{"id":1064,"date":"2018-04-10T00:00:00","date_gmt":"2018-04-09T17:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1064\/upaya-pemerintah-menurunkan-ketimpangan-penguasaan-hutan-belum-sepenuhnya-memihak-masyarakat\/"},"modified":"2019-11-06T15:46:22","modified_gmt":"2019-11-06T08:46:22","slug":"upaya-pemerintah-menurunkan-ketimpangan-penguasaan-hutan-belum-sepenuhnya-memihak-masyarakat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1064\/upaya-pemerintah-menurunkan-ketimpangan-penguasaan-hutan-belum-sepenuhnya-memihak-masyarakat\/","title":{"rendered":"Upaya Pemerintah Menurunkan Ketimpangan Penguasaan Hutan Belum Sepenuhnya Memihak Masyarakat"},"content":{"rendered":"<div class=\"leader\" style=\"text-align: left;\">Jakarta, 6 April 2018. Pemerintah secara terbuka membeberkan data soal ketimpangan dan penguasaan bisnis hutan di Forum Merdeka Barat 9, pada Selasa (3 Maret). Dalam diskusi ini Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar menyatakan sebagian besar hutan Indonesia dikuasai perusahaan swasta.<\/div>\n<div><\/div>\n<div><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-2281 size-large\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/03\/24530617-gp0str3x8-1024x683.jpg\" alt=\"Rainforest in West Papua. \u00a9 Jurnasyanto Sukarno \/ Greenpeace\" width=\"1024\" height=\"683\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/03\/24530617-gp0str3x8-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/03\/24530617-gp0str3x8-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/03\/24530617-gp0str3x8-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/03\/24530617-gp0str3x8-510x340.jpg 510w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/03\/24530617-gp0str3x8.jpg 1200w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/div>\n<div><\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">Sebelumnya KLHK mencatat, pemanfaatan lahan bagi masyarakat hanya 4,14 persen saja, sementara sisanya 95,76 persen kawasan hutan dikuasai perusahaan-perusahaan swasta. [1] Untuk menurunkan ketimpangan ini, pemerintah menggulirkan program Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) dan Perhutanan Sosial, sehingga akses masyarakat terhadap hutan meningkat dari 12 persen menjadi 38 sampai 41 persen. Sementara untuk perusahaan swasta, turun dari \u00a088 persen menjadi 62 hingga 58 persen.<\/div>\n<div><\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">Meski TORA telah mengoreksi ketimpangan, Greenpeace menilai program ini belum menyentuh persoalan ketimpangan struktur agraria, pemberian kontrol serta hak atas tanah terhadap masyarakat luas. \u201cCapaian pemberian izin Perhutanan Sosial di tahun 2018 masih lebih kecil dibandingkan dengan rencana pelepasan hutan dari area hutan produksi konversi (HPK) untuk dua tahun kedepan \u201d kata Arie Rompas Team Leader Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia.<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">Berdasarkan data KLHK sendiri, realisasi skema Perhutanan Sosial sampai Maret ini hanya seluas 1.500.669 hektar. Namun di tahun ini pemerintah juga berencana akan melepaskan kawasan hutan produksi konversi seluas 1.630.421 hektar dan 1.754.222 hektar di 2019, yang sebagian besar dialokasikan untuk perkebunan.<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">\u201cJika mencermati angka pelepasan lahan, TORA ini lebih mengutamakan kepentingan pembangunan perkebunan skala besar ketimbang keberpihakan terhadap petani gurem atau petani yang tak memiliki tanah dan masyarakat adat,\u201d tutur Arie.<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">Terkait rencana pelepasan lahan hutan untuk perkebunan, Greenpeace mengingatkan pemerintah bahwa hal ini rentan mendorong deforestasi karena transparansi di sektor kehutanan sangat rendah.<br \/>\n\u201cSoal transparansi, pemerintah telah menunjukan niat baik dengan memaparkan ke publik soal siapa yang menguasai hutan, namun hingga saat ini publik belum memiliki akses data kehutanan untuk menunjukkan batas area hutan dan non-hutan.\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">\u201cSebaiknya pemerintah kembali ke rujukan Undang \u2013 Undang Pokok Agraria Tahun 1960, yang membatasi kepemilikan lahan agar tidak ada monopoli, serta mendahulukan pemberian lahan bagi petani gurem yang masih menyewa lahan atau lahannya kurang dari 0,5 hektar, serta mendistribusikan lahan kepada masyarakat adat sebagai bentuk pengakuan hak atas tanah mereka,\u201d tutup Arie.