{"id":1116,"date":"2018-09-25T00:00:00","date_gmt":"2018-09-24T17:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1116\/aktivis-greenpeace-dan-personel-grup-band-musik-boomerang-mengokupasi-kilang-minyak-sawit-dari-hasil-perusakan-hutan\/"},"modified":"2019-11-06T15:46:14","modified_gmt":"2019-11-06T08:46:14","slug":"aktivis-greenpeace-dan-personel-grup-band-musik-boomerang-mengokupasi-kilang-minyak-sawit-dari-hasil-perusakan-hutan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1116\/aktivis-greenpeace-dan-personel-grup-band-musik-boomerang-mengokupasi-kilang-minyak-sawit-dari-hasil-perusakan-hutan\/","title":{"rendered":"Aktivis Greenpeace dan Personel Grup Band Musik Boomerang Mengokupasi Kilang Minyak Sawit dari Hasil Perusakan Hutan"},"content":{"rendered":"<p>Bitung, Sulawesi Utara, 25 September. Dua puluh tiga aktivis Greenpeace bersama empat personel grup band musik Boomerang hari ini melakukan aksi damai dengan menduduki kapal penyuplai minyak sawit dan tangki timbun milik Wilmar, pedagang minyak sawit terbesar dunia yang masih terkait praktek perusakan hutan di Indonesia dan memasok sawit bagi merek-merek ternama yaitu Nestl\u00e9, Unilever, Colgate dan Mondelez.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-2074 size-large\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/02\/18f968ae-gp0stsi1d-1024x768.jpg\" alt=\"Direct Action at Wilmar Refinery in North Sulawesi. \u00a9 Nugroho Adi Putera\" width=\"1024\" height=\"768\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/02\/18f968ae-gp0stsi1d-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/02\/18f968ae-gp0stsi1d-300x225.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/02\/18f968ae-gp0stsi1d-768x576.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/02\/18f968ae-gp0stsi1d-453x340.jpg 453w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/02\/18f968ae-gp0stsi1d.jpg 1200w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/p>\n<p>PT Multi Nabati Sulawesi (PT MNS) salah satu fasilitas kilang minyak sawit milik Wilmar di Bitung Sulawesi Utara menjadi target karena mengolah minyak sawit dari produsen utama yang menghancurkan hutan di Kalimantan dan Papua<sup>[1]<\/sup>.<\/p>\n<p>\u201cMinyak Sawit yang diproduksi Wilmar ini telah terkontaminasi minyak sawit hasil dari praktek-praktek deforestasi di berbagai wilayah Indonesia termasuk di Papua. Kami mendesak Wilmar segera menepati janjinya dalam membersihkan rantai pasoknya dari para perusak hutan,\u201d kata Kiki Taufik, Kepala Kampanye Hutan Global untuk Indonesia.<\/p>\n<p>Tim Greenpeace yang beraksi kali ini<sup>[2]<\/sup> berasal dari Indonesia, Malaysia, Thailand, FilipinaPhilipina, Perancis, Inggris dan Australia. Setelah mereka berhasil menduduki tangki timbun penyimpan minyak sawit setinggi 5 meter, para aktivis membentangkan spanduk bertuliskan \u2018Drop Dirty Palm Oil\u2019 \u00a0setinggi 5 meter, kemudian musisi Boomerang memainkan lagu di atas tangki. Sementara, aktivis lainnya mengecat lambung kapal tangker bertuliskan \u2018Stop Deforestation Now\u2019 dan menempelkan pesan \u2018Sawitmu Merusak Hutan.\u2019<\/p>\n<p>\u201cKondisi hutan Indonesia sangat menyedihkan, inilah yang membuat saya bersemangat terlibat dalam aksi damai ini. Semoga ini bisa menjadi peringatan terhadap perusahaan-perusahaan untuk lebih berhati-hati atas dampak lingkungan dari apa yang telah mereka perbuat,\u201d kata vokalis band Boomerang Andi Babas.<\/p>\n<p>Pekan lalu, investigasi Greenpeace International mengungkapkan bahwa 25 produsen minyak sawit telah menggunduli 130.000 hektar hutan hujan sejak 2015. [3] Wilmar juga membeli dari 18 kelompok minyak sawit; yang 3 diantaranya merupakan pemasok untuk kilang PT MNS tempat aksi berlangsung<br \/>\nGreenpeace menyerukan kepada Wilmar untuk menghentikan suplai kelapa sawit yang bersumber dari para perusak hutan, dengan mewajibkan semua kelompok produsen dalam rantai pasokannya untuk mempublikasikan data lokasi pabrik dan peta konsesi untuk seluruh operasi mereka, serta memutuskan hubungan dengan semua kelompok produsen yang nakal.Dampak kelapa sawit terhadap lingkungan, manusia dan iklim.<\/p>\n<ul>\n<li>Wilmar International dan kelompok kelapa sawit lainnya<a href=\"https:\/\/www.amnesty.org\/en\/latest\/news\/2016\/11\/palm-oil-global-brands-profiting-from-child-and-forced-labour\/\"> secara teratur dituduh mengeksploitasi pekerja, anak-anak, dan komunitas lokal.