Berada dalam Ancaman PLTU Batu Bara - Greenpeace Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1060\/salah-satu-pantai-favorit-di-bali-dan-taman-nasional-bali-barat-berada-dalam-ancaman-pltu-batubara\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Salah Satu Pantai Favorit di Bali dan Taman Nasional Bali Barat Berada dalam Ancaman PLTU Batu Bara - Greenpeace Indonesia","og_description":"Emisi dari pembangkit listrik Celukan Bawang, di Kabupaten Buleleng, sudah mencemari kawasan tersebut dan menyebabkan masalah kesehatan bagi masyarakat setempat, termasuk mencemari Pantai Lovina.","og_url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1060\/salah-satu-pantai-favorit-di-bali-dan-taman-nasional-bali-barat-berada-dalam-ancaman-pltu-batubara\/","og_site_name":"Greenpeace Indonesia","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","article_published_time":"2018-04-15T17:00:00+00:00","article_modified_time":"2019-11-06T08:46:21+00:00","og_image":[{"width":800,"height":533,"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2018\/04\/2bcc3d4e-dsc06677.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Greenpeace Indonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@GreenpeaceID","twitter_site":"@GreenpeaceID","twitter_misc":{"Written by":"Greenpeace Indonesia","Est. reading time":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1060\/salah-satu-pantai-favorit-di-bali-dan-taman-nasional-bali-barat-berada-dalam-ancaman-pltu-batubara\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1060\/salah-satu-pantai-favorit-di-bali-dan-taman-nasional-bali-barat-berada-dalam-ancaman-pltu-batubara\/"},"author":{"name":"Greenpeace Indonesia","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe"},"headline":"Salah Satu Pantai Favorit di Bali dan Taman Nasional Bali Barat Berada dalam Ancaman PLTU Batu Bara","datePublished":"2018-04-15T17:00:00+00:00","dateModified":"2019-11-06T08:46:21+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1060\/salah-satu-pantai-favorit-di-bali-dan-taman-nasional-bali-barat-berada-dalam-ancaman-pltu-batubara\/"},"wordCount":508,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"keywords":["Iklim"],"articleSection":["Lindungi"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1060\/salah-satu-pantai-favorit-di-bali-dan-taman-nasional-bali-barat-berada-dalam-ancaman-pltu-batubara\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1060\/salah-satu-pantai-favorit-di-bali-dan-taman-nasional-bali-barat-berada-dalam-ancaman-pltu-batubara\/","name":"Salah Satu Pantai Favorit di Bali dan Taman Nasional Bali Barat Berada dalam Ancaman PLTU Batu Bara - Greenpeace Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website"},"datePublished":"2018-04-15T17:00:00+00:00","dateModified":"2019-11-06T08:46:21+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1060\/salah-satu-pantai-favorit-di-bali-dan-taman-nasional-bali-barat-berada-dalam-ancaman-pltu-batubara\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1060\/salah-satu-pantai-favorit-di-bali-dan-taman-nasional-bali-barat-berada-dalam-ancaman-pltu-batubara\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1060\/salah-satu-pantai-favorit-di-bali-dan-taman-nasional-bali-barat-berada-dalam-ancaman-pltu-batubara\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Salah Satu Pantai Favorit di Bali dan Taman Nasional Bali Barat Berada dalam Ancaman PLTU Batu Bara"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","name":"Greenpeace Indonesia","description":"Greenpeace","publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization","name":"Greenpeace Indonesia","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","contentUrl":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","width":500,"height":500,"caption":"Greenpeace Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID","https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe","name":"Greenpeace Indonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g","caption":"Greenpeace Indonesia"},"sameAs":["http:\/\/www.greenpeace.or.id"],"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/greenpeace-indonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1060","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/49"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1060"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1060\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2164,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1060\/revisions\/2164"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2161"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1060"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1060"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1060"},{"taxonomy":"p4-page-type","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/p4-page-type?post=1060"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}