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\n<h3>Catatan:<\/h3>\n<ol>\n<li>Kementerian LHK: 95,76% Hutan Berizin Dikelola Swasta <a href=\"https:\/\/news.detik.com\/berita\/d-3951757\/kementerian-lhk-9576-hutan-berizin-dikelola-swasta\">https:\/\/news.detik.com\/berita\/d-3951757\/kementerian-lhk-9576-hutan-berizin-dikelola-swasta<\/a><\/li>\n<li>Paparan Menteri LHK Diskusi Media Forum Merdeka Barat 9, 3 April 2018, Jakarta<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3>Kontak Media:<\/h3>\n<p><strong>Arie Rompas,<\/strong> Team Leader Kampanye Hutan Papua Greenpeace Indonesia, +62-811-5200-822, <a href=\"mailto:arie.rompas@greenpeace.org\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">arie.rompas@greenpeace.org<\/a><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><strong>Rully Yuliardi Achmad,<\/strong> Jurukampanye Media Greenpeace Indonesia, +62- 811-8334-409, <a href=\"mailto:rully.yuliardi.achmad@greenpeace.org\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">rully.yuliardi.achmad@greenpeace.org<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jika mencermati angka pelepasan lahan, TORA ini lebih mengutamakan kepentingan pembangunan perkebunan skala besar ketimbang keberpihakan terhadap petani gurem atau petani yang tak memiliki tanah dan masyarakat adat.<\/p>\n","protected":false},"author":49,"featured_media":2281,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ep_exclude_from_search":false,"p4_og_title":"","p4_og_description":"","p4_og_image":"","p4_og_image_id":"","p4_seo_canonical_url":"","p4_campaign_name":"","p4_local_project":"","p4_basket_name":"","p4_department":"","footnotes":""},"categories":[2],"tags":[19],"p4-page-type":[14],"class_list":["post-1064","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lindungi","tag-hutan","p4-page-type-siaran-pers"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.9.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Upaya Pemerintah Menurunkan Ketimpangan Penguasaan Hutan Belum Sepenuhnya Memihak Masyarakat - Greenpeace Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1064\/upaya-pemerintah-menurunkan-ketimpangan-penguasaan-hutan-belum-sepenuhnya-memihak-masyarakat\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Upaya Pemerintah Menurunkan Ketimpangan Penguasaan Hutan Belum Sepenuhnya Memihak Masyarakat - Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Jika mencermati angka pelepasan lahan, TORA ini lebih mengutamakan kepentingan pembangunan perkebunan skala besar ketimbang keberpihakan terhadap petani gurem atau petani yang tak memiliki tanah dan masyarakat adat.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1064\/upaya-pemerintah-menurunkan-ketimpangan-penguasaan-hutan-belum-sepenuhnya-memihak-masyarakat\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-04-09T17:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-11-06T08:46:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/03\/24530617-gp0str3x8.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1064\/upaya-pemerintah-menurunkan-ketimpangan-penguasaan-hutan-belum-sepenuhnya-memihak-masyarakat\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1064\/upaya-pemerintah-menurunkan-ketimpangan-penguasaan-hutan-belum-sepenuhnya-memihak-masyarakat\/\"},\"author\":{\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe\"},\"headline\":\"Upaya Pemerintah Menurunkan Ketimpangan Penguasaan Hutan Belum Sepenuhnya Memihak Masyarakat\",\"datePublished\":\"2018-04-09T17:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2019-11-06T08:46:22+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1064\/upaya-pemerintah-menurunkan-ketimpangan-penguasaan-hutan-belum-sepenuhnya-memihak-masyarakat\/\"},\"wordCount\":396,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"keywords\":[\"Hutan\"],\"articleSection\":[\"Lindungi\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1064\/upaya-pemerintah-menurunkan-ketimpangan-penguasaan-hutan-belum-sepenuhnya-memihak-masyarakat\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1064\/upaya-pemerintah-menurunkan-ketimpangan-penguasaan-hutan-belum-sepenuhnya-memihak-masyarakat\/\",\"name\":\"Upaya Pemerintah Menurunkan Ketimpangan Penguasaan Hutan Belum Sepenuhnya Memihak Masyarakat - Greenpeace Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\"},\"datePublished\":\"2018-04-09T17:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2019-11-06T08:46:22+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1064\/upaya-pemerintah-menurunkan-ketimpangan-penguasaan-hutan-belum-sepenuhnya-memihak-masyarakat\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1064\/upaya-pemerintah-menurunkan-ketimpangan-penguasaan-hutan-belum-sepenuhnya-memihak-masyarakat\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1064\/upaya-pemerintah-menurunkan-ketimpangan-penguasaan-hutan-belum-sepenuhnya-memihak-masyarakat\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Upaya Pemerintah Menurunkan Ketimpangan Penguasaan Hutan Belum Sepenuhnya Memihak Masyarakat\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"description\":\"Greenpeace\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"width\":500,\"height\":500,\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\",\"https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID\",\"https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/www.greenpeace.or.id\"],\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/greenpeace-indonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Upaya