{"id":1131,"date":"2018-08-20T00:00:00","date_gmt":"2018-08-19T17:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1131\/setahun-lebih-pemerintah-mengabaikan-putusan-mahkamah-agung-koalisi-masyarakat-sipil-menganugerahkan-trofi-kepada-atr-bpn-sebagai-lembaga-yang-tidak-transparan\/"},"modified":"2019-11-06T15:46:16","modified_gmt":"2019-11-06T08:46:16","slug":"setahun-lebih-pemerintah-mengabaikan-putusan-mahkamah-agung-koalisi-masyarakat-sipil-menganugerahkan-trofi-kepada-atr-bpn-sebagai-lembaga-yang-tidak-transparan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1131\/setahun-lebih-pemerintah-mengabaikan-putusan-mahkamah-agung-koalisi-masyarakat-sipil-menganugerahkan-trofi-kepada-atr-bpn-sebagai-lembaga-yang-tidak-transparan\/","title":{"rendered":"Setahun Lebih Pemerintah Mengabaikan Putusan Mahkamah Agung, Koalisi Masyarakat Sipil Menganugerahkan Trofi kepada ATR\/BPN sebagai Lembaga yang Tidak Transparan"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta, 20 Agustus 2018. Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keterbukaan Informasi menganugerahkan trofi kepada Kementerian Agraria dan Tata Ruang\/Badan Pertanahan Nasional (Kementerian ATR\/BPN) sebagai lembaga negara yang paling tertutup karena tidak memberi akses dokumen Hak Guna Usaha (HGU) kepada publik. Akses dokumen HGU tersebut sangat penting karena menjadi awal persoalan buruknya kebijakan dan tata kelola hutan dan lahan selama ini.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-1901 size-full\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2018\/08\/46525bec-gp0stsbwk_web_size.jpg\" alt=\"\" width=\"800\" height=\"533\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2018\/08\/46525bec-gp0stsbwk_web_size.jpg 800w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2018\/08\/46525bec-gp0stsbwk_web_size-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2018\/08\/46525bec-gp0stsbwk_web_size-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2018\/08\/46525bec-gp0stsbwk_web_size-510x340.jpg 510w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/p>\n<p>Koalisi yang terdiri Greenpeace Indonesia, Forest Watch Indonesia, Indonesian Corruption Watch, dan PERDU Manokwari melakukan unjuk rasa di depan kantor ATR\/BPN, menuntut ATR\/BPN mematuhi putusan Mahkamah Agung (MA), karena lebih dari satu tahun, ATR\/BPN mengabaikan perintah MA untuk membuka HGU kelapa sawit. Komisi Informasi Provinsi Papua juga telah memutuskan informasi HGU perusahaan sawit harus dibuka ke publik, setelah Lembaga Bantuan Hukum Papua memenangkan gugatan informasi atas Kantor Wilayah BPN Papua.<\/p>\n<p>Dokumen HGU yang dimaksud merupakan daftar perizinan perkebunan sawit yang memuat keterangan nama pemegang izin HGU, luas, lokasi, jenis komoditi, serta peta areal HGU lengkap dengan titik koordinat.<\/p>\n<p>Greenpeace menyoroti Kalimantan dan Papua karena praktik deforestasi masih terjadi seperti pengrusakan habitat orangutan dan penghancuran hutan oleh perusahaan bisnis kelapa sawit. [1] [2]. \u201cUntuk menghentikan pengrusakan hutan dan kebakaran membutuhkan transparansi data sehingga publik dapat mengetahui perusahaan mana yang masih tidak bertindak secara bertanggung jawab,\u201d tutur Asep Komarudin Jurukampanye Hutan Greenpeace Indonesia.<\/p>\n<p>Agung Ady, Jurukampanye FWI menegaskan pentingnya membuka dokumen HGU. \u201cDari tahun 2013 hingga 2016, ada 8,9 juta hektare lahan yang tumpang tindih, antara sektor kehutanan, pertambangan, dan perkebunan kelapa sawit. Ditambah tumpang tindih dengan wilayah adat. Bila ATR\/BPN bersikeras menutup dokumen HGU, berarti lembaga pemerintah turut andil dalam memperlambat penyelesaian konflik-konflik tenurial yang selama ini terjadi akibat tumpang tindih penguasaan lahan tersebut.