{"id":1403,"date":"2018-11-17T13:48:00","date_gmt":"2018-11-17T06:48:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1403\/apa-yang-dilakukan-oreo-mondelez-wilmar-terhadap-orang-utan\/"},"modified":"2019-11-06T15:46:11","modified_gmt":"2019-11-06T08:46:11","slug":"apa-yang-dilakukan-oreo-mondelez-wilmar-terhadap-orang-utan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1403\/apa-yang-dilakukan-oreo-mondelez-wilmar-terhadap-orang-utan\/","title":{"rendered":"Apa yang dilakukan Oreo, Mondelez, Wilmar terhadap Orang Utan?"},"content":{"rendered":"<p>Nama saya Annisa Rahmawati, dan saya adalah jurukampanye hutan di Greenpeace Indonesia. Saya mengabdikan \u00a0hidup saya untuk melindungi hutan kita yang tersisa, namun masih banyak perusahaan yang masih membabat hutan.<\/p>\n<div id=\"attachment_1830\" style=\"width: 1034px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-1830\" class=\"wp-image-1830 size-large\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/02\/bad6665a-gp0stspib-1024x684.jpg\" alt=\"Tell Oreo to Drop Dirty Palm Oil Campaign Event in France. \u00a9 Ma\u00eft\u00e9 Baldi\" width=\"1024\" height=\"684\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/02\/bad6665a-gp0stspib-1024x684.jpg 1024w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/02\/bad6665a-gp0stspib-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/02\/bad6665a-gp0stspib-768x513.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/02\/bad6665a-gp0stspib-510x340.jpg 510w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/02\/bad6665a-gp0stspib.jpg 1200w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><p id=\"caption-attachment-1830\" class=\"wp-caption-text\">Sukarelawan Greenpeace mengadakan kegiatan kampanye publik di beberapa kota di Prancis, untuk meningkatkan kesadaran merek Oreo menggunakan minyak sawit kotor. Mereka memberi label kotak Oreo di supermarket. Stiker bertuliskan &#8220;Oreo: rasa deforestasi&#8221; <br \/>\u00a9 Ma\u00eft\u00e9 Baldi \/ Greenpeace<\/p><\/div>\n<p>Deforestasi yang terjadi di Indonesia, masih sangat mengkhawatirkan. Sebagian besar terjadi untuk membuka jalan bagi perkebunan kelapa sawit, yang kemudian digunakan untuk membuat produk-produk seperti kue, coklat dan sampo.<\/p>\n<p>Sangat menyedihkan dan miris melihatnya. Tetapi, saya dan teman-teman percaya masih ada waktu untuk melindungi hutan kita yang tersisa. Hutan kita adalah paru-paru planet kita, hutan kita adalah pertahanan terbesar kita terhadap perubahan iklim, dan saya tidak akan berhenti bertindak sampai hutan \u00a0kita bebas dari deforestasi.<\/p>\n<p>Oleh karena itu ijinkanlah saya menceritakan kisah tentang Oreo, biskuit \u00a0yang \u201cterkenal di dunia\u201d.<\/p>\n<img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/zWde846BqS124VDC8IR70zMvkZ097FuuTvw4gAgCDMwElYG-b38B_vA_48dCOHlhqjHZ0KYhPnrgo1-sGVQS_3y-5TUBcaWi7jMCzMUA587km_2sXDBWaqWA29fH62bv4VzQXIiN\" alt=\"\" width=\"100%\" height=\"auto\" \/>\n<p>Banyak dari kamu mungkin menyukai rasa krim vanila lembut yang dikombinasikan dengan biskuit coklat yang renyah. Tetapi apakah kamu tahu kue kering ini terkait dengan deforestasi, dan berdampak pada kehidupan orang-orang yang menyebut hutan sebagai rumahnya, termasuk orang utan?<\/p>\n<p>Apa? Oreo terhubung dengan penderitaan orang utan? kamu pasti sedang bercanda!<\/p>\n<p>Saya berharap saya bercanda.<\/p>\n<p>Tetapi sayangnya tidak, investigasi Greenpeace International menemukan bahwa sebagian besar minyak sawit yang digunakan Mondelez dihasilkan oleh perusahaan yang merusak hutan dan menghancurkan habitat orang utan, mendorong makhluk-makhluk cantik dan cerdas ini ke jurang kepunahan. Mereka benar-benar terancam dan mati untuk sebuah kue kering. Sangat memilukan.<\/p>\n<p>Inilah sebabnya mengapa aktivis Greenpeace Amerika mengirimkan kue rasa Kehancuran Hutan ke Mondelez, pembuat Oreo, di markas globalnya dekat Chicago, untuk memberitahu mereka agar BERHENTI membeli minyak sawit kotor dari perusak hutan kita.