{"id":1255,"date":"2017-11-01T00:00:00","date_gmt":"2017-10-31T17:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1255\/mengatasi-polusi-udara-dengan-pembatasan-kendaraan-bermotor-tidaklah-cukup\/"},"modified":"2019-11-06T15:46:28","modified_gmt":"2019-11-06T08:46:28","slug":"mengatasi-polusi-udara-dengan-pembatasan-kendaraan-bermotor-tidaklah-cukup","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1255\/mengatasi-polusi-udara-dengan-pembatasan-kendaraan-bermotor-tidaklah-cukup\/","title":{"rendered":"Mengatasi Polusi Udara dengan Pembatasan Kendaraan Bermotor Tidaklah Cukup"},"content":{"rendered":"<div class=\"leader\">\n\tJakarta 1 November 2017. Rencana pemerintah membatasi kendaraan bermotor untuk mengatasi masalah polusi udara pada masa Asian Games 2018 dinilai Greenpeace sebagai langkah yang tidak akan membuat udara Jakarta kembali sehat dalam seketika.<\/p>\n<\/div>\n<div>\n\t\u201cPermasalahan polusi udara tidak bisa diselesaikan hanya dengan membatasi kendaraan bermotor. Pemerintah harus melihat sektor mana penyumbang polusi terbesar dan membereskan sektor tersebut. Menurut data Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta 29% Sumber pencemaran udara CO2 berasal dari sektor industri. \u201c ungkap Bondan Andriyanu, Juru Kampanye Energi Greenpeace Indonesia<br \/>\n<span>\u201cLemahnya standar kualitas udara Indonesia memberi ruang untuk industri ini membuang polutan berbahaya ke udara kita jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan negara lain yang menerapkan standar kualitas udara yang lebih kuat. Karena itu yang pertama harus dilakukan pemerintah adalah memperkuat standar kualitas udara Indonesia dan memastikan industri mematuhi ambang batas tersebut\u201d tegas Bondan<\/span><br \/>\nTingkat SO2 dan NOX yang saat ini diizinkan oleh pemerintah (750 mg\/Nm3) adalah tujuh kali lebih tinggi daripada di sebagian besar negara-negara lain, sementara standar total partikulat atau PM (100 mg\/Nm3) adalah tiga kali lebih tinggi dari negara-negara lain. Dalam laporan <a title=\"Dampak Pembangkit Batubara Sekitar Jakarta\" href=\"http:\/\/www.greenpeace.org\/seasia\/id\/press\/releases\/Jakarta-Dikepung-Emisi-Batubara\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Jakarta Silent Killer\u00a0<\/a>yang diluncurkan Greenpeace minggu lalu, ditemukan bahwa saat ini Jakarta dikepung oleh 8 PLTU Batubara serta 4 PLTU Batubara yang akan direncanakan di bangun. Kondisi ini tentunya akan memperburuk dampak polusi udara di Jakarta jika pembangunannya terus dilanjutkan.<br \/>\n<span>Pemerintah perlu melakukan tindakan lebih jauh untuk memastikan udara Jakarta dalam kondisi sehat. Sebagai contoh, di China, menjelang olimpiade tahun 2008 dulu selain melarang kendaraan pribadi masuk Beijing, pemerintah juga menutup seluruh PLTU batubara dan pabrik di dalam dan sekitar Beijing sejak tiga bulan sebelum olimpiade untuk mendapat langit biru di Beijing kala Olimpiade berlangsung.<\/span><br \/>\n<span>\u201cKesehatan para atlet internasional yang akan bertanding di Asian Games 2018 dan kesehatan warga Jakarta dalam jangka panjang jauh lebih penting daripada keuntungan industri yang berlindung dibalik lemahnya regulasi standar kualitas udara Indonesia. <\/span><br \/>\n<span>Pemerintah melalui Kemenkes dan KLHK harus bekerja bersama memastikan langit Ibukota kembali biru dan udara yang kita hirup tidak mengancam kesehatan kita.\u201d pungkas Bondan<\/span><br \/>\n\u00a0<\/p>\n<p><strong>Catatan:<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0<\/span><\/strong><\/p>\n<p>[1] Laporan Pembunuhan Senyap di Jakarta<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0<\/span><a href=\"http:\/\/www.greenpeace.org\/seasia\/id\/press\/reports\/dampak-pembangkit-batubara-sekitar-jakarta\/\" target=\"_blank\" data-saferedirecturl=\"https:\/\/www.google.com\/url?hl=en&amp;q=http:\/\/www.greenpeace.org\/seasia\/id\/press\/reports\/dampak-pembangkit-batubara-sekitar-jakarta\/&amp;source=gmail&amp;ust=1509685135116000&amp;usg=AFQjCNFxA5h5Ky9GqYMeTA3KwjrQsVK7BA\" rel=\"noopener noreferrer\">http:\/\/www.greenpeace.org\/seasia\/id\/press\/reports\/dampak-pembangkit-batubara-sekitar-jakarta\/<\/a><\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p id=\"a0\" dir=\"ltr\">Kontak media:<\/p>\n<ul>\n<li>Bondan Andriyanu, Jurukampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia, 0811-8188-182 email : <a href=\"mailto:bondan.andriyanu@greenpeace.org\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">bondan.andriyanu@greenpeace.org<\/a><script type=\"text\/javascript\"><!