\u201d<\/p>\n<p>Penegakan hukum di sektor sumber daya alam dan hutan pun belum banyak tersentuh dan kerugian negara telah mencapai ratusan triliun rupiah. \u201cLebih dari 300 orang jadi tersangka korupsi sumber daya alam dalam kurun waktu 7 tahun terakhir. Korupsi ini meliputi sektor perkebunan, kehutanan, dan pertambangan. Kerugian negara yang diakibatkan korupsi sumber daya alam sangat fantastis, dari tujuh perkara saja sudah mengakibatkan kerugian negara 7.26 triliun rupiah.\u201d ungkap Tama S Langkun peneliti ICW.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-1900 size-full\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2018\/08\/0650a49c-gp0stsbwe_web_size.jpg\" alt=\"\" width=\"800\" height=\"533\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2018\/08\/0650a49c-gp0stsbwe_web_size.jpg 800w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2018\/08\/0650a49c-gp0stsbwe_web_size-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2018\/08\/0650a49c-gp0stsbwe_web_size-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2018\/08\/0650a49c-gp0stsbwe_web_size-510x340.jpg 510w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/p>\n<p>Pesatnya investasi di pulau Papua terutama di sektor perkebunan dan pertambangan juga mengkhawatirkan masyarakat asli Papua yang selama ini kebutuhan pokoknya sangat bergantung pada hutan. \u201cInvestasi tanpa pengawasan dan sistem yang tidak transparan telah berdampak pada lajunya deforestasi dan mengabaikan hak masyarakat asli Papua. Jika kondisi ini tidak diperbaiki, kerusakan hutan di Papua akan terus terjadi,\u201d terang Andreas Bernadus dari Yayasan PERDU Manokwari.<\/p>\n<p>\u201cKetertutupan ATR\/BPN terhadap informasi HGU ini mencoreng komitmen pemerintahan Jokowi-JK yang mengedepankan semangat transparansi atau keterbukaan informasi,\u201d tutup Asep.<br \/>\n***<br \/>\n<strong>Link Foto dapat diunduh disini: <\/strong><a href=\"https:\/\/media.greenpeace.org\/shoot\/27MZIFJWTI4YL\"><strong>https:\/\/media.greenpeace.org\/shoot\/27MZIFJWTI4Y<\/strong><\/a><a href=\"https:\/\/media.greenpeace.org\/shoot\/27MZIFJWTI4YL\"><strong>L<\/strong><\/a><\/p>\n<p><strong>Catatan:<\/strong><br \/>\n[1] Siaran Pers Greenpeace Indonesia: Lebih Dari 1000 Orangutan Kembali Terancam Oleh Pengrusakan Hutan <a href=\"https:\/\/bit.ly\/2N0Aacc\">https:\/\/bit.ly\/2N0Aacc<\/a><br \/>\n[2] Siaran Pers Greenpeace Indonesia: Hutan Seluas Dua Kali Lipat Ukuran Kota Paris Dihancurkan Perusahaan Kelapa Sawit Terbesar Dunia <a href=\"https:\/\/bit.ly\/2NnTKjq\">https:\/\/bit.ly\/2NnTKjq<\/a><\/p>\n<p><strong>Kontak Media:<\/strong><br \/>\nAsep Komarudin, Jurukampanye Hutan Greenpeace Indonesia, Tel 081310728770, email <a href=\"mailto:asep.komarudin@greenpeace.org\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">asep.komarudin@greenpeace.org<\/a><script type=\"text\/javascript\"><!-- document.write(dc('Eoi_1', 'E4_83_96_8B_CA_81_87_85_81_94_8A_81_81_96_83_A4_8A_8D_80_91_96_85_89_8B_8F_CA_94_81_97_85'));\/\/--><\/script><br \/>\nTama S Lankun, Indonesian Corruption Watch (ICW), Tel 08119937669<br \/>\nAgung Adi, Forest Watch Indonesia (FWI), Tel\u00a0 085783517913<br \/>\nAndreas Bernardus Arep, Yayasan PERDU Manokwari, Tel 082199866126<br \/>\nRully Yuliardi, Jurukampanye Media Greenpeace Indonesia, Tel 08118334409, email <a href=\"mailto:rully.yuliardi.achmad@greenpeace.org\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">rully.yuliardi.achmad@greenpeace.org<\/a><script type=\"text\/javascript\"><!