{"id":2330,"date":"2017-02-16T17:24:45","date_gmt":"2017-02-16T10:24:45","guid":{"rendered":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?p=2330"},"modified":"2019-11-06T15:46:35","modified_gmt":"2019-11-06T08:46:35","slug":"keputusan-ini-membawa-kegelapan-pada-masa-depan-hutan-dan-menutup-akses-publik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2330\/keputusan-ini-membawa-kegelapan-pada-masa-depan-hutan-dan-menutup-akses-publik\/","title":{"rendered":"Keputusan Ini Membawa Kegelapan pada Masa Depan Hutan dan Menutup Akses Publik"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta, 16 Februari 2017 \u2013 Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTUN) hari ini menerima banding yang diajukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) atas sengketa informasi terhadap Greenpeace Indonesia. Keputusan ini memupuskan harapan atas keterbukaan pemerintah Presiden Joko Widodo dalam mengelola hutan Indonesia.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-2332 size-full\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/03\/e3a74c06-gp0stt176_web_size.jpg\" alt=\"\" width=\"799\" height=\"534\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/03\/e3a74c06-gp0stt176_web_size.jpg 799w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/03\/e3a74c06-gp0stt176_web_size-300x201.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/03\/e3a74c06-gp0stt176_web_size-768x513.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/03\/e3a74c06-gp0stt176_web_size-510x340.jpg 510w\" sizes=\"auto, (max-width: 799px) 100vw, 799px\" \/><\/p>\n<p>\u201cMasa depan hutan Indonesia semakin gelap dengan keputusan ini. Banyak perubahan-perubahan dalam kawasan hutan tidak diketahui publik karena data dan informasi sengaja dirahasiakan Kementerian LHK. Greenpeace Indonesia bersama masyarakat akan mengajukan kasasi di Mahkamah Agung untuk mendesak data-data ini terbuka dan tersedia bagi publik,\u201d kata Ratri Kusumohartono, Jurukampanye Hutan Greenpeace Indonesia.<\/p>\n<p>Seperti diketahui, dua tahun lalu tepatnya\u00a0 tanggal 7 September 2015, Greenpeace Indonesia mengajukan sengketa informasi ke Komisi Informasi Publik (KIP) setelah permohonan tujuh jenis informasi terkait dengan pengelolaan hutan Indonesia, enam di antaranya meminta lampiran peta dalam format SHP, ditolak Kementerian LHK. [1]<\/p>\n<p>Pada sidang terakhir di KIP 24 Oktober 2016, majelis komisioner mengabulkan permohonan Greenpeace Indonesia dan memerintahkan Kementerian LHK untuk memberikan data dan informasi yang diminta. Namun bukannya mendorong keterbukaan data, Kementerian LHK justru terus melawan dengan mengajukan banding yang hari ini dikabulkan PTUN.<\/p>\n<p>\u201cDampak keputusan hari ini akan semakin memperkecil peluang masyarakat untuk berpartisipasi guna mencegah deforestasi dan kebakaran hutan. Sementara data penting yang dimohonkan Greenpeace Indonesia agar dibuka adalah informasi kunci untuk mengetahui bagaimana kondisi hutan saat ini,\u201d ujar Ratri.<\/p>\n<p>Provinsi Riau telah menetapkan siaga darurat kebakaran hutan [2]. Status ini menjadi peringatan keras bagi pemerintah untuk mulai bekerja keras mempersiapkan penanganannya. Api kebakaran hutan yang asap beracunnya telah memapar jutaan orang di Sumatera, Kalimantan, Papua dan bahkan di beberapa wilayah negara tetangga.<\/p>\n<p>\u201cMenutup rapat data dan informasi publik yang telah belasan tahun menjadi korban kebakaran dan kerusakan hutan, adalah langkah mundur Kementerian LHK. Keputusan ini telah banyak membuang waktu dan mengenyampingkan kepentingan puluhan juta orang,\u201d tambah Ratri.<\/p>\n<p><strong>Catatan Editor:<\/strong><br \/>\n[1]\u00a0 Pada tanggal 7 September 2015, Greenpeace Indonesia mengajukan permohonan informasi atas tujuh jenis data yang dibutuhkan kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan \u00a0Kehutanan, sebagai berikut:<\/p>\n<ol>\n<li>Peta Tutupan Lahan Indonesia tahun 2012, berupa format \u200b<em>shapefile<\/em><\/li>\n<li>Peta Tutupan Lahan Indonesia tahun 2013, berupa format\u00a0\u00a0<em>shapefile<\/em><\/li>\n<li>Izin dan lampiran peta konsesi HTI berupa format \u200b<em>shapefile<\/em>\u200b, berdasarkan SK. 2382\/Menhut\u00adVI\/BRPUK\/2015<\/li>\n<li>Izin dan lampiran peta konsesi HPH berupa format\u00a0<em>shapefile<\/em>, berdasarkan SK. 2382\/Menhut\u00adVI\/BRPUK\/2015<\/li>\n<li>Izin dan lampiran peta pelepasan kawasan untuk perkebunan sawit, berupa format\u00a0<em>shapefile<\/em><\/li>\n<li>Izin dan lampiran peta pinjam pakai kawasan hutan untuk pertambangan, berupa format\u00a0<em>shapefile<\/em><\/li>\n<li>Laporan hasil produksi Provisi Sumber Daya Hutan dan Dana Reboisasi (PSDH DR) tahun 2000 \u2013 2015<\/li>\n<\/ol>\n<p>[2]\u00a0<a class=\"zoom\" href=\"http:\/\/sains.kompas.com\/read\/2017\/01\/30\/15363011\/riau.tetapkan.siaga.darurat.kebakaran.hutan.dan.lahan\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">http:\/\/sains.kompas.com\/read\/2017\/01\/30\/15363011\/riau.tetapkan.siaga.darurat.kebakaran.hutan.dan.lahan<\/a><\/p>\n<p><strong>Kontak Media:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li><strong>Ratri Kusumohartono,\u00a0<\/strong>Jurukampanye Hutan Greenpeace Indonesia, Telp 08118003717<\/li>\n<li><strong>Zamzami<\/strong>, Jurukampanye Media Greenpeace Indonesia, Telp 08117503918<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTUN) menerima banding yang diajukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) atas sengketa informasi terhadap Greenpeace Indonesia. Keputusan ini memupuskan harapan atas keterbukaan pemerintah Presiden Joko Widodo dalam mengelola hutan Indonesia.