{"id":1432,"date":"2018-09-19T17:50:00","date_gmt":"2018-09-19T10:50:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1432\/teruntuk-produk-dan-produsen-penghancur-hutan-waktu-telah-habis\/"},"modified":"2019-11-06T15:46:14","modified_gmt":"2019-11-06T08:46:14","slug":"teruntuk-produk-dan-produsen-penghancur-hutan-waktu-telah-habis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1432\/teruntuk-produk-dan-produsen-penghancur-hutan-waktu-telah-habis\/","title":{"rendered":"Teruntuk Produk dan Produsen Penghancur Hutan: Waktu Telah Habis!"},"content":{"rendered":"<p>Banyak yang telah terjadi selama Greenpeace memerangi perusakan hutan oleh sawit.<\/p>\n<p>Apple menemukan iPhone. Shell pergi dan ditarik keluar dari Arktik. Spanyol, Jerman, dan Prancis memenangkan Piala Dunia.<\/p>\n<p>Kami juga memenangkan beberapa kampanye. Pada 2010, pembuat Kit-Kat, Ritz cracker, Doritos, Dove, dan pasta gigi Colgate berjanji bahwa mereka akan berhenti berbisnis dengan perusak hutan dan hanya akan membeli minyak sawit dari perusahaan yang bertanggung jawab yang melindungi hutan hujan.<\/p>\n<div id=\"attachment_2081\" style=\"width: 1034px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-2081\" class=\"wp-image-2081 size-large\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/02\/34d04020-gp035as-1024x686.jpg\" alt=\"Forests Action against Unilever in Liverpool. \u00a9 Will Rose\" width=\"1024\" height=\"686\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/02\/34d04020-gp035as-1024x686.jpg 1024w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/02\/34d04020-gp035as-300x201.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/02\/34d04020-gp035as-768x515.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/02\/34d04020-gp035as-507x340.jpg 507w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/02\/34d04020-gp035as.jpg 1200w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><p id=\"caption-attachment-2081\" class=\"wp-caption-text\">Aktivis Greenpeace di pabrik Unilever di Inggris, pada 2008, menyoroti hutan hujan Indonesia yang dihancurkan untuk menanam \u00a0sawit.<br \/>\u00a9 Will Rose\/ Greenpeace<\/p><\/div>\n<p>Aktivis Greenpeace di pabrik Unilever di Inggris, pada 2008,\u00a0menyoroti hutan hujan Indonesia yang dihancurkan untuk menanam \u00a0sawit. \u00a9 Will Rose\/ Greenpeace2010 terasa sudah lama sekali. Jadi, mengapa hutan hujan Indonesia masih dihancurkan oleh perusahaan minyak sawit?<\/p>\n<p>Greenpeace telah menghabiskan sebagian besar waktu dalam dua tahun terakhir untuk menjawab pertanyaan itu. Investigasi kami membawa kami ke seluruh dunia: pusat konferensi di Bali, Paris, dan Washington DC; hutan hujan di Sumatera, Papua, dan Kalimantan; kantor pusat perusahaan di London, Tokyo, Kuala Lumpur, Jakarta, Paris, dan kota-kota di seluruh Amerika Serikat.<\/p>\n<p>Jawabannya sangat sederhana. Meskipun berjanji untuk tidak membeli minyak sawit dari perusak hutan hujan, merek terbesar di dunia, pada kenyataannya, masih membeli minyak sawit dari perusak hutan hujan.<\/p>\n<p>Para peneliti Greenpeace menyelidiki 25 produsen minyak sawit yang paling terkenal di Asia Tenggara. Laporan kami, Final Countdown, menjabarkan apa yang kami temukan. Laporan ini bukanlah bacaan mudah. Bersama-sama, 25 produsen besar kotor ini telah menghancurkan lebih dari 130.000 hektar hutan hujan sejak 2015 \u2013 sebuah wilayah yang mencapai hampir dua kali ukuran Singapura.<\/p>\n<img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh4.googleusercontent.com\/HC_UmerFOyyizkZn_5v9ATIQ3tnNcPruENwcBMaJqX_zQhABKsSYA6f-sbAbV3zdaNeer4Ca0MRSuIhszdnb9nFwPUzGoxswESfXxZE7_sZTnJbxWlyh8t-IY2nAHesWJm0ASVNeoxn9FA9gLQ\" alt=\"\" width=\"100%\" height=\"auto\" \/>\n<p>Persoalannya bahkan lebih dari sekadar perusakan hutan. Kami juga mendokumentasikan eksploitasi pekerja, konflik dengan masyarakat, penebangan hutan ilegal, pembangunan tanpa izin, pengembangan perkebunan di daerah-daerah yang dikategorikan untuk perlindungan, dan kebakaran hutan terkait dengan pembukaan lahan.<br \/>\nBahkan semakin memburuk \u2013 karena produsen merek besar mendapatkan minyak sawit mereka dari sini.<\/p>\n<p>Bahkan, merek mendapatkan minyak sawit dari 24 dari 25 perusahaan terkait (yang lainnya belum memproduksi minyak sawit). 12 merek \u2013 termasuk pembuat Kit-Kat, pasta gigi Colgate, Johnson\u2019s Baby Lotion, Dove, Doritos, Kellogg\u2019s Pop Tarts, cracker Ritz, M &amp; M, dan Head &amp; Shoulders \u2013 memiliki setidaknya 20 dari daftar pemasok kotor ini dalam rantai pasokan mereka.<\/p>\n<p><strong>Waktu sudah habis bagi produk dan produsen yang merusak hutan.<\/strong><\/p>\n<p>Jika merek besar ingin berbisnis dengan kita, mereka harus berusaha. Jika mereka menjanjikan sesuatu yang penting \u2013 dan melindungi hutan hujan sangatlah penting \u2013 maka mereka harus menepati janji itu. Jadi mulai hari ini, kami akan memanggil merek-merek terbesar dan menuntut agar mereka mengikuti program tersebut.