<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li>Sektor perkebunan \u2013 kelapa sawit dan bubur kertas \u2013 adalah penyebab penggundulan hutan terbesar di Indonesia. Sekitar 24 juta hektar hutan hujan dihancurkan di Indonesia antara tahun 1990 dan 2015, menurut angka resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li>Deforestasi dan perusakan lahan gambut adalah sumber utama emisi gas rumah kaca yang berkontribusi terhadap perubahan iklim. Ini telah mendorong <a href=\"https:\/\/www.wri.org\/blog\/2017\/04\/interactive-chart-explains-worlds-top-10-emitters-and-how-theyve-changed\">Indonesia ke tingkat teratas penghasil emisi global, di samping Amerika Serikat dan Tiongkok.<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li>Pengembangan perkebunan adalah akar penyebab kebakaran hutan dan lahan gambut di Indonesia. Pada bulan Juli 2015, bencana kebakaran hutan dan lahan melanda Sumatera, Kalimantan dan Papua. Kebakaran ini menghasilkan kabut yang mengganggu jutaan orang di wilayah Asia Tenggara. <a href=\"https:\/\/www.seas.harvard.edu\/news\/2016\/09\/smoke-from-2015-indonesian-fires-may-have-caused-100000-premature-deaths\">Para peneliti di Universitas Harvard dan Columbia memperkirakan bahwa asap kebakaran tahun 2015 diduga telah menyebabkan 100.000 kematian prematur.<\/a> <a href=\"http:\/\/documents.worldbank.org\/curated\/en\/776101467990969768\/The-cost-of-fire-an-economic-analysis-of-Indonesia-s-2015-fire-crisis\">Bank Dunia menghitung biaya kerugian bencana sebesar 16 miliar dolar Amerika Serikat.<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<h3>Catatan:<\/h3>\n<ol>\n<li>Aksi damai berlangsung di kilang PT Multi Nabati Sulawesi \u2013 Wilmar di Bitung, Sulawesi Utara.<\/li>\n<li>Aksi ini dikoordinasikan oleh Greenpeace Asia Tenggara.<\/li>\n<li>Greenpeace International: Laporan Hitung Mundur Terakhir \u2013 Sekarang atau tidak sama sekali untuk mereformasi industri kelapa sawit <a href=\"https:\/\/bit.ly\/2xxZ3G4\">https:\/\/bit.ly\/2xxZ3G4<\/a><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Greenpeace International menggunakan citra satelit untuk mengidentifikasi 130.000 hektar deforestasi oleh 25 kelompok produsen sejak 2015. 51.600 hektar (40%) berada di Papua Indonesia dengan 26.100 hektar lebih lanjut (20%) yang bersebelahan di Papua Nugini \u00a0\u2013 wilayah yang kaya akan keanekaragaman hayati di bumi dan sampai saat ini belum tersentuh oleh industri kelapa sawit.<br class=\"kix-line-break\" \/><br class=\"kix-line-break\" \/>Ketika Greenpeace International mempertanyakan ini kepada Wilmar tentang kelompok produsen ini, telah terkonfirmasi bahwa itu berasal dari 18 kelompok produsen. Kemudian ini menghentikan suplai yang bersumber dari beberapa kelompok.<br class=\"kix-line-break\" \/><br class=\"kix-line-break\" \/>Menurut <a href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/02\/1e5dc23b-1e5dc23b-180426_mns-btg_l2.pdf\">data rantai pasokan yang diterbitkan oleh Wilmar<\/a>, 3 dari kelompok produsen yang disebutkan dalam investigasi Greenpeace Internasional \u2013 Central Cipta Murdaya, Gama dan keluarga Fangiono \u2013 memasok kelapa sawit ke PT Multi Nabati Sulawesi pada tahun 2017, periode terbaru datanya tersedia.<\/p>\n<h3>Foto dan Video:<\/h3>\n<p><a href=\"https:\/\/media.greenpeace.org\/collection\/27MZIFJWWWLLP\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">https:\/\/media.greenpeace.org\/collection\/27MZIFJWWWLLP<\/a><\/p>\n<h3>Kontak Media:<\/h3>\n<ul>\n<li dir=\"ltr\"><strong>Greenpeace International Press Desk<\/strong>, <a href=\"mailto:pressdesk.int@greenpeace.org\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">pressdesk.int@greenpeace.org<\/a>, telp +31 (0) 20 718 2470 (tersedia 24 jam)<\/li>\n<li><strong>Kiki Taufik<\/strong>, Kepala Kampanye Hutan Global Greenpeace Indonesia, telp +62-811-8706-074 , email <a href=\"mailto:kiki.taufik@greenpeace.org\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">kiki.taufik@greenpeace.org<\/a><\/li>\n<li><strong>Rully Yuliardi Achmad<\/strong>, Jurukampanye Media Greenpeace Indonesia, telp +62-811-8334-409, email <a href=\"mailto:rully.yuliardi.achmad@greenpeace.org\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">rully.yuliardi.achmad@greenpeace.org<\/a><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dua puluh tiga aktivis Greenpeace bersama empat personel grup band musik Boomerang hari ini melakukan aksi damai dengan menduduki kapal penyuplai minyak sawit dan tangki timbun milik Wilmar.<\/p>\n","protected":false},"author":49,"featured_media":2074,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ep_exclude_from_search":false,"p4_og_title":"","p4_og_description":"","p4_og_image":"","p4_og_image_id":"","p4_seo_canonical_url":"","p4_campaign_name":"","p4_local_project":"","p4_basket_name":"","p4_department":"","footnotes":""},"categories":[2],"tags":[19],"p4-page-type":[14],"class_list":["post-1116","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lindungi","tag-hutan","p4-page-type-siaran-pers"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.9.