{"id":1513,"date":"2018-08-19T00:06:00","date_gmt":"2018-08-18T17:06:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1513\/10-fakta-tentang-orangutan\/"},"modified":"2025-07-10T17:52:06","modified_gmt":"2025-07-10T10:52:06","slug":"10-fakta-tentang-orangutan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1513\/10-fakta-tentang-orangutan\/","title":{"rendered":"10 Fakta tentang Orangutan"},"content":{"rendered":"\n<p>Selamat Hari Orang Utan Sedunia! Pernah bertanya-tanya di mana orang utan tidur? Atau dari mana nama mereka berasal? Berikut adalah 10 fakta menarik tentang Orang utan yang dapat membuat teman kamu terkesan:<\/p>\n\n<p>10) Orang utan hanya tinggal di dua pulau \u2013 Mereka dapat ditemukan di pulau-pulau Asia Tenggara di Kalimantan dan (utara) Sumatera. 12.000 tahun yang lalu Anda dapat menemukannya di Cina Selatan, Indochina, Jawa, dan Sumatra Selatan \u2013 spesies ini sekarang telah punah di wilayah ini.<\/p>\n\n<p>9) 3 spesies \u2013 Sebelumnya diduga hanya ada 2 spesies orang utan: orang utan Kalimantan (Pongo pygmaeus) dan orang utan Sumatra (Pongo abelii). Namun, baru tahun lalu spesies lain ditemukan: orang utan Tapanuli (Pongo tapanuliensis).<\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2021\/08\/394fe8fd-gp0str8xq-1024x683.jpg\" title=\"Pongo Tapanuliensis in Northern Sumatra. \u00a9 James Askew \/ Sumatran Orangutan Conservation Programme \/ Greenpeace\" alt=\"Pongo Tapanuliensis in Northern Sumatra. \u00a9 James Askew \/ Sumatran Orangutan Conservation Programme \/ Greenpeace\" class=\"wp-image-45124\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2021\/08\/394fe8fd-gp0str8xq-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2021\/08\/394fe8fd-gp0str8xq-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2021\/08\/394fe8fd-gp0str8xq-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2021\/08\/394fe8fd-gp0str8xq-510x340.jpg 510w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2021\/08\/394fe8fd-gp0str8xq.jpg 1200w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption>Foto handout dari Program Konservasi Orangutan Sumatera (SOCP) menunjukkan seekor betina dan bayinya dari Orangutan spesies baru dari Tapanuli (pongo tapanuliensis) di Tapanuli, Sumatera Utara. Para peneliti telah mengumumkan penemuan spesies baru orangutan di utara Pulau Sumatera. Orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis) adalah tambahan baru pertama dalam hampir satu abad dalam kelompok kecil kera besar, bergabung dengan sesama orangutan Sumatra dan Kalimantan.<div class=\"credit icon-left\"> \u00a9 James Askew \/ Sumatran Orangutan Conservation Programme \/ Greenpeace<\/div><\/figcaption><\/figure>\n\n<p>8) Kuku Kakiku Kaku Kaku \u2013 Sekitar sepertiga orang utan tidak memiliki kuku di jempol kaki mereka!<\/p>\n\n<p>7) Pelukan Besar \u2013 Orang utan biasanya memiliki tinggi antara 1,2m hingga 1,5m tetapi mereka memiliki rentang lengan dengan panjang hingga 2m!<\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"685\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2020\/07\/fe37d65d-gp034ks_medium_res_with_credit_line-1024x685.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-5340\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2020\/07\/fe37d65d-gp034ks_medium_res_with_credit_line-1024x685.jpg 1024w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2020\/07\/fe37d65d-gp034ks_medium_res_with_credit_line-300x201.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2020\/07\/fe37d65d-gp034ks_medium_res_with_credit_line-768x514.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2020\/07\/fe37d65d-gp034ks_medium_res_with_credit_line-508x340.jpg 508w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2020\/07\/fe37d65d-gp034ks_medium_res_with_credit_line.jpg 1200w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption>Orangutan muda berpelukan dalam proyek reintroduksi Orangutan Nyaru Menteng dekat Palangka Raya, Kalimantan Tengah.<\/figcaption><\/figure>\n\n<p>6) Manusia hutan \u2013 Kata orang utan berasal dari bahasa Melayu; \u2018Orang\u2019 berarti manusia dan \u2018utan\u2019 berasal dari \u2018hutan\u2019 yang berarti hutan, jadi kata orang utan secara harfiah berarti \u2018manusia dari hutan\u2019.<\/p>\n\n<p>5) Pada dasarnya kita sepupu \u2013 Kita manusia berbagi hampir 97% DNA yang sama dengan orang utan, menjadikan mereka salah satu kerabat terdekat kita setelah kera.<\/p>\n\n<p>4)&nbsp; Pemain tunggal- Meskipun kita berbagi banyak DNA yang sama dengan orang utan, mereka bukan makhluk sosial seperti kita; orangutan menghabiskan banyak waktu sendirian. Setelah kawin, perempuan meninggalkan laki-laki yang tidak memiliki peran dalam merawat bayi orang utan.