<br \/>\nArtinya, hanya membeli minyak sawit dari produsen yang dapat membuktikan bahwa mereka tidak merusak hutan hujan \u2013 dan menjauhi Wilmar, pedagang nakal yang menjual minyak sawit kotor ini kepada mereka.<\/p>\n<p>Kita dapat mewujudkan hal ini. Apakah kamu ikut menjadi bagian ini?<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Meskipun berjanji untuk tidak membeli minyak sawit dari perusak hutan hujan, merek terbesar di dunia, pada kenyataannya, masih membeli minyak sawit dari perusak hutan hujan.<\/p>\n","protected":false},"author":31,"featured_media":2081,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ep_exclude_from_search":false,"p4_og_title":"","p4_og_description":"","p4_og_image":"","p4_og_image_id":"","p4_seo_canonical_url":"","p4_campaign_name":"","p4_local_project":"","p4_basket_name":"","p4_department":"","footnotes":""},"categories":[2],"tags":[19],"p4-page-type":[16],"class_list":["post-1432","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lindungi","tag-hutan","p4-page-type-cerita"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.9.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Teruntuk Produk dan Produsen Penghancur Hutan: Waktu Telah Habis! - Greenpeace Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1432\/teruntuk-produk-dan-produsen-penghancur-hutan-waktu-telah-habis\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Teruntuk Produk dan Produsen Penghancur Hutan: Waktu Telah Habis! - Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Meskipun berjanji untuk tidak membeli minyak sawit dari perusak hutan hujan, merek terbesar di dunia, pada kenyataannya, masih membeli minyak sawit dari perusak hutan hujan.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1432\/teruntuk-produk-dan-produsen-penghancur-hutan-waktu-telah-habis\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-09-19T10:50:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-11-06T08:46:14+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/02\/34d04020-gp035as.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"804\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Kiki Taufik\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Kiki Taufik\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1432\/teruntuk-produk-dan-produsen-penghancur-hutan-waktu-telah-habis\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1432\/teruntuk-produk-dan-produsen-penghancur-hutan-waktu-telah-habis\/\"},\"author\":{\"name\":\"Kiki Taufik\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/e3ad9ce17948bb60f07accda54c7112b\"},\"headline\":\"Teruntuk Produk dan Produsen Penghancur Hutan: Waktu Telah Habis!\",\"datePublished\":\"2018-09-19T10:50:00+00:00\",\"dateModified\":\"2019-11-06T08:46:14+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1432\/teruntuk-produk-dan-produsen-penghancur-hutan-waktu-telah-habis\/\"},\"wordCount\":484,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"keywords\":[\"Hutan\"],\"articleSection\":[\"Lindungi\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1432\/teruntuk-produk-dan-produsen-penghancur-hutan-waktu-telah-habis\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1432\/teruntuk-produk-dan-produsen-penghancur-hutan-waktu-telah-habis\/\",\"name\":\"Teruntuk Produk dan Produsen Penghancur Hutan: Waktu Telah Habis! - Greenpeace Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\"},\"datePublished\":\"2018-09-19T10:50:00+00:00\",\"dateModified\":\"2019-11-06T08:46:14+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1432\/teruntuk-produk-dan-produsen-penghancur-hutan-waktu-telah-habis\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1432\/teruntuk-produk-dan-produsen-penghancur-hutan-waktu-telah-habis\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1432\/teruntuk-produk-dan-produsen-penghancur-hutan-waktu-telah-habis\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Teruntuk Produk dan Produsen Penghancur Hutan: Waktu Telah Habis!\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"description\":\"Greenpeace\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"width\":500,\"height\":500,\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\",\"https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID\",\"https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/e3ad9ce17948bb60f07accda54c7112b\",\"name\":\"Kiki Taufik\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aa2ed2f90964d8bc5248456bc47db61a9e566b0b7b548c5eef766fa6652f61ff?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aa2ed2f90964d8bc5248456bc47db61a9e566b0b7b548c5eef766fa6652f61ff?