{"id":1119,"date":"2018-05-02T00:00:00","date_gmt":"2018-05-01T17:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1119\/jelang-pertemuan-pemimpin-industri-batubara-dunia-di-bali-greenpeace-menghalau-keluar-tongkang-batubara-dari-taman-nasional\/"},"modified":"2019-11-06T15:46:21","modified_gmt":"2019-11-06T08:46:21","slug":"jelang-pertemuan-pemimpin-industri-batubara-dunia-di-bali-greenpeace-menghalau-keluar-tongkang-batubara-dari-taman-nasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1119\/jelang-pertemuan-pemimpin-industri-batubara-dunia-di-bali-greenpeace-menghalau-keluar-tongkang-batubara-dari-taman-nasional\/","title":{"rendered":"Jelang Pertemuan Pemimpin Industri Batubara Dunia di Bali, Greenpeace Menghalau Keluar Tongkang Batubara dari Taman Nasional"},"content":{"rendered":"<div class=\"leader\">Karimunjawa, 2 Mei 2018 \u2013 Aktivis Greenpeace Indonesia hari ini menghalau tongkang batubara yang melewati kepulauan Karimunjawa yang menakjubkan, melukisnya dengan pesan \u2018Break Free From Coal\u2019 dan \u2018Coral Not Coal\u2019 sebagai protes terhadap kerusakan yang terjadi pada terumbu karang di daerah tersebut dan berdampak panjang terhadap perubahan iklim. Kapal Greenpeace, Rainbow Warrior, kemudian mengantar tongkang batubara keluar dari taman nasional.<\/div>\n<div>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-2271 size-large\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/03\/ea372f9c-gp0strydw-1024x684.jpg\" alt=\"Coral Not Coal Action in Central Java. \u00a9 Rosa Panggabean \/ Greenpeace\" width=\"1024\" height=\"684\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/03\/ea372f9c-gp0strydw-1024x684.jpg 1024w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/03\/ea372f9c-gp0strydw-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/03\/ea372f9c-gp0strydw-768x513.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/03\/ea372f9c-gp0strydw-510x340.jpg 510w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/03\/ea372f9c-gp0strydw.jpg 1200w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/p>\n<\/div>\n<div>Tongkang itu ditargetkan karena membawa batubara dari tambang di Kalimantan untuk pembangkit listrik di Jawa, Indonesia, dalam aksi damai yang merupakan bagian dari gerakan global Break Free terhadap bahan bakar fosil.<\/div>\n<div>\n<p>Pada awal 2017, ratusan meter persegi karang hancur oleh lima kapal tongkang yang berada di perairan tersebut, saat kapal-kapal ini tengah berlindung selama badai. [1]<\/p>\n<p>\u201cPerdagangan batubara ini telah menghancurkan salah satu wilayah terindah di Indonesia, area yang dilindungi pemerintah sebagai taman nasional\u201c kata Didit Haryo, Jurukampanye Iklim dan Energi dari Greenpeace Indonesia. [2] [3]<\/p>\n<p>Kepulauan Karimunjawa adalah taman nasional yang kaya akan terumbu karang, rumput laut, hutan bakau, hutan pantai dan hutan hujan tropis dataran rendah. Tempat ini merupakan rumah bagi tiga jenis penyu dan hampir 400 spesies fauna laut, termasuk ratusan ikan hias, menjadikannya salah satu tujuan wisata paling populer di Indonesia.<br \/>\nNamun keindahan alam Karimunjawa dan mata pencaharian penduduk yang bekerja di industri perikanan dan pariwisata lokal kini terancam oleh tongkang batubara yang secara rutin melintasi perairan ini.<\/p>\n<p>\u201cBukan hanya karang yang rusak, tetapi nelayan lokal juga terkena dampaknya. Kami khawatir jika terjadi kehancuran terumbu karang, kami akan kehilangan industri pariwisata. Rumah, komunitas, dan mata pencaharian kami terkena dampak penggunaan batu bara, namun kami merasa tidak memiliki suara soal permasalahan ini, \u201dkata Yarhannudin, anggota \u00a0komunitas Akar.<\/p>\n<p>Pada tanggal 6 Mei, salah satu acara industri batubara terbesar di dunia sedang berlangsung di Bali. Data terbaru dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan bahwa Asia Tenggara memiliki tingkat pencemaran udara ambien tertinggi di dunia. Menurut Global Burden of Disease, polusi udara ambien bertanggung jawab atas 17.600 kematian prematur setiap dua hari di Asia pada tahun 2015, atau 440 kematian setiap 2 hari di Indonesia. [4]<br \/>\n\u201cTongkang-tongkang ini bagian dari industri yang merusak keindahan alam Indonesia serta mencemari udara kita. Kesehatan masyarakat terancam, sementara pertemuan industri batubara di Bali hanya akan menghasilkan kesepakatan demi mengamankan masa depan industri batubara. Negara ini tidak ini tidak layak menggunakan energi kotor, sudah saatnya pemerintah berpihak pada rakyat ketimbang industri batubara dan segera beralih ke energi terbarukan,\u201dkata Didit Haryo.