<\/p>\n<p>Hampir 10 tahun yang lalu Mondelez berjanji untuk menghilangkan perusakan hutan dan pelanggaran hak asasi manusia dari rantai pasok sawit mereka pada 2020. Namun, <a href=\"http:\/\/www.greenpeace.org\/seasia\/id\/press\/releases\/Perusahaan-biskuit-Oreo-masih-menggunakan-minyak-sawit-yang-berasal-dari-perusakan-habitat-orangutan-di-Indonesia\/\">Mondelez masih menggunakan minyak sawit dari perusak hutan<\/a>. Analisis pemetaan baru kami menemukan bahwa antara tahun 2015 dan 2017,<a href=\"http:\/\/www.greenpeace.org\/seasia\/id\/press\/releases\/Investigasi-Greenpeace-memaparkan-bagaimana-perusahaan-merek-merek-terbesar-dunia-masih-terkait-dengan-perusakan-hutan-di-Indonesia\/\"> 22 pemasok minyak sawitnya telah membabat lebih dari 70.000 hektar hutan<\/a> \u00a0\u2013 sebuah wilayah yang lebih besar dari kota Chicago. Di mana <a href=\"http:\/\/www.greenpeace.org\/seasia\/id\/press\/releases\/Perusahaan-biskuit-Oreo-masih-menggunakan-minyak-sawit-yang-berasal-dari-perusakan-habitat-orangutan-di-Indonesia\/\">hampir 25.000 hektar itu merupakan habitat orang utan<\/a>.<\/p>\n<p>Mondelez berjanji menawarkan kepada konsumen cara \u2018ngemil yang dilakukan dengan benar\u2019. Tetapi tidak ada yang benar tentang minyak sawit yang dihasilkan dengan cara membunuh orang utan dan menyebabkan perubahan iklim global. Mondelez mendapatkan banyak minyak sawit kotor ini dari <a href=\"http:\/\/www.greenpeace.org\/seasia\/id\/press\/releases\/Aktivis-Greenpeace-dan-personel-grup-band-musik-Boomerang-memblokade-kapal-minyak-sawit-dari-hasil-perusakan-hutan\/\">Wilmar International \u2013 pedagang minyak sawit terbesar dan terkotor di dunia.<\/a><\/p>\n<img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh4.googleusercontent.com\/_zHQVVpJroCZ166r3IanzNX5SF_aHCe9qBmtTnVR90Mwh3TvWhoACBwrLOWqRo6nyI_auSNgaF_Q4xE6zsVhohzrYoMxnwm4QoxT3_eJCQ1tMCQe3wNGlRHYFNTtS61DuudoAW6NmcUgQApiQw\" alt=\" \u00a9 Matt Marton \/ Greenpeace\" width=\"100%\" height=\"auto\" \/>\n<p>Mondelez memiliki tanggung jawab untuk melindungi hutan. Mereka harus menepati janjinya dan menjauhi Wilmar sampai terbukti minyak sawitnya bersih, simana diharapkan merek-merek global yang lain bisa menyusul mengikuti jejak mereka.<\/p>\n<p>Tahukah kamu, bahwa bersama-sama kita memiliki kekuatan untuk menyelamatkan hutan \u00a0Indonesia yang tersisa dan untuk itu saya membutuhkanmu. Maukah kamu membantu kami membuat kampanye ini menjadi sebesar mungkin, sehingga Mondelez tidak punya pilihan selain menjauhi Wilmar dan berhenti menggunakan minyak sawit yang terkait dengan perusakan hutan?<\/p>\n<p>Bukan hanya Mondelez dengan Oreo-nya yang \u2018terkenal di dunia\u2019 yang perlu diubah, tetapi juga seluruh industri. Saya dan teman-teman \u00a0tidak akan berhenti sampai perubahan ini terjadi.<\/p>\n<p>Minyak sawit BISA \u00a0diproduksi tanpa menghancurkan hutan, tanpa mengancam \u00a0kehidupan satwa liar, dan tanpa melanggar hak asasi manusia.<br \/>\nIbu saya selalu berkata: \u2018Jangan putus asa. Jika kamu gigih dan jika kamu tahu apa yang kamu inginkan, semuanya akan datang kepadamu.\u2019 Saya sudah membuktikan nasihat . Oleh karena itu tidak ada yang tidak mungkin, \u00a0mari kita bersama-sama membersihkan industri ini dari deforestasi, sekarang dan untuk selamanya.<br \/>\n<a href=\"https:\/\/act.gp\/2QKHpHB\">Tambahkan namamu dalam pertarungan untuk melindungi hutan Indonesia di sini.<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u00a0Mondelez pembuat Oreo mendapatkan banyak minyak sawit kotor ini dari Wilmar International \u2013 pedagang minyak sawit terbesar dan terkotor di dunia.<\/p>\n","protected":false},"author":35,"featured_media":1830,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ep_exclude_from_search":false,"p4_og_title":"","p4_og_description":"","p4_og_image":"","p4_og_image_id":"","p4_seo_canonical_url":"","p4_campaign_name":"","p4_local_project":"","p4_basket_name":"","p4_department":"","footnotes":""},"categories":[2],"tags":[19],"p4-page-type":[16],"class_list":["post-1403","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lindungi","tag-hutan","p4-page-type-cerita"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.9.