-- document.write(dc('Eoi_2', 'B3_D4_C1_DC_9D_D6_D0_D2_D6_C3_DD_D6_D6_C1_D4_F3_D7_D2_DE_DB_D0_D2_9D_DA_D7_C1_D2_DA_DF_C6_CA_9D_CA_DF_DF_C6_C1'));\/\/--><\/script><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keterbukaan Informasi menganugerahkan trofi kepada Kementerian Agraria dan Tata Ruang\/Badan Pertanahan Nasional (Kementerian ATR\/BPN) sebagai lembaga negara yang paling tertutup <\/p>\n","protected":false},"author":49,"featured_media":1900,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ep_exclude_from_search":false,"p4_og_title":"","p4_og_description":"","p4_og_image":"","p4_og_image_id":"","p4_seo_canonical_url":"","p4_campaign_name":"","p4_local_project":"","p4_basket_name":"","p4_department":"","footnotes":""},"categories":[2],"tags":[19],"p4-page-type":[14],"class_list":["post-1131","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lindungi","tag-hutan","p4-page-type-siaran-pers"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.9.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Setahun Lebih Pemerintah Mengabaikan Putusan Mahkamah Agung, Koalisi Masyarakat Sipil Menganugerahkan Trofi kepada ATR\/BPN sebagai Lembaga yang Tidak Transparan - Greenpeace Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1131\/setahun-lebih-pemerintah-mengabaikan-putusan-mahkamah-agung-koalisi-masyarakat-sipil-menganugerahkan-trofi-kepada-atr-bpn-sebagai-lembaga-yang-tidak-transparan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Setahun Lebih Pemerintah Mengabaikan Putusan Mahkamah Agung, Koalisi Masyarakat Sipil Menganugerahkan Trofi kepada ATR\/BPN sebagai Lembaga yang Tidak Transparan - Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keterbukaan Informasi menganugerahkan trofi kepada Kementerian Agraria dan Tata Ruang\/Badan Pertanahan Nasional (Kementerian ATR\/BPN) sebagai lembaga negara yang paling tertutup\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1131\/setahun-lebih-pemerintah-mengabaikan-putusan-mahkamah-agung-koalisi-masyarakat-sipil-menganugerahkan-trofi-kepada-atr-bpn-sebagai-lembaga-yang-tidak-transparan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-08-19T17:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-11-06T08:46:16+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2018\/08\/0650a49c-gp0stsbwe_web_size.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"533\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1131\/setahun-lebih-pemerintah-mengabaikan-putusan-mahkamah-agung-koalisi-masyarakat-sipil-menganugerahkan-trofi-kepada-atr-bpn-sebagai-lembaga-yang-tidak-transparan\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1131\/setahun-lebih-pemerintah-mengabaikan-putusan-mahkamah-agung-koalisi-masyarakat-sipil-menganugerahkan-trofi-kepada-atr-bpn-sebagai-lembaga-yang-tidak-transparan\/\"},\"author\":{\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe\"},\"headline\":\"Setahun Lebih Pemerintah Mengabaikan Putusan Mahkamah Agung, Koalisi Masyarakat Sipil Menganugerahkan Trofi kepada ATR\/BPN sebagai Lembaga yang Tidak Transparan\",\"datePublished\":\"2018-08-19T17:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2019-11-06T08:46:16+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1131\/setahun-lebih-pemerintah-mengabaikan-putusan-mahkamah-agung-koalisi-masyarakat-sipil-menganugerahkan-trofi-kepada-atr-bpn-sebagai-lembaga-yang-tidak-transparan\/\"},\"wordCount\":545,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"keywords\":[\"Hutan\"],\"articleSection\":[\"Lindungi\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1131\/setahun-lebih-pemerintah-mengabaikan-putusan-mahkamah-agung-koalisi-masyarakat-sipil-menganugerahkan-trofi-kepada-atr-bpn-sebagai-lembaga-yang-tidak-transparan\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1131\/setahun-lebih-pemerintah-mengabaikan-putusan-mahkamah-agung-koalisi-masyarakat-sipil-menganugerahkan-trofi-kepada-atr-bpn-sebagai-lembaga-yang-tidak-transparan\/\",\"name\":\"Setahun Lebih Pemerintah Mengabaikan Putusan Mahkamah Agung, Koalisi Masyarakat