{"id":2320,"date":"2017-03-09T17:01:44","date_gmt":"2017-03-09T10:01:44","guid":{"rendered":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?p=2320"},"modified":"2019-11-06T15:46:34","modified_gmt":"2019-11-06T08:46:34","slug":"hutan-desa-pertama-di-papua-satu-dekade-berjuang-melindungi-hutan-dari-tekanan-deforestasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2320\/hutan-desa-pertama-di-papua-satu-dekade-berjuang-melindungi-hutan-dari-tekanan-deforestasi\/","title":{"rendered":"Hutan Desa Pertama di Papua Satu Dekade Berjuang Melindungi Hutan dari Tekanan Deforestasi"},"content":{"rendered":"<p>Teminabuan, Papua Barat, 9 Maret 2017 \u2013 Setelah berjuang selama hampir satu dekade mempertahankan hutan mereka, masyarakat Kampung Manggroholo dan Sira, Papua Barat berhasil memperoleh izin pengelolaan Hutan Desa [1]. Hutan Desa pertama di Tanah Papua ini adalah harapan baru bagi perlindungan surga kekayaan hayati dunia yang kini penghancurannya telah terlihat akibat ekspansi perkebunan sawit dan bubur kertas.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-2321 size-full\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/03\/bdd178d1-gp0stqkor_web_size.jpg\" alt=\"\" width=\"800\" height=\"527\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/03\/bdd178d1-gp0stqkor_web_size.jpg 800w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/03\/bdd178d1-gp0stqkor_web_size-300x198.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/03\/bdd178d1-gp0stqkor_web_size-768x506.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/03\/bdd178d1-gp0stqkor_web_size-510x336.jpg 510w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/p>\n<p>Bertempat di Gedung Serbaguna Pemerintah Kota Teminabuan, Pelaksana tugas Gubernur Papua Barat diwakili Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Niko Tike secara resmi menyerahkan Surat Keputusan Hak Pengelolaan Hutan Desa (HPHD) untuk masyarakat Kampung Manggroholo dan Kampung Sira, Kabupaten Sorong Selatan. Ritual adat dan tarian tradisional Tihor, Sayo, dan Salawa menyambut tamu acara penyerahan surat keputusan tersebut dan sekitar enam puluh perwakilan warga dari kampung-kampung di Lansekap Knasaimos tersebut menyambutnya secara sukacita.<\/p>\n<p>\u201cIni bukan saja kemenangan bagi kami masyarakat Kampung Sira dan Manggroholo tapi juga bagi semua masyarakat terutama di Papua yang hutannya masih sangat banyak. Kelestarian hutan bisa membuat masa depan generasi kami lebih terjamin,\u201d ujar Fredrick Sagisolo, ketua Dewan Persekutuan Masyarakat Adat Knasaimos. \u201cKami punya target harus menyelesaikan perluasan hak hutan desa ke semua kampung yang ada di wilayah adat Knasaimos.\u201d<\/p>\n<p>Luas kedua Hutan Desa tersebut mencapai 3.545 hektar, namun ini masih di bawah lima persen dari hutan hujan di Lansekap Knasaimos yang memiliki luas 81.<span class=\"Apple-tab-span\">\u00a0<\/span>` hektar. Sekitar empat suku hidup bergantung pada kelestarian hutan hujan Knasaimos. Kawasan hutan ini mengalami tekanan akibat pembalakan liar pada kurun waktu 2004-2005. Laporan EIA bersama Telapak tahun 2005 menyebutkan bahwa penebangan kayu bernilai tinggi seperti Merbau di Papua termasuk Knasaimos, mengalir deras ke Cina dengan volume rata-rata 300 ribu meter kubik per bulan. [2]<\/p>\n<p>Kemandirian masyarakat Kampung Sira dan Manggroholo tidak terlepas dari kegiatan pendampingan yang dilakukan Bentara Papua bersama Greenpeace Indonesia. Berbagai kegiatan telah dilakukan sejak beberapa tahun lalu mulai dari penguatan kelembagaan desa, pemetaan partisipatif, survei potensi hutan, pembuatan rencana Hutan Desa hingga pelatihan pemanfaatan damar, gaharu dan sebagainya.<\/p>\n<p>\u201cGreenpeace mendukung skema pengelolaan hutan berbasis masyarakat yang menempatkan kedaulatan di tangan masyarakat. Hutan Papua yang kini sudah mulai berkurang akibat ekspansi perkebunan sawit harus dipertahankan. Inspirasi komitmen masyarakat Manggroholo-Sira bisa menjadi penghadang deforestasi di Papua, setidaknya bisa segera diterapkan di Knasaimos,\u201d kata Kiki Taufik, Kepala Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia.<\/p>\n<p>Sementara itu Pelaksana Tugas Gubernur Papua Barat diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Niko Tike mengatakan, &#8220;Hutan itu ibarat ibu kita yang menyediakan kebutuhan hidup kita, sehingga wajib dijaga dan digunakan dengan baik, agar kebutuhan kita selalu tersedia saat ini maupun di masa mendatang. Bila hutan rusak, maka bencana akan terjadi bagi kita. Saya berharap kedua kampung ini menjadi model untuk kampung-kampung lainnya dalam rangka mendorong percepatan perhutanan sosial di provinsi Papua Barat.&#8221;<\/p>\n<p>Lihat foto di tautan ini\u00a0<a class=\"zoom\" href=\"http:\/\/media.greenpeace.org\/collection\/27MZIFJJAL4_T\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">http:\/\/media.greenpeace.org\/collection\/27MZIFJJAL4_T<\/a><\/p>\n<p>Catatan Editor<br \/>\n1. Berdasarkan SK Penetapan Areal Kerja Hutan Desa dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI dengan No. 767\/Menhut-II\/2014 yang dikeluarkan pada tanggal 18 September 2014, Kampung Manggroholo memperoleh Hutan Desa seluas 1.695 hektar, hampir setengah dari luas kampung mereka. Sementara Kampung Sira memperoleh Hutan Desa seluas 1.850 hektar atau hampir seluruh wilayah desa seluas 2.000 hektar ini. SK HPHD ini sendiri berlaku hingga 35 tahun mendatang.<br \/>\n2. Lihat laporan\u00a0The Last Frontier, Illegal Logging in Papua and China\u2019s Massive Timber Theft<a class=\"pdf\" href=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/environmental-investigation-agency\/posts\/documents\/000\/000\/413\/original\/The_Last_Frontier.pdf?1468421007\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">https:\/\/s3.amazonaws.com\/environmental-investigation-agency\/posts\/documents\/000\/000\/413\/original\/The_Last_Frontier.pdf?1468421007<\/a><\/p>\n<p>Kontak Media:<br \/>\nCharles Tawaru,\u00a0Jurukampanye Hutan Greenpeace berbasis di Papua, Tel: 081247959331<br \/>\nKiki Taufik,\u00a0Kepala Kampanye Hutan Global Greenpeace untuk Indonesia, Tel: 08118706074<br \/>\nZamzami,\u00a0Jurukampanye Media Greenpeace Indonesia, Tel: 08117503918<\/p>\n<p>Permintaan foto:<br \/>\nJurnasyanto Sukarno,\u00a0<a href=\"mailto:jurnasyanto.sukarno@greenpeace.org\">jurnasyanto.sukarno@greenpeace.org<\/a>, Tel: 081288270737<br \/>\nLihat foto di tautan ini\u00a0<a class=\"zoom\" href=\"http:\/\/media.greenpeace.org\/collection\/27MZIFJJAL4_T\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">http:\/\/media.greenpeace.org\/collection\/27MZIFJJAL4_T<\/a><\/p>\n<p>Permintaan video<br \/>\nGodi Utama,\u00a0<a href=\"mailto:godi.utama@greenpeace.org\">godi.utama@greenpeace.org<\/a>, Tel: 08118164230<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Masyarakat Kampung Manggroholo dan Sira, Papua Barat berhasil memperoleh izin pengelolaan Hutan Desa. Ini adalah harapan baru bagi perlindungan surga kekayaan hayati dunia yang kini penghancurannya telah terlihat akibat ekspansi perkebunan sawit dan bubur kertas.<\/p>\n","protected":false},"author":49,"featured_media":2321,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ep_exclude_from_search":false,"p4_og_title":"","p4_og_description":"","p4_og_image":"","p4_og_image_id":"","p4_seo_canonical_url":"","p4_campaign_name":"","p4_local_project":"","p4_basket_name":"","p4_department":"","footnotes":""},"categories":[2],"tags":[19],"p4-page-type":[14],"class_list":["post-2320","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lindungi","tag-hutan","p4-page-type-siaran-pers"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.9.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Hutan Desa Pertama di Papua Satu Dekade Berjuang Melindungi Hutan dari Tekanan Deforestasi - Greenpeace Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2320\/hutan-desa-pertama-di-papua-satu-dekade-berjuang-melindungi-hutan-dari-tekanan-deforestasi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Hutan Desa Pertama di Papua Satu Dekade Berjuang Melindungi Hutan dari Tekanan Deforestasi - Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Masyarakat Kampung Manggroholo dan Sira, Papua Barat berhasil memperoleh izin pengelolaan Hutan Desa. Ini adalah harapan baru bagi perlindungan surga kekayaan hayati dunia yang kini penghancurannya telah terlihat akibat ekspansi perkebunan sawit dan bubur kertas.