{"id":1162,"date":"2017-10-24T00:00:00","date_gmt":"2017-10-23T17:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1162\/dampak-pembangkit-batubara-sekitar-jakarta\/"},"modified":"2019-11-06T15:46:28","modified_gmt":"2019-11-06T08:46:28","slug":"dampak-pembangkit-batubara-sekitar-jakarta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/publikasi\/1162\/dampak-pembangkit-batubara-sekitar-jakarta\/","title":{"rendered":"Dampak Pembangkit Batubara Sekitar Jakarta"},"content":{"rendered":"<p>Kondisi polusi udara di Jakarta sudah sangat memprihatinkan dan dapat diindikasikan sudah menempati level yang berbahaya. Sumber polusi ini tidak hanya berasal dari sektor transportasi dan pemukiman, namun juga dari sektor pembangkit listrik tenaga batu bara (PLTU). Sangat jarang kualitas udara di ibukota memenuhi standar yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sebaliknya tingkat polusi di Jakarta seringkali lebih buruk daripada standar pemerintah Indonesia yang jauh lebih rendah dari srandar WHO. Sayangnya, situasi ini akan menjadi semakin parah di masa depan.<\/p>\n<div id=\"attachment_2102\" style=\"width: 1034px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-2102\" class=\"wp-image-2102 size-large\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/03\/a411a934-gp0str1r4-1024x683.jpg\" alt=\"Air Pollution Sampling Filters in Jakarta. \u00a9 Jurnasyanto Sukarno\" width=\"1024\" height=\"683\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/03\/a411a934-gp0str1r4-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/03\/a411a934-gp0str1r4-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/03\/a411a934-gp0str1r4-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/03\/a411a934-gp0str1r4-510x340.jpg 510w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/03\/a411a934-gp0str1r4.jpg 1200w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><p id=\"caption-attachment-2102\" class=\"wp-caption-text\">Filter dari Active Personal Particulate Monitor, peralatan untuk memantau partikel polusi udara PM2,5, setelah mencatat aktivitas sehari-hari siswa sekolah dasar Miftah Rafly Hanafi di sekolah di Jakarta.<\/p><\/div>\n<p>Pemerintah mengusulkan untuk membangun empat\u00a0PLTU baru di wilayah ini (atau sebanyak 7 unit) untuk\u00a0menambah delapan PLTU yang sudah beroperasi\u00a0(atau sebanyak 22 unit). Salah satu PLTU yang telah\u00a0beroperasi juga akan diekspansi sebanyak satu unit.\u00a0Jika wacana yang berbahaya ini tetap berjalan, maka\u00a0wilayah Jabodetabek akan dikelilingi oleh PLTU yang\u00a0nantinya dapat mencekik kota ini beserta 30 juta\u00a0penduduknya. Sementara China menutup PLTU di\u00a0Beijing untuk mengurangi tingkat polusi udara yang\u00a0berbahaya, Indonesia malah melakukan hal sebaliknya\u00a0terhadap ibu kotanya. Jakarta akan menjadi ibukota\u00a0negara yang dikelilingi PLTU baru terbanyak di\u00a0dunia dalam radius 100 km dibandingkan dengan\u00a0ibukota lainnya . Emisi dari PLTU yang akan dibangun\u00a0ini akan meningkatkan paparan dari polutan NO2, partikulat, dan SO2, yang setara dengan emisi dari\u00a010 juta mobil yang ada ditambahkan dijalanan kota\u00a0Jakarta secara bersamaan. Walaupun demikian, belum\u00a0ada kajian mengenai dampak terhadap kualitas udara\u00a0dan kesehatan jutaan penduduk Jabodetabek.<\/p>\n<p>Emisi dari PLTU baik yang telah beroperasi maupun yang direncanakan akan meningkatkan risiko kesehatan pada seluruh penduduk Jabodetabek \u2013 termasuk diantaranya 7,8 juta anak-anak \u2013 menyebabkan mereka terpapar oleh PM2.5 yang jauh di atas standar WHO. Dampak kesehatan dari polusi ini diproyeksikan akan menyebabkan 10.600 kematian dini dan 2.800 kelahiran dengan berat lahir yang rendah per tahunnya di mana hampir setengah dari dampak ini berada di\u00a0Jabodetabek. Peraturan dan penerapan standar emisi untuk polutan utama, seperti PM2.5, SO2, NO2 dan debu, masih sangat lemah di Indonesia. Dibandingkan PLTU baru yang dibangun di negara lain, PLTU baru di Indonesia masih diperbolehkan untuk mengeluarkan emisi SO2 20 kali lebih tinggi dibandingkan PLTU baru di Cina, dan 7 kali lebih tinggi dari PLTU baru di India.<\/p>\n<h3>Unduh Laporan Lengkapnya:<\/h3>\n<ul>\n<li><a href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/02\/98240fe2-98240fe2-pembunuhan-senyap-di-jakarta-laporan-oct-24-2017.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Laporan \u2013 Pembunuhan Senyap di Jakarta.<\/a>\u00a0(bahasa)<\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/02\/df2d019a-df2d019a-jakartas-silent-killer-report-oct-24-2017.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Report \u2013\u00a0Jakarta\u2019s Silent Killer Report.<\/a> (english)<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sangat jarang kualitas udara di ibukota memenuhi standar yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sebaliknya tingkat polusi di Jakarta seringkali lebih buruk daripada standar pemerintah Indonesia yang jauh lebih rendah dari srandar WHO.<\/p>\n","protected":false},"author":49,"featured_media":2102,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ep_exclude_from_search":false,"p4_og_title":"","p4_og_description":"","p4_og_image":"","p4_og_image_id":"","p4_seo_canonical_url":"","p4_campaign_name":"","p4_local_project":"","p4_basket_name":"","p4_department":"","footnotes":""},"categories":[2],"tags":[6],"p4-page-type":[15],"class_list":["post-1162","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lindungi","tag-iklim","p4-page-type-publikasi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.9.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Dampak Pembangkit Batubara Sekitar Jakarta - Greenpeace Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/publikasi\/1162\/dampak-pembangkit-batubara-sekitar-jakarta\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Dampak Pembangkit Batubara Sekitar Jakarta - Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sangat jarang kualitas udara di ibukota memenuhi standar yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sebaliknya tingkat polusi di Jakarta seringkali lebih buruk daripada standar pemerintah Indonesia yang jauh lebih rendah dari srandar WHO.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/publikasi\/1162\/dampak-pembangkit-batubara-sekitar-jakarta\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-10-23T17:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-11-06T08:46:28+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/03\/a411a934-gp0str1r4.