{"id":1250,"date":"2017-09-27T00:00:00","date_gmt":"2017-09-26T17:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1250\/krisis-keuangan-pln-pembangunan-pltu-batubara-baru-di-jawa-bali-berpotensi-menghancurkan-keuangan-negara\/"},"modified":"2019-11-06T15:46:30","modified_gmt":"2019-11-06T08:46:30","slug":"krisis-keuangan-pln-pembangunan-pltu-batubara-baru-di-jawa-bali-berpotensi-menghancurkan-keuangan-negara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1250\/krisis-keuangan-pln-pembangunan-pltu-batubara-baru-di-jawa-bali-berpotensi-menghancurkan-keuangan-negara\/","title":{"rendered":"Krisis Keuangan PLN, Pembangunan PLTU Batubara Baru di Jawa-Bali Berpotensi Menghancurkan Keuangan Negara!"},"content":{"rendered":"<div class=\"leader\">\n\tKondisi keuangan PT. PLN (Perusahaan Listrik Negara) yang terus disoroti oleh berbagai pihak belakangan ini telah meningkatkan kekhawatiran Kementerian Keuangan. Surat Menteri Keuangan  bertanggal 19 September 2017, S-781\/MK.08\/2017 yang ditujukan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dan Menteri BUMN  itu mengungkapkan kondisi finansial dan resiko gagal bayar dari hutang-hutang yang dimiliki PT. PLN ini akan menjadi sebuah risiko besar terhadap keuangan negara.<\/p>\n<\/div>\n<div>\n\tBuruknya kondisi keuangan PLN saat ini tidak terlepas dari buruknya kebijakan energi yang telah disusun pemerintah. Sejak awal diluncurkan Presiden Jokowi, \u00a0program kelistrikan 35.000 MW telah menuai kontroversi. Tahun ini kekhawatiran tersebut terbukti dengan pertumbuhan penjualan listrik yang tidak sesuai target.<br \/>\n<span>\u201cSurat Sri Mulyani menggarisbawahi bahwa PLN \u00a0telah salah memperkirakan kenaikan permintaan listrik di Jawa-Bali karena pada kenyataannya permintaan listrik justru cenderung menurun. Kontrak PPA terhadap PLTU-PLTU Batubara ini juga mewajibkan PLN tetap membayar listrik yang tidak terserap oleh konsumen\u201d, ujar Hindun Mulaika, juru kampanye Greenpeace Indonesia.<\/span><br \/>\n<span> \u201cDengan kata lain, batubara bukanlah sumber energi murah, ketergantungan pemerintah terhadap batubara justru mengakibatkan potensi kerugian negara yang sangat besar\u201d<\/span><br \/>\n<span>Merujuk pada laporan IEEFA berjudul <\/span><span>\u201cCapacity Payments to Coal-fired Power Plants could lock Indonesia into a High-Cost Electricity Future<\/span><span>\u201d, tingkat utilisasi saat ini di Jawa-Bali yang berkisar di angka 57,3% masih dapat dinyatakan layak secara finansial. Tetapi apabila rencana penambahan 25.000 MW terlaksana, maka akan terjadi <\/span><span>overcapacity <\/span><span>yang sangat besar. Apabila hal ini terjadi, maka PLN harus membayar USD 76 milyar untuk pembangkitan listrik yang tak terserap selama beberapa tahun ke depan. <\/span><span>[i]<\/span><br \/>\n<span>\u201cHarus ada yang membayar kerugian tersebut. Tinggal dipilih, apakah PLN yang akan menanggungnya, di mana tentu saja ini akan menjadi \u00a0kerugian besar yang ditanggung negara; atau apakah ini akan dibebankan kepada masyarakat di mana kita akan mengalami tarif dasar listrik yang tinggi di tahun-tahun mendatang\u201d, tambah Hindun.<\/span><br \/>\n<span>Oversupply<\/span><span> ini juga kerap diakui oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan. Dalam berbagai kesempatan, Menteri Jonan menyatakan bahwa kapasitas yang akan dibangun di Jawa-Bali sudah cukup sehingga Kementerian ESDM \u00a0mempertimbangkan pembatasan rencana pembangunan di wilayah tersebut.<\/span><br \/>\n<span>Kendati demikian, PLTU Batubara di Jawa yang saat ini masih berada dalam tahapan pra konstruksi layak ditinjau ulang, dan bagi mereka yang sudah memenangi tender namun belum mendapatkan PPA tidak seharusnya dilanjutkan, mengingat permasalahan yang ditimbulkan dari semua aspek, mulai dari kerugian negara, polusi udara dan dampak sosial serta lingkungan.<\/span><br \/>\n<span>Greenpeace Indonesia mendesak pemerintah untuk membatalkan seluruh proyek PLTU batubara yang dibangun di Jawa-Bali dalam program 35.000 MW. Beberapa PLTU yang saat ini sedang dalam tahapan pra-konstruksi seperti : PLTU Tanjung Jati B unit 5 dan 6, PLTU Cirebon Ekspansi dan PLTU Indramayu 2, dan PLTU Cilacap Ekspansi harus segera dibatalkan karena bukan saja akan mengakibatkan kerugian negara yang sangat besar, tetapi juga akan mengancam kelestarian lingkungan dan penghidupan masyarakat sekitar PLTU-PLTU tersebut.