{"id":2360,"date":"2016-11-16T18:42:04","date_gmt":"2016-11-16T11:42:04","guid":{"rendered":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?p=2360"},"modified":"2019-11-06T15:46:37","modified_gmt":"2019-11-06T08:46:37","slug":"rencana-indonesia-untuk-hutan-dan-energi-mengkhianati-semangat-kesepakatan-paris","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2360\/rencana-indonesia-untuk-hutan-dan-energi-mengkhianati-semangat-kesepakatan-paris\/","title":{"rendered":"Rencana Indonesia untuk Hutan dan Energi Mengkhianati Semangat Kesepakatan Paris"},"content":{"rendered":"<p>Marrakesh, 16 November 2016 &#8211; Greenpeace Indonesia menyambut baik pernyataan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar dalam pidato perubahan iklimnya hari ini yang mengakui pentingnya peran hutan dan energi. Namun, pemerintah Indonesia tidak menunjukkan niat yang kuat untuk beralih dari ketergantungan terhadap batu bara dan menghentikan deforestasi. Selain itu, pemerintah masih memperlihatkan keengganannya untuk keterbukaan yang memungkinkan dilakukannya pemantauan oleh publik, dan masih jauh dari tujuan pengurangan, target emisi Indonesia benar-benar mewakili peningkatan emisi gas rumah kaca sekitar sepertiga dari 2015-2030.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-2361 size-full\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/03\/3ab9ea5d-gp1stoag_web_size.jpg\" alt=\"\" width=\"800\" height=\"450\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/03\/3ab9ea5d-gp1stoag_web_size.jpg 800w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/03\/3ab9ea5d-gp1stoag_web_size-300x169.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/03\/3ab9ea5d-gp1stoag_web_size-768x432.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/03\/3ab9ea5d-gp1stoag_web_size-510x287.jpg 510w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/p>\n<p>\u201cDi antara kebijakan Menteri LHK yakni moratorium konversi hutan alam sejak \u00a0tahun 2011 lalu,memperlihatkan kegagalan dalam melindungi jutaan hektar hutan dan gambut. Hal ini dapat dilihat dari \u00a0angka yang di keluarkan \u00a0oleh pemerintah saat ini menunjukkan bahwa tingkat rata-rata deforestasi secara nasional justru meningkat [1]. Lebih buruk lagi, dokumen UNFCCC Indonesia menunjukkan rencana pemerintah untuk melanjutkan penghancuran 13 juta hektar hutan dalam tiga dekade mendatang [2]. \u201cKita mengingkari deklarasi New York atas komitmen perlindungan hutan untuk mencapai nol deforestasi pada 2030,\u201d kata Kiki Taufik, Kepala Kampanye Global Hutan Indonesia, Greenpeace Indonesia.<\/p>\n<p>\u201cKebijakan lainnya yang disampaikan merupakan janji yang lama untuk mempublikasikan Peta Tunggal. Namun demikian kata \u201cketerbukaan\u201d sepertinya menjadi kata yang dihindari oleh pemerintah Indonesia. Menteri LHK saat ini justru mengajukan banding di pengadilan untuk melawan masyarakat sipil yang meminta transparansi atas data tutupan hutan dan tata ruang. Komitmen untuk mewujudkan penurunan emisi melalui kebijakan kehutanan adalah hal penting, tapi itu tidak akan berarti kecuali ada keterbukaan penuh terhadap data dasar, peta dan metodologi, yang memungkinkan pengawasan independen dan perhitungan akurat atas apa yang sebenarnya sedang terjadi di lapangan,\u201d kata Kiki [3]<\/p>\n<p>Greenpeace Indonesia juga menekankan bahwa rencana pengurangan emisi Indonesia masih sangat lemah. Rencana pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 35.000 Megawatt masih mengalokasikan lebih dari 20.000 Megawatt untuk PLTU batu bara. Target untuk energi terbarukan hanya 23% pada 2025 dan 31% pada 2050.<\/p>\n<p>Hindun Mulaika, Kepala kampanye iklim dan energi Greenpeace Indonesia mengatakan:<br \/>\n&#8220;Tak satu pun dari target tersebut akan dapat tercapai dengan paradigma berpikir dan kebijakan saat ini. Tidak ada dorongan untuk pengembangan energi terbarukan, bahan bakar fosil masih disubsidi dan lobi industri batubara memberikan pengaruh berbahaya dalam cara berpikir pemerintah Indonesia.&#8221;<\/p>\n<p>\u201cPengembangan bahan bakar fosil harus dihentikan sekarang. Tidak ada ruang lagi untuk \u00a0pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) \u00a0berbahan bakar batu bara. Namun, Indonesia masih terus berinvestasi dalam industri kuno yang mematikan, mengancam kualitas udara kita, kesehatan rakyat Indonesia dan masa depan planet kita. Rencana pemerintah bahwa paling tidak \u00a025% sumber energi akan berasal dari batu bara selambat-lambatnya pada akhir 2050 mungkin akan menjadi sekedar rekaan. Dengan kebijakan saat ini, jumlah PLTU batu bara akan jauh lebih banyak dari itu. Rencana energi Indonesia adalah \u00a0catatan bunuh diri bagi planet kita.&#8221;<\/p>\n<p><strong>Catatan Editor:<\/strong><\/p>\n<p>Ralat: Kami memohon maaf ada kesalahan penulisan pada bagian target pemerintah untuk energi terbarukan hanya 31% pada 2030, seharusnya tertulis 31% pada 2050. Demikian ralat dari kami. Terima kasih.