{"id":1294,"date":"2016-09-21T00:00:00","date_gmt":"2016-09-20T17:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1294\/internalisasi-dampak-dan-biaya-kesehatan-dari-pltu-batubara-di-indonesia\/"},"modified":"2019-11-06T15:46:39","modified_gmt":"2019-11-06T08:46:39","slug":"internalisasi-dampak-dan-biaya-kesehatan-dari-pltu-batubara-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/publikasi\/1294\/internalisasi-dampak-dan-biaya-kesehatan-dari-pltu-batubara-di-indonesia\/","title":{"rendered":"Internalisasi Dampak dan Biaya Kesehatan dari PLTU Batubara di Indonesia"},"content":{"rendered":"<p>Energi batubara sebagai pilihan utama pemerintah Indonesia demi mencapai target ambisius untuk membangun tambahan 35 Gigawatt (GW) kapasitas baru pada tahun 2019 telah menciptakan biaya dan dampak kesehatan serius yang akan membebani pemerintah dan masyarakat Indonesia.<\/p>\n<div id=\"attachment_1999\" style=\"width: 810px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-1999\" class=\"wp-image-1999 size-full\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2018\/05\/b606b208-gp04fyh_web_size.jpg\" alt=\"\" width=\"800\" height=\"533\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2018\/05\/b606b208-gp04fyh_web_size.jpg 800w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2018\/05\/b606b208-gp04fyh_web_size-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2018\/05\/b606b208-gp04fyh_web_size-510x340.jpg 510w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><p id=\"caption-attachment-1999\" class=\"wp-caption-text\">Munjiah, 50 tahun, memegang X-Ray dadanya yang menunjukkan bintik-bintik yang diduga sebagai debu batu bara di paru-parunya di rumahnya di Cilacap, Jawa Tengah, Indonesia. Dia didiagnosis menderita penyakit paru obstruktif kronis. Menurut survei kesehatan yang dilakukan oleh Greenpeace pada Agustus 2008, 80% orang yang tinggal di sekitar PLTU batu bara menderita penyakit pernapasan yang diyakini disebabkan oleh debu batu bara.<\/p><\/div>\n<p>Dengan menyertakan pertimbangan dampak biaya dan kesehatan dari PLTU batubara, dapat dibuktikan bahwa pada akhirnya PLTU batubara menimbulkan biaya penyediaan listrik yang jauh lebih mahal daripada semua jenis energi.\u00a0 Maka jelaslah bahwa batubara merupakan pilihan yang buruk untuk sebuah strategi energi masa depan negara.<\/p>\n<p>Produksi dan penggunaan energi tetap menjadi sumber utama polusi udara di Indonesia. \u00a0Lebih dari 85 persen \u00a0dari partikel sulfur oksida dan nitrogen oksida dilepaskan oleh sektor energi.\u00a0 Saat ini, jutaan ton polutan dari sektor energi dilepaskan dan menyebabkan kematian dini hingga mencapai estimasi 190 orang\/hari di negara ini pada tahun 2013.<\/p>\n<p>Emisi batubara adalah salah satu polutan yang paling merusak dari sektor energi. Namun, sampai saat ini, sekitar 40 persen dari pembangkit listrik di seluruh dunia masih menggunakan batubara sebagai sumber energi. \u00a0Kini PLTU batubara semakin kehilangan popularitasnya di sejumlah negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Belanda \u2013 berkat meningkatkan kesadaran dampak berbahaya yang ditimbulkan, penolakan publik yang luas terhadap penggunaan batubara, serta \u00a0ketersediaan energi terbarukan dunia yang semakin terjangkau \u2013 namun sebaliknya\u00a0 PLTU batubara masih mendominasi produksi energi di Indonesia. \u00a0\u00a0PLTU batubara meliputi sekitar \u00a02\/3 (dua pertiga) dari penjualan batubara di dalam negeri pada tahun 2010.<\/p>\n<h3>Unduh Laporan:<\/h3>\n<ul>\n<li><strong>Bahasa Indonesia:<\/strong>\u00a0<a href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/02\/272f8f13-272f8f13-harga-pltu-batubara-sesungguhnya.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Internalisasi Dampak dan Biaya Kesehatan dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batubara di Indonesia<\/a>.<\/li>\n<li><strong>English:<\/strong>\u00a0<a href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/02\/bf0f9c69-bf0f9c69-true-cost-of-coal.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Internalizing Health Impacts and Cost from Coal-Fired Power Plants in Indonesia<\/a>.<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dengan menyertakan pertimbangan dampak biaya dan kesehatan dari PLTU batubara, dapat dibuktikan bahwa pada akhirnya PLTU batubara menimbulkan biaya penyediaan listrik yang jauh lebih mahal daripada semua jenis energi.