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Aktivis Greenpeace dan Personel Grup Band Musik Boomerang Mengokupasi Kilang Minyak Sawit dari Hasil Perusakan Hutan - Greenpeace Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1116\/aktivis-greenpeace-dan-personel-grup-band-musik-boomerang-mengokupasi-kilang-minyak-sawit-dari-hasil-perusakan-hutan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Aktivis Greenpeace dan Personel Grup Band Musik Boomerang Mengokupasi Kilang Minyak Sawit dari Hasil Perusakan Hutan - Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dua puluh tiga aktivis Greenpeace bersama empat personel grup band musik Boomerang hari ini melakukan aksi damai dengan menduduki kapal penyuplai minyak sawit dan tangki timbun milik Wilmar.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1116\/aktivis-greenpeace-dan-personel-grup-band-musik-boomerang-mengokupasi-kilang-minyak-sawit-dari-hasil-perusakan-hutan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-09-24T17:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-11-06T08:46:14+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/02\/18f968ae-gp0stsi1d.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"900\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1116\/aktivis-greenpeace-dan-personel-grup-band-musik-boomerang-mengokupasi-kilang-minyak-sawit-dari-hasil-perusakan-hutan\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1116\/aktivis-greenpeace-dan-personel-grup-band-musik-boomerang-mengokupasi-kilang-minyak-sawit-dari-hasil-perusakan-hutan\/\"},\"author\":{\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe\"},\"headline\":\"Aktivis Greenpeace dan Personel Grup Band Musik Boomerang Mengokupasi Kilang Minyak Sawit dari Hasil Perusakan Hutan\",\"datePublished\":\"2018-09-24T17:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2019-11-06T08:46:14+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1116\/aktivis-greenpeace-dan-personel-grup-band-musik-boomerang-mengokupasi-kilang-minyak-sawit-dari-hasil-perusakan-hutan\/\"},\"wordCount\":697,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"keywords\":[\"Hutan\"],\"articleSection\":[\"Lindungi\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1116\/aktivis-greenpeace-dan-personel-grup-band-musik-boomerang-mengokupasi-kilang-minyak-sawit-dari-hasil-perusakan-hutan\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1116\/aktivis-greenpeace-dan-personel-grup-band-musik-boomerang-mengokupasi-kilang-minyak-sawit-dari-hasil-perusakan-hutan\/\",\"name\":\"Aktivis Greenpeace dan Personel Grup Band Musik Boomerang Mengokupasi Kilang Minyak Sawit dari Hasil Perusakan Hutan - Greenpeace Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\"},\"datePublished\":\"2018-09-24T17:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2019-11-06T08:46:14+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1116\/aktivis-greenpeace-dan-personel-grup-band-musik-boomerang-mengokupasi-kilang-minyak-sawit-dari-hasil-perusakan-hutan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1116\/aktivis-greenpeace-dan-personel-grup-band-musik-boomerang-mengokupasi-kilang-minyak-sawit-dari-hasil-perusakan-hutan\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1116\/aktivis-greenpeace-dan-personel-grup-band-musik-boomerang-mengokupasi-kilang-minyak-sawit-dari-hasil-perusakan-hutan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Aktivis Greenpeace dan Personel Grup Band Musik Boomerang Mengokupasi Kilang Minyak Sawit dari Hasil Perusakan Hutan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"description\":\"Greenpeace\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"width\":500,\"height\":500,\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\",\"https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID\",\"https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/www.greenpeace.or.id\"],\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/greenpeace-indonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Aktivis Greenpeace dan Personel Grup Band Musik Boomerang Mengokupasi Kilang Minyak Sawit dari Hasil Perusakan Hutan - Greenpeace Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1116\/aktivis-greenpeace-dan-personel-grup-band-musik-boomerang-mengokupasi-kilang-minyak-sawit-dari-hasil-perusakan-hutan\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Aktivis Greenpeace dan Personel Grup Band Musik Boomerang Mengokupasi Kilang Minyak Sawit dari Hasil Perusakan Hutan - Greenpeace Indonesia","og_description":"Dua puluh tiga aktivis Greenpeace bersama empat personel grup band musik Boomerang hari ini melakukan aksi damai dengan menduduki kapal penyuplai minyak sawit dan tangki timbun milik Wilmar.","og_url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1116\/aktivis-greenpeace-dan-personel-grup-band-musik-boomerang-mengokupasi-kilang-minyak-sawit-dari-hasil-perusakan-hutan\/","og_site_name":"Greenpeace Indonesia","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","article_published_time":"2018-09-24T17:00:00+00:00","article_modified_time":"2019-11-06T08:46:14+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":900,"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/02\/18f968ae-gp0stsi1d.