Sipil Menganugerahkan Trofi kepada ATR\/BPN sebagai Lembaga yang Tidak Transparan - Greenpeace Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\"},\"datePublished\":\"2018-08-19T17:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2019-11-06T08:46:16+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1131\/setahun-lebih-pemerintah-mengabaikan-putusan-mahkamah-agung-koalisi-masyarakat-sipil-menganugerahkan-trofi-kepada-atr-bpn-sebagai-lembaga-yang-tidak-transparan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1131\/setahun-lebih-pemerintah-mengabaikan-putusan-mahkamah-agung-koalisi-masyarakat-sipil-menganugerahkan-trofi-kepada-atr-bpn-sebagai-lembaga-yang-tidak-transparan\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1131\/setahun-lebih-pemerintah-mengabaikan-putusan-mahkamah-agung-koalisi-masyarakat-sipil-menganugerahkan-trofi-kepada-atr-bpn-sebagai-lembaga-yang-tidak-transparan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Setahun Lebih Pemerintah Mengabaikan Putusan Mahkamah Agung, Koalisi Masyarakat Sipil Menganugerahkan Trofi kepada ATR\/BPN sebagai Lembaga yang Tidak Transparan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"description\":\"Greenpeace\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"width\":500,\"height\":500,\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\",\"https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID\",\"https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/www.greenpeace.or.id\"],\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/greenpeace-indonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Setahun Lebih Pemerintah Mengabaikan Putusan Mahkamah Agung, Koalisi Masyarakat Sipil Menganugerahkan Trofi kepada ATR\/BPN sebagai Lembaga yang Tidak Transparan - Greenpeace Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1131\/setahun-lebih-pemerintah-mengabaikan-putusan-mahkamah-agung-koalisi-masyarakat-sipil-menganugerahkan-trofi-kepada-atr-bpn-sebagai-lembaga-yang-tidak-transparan\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Setahun Lebih Pemerintah Mengabaikan Putusan Mahkamah Agung, Koalisi Masyarakat Sipil Menganugerahkan Trofi kepada ATR\/BPN sebagai Lembaga yang Tidak Transparan - Greenpeace Indonesia","og_description":"Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keterbukaan Informasi menganugerahkan trofi kepada Kementerian Agraria dan Tata Ruang\/Badan Pertanahan Nasional (Kementerian ATR\/BPN) sebagai lembaga negara yang paling tertutup","og_url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1131\/setahun-lebih-pemerintah-mengabaikan-putusan-mahkamah-agung-koalisi-masyarakat-sipil-menganugerahkan-trofi-kepada-atr-bpn-sebagai-lembaga-yang-tidak-transparan\/","og_site_name":"Greenpeace Indonesia","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","article_published_time":"2018-08-19T17:00:00+00:00","article_modified_time":"2019-11-06T08:46:16+00:00","og_image":[{"width":800,"height":533,"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2018\/08\/0650a49c-gp0stsbwe_web_size.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Greenpeace Indonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@GreenpeaceID","twitter_site":"@GreenpeaceID","twitter_misc":{"Written by":"Greenpeace Indonesia","Est. reading time":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1131\/setahun-lebih-pemerintah-mengabaikan-putusan-mahkamah-agung-koalisi-masyarakat-sipil-menganugerahkan-trofi-kepada-atr-bpn-sebagai-lembaga-yang-tidak-transparan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1131\/setahun-lebih-pemerintah-mengabaikan-putusan-mahkamah-agung-koalisi-masyarakat-sipil-menganugerahkan-trofi-kepada-atr-bpn-sebagai-lembaga-yang-tidak-transparan\/"},"author":{"name":"Greenpeace