<\/p>\n","protected":false},"author":49,"featured_media":1999,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ep_exclude_from_search":false,"p4_og_title":"","p4_og_description":"","p4_og_image":"","p4_og_image_id":"","p4_seo_canonical_url":"","p4_campaign_name":"","p4_local_project":"","p4_basket_name":"","p4_department":"","footnotes":""},"categories":[2],"tags":[6],"p4-page-type":[15],"class_list":["post-1294","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lindungi","tag-iklim","p4-page-type-publikasi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.9.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Internalisasi Dampak dan Biaya Kesehatan dari PLTU Batubara di Indonesia - Greenpeace Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/publikasi\/1294\/internalisasi-dampak-dan-biaya-kesehatan-dari-pltu-batubara-di-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Internalisasi Dampak dan Biaya Kesehatan dari PLTU Batubara di Indonesia - Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dengan menyertakan pertimbangan dampak biaya dan kesehatan dari PLTU batubara, dapat dibuktikan bahwa pada akhirnya PLTU batubara menimbulkan biaya penyediaan listrik yang jauh lebih mahal daripada semua jenis energi.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/publikasi\/1294\/internalisasi-dampak-dan-biaya-kesehatan-dari-pltu-batubara-di-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2016-09-20T17:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-11-06T08:46:39+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2018\/05\/b606b208-gp04fyh_web_size.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"533\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/publikasi\/1294\/internalisasi-dampak-dan-biaya-kesehatan-dari-pltu-batubara-di-indonesia\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/publikasi\/1294\/internalisasi-dampak-dan-biaya-kesehatan-dari-pltu-batubara-di-indonesia\/\"},\"author\":{\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe\"},\"headline\":\"Internalisasi Dampak dan Biaya Kesehatan dari PLTU Batubara di Indonesia\",\"datePublished\":\"2016-09-20T17:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2019-11-06T08:46:39+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/publikasi\/1294\/internalisasi-dampak-dan-biaya-kesehatan-dari-pltu-batubara-di-indonesia\/\"},\"wordCount\":322,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"keywords\":[\"Iklim\"],\"articleSection\":[\"Lindungi\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/publikasi\/1294\/internalisasi-dampak-dan-biaya-kesehatan-dari-pltu-batubara-di-indonesia\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/publikasi\/1294\/internalisasi-dampak-dan-biaya-kesehatan-dari-pltu-batubara-di-indonesia\/\",\"name\":\"Internalisasi Dampak dan Biaya Kesehatan dari PLTU Batubara di Indonesia - Greenpeace Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\"},\"datePublished\":\"2016-09-20T17:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2019-11-06T08:46:39+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/publikasi\/1294\/internalisasi-dampak-dan-biaya-kesehatan-dari-pltu-batubara-di-indonesia\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/publikasi\/1294\/internalisasi-dampak-dan-biaya-kesehatan-dari-pltu-batubara-di-indonesia\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/publikasi\/1294\/internalisasi-dampak-dan-biaya-kesehatan-dari-pltu-batubara-di-indonesia\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Internalisasi Dampak dan Biaya Kesehatan dari PLTU Batubara di Indonesia\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"description\":\"Greenpeace\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"width\":500,\"height\":500,\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\",\"https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID\",\"https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/www.greenpeace.or.id\"],\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/greenpeace-indonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Internalisasi Dampak dan Biaya Kesehatan dari PLTU Batubara di Indonesia - Greenpeace Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/publikasi\/1294\/internalisasi-dampak-dan-biaya-kesehatan-dari-pltu-batubara-di-indonesia\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Internalisasi Dampak dan Biaya