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Apa yang dilakukan Oreo, Mondelez, Wilmar terhadap Orang Utan? - Greenpeace Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1403\/apa-yang-dilakukan-oreo-mondelez-wilmar-terhadap-orang-utan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apa yang dilakukan Oreo, Mondelez, Wilmar terhadap Orang Utan? - Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"\u00a0Mondelez pembuat Oreo mendapatkan banyak minyak sawit kotor ini dari Wilmar International \u2013 pedagang minyak sawit terbesar dan terkotor di dunia.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1403\/apa-yang-dilakukan-oreo-mondelez-wilmar-terhadap-orang-utan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-11-17T06:48:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-11-06T08:46:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/02\/bad6665a-gp0stspib.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"801\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Annisa Rahmawati\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Annisa Rahmawati\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1403\/apa-yang-dilakukan-oreo-mondelez-wilmar-terhadap-orang-utan\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1403\/apa-yang-dilakukan-oreo-mondelez-wilmar-terhadap-orang-utan\/\"},\"author\":{\"name\":\"Annisa Rahmawati\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/c172e227be977f426a21340160087d5c\"},\"headline\":\"Apa yang dilakukan Oreo, Mondelez, Wilmar terhadap Orang Utan?\",\"datePublished\":\"2018-11-17T06:48:00+00:00\",\"dateModified\":\"2019-11-06T08:46:11+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1403\/apa-yang-dilakukan-oreo-mondelez-wilmar-terhadap-orang-utan\/\"},\"wordCount\":641,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"keywords\":[\"Hutan\"],\"articleSection\":[\"Lindungi\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1403\/apa-yang-dilakukan-oreo-mondelez-wilmar-terhadap-orang-utan\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1403\/apa-yang-dilakukan-oreo-mondelez-wilmar-terhadap-orang-utan\/\",\"name\":\"Apa yang dilakukan Oreo, Mondelez, Wilmar terhadap Orang Utan? - Greenpeace Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\"},\"datePublished\":\"2018-11-17T06:48:00+00:00\",\"dateModified\":\"2019-11-06T08:46:11+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1403\/apa-yang-dilakukan-oreo-mondelez-wilmar-terhadap-orang-utan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1403\/apa-yang-dilakukan-oreo-mondelez-wilmar-terhadap-orang-utan\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1403\/apa-yang-dilakukan-oreo-mondelez-wilmar-terhadap-orang-utan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Apa yang dilakukan Oreo, Mondelez, Wilmar terhadap Orang Utan?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"description\":\"Greenpeace\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"width\":500,\"height\":500,\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\",\"https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID\",\"https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/c172e227be977f426a21340160087d5c\",\"name\":\"Annisa Rahmawati\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/197d76c6cc8e8b66b6c86cc94977bec672003f63a22ae70904613ae6f6c247a7?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/197d76c6cc8e8b66b6c86cc94977bec672003f63a22ae70904613ae6f6c247a7?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Annisa Rahmawati\"},\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/annisa-rahmawati\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apa yang dilakukan Oreo, Mondelez, Wilmar terhadap Orang Utan? - Greenpeace Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1403\/apa-yang-dilakukan-oreo-mondelez-wilmar-terhadap-orang-utan\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Apa yang dilakukan Oreo, Mondelez, Wilmar terhadap Orang Utan? - Greenpeace Indonesia","og_description":"\u00a0Mondelez pembuat Oreo mendapatkan banyak minyak sawit kotor ini dari Wilmar International \u2013 pedagang minyak sawit terbesar dan terkotor di dunia.","og_url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1403\/apa-yang-dilakukan-oreo-mondelez-wilmar-terhadap-orang-utan\/","og_site_name":"Greenpeace Indonesia","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","article_published_time":"2018-11-17T06:48:00+00:00","article_modified_time":"2019-11-06T08:46:11+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":801,"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/02\/bad6665a-gp0stspib.