{"id":1144,"date":"2018-12-05T00:00:00","date_gmt":"2018-12-04T17:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1144\/tidak-ada-alasan-iklim-kita-sedang-terbakar-dan-saatnya-bertindak\/"},"modified":"2021-12-01T19:31:31","modified_gmt":"2021-12-01T12:31:31","slug":"tidak-ada-alasan-iklim-kita-sedang-terbakar-dan-saatnya-bertindak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1144\/tidak-ada-alasan-iklim-kita-sedang-terbakar-dan-saatnya-bertindak\/","title":{"rendered":"Tidak Ada Alasan &#8211; Iklim Kita Sedang Terbakar dan Saatnya Bertindak"},"content":{"rendered":"<p>Katowice, Polandia, 2 Desember 2018 \u2013 Greenpeace berpandangan, COP24 harus bisa menghasilkan sebuah komitmen yang kuat untuk menyelamatkan dunia dari dampak perubahan iklim dalam rentang waktu 12 tahun tersisa, untuk mendorong tindakan-tindakan nyata.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-1815 size-large\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/02\/0062347f-gp0stst2k-1024x683.jpg\" alt=\"Laser Projection on the COP24 Venue in Poland. \u00a9 Konrad Konstantynowicz\" width=\"1024\" height=\"683\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/02\/0062347f-gp0stst2k-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/02\/0062347f-gp0stst2k-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/02\/0062347f-gp0stst2k-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/02\/0062347f-gp0stst2k-510x340.jpg 510w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/02\/0062347f-gp0stst2k.jpg 1200w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/p>\n<p>Kepala delegasi Greenpeace di COP24 Jens Mattias Clausen mengatakan:<\/p>\n<p>\u201cKita berada di jalur cepat menuju bencana kecuali kita bertindak sekarang. Masyarakat sudah sekarat akibat dampak perubahan iklim. Ini adalah kenyataan pahit yang harus dihadapi para pemimpin di COP24. Mereka adalah generasi pemimpin terakhir yang masih punya waktu untuk bertindak. Mereka harus menempatkan Perjanjian Paris untuk bekerja dan meningkatkan aksi sekarang. Hanya melalui perubahan yang cepat dan berani, kita dapat mengubah jalannya sejarah.\u201d<br \/>\n\u201cPeluang masih terbuka \u2013 tetapi hanya saja. Pengetahuan iklim masih memberikan harapan, tetapi waktu untuk pembicaraan politik telah lama berlalu. Orang-orang menyerukan untuk bertindak. Anak-anak berjalan keluar dari sekolah, yang rentan menuntut keadilan atau meluncurkan tuntutan hukum dan masyarakat berdiri untuk membela hutan mereka. Pemimpin mana yang akan berdiri bersama mereka dan memberi mereka alasan untuk harapan?\u201d<\/p>\n<p>Jurukampanye Greenpeace Polandia Pawe\u0142 Szypulski menuturkan:<\/p>\n<p>\u201cKetergantungan pada pembangkit batubara dan berencana untuk membangun yang baru, Pemerintah Polandia harus menjawab di mana posisi mereka. Apakah akan berdiri di sisi pengetahuan iklim dan orang-orang, atau melawan mereka? Ini adalah COP ketiga dalam sepuluh tahun Polandia telah menjadi tuan rumah dan apa yang telah berubah? Bicara akal sehat atas pengetahuan iklim menunjukkan bahwa tidak ada kemajuan yang telah dibuat dalam pemikiran negara tersebut.\u201d<\/p>\n<p>\u201cMemiliki utilitas batubara besar seperti PGE sebagai salah satu sponsor COP24 mengirimkan sinyal yang sangat salah pada waktu sangat tidak tepat. Iklim cepat mendekati titik puncak dan sebagai tuan rumah COP24, Polandia harus menolak batubara dan mendorong ambisi iklim. Tidak ada peluang kedua.\u201d<\/p>\n<p>COP tahun ini datang setelah peringatan yang jelas dan mendesak dari Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (Intergovernmental Panel on Climate Change\/IPCC), Organisasi Meteorologi Dunia (World Meteorological Organisation\/WMO) dan Program Lingkungan PBB<sup>[1]<\/sup>. Namun, dalam menghadapi peringatan yang menakutkan seperti itu, ada secercah harapan yang muncul.