<\/p>\n<h3>Catatan:<\/h3>\n<ol>\n<li>5 barges destroy coral in Karimunjawa, Jakarta Post <a href=\"http:\/\/www.thejakartapost.com\/news\/2017\/03\/22\/5-barges-destroy-coral-in-karimunjawa.html?fb_comment_id=1334202259983875_1334719493265485\">http:\/\/www.thejakartapost.com\/news\/2017\/03\/22\/5-barges-destroy-coral-in-karimunjawa.html?fb_comment_id=1334202259983875_1334719493265485<\/a><\/li>\n<li>Laporan Kerusakan Terumbu Karang Karimunjawa Akibat Aktivitas Transportasi Batubara, Greenpeace Indonesia <a href=\"http:\/\/www.greenpeace.org\/seasia\/id\/press\/reports\/Laporan-Kerusakan-Terumbu-Karang-Karimunjawa\/\">http:\/\/www.greenpeace.org\/seasia\/id\/press\/reports\/Laporan-Kerusakan-Terumbu-Karang-Karimunjawa\/<\/a><\/li>\n<li><a href=\"http:\/\/www.coaltrans.com\/asia\/details.html\">24th Coaltrans Asia<\/a><\/li>\n<li>Global Head Data Exchange <a href=\"http:\/\/ghdx.healthdata.org\/gbd-results-tool?params=gbd-api-2016-permalink\/48c9d9156fdeaf9d23a0058c63e15dc0\">http:\/\/ghdx.healthdata.org\/gbd-results-tool?params=gbd-api-2016-permalink\/48c9d9156fdeaf9d23a0058c63e15dc0<\/a><\/li>\n<\/ol>\n<h3>Arsip Foto dan Video<\/h3>\n<p><a href=\"https:\/\/media.greenpeace.org\/collection\/27MZIFJXFJR9T\">https:\/\/media.greenpeace.org\/collection\/27MZIFJXFJR9T<\/a><\/p>\n<h3>Kontak:<\/h3>\n<ul>\n<li><strong>Hikmat Suriatanwijaya<\/strong>, Media Campaigner Greenpeace Indonesia, +62-813-8047-3866 <a href=\"mailto:hikmat.suriatanwijaya@greenpeace.org\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">hikmat.suriatanwijaya@greenpeace.org<\/a><\/li>\n<li><strong>Rahma Shofiana<\/strong>, Media Campaigner Greenpeace Indonesia,<br \/>\n+62-811-1461-674 <a href=\"mailto:rshofian@greenpeace.org\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">rshofian@greenpeace.org<\/a><\/li>\n<li dir=\"ltr\"><strong>Greenpeace International Press Desk<\/strong>, +31 (0) 20 718 2470 (available 24 hours), <a href=\"mailto:pressdesk.int@greenpeace.org\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">pressdesk.int@greenpeace.org<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perdagangan batubara ini telah menghancurkan salah satu wilayah terindah di Indonesia, area yang dilindungi pemerintah sebagai taman nasional.<\/p>\n","protected":false},"author":49,"featured_media":2271,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ep_exclude_from_search":false,"p4_og_title":"","p4_og_description":"","p4_og_image":"","p4_og_image_id":"","p4_seo_canonical_url":"","p4_campaign_name":"","p4_local_project":"","p4_basket_name":"","p4_department":"","footnotes":""},"categories":[2],"tags":[6],"p4-page-type":[14],"class_list":["post-1119","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lindungi","tag-iklim","p4-page-type-siaran-pers"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.9.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Jelang Pertemuan Pemimpin Industri Batubara Dunia di Bali, Greenpeace Menghalau Keluar Tongkang Batubara dari Taman Nasional - Greenpeace Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1119\/jelang-pertemuan-pemimpin-industri-batubara-dunia-di-bali-greenpeace-menghalau-keluar-tongkang-batubara-dari-taman-nasional\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Jelang Pertemuan Pemimpin Industri Batubara Dunia di Bali, Greenpeace Menghalau Keluar Tongkang Batubara dari Taman Nasional - Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Perdagangan batubara ini telah menghancurkan salah satu wilayah terindah di Indonesia, area yang dilindungi pemerintah sebagai taman nasional.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1119\/jelang-pertemuan-pemimpin-industri-batubara-dunia-di-bali-greenpeace-menghalau-keluar-tongkang-batubara-dari-taman-nasional\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-05-01T17:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-11-06T08:46:21+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/03\/ea372f9c-gp0strydw.