<\/span><br \/>\n<span>Perencanaan ketenagalistrikan Indonesia sebetulnya juga telah gagal melihat bagaimana makin murahnya dan menurunnya harga energi terbarukan, yang juga diikuti oleh perkembangan teknologi, seharusnya dapat dimanfaatkan untuk melakukan intervensi yang maksimal, khususnya di Jawa-Bali yang sistem koneksinya sudah stabil. \u00a0<\/span><br \/>\n<span>China juga telah mengalami situasi <\/span><span>overcapacity<\/span><span> 240.000 MW \u2013 499.000 MW dan kerugian yang diperkirakan akan dialami adalah USD 490 milyar di tahun 2020. <\/span><span>[ii]<\/span><span>\u201c Kita tentu tidak mau hal tersebut dialami oleh Indonesia di tahun-tahun mendatang, hal itu adalah alokasi anggaran yang jelas salah dan ceroboh dari sebuah rencana keuangan negara, di saat sektor lain seperti pendidikan dan kesehatan lebih layak untuk mendapatkan dukungan\u201d, pungkas Hindun.<\/span><br \/>\n\u00a0<br \/>\n<span>Kontak :<\/span><br \/>\n<span>Hindun Mulaika, Juru Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia<\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><span><a href=\"mailto:hmulaika@greenpeace.org\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">hmulaika@greenpeace.org<\/a><script type=\"text\/javascript\"><!--\ndocument.write(dc('Eoi_1', 'F8_9F_8A_97_D6_9D_9B_99_9D_88_96_9D_9D_8A_9F_B8_99_93_91_99_94_8D_95_90'));\/\/--><\/script>, Telp +628118407113<\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><span>Rahma Shofiana, Jurukampanye Media Greenpeace Indonesia, Tel +628111461674, Email:\u00a0<\/span><span><a href=\"mailto:rshofian@greenpeace.org\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">rshofian@greenpeace.org<\/a><script type=\"text\/javascript\"><!--\ndocument.write(dc('Eoi_2', '2E_49_5C_41_00_4B_4D_4F_4B_5E_40_4B_4B_5C_49_6E_40_4F_47_48_41_46_5D_5C'));\/\/--><\/script><\/span>\u00a0<\/p>\n<p>\u00a0<br \/>\n\u00a0<\/p>\n<hr>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><span>[i]<\/span><span> http:\/\/ieefa.org\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Overpaid-and-Underutilized_How-Capacity-Payments-to-Coal-Fired-Power-Plants-Could-Lock-Indonesia-into-a-High-Cost-Electricity-Future-_August2017.pdf<\/span><br \/>\n<span>[ii]<\/span><span> \u00a0http:\/\/www.abc.net.au\/news\/2017-01-05\/china-to-spend-$493-billion-on-renewable-fuel-by-2020\/8164434<\/span><br \/>\n\u00a0<br \/>\n\u00a0\n<\/div><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<div>\n\tKondisi keuangan PT. PLN (Perusahaan Listrik Negara) yang terus disoroti oleh berbagai pihak belakangan ini telah meningkatkan kekhawatiran Kementerian Keuangan. Surat Menteri Keuangan  bertanggal 19 September 2017, S-781\/MK.08\/2017 yang ditujukan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dan Menteri BUMN  itu mengungkapkan kondisi finansial dan resiko gagal bayar dari hutang-hutang yang dimiliki PT. PLN ini akan menjadi sebuah risiko besar terhadap keuangan negara.<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"author":49,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ep_exclude_from_search":false,"p4_og_title":"","p4_og_description":"","p4_og_image":"","p4_og_image_id":"","p4_seo_canonical_url":"","p4_campaign_name":"","p4_local_project":"","p4_basket_name":"","p4_department":"","footnotes":""},"categories":[2],"tags":[6],"p4-page-type":[14],"class_list":["post-1250","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-lindungi","tag-iklim","p4-page-type-siaran-pers"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.9.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Krisis Keuangan PLN, Pembangunan PLTU Batubara Baru di Jawa-Bali Berpotensi Menghancurkan Keuangan Negara! - Greenpeace Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1250\/krisis-keuangan-pln-pembangunan-pltu-batubara-baru-di-jawa-bali-berpotensi-menghancurkan-keuangan-negara\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Krisis Keuangan PLN, Pembangunan PLTU Batubara Baru di Jawa-Bali Berpotensi Menghancurkan Keuangan Negara! - Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kondisi keuangan PT. PLN (Perusahaan Listrik Negara) yang terus disoroti oleh berbagai pihak belakangan ini telah meningkatkan kekhawatiran Kementerian Keuangan. Surat Menteri Keuangan bertanggal 19 September 2017, S-781\/MK.08\/2017 yang ditujukan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dan Menteri BUMN itu mengungkapkan kondisi finansial dan resiko gagal bayar dari hutang-hutang yang dimiliki PT. PLN ini akan menjadi sebuah risiko besar terhadap keuangan negara.