--\ndocument.write(dc('Eoi_1', '35_52_47_5A_1B_50_56_54_50_45_5B_50_50_47_52_75_40_5B_54_4C_5C_47_51_5B_54_1B_5B_54_51_5B_5A_57'));\/\/--><\/script><\/li>\n<li>Rahma Shofiana, Jurukampanye Media Greenpeace Indonesia, 0811-1461-674 email <a href=\"mailto:rahma.shofiana@greenpeace.org\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">rahma.shofiana@greenpeace.org<\/a><script type=\"text\/javascript\"><!--\ndocument.write(dc('Eoi_2', '7A_1D_08_15_54_1F_19_1B_1F_0A_14_1F_1F_08_1D_3A_1B_14_1B_13_1C_15_12_09_54_1B_17_12_1B_08'));\/\/--><\/script><\/li>\n<\/ul>\n<p><span id=\"docs-internal-guid-3666b0ff-781c-1094-9066-bcdead7186c4\"><\/p>\n<p><\/span><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<div>\n\tJakarta 1 November 2017. Rencana pemerintah membatasi kendaraan bermotor untuk mengatasi masalah polusi udara pada masa Asian Games 2018 dinilai Greenpeace sebagai langkah yang tidak akan membuat udara Jakarta kembali sehat dalam seketika.<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"author":49,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ep_exclude_from_search":false,"p4_og_title":"","p4_og_description":"","p4_og_image":"","p4_og_image_id":"","p4_seo_canonical_url":"","p4_campaign_name":"","p4_local_project":"","p4_basket_name":"","p4_department":"","footnotes":""},"categories":[2],"tags":[17],"p4-page-type":[14],"class_list":["post-1255","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-lindungi","tag-udara","p4-page-type-siaran-pers"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.9.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mengatasi Polusi Udara dengan Pembatasan Kendaraan Bermotor Tidaklah Cukup - Greenpeace Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1255\/mengatasi-polusi-udara-dengan-pembatasan-kendaraan-bermotor-tidaklah-cukup\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengatasi Polusi Udara dengan Pembatasan Kendaraan Bermotor Tidaklah Cukup - Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Jakarta 1 November 2017. Rencana pemerintah membatasi kendaraan bermotor untuk mengatasi masalah polusi udara pada masa Asian Games 2018 dinilai Greenpeace sebagai langkah yang tidak akan membuat udara Jakarta kembali sehat dalam seketika.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1255\/mengatasi-polusi-udara-dengan-pembatasan-kendaraan-bermotor-tidaklah-cukup\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-10-31T17:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-11-06T08:46:28+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1255\/mengatasi-polusi-udara-dengan-pembatasan-kendaraan-bermotor-tidaklah-cukup\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1255\/mengatasi-polusi-udara-dengan-pembatasan-kendaraan-bermotor-tidaklah-cukup\/\"},\"author\":{\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe\"},\"headline\":\"Mengatasi Polusi Udara dengan Pembatasan Kendaraan Bermotor Tidaklah Cukup\",\"datePublished\":\"2017-10-31T17:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2019-11-06T08:46:28+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1255\/mengatasi-polusi-udara-dengan-pembatasan-kendaraan-bermotor-tidaklah-cukup\/\"},\"wordCount\":374,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"keywords\":[\"Udara\"],\"articleSection\":[\"Lindungi\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1255\/mengatasi-polusi-udara-dengan-pembatasan-kendaraan-bermotor-tidaklah-cukup\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1255\/mengatasi-polusi-udara-dengan-pembatasan-kendaraan-bermotor-tidaklah-cukup\/\",\"name\":\"Mengatasi Polusi Udara dengan Pembatasan Kendaraan Bermotor Tidaklah Cukup - Greenpeace Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\"},\"datePublished\":\"2017-10-31T17:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2019-11-06T08:46:28+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1255\/mengatasi-polusi-udara-dengan-pembatasan-kendaraan-bermotor-tidaklah-cukup\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1255\/mengatasi-polusi-udara-dengan-pembatasan-kendaraan-bermotor-tidaklah-cukup\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1255\/mengatasi-polusi-udara-dengan-pembatasan-kendaraan-bermotor-tidaklah-cukup\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengatasi Polusi Udara dengan Pembatasan Kendaraan Bermotor Tidaklah Cukup\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"description\":\"Greenpeace\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"width\":500,\"height\":500,\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\",\"https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID\",\"https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/www.greenpeace.or.id\"],\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/greenpeace-indonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengatasi Polusi Udara dengan Pembatasan Kendaraan Bermotor Tidaklah Cukup - Greenpeace Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1255\/mengatasi-polusi-udara-dengan-pembatasan-kendaraan-bermotor-tidaklah-cukup\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Mengatasi Polusi Udara dengan Pembatasan Kendaraan Bermotor Tidaklah Cukup - Greenpeace Indonesia","og_description":"Jakarta 1 November 2017. Rencana pemerintah membatasi kendaraan bermotor untuk mengatasi masalah polusi udara pada masa Asian Games 2018 dinilai Greenpeace sebagai langkah yang tidak akan membuat udara Jakarta kembali sehat dalam seketika.","og_url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1255\/mengatasi-polusi-udara-dengan-pembatasan-kendaraan-bermotor-tidaklah-cukup\/","og_site_name":"Greenpeace Indonesia","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","article_published_time":"2017-10-31T17:00:00+00:00","article_modified_time":"2019-11-06T08:46:28+00:00","author":"Greenpeace Indonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@GreenpeaceID","twitter_site":"@GreenpeaceID","twitter_misc":{"Written by":"Greenpeace Indonesia","Est. reading time":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1255\/mengatasi-polusi-udara-dengan-pembatasan-kendaraan-bermotor-tidaklah-cukup\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1255\/mengatasi-polusi-udara-dengan-pembatasan-kendaraan-bermotor-tidaklah-cukup\/"},"author":{"name":"Greenpeace Indonesia","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe"},"headline":"Mengatasi Polusi Udara dengan Pembatasan Kendaraan Bermotor Tidaklah Cukup","datePublished":"2017-10-31T17:00:00+00:00","dateModified":"2019-11-06T08:46:28+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1255\/mengatasi-polusi-udara-dengan-pembatasan-kendaraan-bermotor-tidaklah-cukup\/"},"wordCount":374,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"keywords":["Udara"],"articleSection":["Lindungi"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1255\/mengatasi-polusi-udara-dengan-pembatasan-kendaraan-bermotor-tidaklah-cukup\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1255\/mengatasi-polusi-udara-dengan-pembatasan-kendaraan-bermotor-tidaklah-cukup\/","name":"Mengatasi Polusi Udara dengan Pembatasan Kendaraan Bermotor Tidaklah Cukup - Greenpeace Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website"},"datePublished":"2017-10-31T17:00:00+00:00","dateModified":"2019-11-06T08:46:28+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1255\/mengatasi-polusi-udara-dengan-pembatasan-kendaraan-bermotor-tidaklah-cukup\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1255\/mengatasi-polusi-udara-dengan-pembatasan-kendaraan-bermotor-tidaklah-cukup\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1255\/mengatasi-polusi-udara-dengan-pembatasan-kendaraan-bermotor-tidaklah-cukup\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengatasi Polusi Udara dengan Pembatasan Kendaraan Bermotor Tidaklah Cukup"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","name":"Greenpeace Indonesia","description":"Greenpeace","publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization","name":"Greenpeace Indonesia","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","contentUrl":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","width":500,"height":500,"caption":"Greenpeace Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID","https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe","name":"Greenpeace Indonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g","caption":"Greenpeace Indonesia"},"sameAs":["http:\/\/www.greenpeace.or.id"],"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/greenpeace-indonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1255","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/49"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1255"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1255\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1256,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1255\/revisions\/1256"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1255"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1255"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1255"},{"taxonomy":"p4-page-type","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/p4-page-type?post=1255"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}