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2320\/hutan-desa-pertama-di-papua-satu-dekade-berjuang-melindungi-hutan-dari-tekanan-deforestasi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-03-09T10:01:44+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-11-06T08:46:34+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/03\/bdd178d1-gp0stqkor_web_size.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"527\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2320\/hutan-desa-pertama-di-papua-satu-dekade-berjuang-melindungi-hutan-dari-tekanan-deforestasi\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2320\/hutan-desa-pertama-di-papua-satu-dekade-berjuang-melindungi-hutan-dari-tekanan-deforestasi\/\"},\"author\":{\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe\"},\"headline\":\"Hutan Desa Pertama di Papua Satu Dekade Berjuang Melindungi Hutan dari Tekanan Deforestasi\",\"datePublished\":\"2017-03-09T10:01:44+00:00\",\"dateModified\":\"2019-11-06T08:46:34+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2320\/hutan-desa-pertama-di-papua-satu-dekade-berjuang-melindungi-hutan-dari-tekanan-deforestasi\/\"},\"wordCount\":602,\"commentCount\":2,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"keywords\":[\"Hutan\"],\"articleSection\":[\"Lindungi\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2320\/hutan-desa-pertama-di-papua-satu-dekade-berjuang-melindungi-hutan-dari-tekanan-deforestasi\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2320\/hutan-desa-pertama-di-papua-satu-dekade-berjuang-melindungi-hutan-dari-tekanan-deforestasi\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2320\/hutan-desa-pertama-di-papua-satu-dekade-berjuang-melindungi-hutan-dari-tekanan-deforestasi\/\",\"name\":\"Hutan Desa Pertama di Papua Satu Dekade Berjuang Melindungi Hutan dari Tekanan Deforestasi - Greenpeace Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\"},\"datePublished\":\"2017-03-09T10:01:44+00:00\",\"dateModified\":\"2019-11-06T08:46:34+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2320\/hutan-desa-pertama-di-papua-satu-dekade-berjuang-melindungi-hutan-dari-tekanan-deforestasi\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2320\/hutan-desa-pertama-di-papua-satu-dekade-berjuang-melindungi-hutan-dari-tekanan-deforestasi\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2320\/hutan-desa-pertama-di-papua-satu-dekade-berjuang-melindungi-hutan-dari-tekanan-deforestasi\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Hutan Desa Pertama di Papua Satu Dekade Berjuang Melindungi Hutan dari Tekanan Deforestasi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"description\":\"Greenpeace\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"width\":500,\"height\":500,\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\",\"https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID\",\"https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/www.greenpeace.or.id\"],\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/greenpeace-indonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Hutan Desa Pertama di Papua Satu Dekade Berjuang Melindungi Hutan dari Tekanan Deforestasi - Greenpeace Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2320\/hutan-desa-pertama-di-papua-satu-dekade-berjuang-melindungi-hutan-dari-tekanan-deforestasi\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Hutan Desa Pertama di Papua Satu Dekade Berjuang Melindungi Hutan dari Tekanan Deforestasi - Greenpeace Indonesia","og_description":"Masyarakat Kampung Manggroholo dan Sira, Papua Barat berhasil memperoleh izin pengelolaan Hutan Desa. Ini adalah harapan baru bagi perlindungan surga kekayaan hayati dunia yang kini penghancurannya telah terlihat akibat ekspansi perkebunan sawit dan bubur kertas.","og_url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2320\/hutan-desa-pertama-di-papua-satu-dekade-berjuang-melindungi-hutan-dari-tekanan-deforestasi\/","og_site_name":"Greenpeace Indonesia","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","article_published_time":"2017-03-09T10:01:44+00:00","article_modified_time":"2019-11-06T08:46:34+00:00","og_image":[{"width":800,"height":527,"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/03\/bdd178d1-gp0stqkor_web_size.