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Annisa Rahmawati","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@GreenpeaceID","twitter_site":"@GreenpeaceID","twitter_misc":{"Written by":"Annisa Rahmawati","Est. reading time":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1403\/apa-yang-dilakukan-oreo-mondelez-wilmar-terhadap-orang-utan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1403\/apa-yang-dilakukan-oreo-mondelez-wilmar-terhadap-orang-utan\/"},"author":{"name":"Annisa Rahmawati","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/c172e227be977f426a21340160087d5c"},"headline":"Apa yang dilakukan Oreo, Mondelez, Wilmar terhadap Orang Utan?","datePublished":"2018-11-17T06:48:00+00:00","dateModified":"2019-11-06T08:46:11+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1403\/apa-yang-dilakukan-oreo-mondelez-wilmar-terhadap-orang-utan\/"},"wordCount":641,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"keywords":["Hutan"],"articleSection":["Lindungi"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1403\/apa-yang-dilakukan-oreo-mondelez-wilmar-terhadap-orang-utan\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1403\/apa-yang-dilakukan-oreo-mondelez-wilmar-terhadap-orang-utan\/","name":"Apa yang dilakukan Oreo, Mondelez, Wilmar terhadap Orang Utan? - Greenpeace Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website"},"datePublished":"2018-11-17T06:48:00+00:00","dateModified":"2019-11-06T08:46:11+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1403\/apa-yang-dilakukan-oreo-mondelez-wilmar-terhadap-orang-utan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1403\/apa-yang-dilakukan-oreo-mondelez-wilmar-terhadap-orang-utan\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1403\/apa-yang-dilakukan-oreo-mondelez-wilmar-terhadap-orang-utan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apa yang dilakukan Oreo, Mondelez, Wilmar terhadap Orang Utan?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","name":"Greenpeace Indonesia","description":"Greenpeace","publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization","name":"Greenpeace Indonesia","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","contentUrl":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","width":500,"height":500,"caption":"Greenpeace Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID","https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/c172e227be977f426a21340160087d5c","name":"Annisa Rahmawati","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/197d76c6cc8e8b66b6c86cc94977bec672003f63a22ae70904613ae6f6c247a7?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/197d76c6cc8e8b66b6c86cc94977bec672003f63a22ae70904613ae6f6c247a7?s=96&d=mm&r=g","caption":"Annisa Rahmawati"},"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/annisa-rahmawati\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1403","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/35"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1403"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1403\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1832,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1403\/revisions\/1832"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1830"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1403"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1403"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1403"},{"taxonomy":"p4-page-type","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/p4-page-type?post=1403"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}