{"id":1350,"date":"2017-08-07T00:00:00","date_gmt":"2017-08-06T17:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1350\/masyarakat-pesisir-labuan-menuntut-pemulihan-ekosistem-laut-yang-rusak\/"},"modified":"2019-11-06T15:46:31","modified_gmt":"2019-11-06T08:46:31","slug":"masyarakat-pesisir-labuan-menuntut-pemulihan-ekosistem-laut-yang-rusak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1350\/masyarakat-pesisir-labuan-menuntut-pemulihan-ekosistem-laut-yang-rusak\/","title":{"rendered":"Masyarakat Pesisir Labuan Menuntut Pemulihan Ekosistem Laut yang Rusak"},"content":{"rendered":"<div class=\"leader\">\n\tPandeglang-Banten, 7 Agustus 2017. Keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batubara 2 Labuan berdampak buruk terhadap lingkungan sekitar dan warga setempat. Pihak PLTU sempat berjanji akan memulihkan ekosistem laut khususnya di mulut muara, tapi hingga kini hal tersebut belum terealisasi. Alhasil, nelayan beserta warga pun mengadakan aksi di sekitar PLTU dan kantor Syahbandar Labuan pada hari ini menuntut kedua pihak untuk memperbaiki lingkungan laut serta perahu-perahu nelayan yang rusak.\n<\/div>\n<div>\n<p>Hasil tangkapan nelayan Labuan kini jauh berkurang. \u201cBahkan nelayan harus melaut dengan jarak yang jauh,\u201d kata Ade Bideng, Koordinator Masyarakat Pesisir Labuan. Pasalnya, pembangunan PLTU dan pelabuhan kapal sandar pembangkit telah merusak terumbu karang sepanjang tiga kilometer. Karang tersebut telah tertutupi oleh buangan pasir dari kapal penyedot pasir. Akhirnya pola kehidupan biota laut di sekitar karang tersebut pun berubah. Ikan, udang, serta cumi yang tadinya hidup di karang itu lantas bermigrasi. Perubahan suhu air di sekitar Pulau Popole dan Liwungan mengakibatkan posisi ikan semakin bergeser ke arah tengah lautan. Kondisi-kondisi ini membuat nelayan sulit memperoleh hasil tangkapan.<\/p>\n<p>Selain itu, di mulut muara pun terjadi proses sedimentasi yang diakibatkan oleh beberapa kali kandasnya kapal tongkang pengangkut batu bara. Gerusan kapal membawa pasir dari tengah laut ke bagian muara.<\/p>\n<p>Kapal tongkang pun sering menghantam batu pemecah ombak. Sehingga perahu nelayan kerap terdampar bahkan tenggelam karena lambung kapal pecah akibat terkena batu yang berserakan. Kapal nelayan juga sering mengalami patah poros as dan putus kipas karena peletakan dan bentuk <em>buoy<\/em> yang tidak seharusnya.<\/p>\n<p>Bukan hanya itu, warga sekitar PLTU kerap mengalami sesak napas, ISPA (infeksi saluran pernapasan akut), hingga gatal-gatal di kulit. Ini akibat debu <em>fly ash<\/em> dari pembangkit. \u201cPLTU merupakan pembangkit yang menggunakan energi kotor sehingga keberadaan pembangkit ini perlu dikurangi hingga dihentikan sepenuhnya,\u201dujar Didit Wicaksono, Juru Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia. Polusi yang ditimbulkan bukan hanya berdampak pada warga sekitar, tetapi juga bisa dirasakan oleh masyarakat di kota lain karena polutan bisa bergerak hingga ratusan kilometer berdasarkan arah dan kecepatan angin.<\/p>\n<p>Melihat berbagai dampak buruk dari keberadaan PLTU, warga dan nelayan Labuan menginginkan pemulihan lingkungan perairan, seperti di kawasan Muara Teluk dan areal terumbu karang. Penempatan <em>buoy<\/em> pun harus berada di lokasi yang tidak mengganggu jalannya kapal nelayan. \u201cSedimentasi di areal muara membuat kapal nelayan harus antri ketika keluar-masuk. Bahkan sudah banyak kerugian materil yang kami alami karena lambung kapal yang pecah sehingga kapal terdampar bahkan tenggelam,\u201d pungkas Ade.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><strong>Link foto:<\/strong><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/media.greenpeace.org\/shoot\/27MZIFJXV5QMG\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">http:\/\/media.greenpeace.org\/shoot\/27MZIFJXV5QMG<\/a><\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><strong>Kontak media<\/strong>:<\/p>\n<p>Ade Bideng, Koordinator Masyarakat Pesisir Labuan, Tel 0877-4115-2156<\/p>\n<p>Didit Wicaksono, Jurukampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia, <a href=\"mailto:didit.wicaksono@greenpeace.org\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">didit.wicaksono@greenpeace.org<\/a><script type=\"text\/javascript\"><!--\ndocument.write(dc('Eoi_2', '32_55_40_5D_1C_57_51_53_57_42_5C_57_57_40_55_72_5D_5C_5D_41_59_53_51_5B_45_1C_46_5B_56_5B_56'));\/\/--><\/script>, Tel 0813-1981-5456<\/p>\n<p>Ester Meryana, Jurukampanye Media Greenpeace Indonesia, <a href=\"mailto:emeryana@greenpeace.org\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">emeryana@greenpeace.org<\/a><script type=\"text\/javascript\"><!