<\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2021\/08\/9f4f6581-gp0stqfsz-1024x683.jpg\" title=\"Orangutan at BOS Nyaru Menteng Orangutan Rescue Center in Indonesia. \u00a9 Bjorn Vaugn \/ BOSF \/ Greenpeace\" alt=\"Orangutan at BOS Nyaru Menteng Orangutan Rescue Center in Indonesia. \u00a9 Bjorn Vaugn \/ BOSF \/ Greenpeace\" class=\"wp-image-45125\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2021\/08\/9f4f6581-gp0stqfsz-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2021\/08\/9f4f6581-gp0stqfsz-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2021\/08\/9f4f6581-gp0stqfsz-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2021\/08\/9f4f6581-gp0stqfsz-510x340.jpg 510w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2021\/08\/9f4f6581-gp0stqfsz.jpg 1200w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption>Orangutan jantan berusia lima belas tahun, Kato, mandi di sungai di pulau Kaja di Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS) di Nyaru Menteng, Kalimantan Tengah. Kato disita dari seorang warga pada 24 Juni 2003 di Katunjung, Kapuas, Kalimantan Tengah.<div class=\"credit icon-left\"> \u00a9 Bjorn Vaugn \/ BOSF \/ Greenpeace<\/div><\/figcaption><\/figure>\n\n<p>3) Sarang tempat yang terbaik \u2013 Orang utan adalah arboreal yang berarti mereka menghabiskan sebagian besar hidup mereka di pepohonan \u2013 mereka bahkan tidur di sarang di pepohonan. Meskipun orang utan Kalimantan kadang-kadang menghabiskan waktu di tanah, orang utan Sumatera jarang turun ke lantai hutan.<\/p>\n\n<p>2) 5 kali dalam sehari \u2013 Orang utan umumnya makan buah dan daun, tetapi mereka juga dikenal menggunakan ranting sebagai alat untuk menyendok rayap keluar dari lubang di pohon untuk camilan.<\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/02\/245322aa-gp01w6t-1024x683.jpg\" title=\"Sumatran Orangutan. \u00a9 Will Rose\" alt=\"Sumatran Orangutan. \u00a9 Will Rose\" class=\"wp-image-756\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/02\/245322aa-gp01w6t-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/02\/245322aa-gp01w6t-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/02\/245322aa-gp01w6t-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/02\/245322aa-gp01w6t-510x340.jpg 510w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/02\/245322aa-gp01w6t.jpg 1200w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption>Seekor orangutan berayun di pohon di cagar alam orangutan. Orangutan tersebut sedang dilatih sebelum bisa dilepasliarkan kembali ke alam liar. Hewan-hewan ini adalah korban perusakan hutan di hutan hujan Indonesia.<div class=\"credit icon-left\"> \u00a9 Will Rose<\/div><\/figcaption><\/figure>\n\n<p>1) Populasi orang utan berkurang 25 ekor setiap hari \u2013 Hutan hujan yang menjadi rumah mereka hancur untuk membuka jalan bagi perkebunan kelapa sawit, menempatkan populasi orang utan secara serius di bawah ancaman. Minyak sawit adalah bahan yang digunakan untuk membuat produk untuk merek seperti Unilever, Mondelez dan Nestl\u00e9.<\/p>\n\n<p>Jika kita tidak bertindak, habitat yang lebih berharga akan hancur dan spesies orang utan bisa hilang selamanya. Berikut ini 3 hal yang dapat Anda lakukan hari ini<\/p>\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>Tonton dan bagikan video baru kami tentang Rang-tan, bayi orang utan yang sedang dalam masalah:<\/strong><\/li><\/ul>\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/02\/9c1383dc-9c1383dc-143531_260641.jpg\" alt=\"\"\/><\/figure>\n<lite-youtube style=\"background-image: url('https:\/\/i.ytimg.com\/vi\/iJiBfbHsOLg\/hqdefault.jpg');\" videoid=\"iJiBfbHsOLg\" params=\"rel=0\"><\/lite-youtube>\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li dir=\"ltr\"><strong><a href=\"http:\/\/www.greenpeace.org\/seasia\/id\/Templates\/Planet3\/Pages\/greenpeace.org\/rangtan\">Tambahkan nama Anda<\/a> dan beri tahu merek-merek besar untuk berhenti menggunakan minyak sawit dari perusak hutan<\/strong><\/li><li dir=\"ltr\"><strong>Dukung kampanye kami untuk mengakhiri minyak sawit kotor yang menghancurkan hutan hujan<\/strong><\/li><\/ul>\n\n<div id=\"om-xsza8kw1il8oopssp6hi-holder\">&nbsp;<\/div>\n\n<p><\/p>\n\t\t\t<section\n\t\t\tclass=\"boxout post-943 \"\n\t\t\t\n\t\t>\n\t\t\t<a\n\t\t\t\tdata-ga-category=\"Take Action Boxout\"\n\t\t\t\tdata-ga-action=\"Image\"\n\t\t\t\tdata-ga-label=\"n\/a\"\n\t\t\t\tclass=\"cover-card-overlay\"\n\t\t\t\thref=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/aksi\/berdonasi-2-2\/\" \n\t\t\t><\/a>\n\t\t\t\t\t\t\t<img\n\t\t\t\t\t\tsrc=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/07\/0e12d16e-screen-shot-2019-07-22-at-18.24.50.png\"\n\t\t\t\t\t\tsrcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/07\/0e12d16e-screen-shot-2019-07-22-at-18.24.50-300x200.png 