Pemerintah Menurunkan Ketimpangan Penguasaan Hutan Belum Sepenuhnya Memihak Masyarakat - Greenpeace Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1064\/upaya-pemerintah-menurunkan-ketimpangan-penguasaan-hutan-belum-sepenuhnya-memihak-masyarakat\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Upaya Pemerintah Menurunkan Ketimpangan Penguasaan Hutan Belum Sepenuhnya Memihak Masyarakat - Greenpeace Indonesia","og_description":"Jika mencermati angka pelepasan lahan, TORA ini lebih mengutamakan kepentingan pembangunan perkebunan skala besar ketimbang keberpihakan terhadap petani gurem atau petani yang tak memiliki tanah dan masyarakat adat.","og_url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1064\/upaya-pemerintah-menurunkan-ketimpangan-penguasaan-hutan-belum-sepenuhnya-memihak-masyarakat\/","og_site_name":"Greenpeace Indonesia","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","article_published_time":"2018-04-09T17:00:00+00:00","article_modified_time":"2019-11-06T08:46:22+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":800,"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/03\/24530617-gp0str3x8.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Greenpeace Indonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@GreenpeaceID","twitter_site":"@GreenpeaceID","twitter_misc":{"Written by":"Greenpeace Indonesia","Est. reading time":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1064\/upaya-pemerintah-menurunkan-ketimpangan-penguasaan-hutan-belum-sepenuhnya-memihak-masyarakat\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1064\/upaya-pemerintah-menurunkan-ketimpangan-penguasaan-hutan-belum-sepenuhnya-memihak-masyarakat\/"},"author":{"name":"Greenpeace Indonesia","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe"},"headline":"Upaya Pemerintah Menurunkan Ketimpangan Penguasaan Hutan Belum Sepenuhnya Memihak Masyarakat","datePublished":"2018-04-09T17:00:00+00:00","dateModified":"2019-11-06T08:46:22+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1064\/upaya-pemerintah-menurunkan-ketimpangan-penguasaan-hutan-belum-sepenuhnya-memihak-masyarakat\/"},"wordCount":396,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"keywords":["Hutan"],"articleSection":["Lindungi"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1064\/upaya-pemerintah-menurunkan-ketimpangan-penguasaan-hutan-belum-sepenuhnya-memihak-masyarakat\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1064\/upaya-pemerintah-menurunkan-ketimpangan-penguasaan-hutan-belum-sepenuhnya-memihak-masyarakat\/","name":"Upaya Pemerintah Menurunkan Ketimpangan Penguasaan Hutan Belum Sepenuhnya Memihak Masyarakat - Greenpeace Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website"},"datePublished":"2018-04-09T17:00:00+00:00","dateModified":"2019-11-06T08:46:22+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1064\/upaya-pemerintah-menurunkan-ketimpangan-penguasaan-hutan-belum-sepenuhnya-memihak-masyarakat\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1064\/upaya-pemerintah-menurunkan-ketimpangan-penguasaan-hutan-belum-sepenuhnya-memihak-masyarakat\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1064\/upaya-pemerintah-menurunkan-ketimpangan-penguasaan-hutan-belum-sepenuhnya-memihak-masyarakat\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Upaya Pemerintah Menurunkan Ketimpangan Penguasaan Hutan Belum Sepenuhnya Memihak Masyarakat"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","name":"Greenpeace Indonesia","description":"Greenpeace","publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization","name":"Greenpeace Indonesia","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","contentUrl":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","width":500,"height":500,"caption":"Greenpeace Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID","https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe","name":"Greenpeace Indonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g","caption":"Greenpeace Indonesia"},"sameAs":["http:\/\/www.greenpeace.or.id"],"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/greenpeace-indonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1064","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/49"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1064"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1064\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2438,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1064\/revisions\/2438"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2281"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1064"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1064"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1064"},{"taxonomy":"p4-page-type","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/p4-page-type?post=1064"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}