<\/p>\n<p>[1] Dirjen Perubahan Iklim, Menteri KLHK \u00a0(2015)\u00a0<a class=\"zoom\" href=\"http:\/\/unfccc.int\/essential_background\/library\/items\/3599.php?rec=j&amp;priref=7834#beg\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Biennial Update Report<\/a>\u00a0(BUR) versi pertama di bawah United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) : 3\u20139<br \/>\n[2] BUR 1-12 mengindentifikasi sekitar 15.4 juta hektar hutan tersedia untuk deforestasi yang direncanakan (sebagai HPK dan konsesi APL) BUR (4-6); Dan NDC memproyeksikan deforestasi terencana 450,000 hektar per tahun.<br \/>\n[3] Hutan dan Lahan lainnya adalah penting untuk penyerapan CO2 tambahan untuk mencapai target tingkat 1.5\u00baC dari Kesepakatan Paris. Mereka membutuhkan aturan penghitungan yang komprehensif, transparan dan terpisah yang memudahkan penghentian deforestasi dan pemulihan hutan dan penyerapan karbon alam lainnya. Negara-negara berkembang membutuhkan dukungan tambahan dari dana iklim hijau dan tidak melalui skema offset untuk sektor ini. NDC harus meningkatkan target dari hutan dan lahan, yang tidak memadai di negara-negara berkembang dan hampir tidak ada di negara maju.<\/p>\n<p><strong>Kontak Media:<\/strong><br \/>\nKiki Taufik, Kepala Kampanye Global Hutan Indonesia, Greenpeace Indonesia.\u00a0kiki.taufik@greenpeace.org, \u00a0+62 811 870 6074<br \/>\nHindun Mulaika, Kepala kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia,\u00a0hmulaika@greenpeace.org, +62 811 8407 113<br \/>\nArif Fiyanto, Koordinator Regional Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Asia Tenggara,\u00a0afiyanto@greenpeace.org, +628111805373<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemerintah Indonesia tidak menunjukkan niat yang kuat untuk beralih dari ketergantungan terhadap batu bara dan menghentikan deforestasi.<\/p>\n","protected":false},"author":49,"featured_media":2361,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ep_exclude_from_search":false,"p4_og_title":"","p4_og_description":"","p4_og_image":"","p4_og_image_id":"","p4_seo_canonical_url":"","p4_campaign_name":"","p4_local_project":"","p4_basket_name":"","p4_department":"","footnotes":""},"categories":[2],"tags":[6,19],"p4-page-type":[14],"class_list":["post-2360","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lindungi","tag-iklim","tag-hutan","p4-page-type-siaran-pers"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.9.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Rencana Indonesia untuk Hutan dan Energi Mengkhianati Semangat Kesepakatan Paris - Greenpeace Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2360\/rencana-indonesia-untuk-hutan-dan-energi-mengkhianati-semangat-kesepakatan-paris\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Rencana Indonesia untuk Hutan dan Energi Mengkhianati Semangat Kesepakatan Paris - Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pemerintah Indonesia tidak menunjukkan niat yang kuat untuk beralih dari ketergantungan terhadap batu bara dan menghentikan deforestasi.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2360\/rencana-indonesia-untuk-hutan-dan-energi-mengkhianati-semangat-kesepakatan-paris\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2016-11-16T11:42:04+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-11-06T08:46:37+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/03\/3ab9ea5d-gp1stoag_web_size.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"450\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2360\/rencana-indonesia-untuk-hutan-dan-energi-mengkhianati-semangat-kesepakatan-paris\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2360\/rencana-indonesia-untuk-hutan-dan-energi-mengkhianati-semangat-kesepakatan-paris\/\"},\"author\":{\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe\"},\"headline\":\"Rencana Indonesia untuk Hutan dan Energi Mengkhianati Semangat Kesepakatan Paris\",\"datePublished\":\"2016-11-16T11:42:04+00:00\",\"dateModified\":\"2019-11-06T08:46:37+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2360\/rencana-indonesia-untuk-hutan-dan-energi-mengkhianati-semangat-kesepakatan-paris\/\"},\"wordCount\":633,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"keywords\":[\"Iklim\",\"Hutan\"],\"articleSection\":[\"Lindungi\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2360\/rencana-indonesia-untuk-hutan-dan-energi-mengkhianati-semangat-kesepakatan-paris\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2360\/rencana-indonesia-untuk-hutan-dan-energi-mengkhianati-semangat-kesepakatan-paris\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2360\/rencana-indonesia-untuk-hutan-dan-energi-mengkhianati-semangat-kesepakatan-paris\/\",\"name\":\"Rencana Indonesia untuk Hutan dan Energi Mengkhianati Semangat Kesepakatan Paris - Greenpeace Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\"},\"datePublished\":\"2016-11-16T11:42:04+00:00\",\"dateModified\":\"2019-11-06T08:46:37+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2360\/rencana-indonesia-untuk-hutan-dan-energi-mengkhianati-semangat-kesepakatan-paris\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2360\/rencana-indonesia-untuk-hutan-dan-energi-mengkhianati-semangat-kesepakatan-paris\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2360\/rencana-indonesia-untuk-hutan-dan-energi-mengkhianati-semangat-kesepakatan-paris\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Rencana Indonesia untuk Hutan dan Energi Mengkhianati Semangat Kesepakatan