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Greenpeace Indonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@GreenpeaceID","twitter_site":"@GreenpeaceID","twitter_misc":{"Written by":"Greenpeace Indonesia","Est. reading time":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1116\/aktivis-greenpeace-dan-personel-grup-band-musik-boomerang-mengokupasi-kilang-minyak-sawit-dari-hasil-perusakan-hutan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1116\/aktivis-greenpeace-dan-personel-grup-band-musik-boomerang-mengokupasi-kilang-minyak-sawit-dari-hasil-perusakan-hutan\/"},"author":{"name":"Greenpeace Indonesia","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe"},"headline":"Aktivis Greenpeace dan Personel Grup Band Musik Boomerang Mengokupasi Kilang Minyak Sawit dari Hasil Perusakan Hutan","datePublished":"2018-09-24T17:00:00+00:00","dateModified":"2019-11-06T08:46:14+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1116\/aktivis-greenpeace-dan-personel-grup-band-musik-boomerang-mengokupasi-kilang-minyak-sawit-dari-hasil-perusakan-hutan\/"},"wordCount":697,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"keywords":["Hutan"],"articleSection":["Lindungi"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1116\/aktivis-greenpeace-dan-personel-grup-band-musik-boomerang-mengokupasi-kilang-minyak-sawit-dari-hasil-perusakan-hutan\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1116\/aktivis-greenpeace-dan-personel-grup-band-musik-boomerang-mengokupasi-kilang-minyak-sawit-dari-hasil-perusakan-hutan\/","name":"Aktivis Greenpeace dan Personel Grup Band Musik Boomerang Mengokupasi Kilang Minyak Sawit dari Hasil Perusakan Hutan - Greenpeace Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website"},"datePublished":"2018-09-24T17:00:00+00:00","dateModified":"2019-11-06T08:46:14+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1116\/aktivis-greenpeace-dan-personel-grup-band-musik-boomerang-mengokupasi-kilang-minyak-sawit-dari-hasil-perusakan-hutan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1116\/aktivis-greenpeace-dan-personel-grup-band-musik-boomerang-mengokupasi-kilang-minyak-sawit-dari-hasil-perusakan-hutan\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1116\/aktivis-greenpeace-dan-personel-grup-band-musik-boomerang-mengokupasi-kilang-minyak-sawit-dari-hasil-perusakan-hutan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Aktivis Greenpeace dan Personel Grup Band Musik Boomerang Mengokupasi Kilang Minyak Sawit dari Hasil Perusakan Hutan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","name":"Greenpeace Indonesia","description":"Greenpeace","publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization","name":"Greenpeace Indonesia","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","contentUrl":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","width":500,"height":500,"caption":"Greenpeace Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID","https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe","name":"Greenpeace Indonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g","caption":"Greenpeace Indonesia"},"sameAs":["http:\/\/www.greenpeace.or.id"],"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/greenpeace-indonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1116","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/49"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1116"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1116\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2075,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1116\/revisions\/2075"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2074"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1116"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1116"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1116"},{"taxonomy":"p4-page-type","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/p4-page-type?post=1116"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}