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"801\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1119\/jelang-pertemuan-pemimpin-industri-batubara-dunia-di-bali-greenpeace-menghalau-keluar-tongkang-batubara-dari-taman-nasional\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1119\/jelang-pertemuan-pemimpin-industri-batubara-dunia-di-bali-greenpeace-menghalau-keluar-tongkang-batubara-dari-taman-nasional\/\"},\"author\":{\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe\"},\"headline\":\"Jelang Pertemuan Pemimpin Industri Batubara Dunia di Bali, Greenpeace Menghalau Keluar Tongkang Batubara dari Taman Nasional\",\"datePublished\":\"2018-05-01T17:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2019-11-06T08:46:21+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1119\/jelang-pertemuan-pemimpin-industri-batubara-dunia-di-bali-greenpeace-menghalau-keluar-tongkang-batubara-dari-taman-nasional\/\"},\"wordCount\":506,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"keywords\":[\"Iklim\"],\"articleSection\":[\"Lindungi\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1119\/jelang-pertemuan-pemimpin-industri-batubara-dunia-di-bali-greenpeace-menghalau-keluar-tongkang-batubara-dari-taman-nasional\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1119\/jelang-pertemuan-pemimpin-industri-batubara-dunia-di-bali-greenpeace-menghalau-keluar-tongkang-batubara-dari-taman-nasional\/\",\"name\":\"Jelang Pertemuan Pemimpin Industri Batubara Dunia di Bali, Greenpeace Menghalau Keluar Tongkang Batubara dari Taman Nasional - Greenpeace Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\"},\"datePublished\":\"2018-05-01T17:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2019-11-06T08:46:21+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1119\/jelang-pertemuan-pemimpin-industri-batubara-dunia-di-bali-greenpeace-menghalau-keluar-tongkang-batubara-dari-taman-nasional\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1119\/jelang-pertemuan-pemimpin-industri-batubara-dunia-di-bali-greenpeace-menghalau-keluar-tongkang-batubara-dari-taman-nasional\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1119\/jelang-pertemuan-pemimpin-industri-batubara-dunia-di-bali-greenpeace-menghalau-keluar-tongkang-batubara-dari-taman-nasional\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Jelang Pertemuan Pemimpin Industri Batubara Dunia di Bali, Greenpeace Menghalau Keluar Tongkang Batubara dari Taman Nasional\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"description\":\"Greenpeace\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"width\":500,\"height\":500,\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\",\"https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID\",\"https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/www.greenpeace.or.id\"],\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/greenpeace-indonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Jelang Pertemuan Pemimpin Industri Batubara Dunia di Bali, Greenpeace Menghalau Keluar Tongkang Batubara dari Taman Nasional - Greenpeace Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1119\/jelang-pertemuan-pemimpin-industri-batubara-dunia-di-bali-greenpeace-menghalau-keluar-tongkang-batubara-dari-taman-nasional\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Jelang Pertemuan Pemimpin Industri Batubara Dunia di Bali, Greenpeace Menghalau Keluar Tongkang Batubara dari Taman Nasional - Greenpeace Indonesia","og_description":"Perdagangan batubara ini telah menghancurkan salah satu wilayah terindah di Indonesia, area yang dilindungi pemerintah sebagai taman nasional.","og_url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1119\/jelang-pertemuan-pemimpin-industri-batubara-dunia-di-bali-greenpeace-menghalau-keluar-tongkang-batubara-dari-taman-nasional\/","og_site_name":"Greenpeace Indonesia","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","article_published_time":"2018-05-01T17:00:00+00:00","article_modified_time":"2019-11-06T08:46:21+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":801,"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/03\/ea372f9c-gp0strydw.