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Kiki Taufik\"},\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/kiki-taufik\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Teruntuk Produk dan Produsen Penghancur Hutan: Waktu Telah Habis! - Greenpeace Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1432\/teruntuk-produk-dan-produsen-penghancur-hutan-waktu-telah-habis\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Teruntuk Produk dan Produsen Penghancur Hutan: Waktu Telah Habis! - Greenpeace Indonesia","og_description":"Meskipun berjanji untuk tidak membeli minyak sawit dari perusak hutan hujan, merek terbesar di dunia, pada kenyataannya, masih membeli minyak sawit dari perusak hutan hujan.","og_url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1432\/teruntuk-produk-dan-produsen-penghancur-hutan-waktu-telah-habis\/","og_site_name":"Greenpeace Indonesia","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","article_published_time":"2018-09-19T10:50:00+00:00","article_modified_time":"2019-11-06T08:46:14+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":804,"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/02\/34d04020-gp035as.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Kiki Taufik","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@GreenpeaceID","twitter_site":"@GreenpeaceID","twitter_misc":{"Written by":"Kiki Taufik","Est. reading time":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1432\/teruntuk-produk-dan-produsen-penghancur-hutan-waktu-telah-habis\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1432\/teruntuk-produk-dan-produsen-penghancur-hutan-waktu-telah-habis\/"},"author":{"name":"Kiki Taufik","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/e3ad9ce17948bb60f07accda54c7112b"},"headline":"Teruntuk Produk dan Produsen Penghancur Hutan: Waktu Telah Habis!","datePublished":"2018-09-19T10:50:00+00:00","dateModified":"2019-11-06T08:46:14+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1432\/teruntuk-produk-dan-produsen-penghancur-hutan-waktu-telah-habis\/"},"wordCount":484,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"keywords":["Hutan"],"articleSection":["Lindungi"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1432\/teruntuk-produk-dan-produsen-penghancur-hutan-waktu-telah-habis\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1432\/teruntuk-produk-dan-produsen-penghancur-hutan-waktu-telah-habis\/","name":"Teruntuk Produk dan Produsen Penghancur Hutan: Waktu Telah Habis! - Greenpeace Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website"},"datePublished":"2018-09-19T10:50:00+00:00","dateModified":"2019-11-06T08:46:14+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1432\/teruntuk-produk-dan-produsen-penghancur-hutan-waktu-telah-habis\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1432\/teruntuk-produk-dan-produsen-penghancur-hutan-waktu-telah-habis\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1432\/teruntuk-produk-dan-produsen-penghancur-hutan-waktu-telah-habis\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Teruntuk Produk dan Produsen Penghancur Hutan: Waktu Telah Habis!"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","name":"Greenpeace Indonesia","description":"Greenpeace","publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization","name":"Greenpeace Indonesia","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","contentUrl":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","width":500,"height":500,"caption":"Greenpeace Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID","https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/e3ad9ce17948bb60f07accda54c7112b","name":"Kiki Taufik","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aa2ed2f90964d8bc5248456bc47db61a9e566b0b7b548c5eef766fa6652f61ff?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aa2ed2f90964d8bc5248456bc47db61a9e566b0b7b548c5eef766fa6652f61ff?s=96&d=mm&r=g","caption":"Kiki Taufik"},"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/kiki-taufik\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1432","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/31"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1432"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1432\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2082,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1432\/revisions\/2082"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2081"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1432"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1432"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1432"},{"taxonomy":"p4-page-type","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/p4-page-type?post=1432"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}