Kesehatan dari PLTU Batubara di Indonesia - Greenpeace Indonesia","og_description":"Dengan menyertakan pertimbangan dampak biaya dan kesehatan dari PLTU batubara, dapat dibuktikan bahwa pada akhirnya PLTU batubara menimbulkan biaya penyediaan listrik yang jauh lebih mahal daripada semua jenis energi.","og_url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/publikasi\/1294\/internalisasi-dampak-dan-biaya-kesehatan-dari-pltu-batubara-di-indonesia\/","og_site_name":"Greenpeace Indonesia","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","article_published_time":"2016-09-20T17:00:00+00:00","article_modified_time":"2019-11-06T08:46:39+00:00","og_image":[{"width":800,"height":533,"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2018\/05\/b606b208-gp04fyh_web_size.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Greenpeace Indonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@GreenpeaceID","twitter_site":"@GreenpeaceID","twitter_misc":{"Written by":"Greenpeace Indonesia","Est. reading time":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/publikasi\/1294\/internalisasi-dampak-dan-biaya-kesehatan-dari-pltu-batubara-di-indonesia\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/publikasi\/1294\/internalisasi-dampak-dan-biaya-kesehatan-dari-pltu-batubara-di-indonesia\/"},"author":{"name":"Greenpeace Indonesia","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe"},"headline":"Internalisasi Dampak dan Biaya Kesehatan dari PLTU Batubara di Indonesia","datePublished":"2016-09-20T17:00:00+00:00","dateModified":"2019-11-06T08:46:39+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/publikasi\/1294\/internalisasi-dampak-dan-biaya-kesehatan-dari-pltu-batubara-di-indonesia\/"},"wordCount":322,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"keywords":["Iklim"],"articleSection":["Lindungi"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/publikasi\/1294\/internalisasi-dampak-dan-biaya-kesehatan-dari-pltu-batubara-di-indonesia\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/publikasi\/1294\/internalisasi-dampak-dan-biaya-kesehatan-dari-pltu-batubara-di-indonesia\/","name":"Internalisasi Dampak dan Biaya Kesehatan dari PLTU Batubara di Indonesia - Greenpeace Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website"},"datePublished":"2016-09-20T17:00:00+00:00","dateModified":"2019-11-06T08:46:39+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/publikasi\/1294\/internalisasi-dampak-dan-biaya-kesehatan-dari-pltu-batubara-di-indonesia\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/publikasi\/1294\/internalisasi-dampak-dan-biaya-kesehatan-dari-pltu-batubara-di-indonesia\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/publikasi\/1294\/internalisasi-dampak-dan-biaya-kesehatan-dari-pltu-batubara-di-indonesia\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Internalisasi Dampak dan Biaya Kesehatan dari PLTU Batubara di Indonesia"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","name":"Greenpeace Indonesia","description":"Greenpeace","publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization","name":"Greenpeace Indonesia","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","contentUrl":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","width":500,"height":500,"caption":"Greenpeace Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID","https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe","name":"Greenpeace Indonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g","caption":"Greenpeace Indonesia"},"sameAs":["http:\/\/www.greenpeace.or.id"],"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/greenpeace-indonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1294","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/49"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1294"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1294\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2111,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1294\/revisions\/2111"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1999"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1294"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1294"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1294"},{"taxonomy":"p4-page-type","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/p4-page-type?post=1294"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}