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/publikasi\/1162\/dampak-pembangkit-batubara-sekitar-jakarta\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/publikasi\/1162\/dampak-pembangkit-batubara-sekitar-jakarta\/\"},\"author\":{\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe\"},\"headline\":\"Dampak Pembangkit Batubara Sekitar Jakarta\",\"datePublished\":\"2017-10-23T17:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2019-11-06T08:46:28+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/publikasi\/1162\/dampak-pembangkit-batubara-sekitar-jakarta\/\"},\"wordCount\":396,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"keywords\":[\"Iklim\"],\"articleSection\":[\"Lindungi\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/publikasi\/1162\/dampak-pembangkit-batubara-sekitar-jakarta\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/publikasi\/1162\/dampak-pembangkit-batubara-sekitar-jakarta\/\",\"name\":\"Dampak Pembangkit Batubara Sekitar Jakarta - Greenpeace Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\"},\"datePublished\":\"2017-10-23T17:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2019-11-06T08:46:28+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/publikasi\/1162\/dampak-pembangkit-batubara-sekitar-jakarta\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/publikasi\/1162\/dampak-pembangkit-batubara-sekitar-jakarta\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/publikasi\/1162\/dampak-pembangkit-batubara-sekitar-jakarta\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Dampak Pembangkit Batubara Sekitar Jakarta\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"description\":\"Greenpeace\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"width\":500,\"height\":500,\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\",\"https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID\",\"https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/www.greenpeace.or.id\"],\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/greenpeace-indonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Dampak Pembangkit Batubara Sekitar Jakarta - Greenpeace Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/publikasi\/1162\/dampak-pembangkit-batubara-sekitar-jakarta\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Dampak Pembangkit Batubara Sekitar Jakarta - Greenpeace Indonesia","og_description":"Sangat jarang kualitas udara di ibukota memenuhi standar yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sebaliknya tingkat polusi di Jakarta seringkali lebih buruk daripada standar pemerintah Indonesia yang jauh lebih rendah dari srandar WHO.","og_url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/publikasi\/1162\/dampak-pembangkit-batubara-sekitar-jakarta\/","og_site_name":"Greenpeace Indonesia","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","article_published_time":"2017-10-23T17:00:00+00:00","article_modified_time":"2019-11-06T08:46:28+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":800,"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/03\/a411a934-gp0str1r4.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Greenpeace Indonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@GreenpeaceID","twitter_site":"@GreenpeaceID","twitter_misc":{"Written by":"Greenpeace Indonesia","Est. reading time":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/publikasi\/1162\/dampak-pembangkit-batubara-sekitar-jakarta\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/publikasi\/1162\/dampak-pembangkit-batubara-sekitar-jakarta\/"},"author":{"name":"Greenpeace Indonesia","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe"},"headline":"Dampak Pembangkit Batubara Sekitar Jakarta","datePublished":"2017-10-23T17:00:00+00:00","dateModified":"2019-11-06T08:46:28+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/publikasi\/1162\/dampak-pembangkit-batubara-sekitar-jakarta\/"},"wordCount":396,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"keywords":["Iklim"],"articleSection":["Lindungi"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/publikasi\/1162\/dampak-pembangkit-batubara-sekitar-jakarta\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/publikasi\/1162\/dampak-pembangkit-batubara-sekitar-jakarta\/","name":"Dampak Pembangkit Batubara Sekitar Jakarta - Greenpeace Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website"},"datePublished":"2017-10-23T17:00:00+00:00","dateModified":"2019-11-06T08:46:28+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/publikasi\/1162\/dampak-pembangkit-batubara-sekitar-jakarta\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/publikasi\/1162\/dampak-pembangkit-batubara-sekitar-jakarta\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/publikasi\/1162\/dampak-pembangkit-batubara-sekitar-jakarta\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Dampak Pembangkit Batubara Sekitar Jakarta"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","name":"Greenpeace Indonesia","description":"Greenpeace","publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization","name":"Greenpeace Indonesia","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","contentUrl":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","width":500,"height":500,"caption":"Greenpeace Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID","https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe","name":"Greenpeace Indonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g","caption":"Greenpeace Indonesia"},"sameAs":["http:\/\/www.greenpeace.or.id"],"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/greenpeace-indonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1162","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/49"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1162"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1162\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2103,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1162\/revisions\/2103"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2102"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1162"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1162"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1162"},{"taxonomy":"p4-page-type","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/p4-page-type?post=1162"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}