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1250\/krisis-keuangan-pln-pembangunan-pltu-batubara-baru-di-jawa-bali-berpotensi-menghancurkan-keuangan-negara\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-09-26T17:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-11-06T08:46:30+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1250\/krisis-keuangan-pln-pembangunan-pltu-batubara-baru-di-jawa-bali-berpotensi-menghancurkan-keuangan-negara\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1250\/krisis-keuangan-pln-pembangunan-pltu-batubara-baru-di-jawa-bali-berpotensi-menghancurkan-keuangan-negara\/\"},\"author\":{\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe\"},\"headline\":\"Krisis Keuangan PLN, Pembangunan PLTU Batubara Baru di Jawa-Bali Berpotensi Menghancurkan Keuangan Negara!\",\"datePublished\":\"2017-09-26T17:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2019-11-06T08:46:30+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1250\/krisis-keuangan-pln-pembangunan-pltu-batubara-baru-di-jawa-bali-berpotensi-menghancurkan-keuangan-negara\/\"},\"wordCount\":601,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"keywords\":[\"Iklim\"],\"articleSection\":[\"Lindungi\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1250\/krisis-keuangan-pln-pembangunan-pltu-batubara-baru-di-jawa-bali-berpotensi-menghancurkan-keuangan-negara\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1250\/krisis-keuangan-pln-pembangunan-pltu-batubara-baru-di-jawa-bali-berpotensi-menghancurkan-keuangan-negara\/\",\"name\":\"Krisis Keuangan PLN, Pembangunan PLTU Batubara Baru di Jawa-Bali Berpotensi Menghancurkan Keuangan Negara! - Greenpeace Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\"},\"datePublished\":\"2017-09-26T17:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2019-11-06T08:46:30+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1250\/krisis-keuangan-pln-pembangunan-pltu-batubara-baru-di-jawa-bali-berpotensi-menghancurkan-keuangan-negara\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1250\/krisis-keuangan-pln-pembangunan-pltu-batubara-baru-di-jawa-bali-berpotensi-menghancurkan-keuangan-negara\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1250\/krisis-keuangan-pln-pembangunan-pltu-batubara-baru-di-jawa-bali-berpotensi-menghancurkan-keuangan-negara\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Krisis Keuangan PLN, Pembangunan PLTU Batubara Baru di Jawa-Bali Berpotensi Menghancurkan Keuangan Negara!\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"description\":\"Greenpeace\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"width\":500,\"height\":500,\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\",\"https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID\",\"https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/www.greenpeace.or.id\"],\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/greenpeace-indonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Krisis Keuangan PLN, Pembangunan PLTU Batubara Baru di Jawa-Bali Berpotensi Menghancurkan Keuangan Negara! - Greenpeace Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1250\/krisis-keuangan-pln-pembangunan-pltu-batubara-baru-di-jawa-bali-berpotensi-menghancurkan-keuangan-negara\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Krisis Keuangan PLN, Pembangunan PLTU Batubara Baru di Jawa-Bali Berpotensi Menghancurkan Keuangan Negara! - Greenpeace Indonesia","og_description":"Kondisi keuangan PT. PLN (Perusahaan Listrik Negara) yang terus disoroti oleh berbagai pihak belakangan ini telah meningkatkan kekhawatiran Kementerian Keuangan. Surat Menteri Keuangan bertanggal 19 September 2017, S-781\/MK.08\/2017 yang ditujukan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dan Menteri BUMN itu mengungkapkan kondisi finansial dan resiko gagal