Indonesia","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe"},"headline":"Setahun Lebih Pemerintah Mengabaikan Putusan Mahkamah Agung, Koalisi Masyarakat Sipil Menganugerahkan Trofi kepada ATR\/BPN sebagai Lembaga yang Tidak Transparan","datePublished":"2018-08-19T17:00:00+00:00","dateModified":"2019-11-06T08:46:16+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1131\/setahun-lebih-pemerintah-mengabaikan-putusan-mahkamah-agung-koalisi-masyarakat-sipil-menganugerahkan-trofi-kepada-atr-bpn-sebagai-lembaga-yang-tidak-transparan\/"},"wordCount":545,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"keywords":["Hutan"],"articleSection":["Lindungi"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1131\/setahun-lebih-pemerintah-mengabaikan-putusan-mahkamah-agung-koalisi-masyarakat-sipil-menganugerahkan-trofi-kepada-atr-bpn-sebagai-lembaga-yang-tidak-transparan\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1131\/setahun-lebih-pemerintah-mengabaikan-putusan-mahkamah-agung-koalisi-masyarakat-sipil-menganugerahkan-trofi-kepada-atr-bpn-sebagai-lembaga-yang-tidak-transparan\/","name":"Setahun Lebih Pemerintah Mengabaikan Putusan Mahkamah Agung, Koalisi Masyarakat Sipil Menganugerahkan Trofi kepada ATR\/BPN sebagai Lembaga yang Tidak Transparan - Greenpeace Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website"},"datePublished":"2018-08-19T17:00:00+00:00","dateModified":"2019-11-06T08:46:16+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1131\/setahun-lebih-pemerintah-mengabaikan-putusan-mahkamah-agung-koalisi-masyarakat-sipil-menganugerahkan-trofi-kepada-atr-bpn-sebagai-lembaga-yang-tidak-transparan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1131\/setahun-lebih-pemerintah-mengabaikan-putusan-mahkamah-agung-koalisi-masyarakat-sipil-menganugerahkan-trofi-kepada-atr-bpn-sebagai-lembaga-yang-tidak-transparan\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1131\/setahun-lebih-pemerintah-mengabaikan-putusan-mahkamah-agung-koalisi-masyarakat-sipil-menganugerahkan-trofi-kepada-atr-bpn-sebagai-lembaga-yang-tidak-transparan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Setahun Lebih Pemerintah Mengabaikan Putusan Mahkamah Agung, Koalisi Masyarakat Sipil Menganugerahkan Trofi kepada ATR\/BPN sebagai Lembaga yang Tidak Transparan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","name":"Greenpeace Indonesia","description":"Greenpeace","publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization","name":"Greenpeace Indonesia","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","contentUrl":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","width":500,"height":500,"caption":"Greenpeace Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID","https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe","name":"Greenpeace Indonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g","caption":"Greenpeace Indonesia"},"sameAs":["http:\/\/www.greenpeace.or.id"],"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/greenpeace-indonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1131","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/49"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1131"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1131\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1903,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1131\/revisions\/1903"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1900"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1131"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1131"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1131"},{"taxonomy":"p4-page-type","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/p4-page-type?post=1131"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}