<\/p>\n","protected":false},"author":49,"featured_media":2332,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ep_exclude_from_search":false,"p4_og_title":"","p4_og_description":"","p4_og_image":"","p4_og_image_id":"","p4_seo_canonical_url":"","p4_campaign_name":"","p4_local_project":"","p4_basket_name":"","p4_department":"","footnotes":""},"categories":[2],"tags":[19],"p4-page-type":[14],"class_list":["post-2330","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lindungi","tag-hutan","p4-page-type-siaran-pers"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.9.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Keputusan Ini Membawa Kegelapan pada Masa Depan Hutan dan Menutup Akses Publik - Greenpeace Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2330\/keputusan-ini-membawa-kegelapan-pada-masa-depan-hutan-dan-menutup-akses-publik\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Keputusan Ini Membawa Kegelapan pada Masa Depan Hutan dan Menutup Akses Publik - Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTUN) menerima banding yang diajukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) atas sengketa informasi terhadap Greenpeace Indonesia. Keputusan ini memupuskan harapan atas keterbukaan pemerintah Presiden Joko Widodo dalam mengelola hutan Indonesia.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2330\/keputusan-ini-membawa-kegelapan-pada-masa-depan-hutan-dan-menutup-akses-publik\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-02-16T10:24:45+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-11-06T08:46:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/03\/e3a74c06-gp0stt176_web_size.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"799\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"534\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2330\/keputusan-ini-membawa-kegelapan-pada-masa-depan-hutan-dan-menutup-akses-publik\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2330\/keputusan-ini-membawa-kegelapan-pada-masa-depan-hutan-dan-menutup-akses-publik\/\"},\"author\":{\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe\"},\"headline\":\"Keputusan Ini Membawa Kegelapan pada Masa Depan Hutan dan Menutup Akses Publik\",\"datePublished\":\"2017-02-16T10:24:45+00:00\",\"dateModified\":\"2019-11-06T08:46:35+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2330\/keputusan-ini-membawa-kegelapan-pada-masa-depan-hutan-dan-menutup-akses-publik\/\"},\"wordCount\":433,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"keywords\":[\"Hutan\"],\"articleSection\":[\"Lindungi\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2330\/keputusan-ini-membawa-kegelapan-pada-masa-depan-hutan-dan-menutup-akses-publik\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2330\/keputusan-ini-membawa-kegelapan-pada-masa-depan-hutan-dan-menutup-akses-publik\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2330\/keputusan-ini-membawa-kegelapan-pada-masa-depan-hutan-dan-menutup-akses-publik\/\",\"name\":\"Keputusan Ini Membawa Kegelapan pada Masa Depan Hutan dan Menutup Akses Publik - Greenpeace Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\"},\"datePublished\":\"2017-02-16T10:24:45+00:00\",\"dateModified\":\"2019-11-06T08:46:35+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2330\/keputusan-ini-membawa-kegelapan-pada-masa-depan-hutan-dan-menutup-akses-publik\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2330\/keputusan-ini-membawa-kegelapan-pada-masa-depan-hutan-dan-menutup-akses-publik\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2330\/keputusan-ini-membawa-kegelapan-pada-masa-depan-hutan-dan-menutup-akses-publik\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Keputusan Ini Membawa Kegelapan pada Masa Depan Hutan dan Menutup Akses Publik\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"description\":\"Greenpeace\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"width\":500,\"height\":500,\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\",\"https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID\",\"https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/www.greenpeace.or.id\"],\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/greenpeace-indonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Keputusan