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/07\/0e12d16e-screen-shot-2019-07-22-at-18.24.50-510x340.png 510w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/07\/0e12d16e-screen-shot-2019-07-22-at-18.24.50.png 521w\"\n\t\t\t\t\t\tsizes=\"(min-width: 1000px) 358px, (min-width: 780px) 313px, 88px\"\n\t\t\t\t\t\talt=\"\" title=\"\"\n\t\t\t\t\/>\n            \t\t\t<div class=\"boxout-content\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<a\n\t\t\t\t\t\tclass=\"boxout-heading medium\"\n\t\t\t\t\t\tdata-ga-category=\"Take Action Boxout\"\n\t\t\t\t\t\tdata-ga-action=\"Title\"\n\t\t\t\t\t\tdata-ga-label=\"n\/a\"\n\t\t\t\t\t\thref=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/aksi\/berdonasi-2-2\/\"\n\t\t\t\t\t\t\n\t\t\t\t\t>\n\t\t\t\t\t\tBerdonasi\n\t\t\t\t\t<\/a>\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p class=\"boxout-excerpt\">Kamu dapat membela lingkungan sepanjang hidupmu. Atau bahkan lebih lama dari itu. Berdonasilah hari ini.<\/p>\n\t\t\t\t                                    <a\n                        class=\"btn btn-primary\"\n                        data-ga-category=\"Take Action Boxout\"\n                        data-ga-action=\"Call to Action\"\n                        data-ga-label=\"n\/a\"\n                        href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/aksi\/berdonasi-2-2\/\"\n                        \n                    >\n                        Ikut Beraksi\n                    <\/a>\n                \t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/section>\n\t","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Selamat Hari Orangutan Sedunia! Pernah bertanya-tanya di mana orangutan tidur? Atau dari mana nama mereka berasal? Berikut adalah 10 fakta menarik tentang Orangutan yang dapat membuat teman kamu terkesan.<\/p>\n","protected":false},"author":49,"featured_media":1518,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ep_exclude_from_search":false,"p4_og_title":"","p4_og_description":"","p4_og_image":"","p4_og_image_id":"","p4_seo_canonical_url":"","p4_campaign_name":"not set","p4_local_project":"not set","p4_basket_name":"not set","p4_department":"","footnotes":""},"categories":[2],"tags":[19],"p4-page-type":[16],"class_list":["post-1513","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lindungi","tag-hutan","p4-page-type-cerita"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.9.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>10 Fakta tentang Orangutan - Greenpeace Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1513\/10-fakta-tentang-orangutan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"10 Fakta tentang Orangutan - Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Selamat Hari Orangutan Sedunia! Pernah bertanya-tanya di mana orangutan tidur? Atau dari mana nama mereka berasal? Berikut adalah 10 fakta menarik tentang Orangutan yang dapat membuat teman kamu terkesan.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1513\/10-fakta-tentang-orangutan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-08-18T17:06:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-07-10T10:52:06+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/02\/9c1383dc-9c1383dc-143531_260641.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"222\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1513\/10-fakta-tentang-orangutan\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1513\/10-fakta-tentang-orangutan\/\"},\"author\":{\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe\"},\"headline\":\"10 Fakta tentang Orangutan\",\"datePublished\":\"2018-08-18T17:06:00+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-10T10:52:06+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1513\/10-fakta-tentang-orangutan\/\"},\"wordCount\":568,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"keywords\":[\"Hutan\"],\"articleSection\":[\"Lindungi\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1513\/10-fakta-tentang-orangutan\/\",\"url\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1513\/10-fakta-tentang-orangutan\/\",\"name\":\"10 Fakta tentang Orangutan - Greenpeace Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\"},\"datePublished\":\"2018-08-18T17:06:00+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-10T10:52:06+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1513\/10-fakta-tentang-orangutan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1513\/10-fakta-tentang-orangutan\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1513\/10-fakta-tentang-orangutan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"10 