<\/p>\n<ul>\n<li>Hasil G20 melihat G19 sangat menegaskan kembali tekad mereka untuk bertindak pada perubahan iklim, mengisolasi pemerintah AS sebagai pemerintah tunggal telah meninggalkan Paris<\/li>\n<li>Uni Eropa (UE) telah berusaha untuk mengambil kepemimpinan dengan mengusulkan untuk mencapai nol bersih pada tahun 2050. Untuk tetap berada di dalam 1,5\u00b0C, UE akan perlu mencapai tujuan ini pada tahun 2040<\/li>\n<li>Negara-negara dalam Climate Vulnerable Forum (CVF) telah berkomitmen untuk meningkatkan Nationally Determined Contributions (NDCs) dan menyerukan negara-negara kaya untuk melakukan hal yang sama sebelum COP24<\/li>\n<li>Para pemimpin dari 18 negara Eropa telah mendorong semua negara untuk meninjau kembali rencana aksi iklim nasional mereka berdasarkan temuan ilmiah terbaru.<\/li>\n<li>Pemerintah regional, kota, dan swasta memberikan contoh yang kuat kepada para pemimpin dunia tentang seperti apa ambisi iklim pada Global Climate Action Summit.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Direktur Eksekutif Greenpeace International Jennifer Morgan mengatakan:<\/p>\n<p>\u201cIni adalah momen yang menentukan dari generasi kita, ujian sejati kemanusiaan kita. Di Katowice, pemimpin setiap negara akan ditantang untuk saling menatap mata dan berkata: \u2018Ya, saya bersama Anda dan masyarakat.\u2019 Mereka yang tidak akan dikutuk dalam sejarah dan dimintai pertanggungjawaban. Pada COP24, pemerintah harus bertindak dan berkomitmen untuk menyelaraskan rencana aksi iklim mereka pada 2020 dengan target penting 1,5\u00b0C yang disepakati di Paris.\u201d<\/p>\n<h3>Catatan:<\/h3>\n<ol>\n<li>Peringatan yang jelas dan mendesak dari IPCC, WMO dan UNEP termasuk:\n<ul>\n<li>Pemanasan global diperkirakan akan <a href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/02\/sr15_spm_final.pdf\">melebihi 1,5\u00b0C antara tahun 2030 dan 2052<\/a> jika terus berlanjut pada tingkat saat ini, memperkuat urgensi pemotongan emisi<\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/public.wmo.int\/en\/media\/press-release\/greenhouse-gas-levels-atmosphere-reach-new-record\">Tingkat karbon dioksida (CO2) mencapai rekor tertinggi pada tahun 2017<\/a>, meningkat menjadi 405,5 bagian per juta<\/li>\n<li>Tahun 2018 juga berada di jalur untuk menjadi <a href=\"https:\/\/public.wmo.int\/en\/media\/press-release\/climate-change-signals-and-impacts-continue-2018\">tahun terhangat keempat<\/a>. Dua puluh tahun terpanas yang tercatat dalam 22 tahun terakhir<\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/www.unenvironment.org\/news-and-stories\/press-release\/nations-must-triple-efforts-reach-2degc-target-concludes-annual\">UNEP Emissions Gap Report 2018<\/a> mengungkapkan bahwa negara-negara harus menaikkan ambisi iklim mereka sebanyak lima kali untuk memenuhi target 1,5\u00b0C<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ol>\n<ol start=\"2\">\n<li>Media briefing Greenpeace dan ekspetasi COP24 bisa ditemukan <a href=\"https:\/\/storage.googleapis.com\/planet4-international-stateless\/2018\/12\/aec53fd9-cop24_greenpeace_media_briefing_climate_action_dec2018.pdf?utm_campaign=general&amp;utm_source=t.co&amp;utm_medium=post&amp;utm_content=link&amp;utm_term=cop24-media-briefing-climate\">di sini<\/a>.<\/li>\n<li>Greenpeace telah mengeluarkan penjelasan detail terkait laporan IPCC, bisa ditemukan <a href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/02\/26d3353a-26d3353a-4ebf8640-ipcc-sr15-key-takeaways-greenpeace.pdf\">di sini<\/a>.<\/li>\n<\/ol>\n<h3>Kontak:<\/h3>\n<ul>\n<li dir=\"ltr\"><strong>Aaron Gray-Block<\/strong>, Greenpeace International, <a href=\"mailto:aaron.gray-block@greenpeace.org\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">aaron.gray-block@greenpeace.org<\/a>, +61 437 845 150<\/li>\n<li dir=\"ltr\"><strong>Maria Elena De Matteo<\/strong>, Global Communications Strategist, Greenpeace East Asia, <a href=\"mailto:mariaelena.dematteo@greenpeace.org\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">mariaelena.dematteo@greenpeace.org<\/a>, +39 351 8198 110<\/li>\n<li dir=\"ltr\"><strong>Greenpeace International Press Desk<\/strong>, <a href=\"mailto:pressdesk.int@greenpeace.org\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">pressdesk.int@greenpeace.org<\/a>, +31 (0) 20 718 2470 (available 24 hours)<\/li>\n<\/ul>\n<div class=\"EmptyMessage\">Block content is empty. Check the block&#8217;s settings or remove it.<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>COP24 harus bisa menghasilkan sebuah komitmen yang kuat untuk menyelamatkan dunia dari dampak perubahan iklim dalam rentang waktu 12 tahun tersisa, untuk mendorong tindakan-tindakan nyata.