Ini Membawa Kegelapan pada Masa Depan Hutan dan Menutup Akses Publik - Greenpeace Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2330\/keputusan-ini-membawa-kegelapan-pada-masa-depan-hutan-dan-menutup-akses-publik\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Keputusan Ini Membawa Kegelapan pada Masa Depan Hutan dan Menutup Akses Publik - Greenpeace Indonesia","og_description":"Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTUN) menerima banding yang diajukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) atas sengketa informasi terhadap Greenpeace Indonesia. Keputusan ini memupuskan harapan atas keterbukaan pemerintah Presiden Joko Widodo dalam mengelola hutan Indonesia.","og_url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2330\/keputusan-ini-membawa-kegelapan-pada-masa-depan-hutan-dan-menutup-akses-publik\/","og_site_name":"Greenpeace Indonesia","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","article_published_time":"2017-02-16T10:24:45+00:00","article_modified_time":"2019-11-06T08:46:35+00:00","og_image":[{"width":799,"height":534,"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/03\/e3a74c06-gp0stt176_web_size.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Greenpeace Indonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@GreenpeaceID","twitter_site":"@GreenpeaceID","twitter_misc":{"Written by":"Greenpeace Indonesia","Est. reading time":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2330\/keputusan-ini-membawa-kegelapan-pada-masa-depan-hutan-dan-menutup-akses-publik\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2330\/keputusan-ini-membawa-kegelapan-pada-masa-depan-hutan-dan-menutup-akses-publik\/"},"author":{"name":"Greenpeace Indonesia","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe"},"headline":"Keputusan Ini Membawa Kegelapan pada Masa Depan Hutan dan Menutup Akses Publik","datePublished":"2017-02-16T10:24:45+00:00","dateModified":"2019-11-06T08:46:35+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2330\/keputusan-ini-membawa-kegelapan-pada-masa-depan-hutan-dan-menutup-akses-publik\/"},"wordCount":433,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"keywords":["Hutan"],"articleSection":["Lindungi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2330\/keputusan-ini-membawa-kegelapan-pada-masa-depan-hutan-dan-menutup-akses-publik\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2330\/keputusan-ini-membawa-kegelapan-pada-masa-depan-hutan-dan-menutup-akses-publik\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2330\/keputusan-ini-membawa-kegelapan-pada-masa-depan-hutan-dan-menutup-akses-publik\/","name":"Keputusan Ini Membawa Kegelapan pada Masa Depan Hutan dan Menutup Akses Publik - Greenpeace Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website"},"datePublished":"2017-02-16T10:24:45+00:00","dateModified":"2019-11-06T08:46:35+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2330\/keputusan-ini-membawa-kegelapan-pada-masa-depan-hutan-dan-menutup-akses-publik\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2330\/keputusan-ini-membawa-kegelapan-pada-masa-depan-hutan-dan-menutup-akses-publik\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2330\/keputusan-ini-membawa-kegelapan-pada-masa-depan-hutan-dan-menutup-akses-publik\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Keputusan Ini Membawa Kegelapan pada Masa Depan Hutan dan Menutup Akses Publik"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","name":"Greenpeace Indonesia","description":"Greenpeace","publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization","name":"Greenpeace Indonesia","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","contentUrl":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","width":500,"height":500,"caption":"Greenpeace Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID","https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe","name":"Greenpeace Indonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g","caption":"Greenpeace Indonesia"},"sameAs":["http:\/\/www.greenpeace.or.id"],"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/greenpeace-indonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2330","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/49"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2330"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2330\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2333,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2330\/revisions\/2333"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2332"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2330"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2330"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2330"},{"taxonomy":"p4-page-type","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/p4-page-type?post=2330"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}