Fakta tentang Orangutan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"description\":\"Greenpeace\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"width\":500,\"height\":500,\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\",\"https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID\",\"https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/www.greenpeace.or.id\"],\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/greenpeace-indonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"10 Fakta tentang Orangutan - Greenpeace Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1513\/10-fakta-tentang-orangutan\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"10 Fakta tentang Orangutan - Greenpeace Indonesia","og_description":"Selamat Hari Orangutan Sedunia! Pernah bertanya-tanya di mana orangutan tidur? Atau dari mana nama mereka berasal? Berikut adalah 10 fakta menarik tentang Orangutan yang dapat membuat teman kamu terkesan.","og_url":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1513\/10-fakta-tentang-orangutan\/","og_site_name":"Greenpeace Indonesia","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","article_published_time":"2018-08-18T17:06:00+00:00","article_modified_time":"2025-07-10T10:52:06+00:00","og_image":[{"width":600,"height":222,"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/02\/9c1383dc-9c1383dc-143531_260641.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Greenpeace Indonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@GreenpeaceID","twitter_site":"@GreenpeaceID","twitter_misc":{"Written by":"Greenpeace Indonesia","Est. reading time":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1513\/10-fakta-tentang-orangutan\/#article","isPartOf":{"@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1513\/10-fakta-tentang-orangutan\/"},"author":{"name":"Greenpeace Indonesia","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe"},"headline":"10 Fakta tentang Orangutan","datePublished":"2018-08-18T17:06:00+00:00","dateModified":"2025-07-10T10:52:06+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1513\/10-fakta-tentang-orangutan\/"},"wordCount":568,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"keywords":["Hutan"],"articleSection":["Lindungi"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1513\/10-fakta-tentang-orangutan\/","url":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1513\/10-fakta-tentang-orangutan\/","name":"10 Fakta tentang Orangutan - Greenpeace Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website"},"datePublished":"2018-08-18T17:06:00+00:00","dateModified":"2025-07-10T10:52:06+00:00","breadcrumb":{"@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1513\/10-fakta-tentang-orangutan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1513\/10-fakta-tentang-orangutan\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/1513\/10-fakta-tentang-orangutan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"10 Fakta tentang Orangutan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","name":"Greenpeace Indonesia","description":"Greenpeace","publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization","name":"Greenpeace Indonesia","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","contentUrl":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","width":500,"height":500,"caption":"Greenpeace Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID","https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe","name":"Greenpeace Indonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g","caption":"Greenpeace Indonesia"},"sameAs":["http:\/\/www.greenpeace.or.id"],"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/greenpeace-indonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1513","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/49"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1513"}],"version-history":[{"count":11,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1513\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":64416,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1513\/revisions\/64416"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1518"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1513"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1513"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1513"},{"taxonomy":"p4-page-type","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/p4-page-type?post=1513"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}