<\/p>\n","protected":false},"author":49,"featured_media":1815,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ep_exclude_from_search":false,"p4_og_title":"","p4_og_description":"","p4_og_image":"","p4_og_image_id":"","p4_seo_canonical_url":"","p4_campaign_name":"","p4_local_project":"","p4_basket_name":"","p4_department":"","footnotes":""},"categories":[2],"tags":[6],"p4-page-type":[14],"class_list":["post-1144","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lindungi","tag-iklim","p4-page-type-siaran-pers"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.9.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Tidak Ada Alasan - Iklim Kita Sedang Terbakar dan Saatnya Bertindak - Greenpeace Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1144\/tidak-ada-alasan-iklim-kita-sedang-terbakar-dan-saatnya-bertindak\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tidak Ada Alasan - Iklim Kita Sedang Terbakar dan Saatnya Bertindak - Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"COP24 harus bisa menghasilkan sebuah komitmen yang kuat untuk menyelamatkan dunia dari dampak perubahan iklim dalam rentang waktu 12 tahun tersisa, untuk mendorong tindakan-tindakan nyata.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1144\/tidak-ada-alasan-iklim-kita-sedang-terbakar-dan-saatnya-bertindak\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-12-04T17:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-12-01T12:31:31+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/02\/0062347f-gp0stst2k.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1144\/tidak-ada-alasan-iklim-kita-sedang-terbakar-dan-saatnya-bertindak\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1144\/tidak-ada-alasan-iklim-kita-sedang-terbakar-dan-saatnya-bertindak\/\"},\"author\":{\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe\"},\"headline\":\"Tidak Ada Alasan &#8211; Iklim Kita Sedang Terbakar dan Saatnya Bertindak\",\"datePublished\":\"2018-12-04T17:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2021-12-01T12:31:31+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1144\/tidak-ada-alasan-iklim-kita-sedang-terbakar-dan-saatnya-bertindak\/\"},\"wordCount\":659,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"keywords\":[\"Iklim\"],\"articleSection\":[\"Lindungi\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1144\/tidak-ada-alasan-iklim-kita-sedang-terbakar-dan-saatnya-bertindak\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1144\/tidak-ada-alasan-iklim-kita-sedang-terbakar-dan-saatnya-bertindak\/\",\"name\":\"Tidak Ada Alasan - Iklim Kita Sedang Terbakar dan Saatnya Bertindak - Greenpeace Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\"},\"datePublished\":\"2018-12-04T17:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2021-12-01T12:31:31+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1144\/tidak-ada-alasan-iklim-kita-sedang-terbakar-dan-saatnya-bertindak\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1144\/tidak-ada-alasan-iklim-kita-sedang-terbakar-dan-saatnya-bertindak\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1144\/tidak-ada-alasan-iklim-kita-sedang-terbakar-dan-saatnya-bertindak\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Tidak Ada Alasan &#8211; Iklim Kita Sedang Terbakar dan Saatnya Bertindak\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"description\":\"Greenpeace\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"width\":500,\"height\":500,\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\",\"https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID\",\"https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/www.greenpeace.or.id\"],\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/greenpeace-indonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tidak Ada Alasan - Iklim Kita Sedang Terbakar dan Saatnya Bertindak - Greenpeace Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1144\/tidak-ada-alasan-iklim-kita-sedang-terbakar-dan-saatnya-bertindak\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Tidak Ada Alasan - Iklim Kita