Paris\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"description\":\"Greenpeace\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"width\":500,\"height\":500,\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\",\"https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID\",\"https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/www.greenpeace.or.id\"],\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/greenpeace-indonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Rencana Indonesia untuk Hutan dan Energi Mengkhianati Semangat Kesepakatan Paris - Greenpeace Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2360\/rencana-indonesia-untuk-hutan-dan-energi-mengkhianati-semangat-kesepakatan-paris\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Rencana Indonesia untuk Hutan dan Energi Mengkhianati Semangat Kesepakatan Paris - Greenpeace Indonesia","og_description":"Pemerintah Indonesia tidak menunjukkan niat yang kuat untuk beralih dari ketergantungan terhadap batu bara dan menghentikan deforestasi.","og_url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2360\/rencana-indonesia-untuk-hutan-dan-energi-mengkhianati-semangat-kesepakatan-paris\/","og_site_name":"Greenpeace Indonesia","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","article_published_time":"2016-11-16T11:42:04+00:00","article_modified_time":"2019-11-06T08:46:37+00:00","og_image":[{"width":800,"height":450,"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/03\/3ab9ea5d-gp1stoag_web_size.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Greenpeace Indonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@GreenpeaceID","twitter_site":"@GreenpeaceID","twitter_misc":{"Written by":"Greenpeace Indonesia","Est. reading time":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2360\/rencana-indonesia-untuk-hutan-dan-energi-mengkhianati-semangat-kesepakatan-paris\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2360\/rencana-indonesia-untuk-hutan-dan-energi-mengkhianati-semangat-kesepakatan-paris\/"},"author":{"name":"Greenpeace Indonesia","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe"},"headline":"Rencana Indonesia untuk Hutan dan Energi Mengkhianati Semangat Kesepakatan Paris","datePublished":"2016-11-16T11:42:04+00:00","dateModified":"2019-11-06T08:46:37+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2360\/rencana-indonesia-untuk-hutan-dan-energi-mengkhianati-semangat-kesepakatan-paris\/"},"wordCount":633,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"keywords":["Iklim","Hutan"],"articleSection":["Lindungi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2360\/rencana-indonesia-untuk-hutan-dan-energi-mengkhianati-semangat-kesepakatan-paris\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2360\/rencana-indonesia-untuk-hutan-dan-energi-mengkhianati-semangat-kesepakatan-paris\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2360\/rencana-indonesia-untuk-hutan-dan-energi-mengkhianati-semangat-kesepakatan-paris\/","name":"Rencana Indonesia untuk Hutan dan Energi Mengkhianati Semangat Kesepakatan Paris - Greenpeace Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website"},"datePublished":"2016-11-16T11:42:04+00:00","dateModified":"2019-11-06T08:46:37+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2360\/rencana-indonesia-untuk-hutan-dan-energi-mengkhianati-semangat-kesepakatan-paris\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2360\/rencana-indonesia-untuk-hutan-dan-energi-mengkhianati-semangat-kesepakatan-paris\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2360\/rencana-indonesia-untuk-hutan-dan-energi-mengkhianati-semangat-kesepakatan-paris\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Rencana Indonesia untuk Hutan dan Energi Mengkhianati Semangat Kesepakatan Paris"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","name":"Greenpeace Indonesia","description":"Greenpeace","publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization","name":"Greenpeace Indonesia","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","contentUrl":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","width":500,"height":500,"caption":"Greenpeace Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID","https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe","name":"Greenpeace Indonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g","caption":"Greenpeace Indonesia"},"sameAs":["http:\/\/www.greenpeace.or.id"],"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/greenpeace-indonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2360","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/49"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2360"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2360\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2362,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2360\/revisions\/2362"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2361"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2360"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2360"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2360"},{"taxonomy":"p4-page-type","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/p4-page-type?post=2360"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}