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Greenpeace Indonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@GreenpeaceID","twitter_site":"@GreenpeaceID","twitter_misc":{"Written by":"Greenpeace Indonesia","Est. reading time":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1119\/jelang-pertemuan-pemimpin-industri-batubara-dunia-di-bali-greenpeace-menghalau-keluar-tongkang-batubara-dari-taman-nasional\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1119\/jelang-pertemuan-pemimpin-industri-batubara-dunia-di-bali-greenpeace-menghalau-keluar-tongkang-batubara-dari-taman-nasional\/"},"author":{"name":"Greenpeace Indonesia","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe"},"headline":"Jelang Pertemuan Pemimpin Industri Batubara Dunia di Bali, Greenpeace Menghalau Keluar Tongkang Batubara dari Taman Nasional","datePublished":"2018-05-01T17:00:00+00:00","dateModified":"2019-11-06T08:46:21+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1119\/jelang-pertemuan-pemimpin-industri-batubara-dunia-di-bali-greenpeace-menghalau-keluar-tongkang-batubara-dari-taman-nasional\/"},"wordCount":506,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"keywords":["Iklim"],"articleSection":["Lindungi"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1119\/jelang-pertemuan-pemimpin-industri-batubara-dunia-di-bali-greenpeace-menghalau-keluar-tongkang-batubara-dari-taman-nasional\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1119\/jelang-pertemuan-pemimpin-industri-batubara-dunia-di-bali-greenpeace-menghalau-keluar-tongkang-batubara-dari-taman-nasional\/","name":"Jelang Pertemuan Pemimpin Industri Batubara Dunia di Bali, Greenpeace Menghalau Keluar Tongkang Batubara dari Taman Nasional - Greenpeace Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website"},"datePublished":"2018-05-01T17:00:00+00:00","dateModified":"2019-11-06T08:46:21+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1119\/jelang-pertemuan-pemimpin-industri-batubara-dunia-di-bali-greenpeace-menghalau-keluar-tongkang-batubara-dari-taman-nasional\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1119\/jelang-pertemuan-pemimpin-industri-batubara-dunia-di-bali-greenpeace-menghalau-keluar-tongkang-batubara-dari-taman-nasional\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1119\/jelang-pertemuan-pemimpin-industri-batubara-dunia-di-bali-greenpeace-menghalau-keluar-tongkang-batubara-dari-taman-nasional\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Jelang Pertemuan Pemimpin Industri Batubara Dunia di Bali, Greenpeace Menghalau Keluar Tongkang Batubara dari Taman Nasional"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","name":"Greenpeace Indonesia","description":"Greenpeace","publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization","name":"Greenpeace Indonesia","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","contentUrl":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","width":500,"height":500,"caption":"Greenpeace Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID","https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe","name":"Greenpeace Indonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g","caption":"Greenpeace Indonesia"},"sameAs":["http:\/\/www.greenpeace.or.id"],"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/greenpeace-indonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1119","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/49"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1119"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1119\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2272,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1119\/revisions\/2272"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2271"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1119"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1119"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1119"},{"taxonomy":"p4-page-type","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/p4-page-type?post=1119"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}