bayar dari hutang-hutang yang dimiliki PT. PLN ini akan menjadi sebuah risiko besar terhadap keuangan negara.","og_url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1250\/krisis-keuangan-pln-pembangunan-pltu-batubara-baru-di-jawa-bali-berpotensi-menghancurkan-keuangan-negara\/","og_site_name":"Greenpeace Indonesia","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","article_published_time":"2017-09-26T17:00:00+00:00","article_modified_time":"2019-11-06T08:46:30+00:00","author":"Greenpeace Indonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@GreenpeaceID","twitter_site":"@GreenpeaceID","twitter_misc":{"Written by":"Greenpeace Indonesia","Est. reading time":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1250\/krisis-keuangan-pln-pembangunan-pltu-batubara-baru-di-jawa-bali-berpotensi-menghancurkan-keuangan-negara\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1250\/krisis-keuangan-pln-pembangunan-pltu-batubara-baru-di-jawa-bali-berpotensi-menghancurkan-keuangan-negara\/"},"author":{"name":"Greenpeace Indonesia","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe"},"headline":"Krisis Keuangan PLN, Pembangunan PLTU Batubara Baru di Jawa-Bali Berpotensi Menghancurkan Keuangan Negara!","datePublished":"2017-09-26T17:00:00+00:00","dateModified":"2019-11-06T08:46:30+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1250\/krisis-keuangan-pln-pembangunan-pltu-batubara-baru-di-jawa-bali-berpotensi-menghancurkan-keuangan-negara\/"},"wordCount":601,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"keywords":["Iklim"],"articleSection":["Lindungi"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1250\/krisis-keuangan-pln-pembangunan-pltu-batubara-baru-di-jawa-bali-berpotensi-menghancurkan-keuangan-negara\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1250\/krisis-keuangan-pln-pembangunan-pltu-batubara-baru-di-jawa-bali-berpotensi-menghancurkan-keuangan-negara\/","name":"Krisis Keuangan PLN, Pembangunan PLTU Batubara Baru di Jawa-Bali Berpotensi Menghancurkan Keuangan Negara! - Greenpeace Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website"},"datePublished":"2017-09-26T17:00:00+00:00","dateModified":"2019-11-06T08:46:30+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1250\/krisis-keuangan-pln-pembangunan-pltu-batubara-baru-di-jawa-bali-berpotensi-menghancurkan-keuangan-negara\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1250\/krisis-keuangan-pln-pembangunan-pltu-batubara-baru-di-jawa-bali-berpotensi-menghancurkan-keuangan-negara\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1250\/krisis-keuangan-pln-pembangunan-pltu-batubara-baru-di-jawa-bali-berpotensi-menghancurkan-keuangan-negara\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Krisis Keuangan PLN, Pembangunan PLTU Batubara Baru di Jawa-Bali Berpotensi Menghancurkan Keuangan Negara!"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","name":"Greenpeace Indonesia","description":"Greenpeace","publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization","name":"Greenpeace Indonesia","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","contentUrl":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","width":500,"height":500,"caption":"Greenpeace Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID","https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe","name":"Greenpeace Indonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g","caption":"Greenpeace Indonesia"},"sameAs":["http:\/\/www.greenpeace.or.id"],"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/greenpeace-indonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1250","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/49"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1250"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1250\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1251,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1250\/revisions\/1251"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1250"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1250"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1250"},{"taxonomy":"p4-page-type","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/p4-page-type?post=1250"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}