--\ndocument.write(dc('Eoi_1', 'C4_FA_A5_EB_F8_A3_B6_AB_EA_A1_A7_A5_A1_B4_AA_A1_A1_B6_A3_84_A5_AA_A5_BD_B6_A1_A9_A1_FA_E6_A3_B6_AB_EA_A1_A7_A5_A1_B4_AA_A1_A1_B6_A3_84_A5_AA_A5_BD_B6_A1_A9_A1_FE_AB_B0_A8_AD_A5_A9_E6_F9_A2_A1_B6_AC_E4_A5_F8'));\/\/--><\/script>, Tel 0811-1924-090<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<div>\n\tPandeglang-Banten, 7 Agustus 2017. Keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batubara 2 Labuan berdampak buruk terhadap lingkungan sekitar dan warga setempat. Pihak PLTU sempat berjanji akan memulihkan ekosistem laut khususnya di mulut muara, tapi hingga kini hal tersebut belum terealisasi. Alhasil, nelayan beserta warga pun mengadakan aksi di sekitar PLTU dan kantor Syahbandar Labuan pada hari ini menuntut kedua pihak untuk memperbaiki lingkungan laut serta perahu-perahu nelayan yang rusak.\n<\/div>\n","protected":false},"author":49,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ep_exclude_from_search":false,"p4_og_title":"","p4_og_description":"","p4_og_image":"","p4_og_image_id":"","p4_seo_canonical_url":"","p4_campaign_name":"","p4_local_project":"","p4_basket_name":"","p4_department":"","footnotes":""},"categories":[2],"tags":[20],"p4-page-type":[14],"class_list":["post-1350","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-lindungi","tag-laut","p4-page-type-siaran-pers"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.9.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Masyarakat Pesisir Labuan Menuntut Pemulihan Ekosistem Laut yang Rusak - Greenpeace Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1350\/masyarakat-pesisir-labuan-menuntut-pemulihan-ekosistem-laut-yang-rusak\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Masyarakat Pesisir Labuan Menuntut Pemulihan Ekosistem Laut yang Rusak - Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pandeglang-Banten, 7 Agustus 2017. Keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batubara 2 Labuan berdampak buruk terhadap lingkungan sekitar dan warga setempat. Pihak PLTU sempat berjanji akan memulihkan ekosistem laut khususnya di mulut muara, tapi hingga kini hal tersebut belum terealisasi. Alhasil, nelayan beserta warga pun mengadakan aksi di sekitar PLTU dan kantor Syahbandar Labuan pada hari ini menuntut kedua pihak untuk memperbaiki lingkungan laut serta perahu-perahu nelayan yang rusak.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1350\/masyarakat-pesisir-labuan-menuntut-pemulihan-ekosistem-laut-yang-rusak\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-08-06T17:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-11-06T08:46:31+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1350\/masyarakat-pesisir-labuan-menuntut-pemulihan-ekosistem-laut-yang-rusak\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1350\/masyarakat-pesisir-labuan-menuntut-pemulihan-ekosistem-laut-yang-rusak\/\"},\"author\":{\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe\"},\"headline\":\"Masyarakat Pesisir Labuan Menuntut Pemulihan Ekosistem Laut yang Rusak\",\"datePublished\":\"2017-08-06T17:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2019-11-06T08:46:31+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1350\/masyarakat-pesisir-labuan-menuntut-pemulihan-ekosistem-laut-yang-rusak\/\"},\"wordCount\":442,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"keywords\":[\"Laut\"],\"articleSection\":[\"Lindungi\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1350\/masyarakat-pesisir-labuan-menuntut-pemulihan-ekosistem-laut-yang-rusak\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1350\/masyarakat-pesisir-labuan-menuntut-pemulihan-ekosistem-laut-yang-rusak\/\",\"name\":\"Masyarakat Pesisir Labuan Menuntut Pemulihan Ekosistem Laut yang Rusak - Greenpeace Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\"},\"datePublished\":\"2017-08-06T17:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2019-11-06T08:46:31+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1350\/masyarakat-pesisir-labuan-menuntut-pemulihan-ekosistem-laut-yang-rusak\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1350\/masyarakat-pesisir-labuan-menuntut-pemulihan-ekosistem-laut-yang-rusak\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1350\/masyarakat-pesisir-labuan-menuntut-pemulihan-ekosistem-laut-yang-rusak\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Masyarakat Pesisir Labuan Menuntut Pemulihan Ekosistem Laut yang Rusak\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"description\":\"Greenpeace\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"width\":500,\"height\":500,\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\",\"https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID\",\"https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/www.greenpeace.or.id\"],\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/greenpeace-indonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Masyarakat