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Greenpeace Indonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@GreenpeaceID","twitter_site":"@GreenpeaceID","twitter_misc":{"Written by":"Greenpeace Indonesia","Est. reading time":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2320\/hutan-desa-pertama-di-papua-satu-dekade-berjuang-melindungi-hutan-dari-tekanan-deforestasi\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2320\/hutan-desa-pertama-di-papua-satu-dekade-berjuang-melindungi-hutan-dari-tekanan-deforestasi\/"},"author":{"name":"Greenpeace Indonesia","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe"},"headline":"Hutan Desa Pertama di Papua Satu Dekade Berjuang Melindungi Hutan dari Tekanan Deforestasi","datePublished":"2017-03-09T10:01:44+00:00","dateModified":"2019-11-06T08:46:34+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2320\/hutan-desa-pertama-di-papua-satu-dekade-berjuang-melindungi-hutan-dari-tekanan-deforestasi\/"},"wordCount":602,"commentCount":2,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"keywords":["Hutan"],"articleSection":["Lindungi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2320\/hutan-desa-pertama-di-papua-satu-dekade-berjuang-melindungi-hutan-dari-tekanan-deforestasi\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2320\/hutan-desa-pertama-di-papua-satu-dekade-berjuang-melindungi-hutan-dari-tekanan-deforestasi\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2320\/hutan-desa-pertama-di-papua-satu-dekade-berjuang-melindungi-hutan-dari-tekanan-deforestasi\/","name":"Hutan Desa Pertama di Papua Satu Dekade Berjuang Melindungi Hutan dari Tekanan Deforestasi - Greenpeace Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website"},"datePublished":"2017-03-09T10:01:44+00:00","dateModified":"2019-11-06T08:46:34+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2320\/hutan-desa-pertama-di-papua-satu-dekade-berjuang-melindungi-hutan-dari-tekanan-deforestasi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2320\/hutan-desa-pertama-di-papua-satu-dekade-berjuang-melindungi-hutan-dari-tekanan-deforestasi\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2320\/hutan-desa-pertama-di-papua-satu-dekade-berjuang-melindungi-hutan-dari-tekanan-deforestasi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Hutan Desa Pertama di Papua Satu Dekade Berjuang Melindungi Hutan dari Tekanan Deforestasi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","name":"Greenpeace Indonesia","description":"Greenpeace","publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization","name":"Greenpeace Indonesia","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","contentUrl":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","width":500,"height":500,"caption":"Greenpeace Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID","https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe","name":"Greenpeace Indonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g","caption":"Greenpeace Indonesia"},"sameAs":["http:\/\/www.greenpeace.or.id"],"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/greenpeace-indonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2320","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/49"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2320"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2320\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2322,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2320\/revisions\/2322"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2321"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2320"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2320"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2320"},{"taxonomy":"p4-page-type","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/p4-page-type?post=2320"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}