Sedang Terbakar dan Saatnya Bertindak - Greenpeace Indonesia","og_description":"COP24 harus bisa menghasilkan sebuah komitmen yang kuat untuk menyelamatkan dunia dari dampak perubahan iklim dalam rentang waktu 12 tahun tersisa, untuk mendorong tindakan-tindakan nyata.","og_url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1144\/tidak-ada-alasan-iklim-kita-sedang-terbakar-dan-saatnya-bertindak\/","og_site_name":"Greenpeace Indonesia","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","article_published_time":"2018-12-04T17:00:00+00:00","article_modified_time":"2021-12-01T12:31:31+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":800,"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/02\/0062347f-gp0stst2k.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Greenpeace Indonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@GreenpeaceID","twitter_site":"@GreenpeaceID","twitter_misc":{"Written by":"Greenpeace Indonesia","Est. reading time":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1144\/tidak-ada-alasan-iklim-kita-sedang-terbakar-dan-saatnya-bertindak\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1144\/tidak-ada-alasan-iklim-kita-sedang-terbakar-dan-saatnya-bertindak\/"},"author":{"name":"Greenpeace Indonesia","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe"},"headline":"Tidak Ada Alasan &#8211; Iklim Kita Sedang Terbakar dan Saatnya Bertindak","datePublished":"2018-12-04T17:00:00+00:00","dateModified":"2021-12-01T12:31:31+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1144\/tidak-ada-alasan-iklim-kita-sedang-terbakar-dan-saatnya-bertindak\/"},"wordCount":659,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"keywords":["Iklim"],"articleSection":["Lindungi"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1144\/tidak-ada-alasan-iklim-kita-sedang-terbakar-dan-saatnya-bertindak\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1144\/tidak-ada-alasan-iklim-kita-sedang-terbakar-dan-saatnya-bertindak\/","name":"Tidak Ada Alasan - Iklim Kita Sedang Terbakar dan Saatnya Bertindak - Greenpeace Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website"},"datePublished":"2018-12-04T17:00:00+00:00","dateModified":"2021-12-01T12:31:31+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1144\/tidak-ada-alasan-iklim-kita-sedang-terbakar-dan-saatnya-bertindak\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1144\/tidak-ada-alasan-iklim-kita-sedang-terbakar-dan-saatnya-bertindak\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1144\/tidak-ada-alasan-iklim-kita-sedang-terbakar-dan-saatnya-bertindak\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Tidak Ada Alasan &#8211; Iklim Kita Sedang Terbakar dan Saatnya Bertindak"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","name":"Greenpeace Indonesia","description":"Greenpeace","publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization","name":"Greenpeace Indonesia","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","contentUrl":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","width":500,"height":500,"caption":"Greenpeace Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID","https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe","name":"Greenpeace Indonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g","caption":"Greenpeace Indonesia"},"sameAs":["http:\/\/www.greenpeace.or.id"],"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/greenpeace-indonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1144","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/49"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1144"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1144\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":45746,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1144\/revisions\/45746"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1815"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1144"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1144"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1144"},{"taxonomy":"p4-page-type","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/p4-page-type?post=1144"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}