Pesisir Labuan Menuntut Pemulihan Ekosistem Laut yang Rusak - Greenpeace Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1350\/masyarakat-pesisir-labuan-menuntut-pemulihan-ekosistem-laut-yang-rusak\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Masyarakat Pesisir Labuan Menuntut Pemulihan Ekosistem Laut yang Rusak - Greenpeace Indonesia","og_description":"Pandeglang-Banten, 7 Agustus 2017. Keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batubara 2 Labuan berdampak buruk terhadap lingkungan sekitar dan warga setempat. Pihak PLTU sempat berjanji akan memulihkan ekosistem laut khususnya di mulut muara, tapi hingga kini hal tersebut belum terealisasi. Alhasil, nelayan beserta warga pun mengadakan aksi di sekitar PLTU dan kantor Syahbandar Labuan pada hari ini menuntut kedua pihak untuk memperbaiki lingkungan laut serta perahu-perahu nelayan yang rusak.","og_url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1350\/masyarakat-pesisir-labuan-menuntut-pemulihan-ekosistem-laut-yang-rusak\/","og_site_name":"Greenpeace Indonesia","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","article_published_time":"2017-08-06T17:00:00+00:00","article_modified_time":"2019-11-06T08:46:31+00:00","author":"Greenpeace Indonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@GreenpeaceID","twitter_site":"@GreenpeaceID","twitter_misc":{"Written by":"Greenpeace Indonesia","Est. reading time":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1350\/masyarakat-pesisir-labuan-menuntut-pemulihan-ekosistem-laut-yang-rusak\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1350\/masyarakat-pesisir-labuan-menuntut-pemulihan-ekosistem-laut-yang-rusak\/"},"author":{"name":"Greenpeace Indonesia","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe"},"headline":"Masyarakat Pesisir Labuan Menuntut Pemulihan Ekosistem Laut yang Rusak","datePublished":"2017-08-06T17:00:00+00:00","dateModified":"2019-11-06T08:46:31+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1350\/masyarakat-pesisir-labuan-menuntut-pemulihan-ekosistem-laut-yang-rusak\/"},"wordCount":442,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"keywords":["Laut"],"articleSection":["Lindungi"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1350\/masyarakat-pesisir-labuan-menuntut-pemulihan-ekosistem-laut-yang-rusak\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1350\/masyarakat-pesisir-labuan-menuntut-pemulihan-ekosistem-laut-yang-rusak\/","name":"Masyarakat Pesisir Labuan Menuntut Pemulihan Ekosistem Laut yang Rusak - Greenpeace Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website"},"datePublished":"2017-08-06T17:00:00+00:00","dateModified":"2019-11-06T08:46:31+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1350\/masyarakat-pesisir-labuan-menuntut-pemulihan-ekosistem-laut-yang-rusak\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1350\/masyarakat-pesisir-labuan-menuntut-pemulihan-ekosistem-laut-yang-rusak\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1350\/masyarakat-pesisir-labuan-menuntut-pemulihan-ekosistem-laut-yang-rusak\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Masyarakat Pesisir Labuan Menuntut Pemulihan Ekosistem Laut yang Rusak"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","name":"Greenpeace Indonesia","description":"Greenpeace","publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization","name":"Greenpeace Indonesia","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","contentUrl":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","width":500,"height":500,"caption":"Greenpeace Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID","https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe","name":"Greenpeace Indonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g","caption":"Greenpeace Indonesia"},"sameAs":["http:\/\/www.greenpeace.or.id"],"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/greenpeace-indonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1350","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/49"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1350"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1350\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1351,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1350\/revisions\/1351"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1350"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1350"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1350"},{"taxonomy":"p4-page-type","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/p4-page-type?post=1350"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}