{"id":2911,"date":"2019-05-22T13:26:03","date_gmt":"2019-05-22T06:26:03","guid":{"rendered":"https:\/\/master.k8s.p4.greenpeace.org\/indonesia\/?p=2911"},"modified":"2021-12-01T19:31:23","modified_gmt":"2021-12-01T12:31:23","slug":"plastik-sekali-pakai-ancaman-nyata-bagi-iklim","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2911\/plastik-sekali-pakai-ancaman-nyata-bagi-iklim\/","title":{"rendered":"Plastik Sekali Pakai, Ancaman Nyata Bagi Iklim"},"content":{"rendered":"<p><strong>Jakarta, 20 Mei 2019.<\/strong> Dampak penggunaan plastik sekali pakai terhadap bumi ini akan semakin besar dan tidak terbendung, bila tingkat penggunaannya tidak ditekan sekarang juga. Pasalnya, tren pemakaian plastik sekali pakai cenderung terus meningkat. The World Economic Forum memprediksi, produksi dan konsumsi plastik akan meningkat 3,8 persen per tahun hingga 2030. [1]<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-2912 size-full\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/05\/56187830-unj.jpg\" alt=\"\" width=\"1000\" height=\"672\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/05\/56187830-unj.jpg 1000w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/05\/56187830-unj-300x202.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/05\/56187830-unj-768x516.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/05\/56187830-unj-506x340.jpg 506w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/p>\n<p>\u201cSekali kita memproduksi dan menggunakan plastik sekali pakai, maka itu akan berada hingga ratusan tahun di alam ini,\u201d tegas Muharram Atha Rasyadi, Jurukampanye Urban Greenpeace Indonesia, dalam kegiatan Ramadan Ramah Lingkungan di Universitas Negeri Jakarta. Berdasarkan laporan terbaru \u201cPlastic &amp; Climate: The Hidden Costs of a Plastic Planet,\u201d seluruh siklus hidup plastik bisa menghasilkan gas rumah kaca yang begitu besar yang dapat mengancam target masyarakat dunia untuk menjaga kenaikan suhu bumi di bawah 1,5 derajat Celcius. [2]<\/p>\n<p>Plastik memberikan dampak buruk bagi lingkungan mulai dari proses ekstraksi minyak bumi sebagai bahan bakunya hingga keberadaannya di lingkungan sekitar sebagai sampah. Laporan tersebut menyebutkan, sampah plastik yang berada di pantai, sungai serta di berbagai tempat lain di darat melepaskan gas rumah kaca dalam jumlah yang tinggi.<\/p>\n<p>Solusi utama tentunya masyarakat harus mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Bulan Ramadan ini bisa menjadi momentum bagi masyarakat untuk memulai aksi nyata dengan mengaplikasikan gaya hidup ramah lingkungan, mengingat penggunaan plastik sekali pakai sangat masif seperti untuk kemasan takjil. \u201cNahdlatul Ulama sudah mengangkat sampah plastik sebagai permasalahan sangat penting yang mengancam lingkungan,\u201d ujar Fitria Ariyani, Direktur Bank Sampah Nusantara LPBI Nahdlatul Ulama, di mana isu sampah plastik menjadi isu utama dalam Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar NU pada Februari lalu di Banjar, Jawa Barat.<\/p>\n<p>Selain peningkatan kesadaran masyarakat, perusahaan seperti produsen barang kebutuhan sehari-hari (fast moving consumer goods), juga harus bertanggung jawab. \u201cNU mendorong pemerintah untuk memberikan sanksi kepada perusahaan yang tidak mengelola sampahnya,\u201d lanjut Fitria. Ini sesuai dengan undang-undang yang berlaku yakni Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Perusahaan bisa menerapkan konsep isi ulang dan penggunaan kembali sebagai solusi demi mengatasi krisis sampah plastik.<\/p>\n<p>\u201cPenyelesaian krisis sampah plastik bukan hanya berada di tangan masyarakat. Perusahaan justru memiliki porsi tanggung jawab terbesar untuk segera mengatasi masalah ini,\u201d ujar Atha.<\/p>\n<p>Catatan editor:<br \/>\nKegiatan Ramadan Ramah Lingkungan adalah bagian dari kampanye #PantangPlastik Greenpeace Indonesia yang diluncurkan pada Ramadan tahun 2018. Tahun ini, kegiatan kampanye menyasar masyarakat muda di sejumlah kampus seperti Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia dan Universitas Negeri Jakarta melalui kegiatan diskusi singkat menjelang buka puasa.<\/p>\n<p>[1] <a href=\"http:\/\/www3.weforum.org\/docs\/WEF_The_New_Plastics_Economy.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" data-saferedirecturl=\"https:\/\/www.google.com\/url?q=http:\/\/www3.weforum.org\/docs\/WEF_The_New_Plastics_Economy.pdf&amp;source=gmail&amp;ust=1558592776768000&amp;usg=AFQjCNFBiCwd0MGxYO8zDsMF0M7qv44W_Q\">http:\/\/www3.weforum.org\/docs\/<wbr \/>WEF_The_New_Plastics_Economy.<wbr \/>pdf<\/a><br \/>\n[2] Laporan \u201cPlastic &amp; Climate: The Hidden Costs of a Plastic Planet\u201d menyebutkan pada tahun 2050, emisi gas rumah kaca dari plastik bisa mencapai lebih dari 56 gigaton. \u00a0<a href=\"https:\/\/www.ciel.org\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Plastic-and-Climate-FINAL-2019.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" data-saferedirecturl=\"https:\/\/www.google.com\/url?q=https:\/\/www.ciel.org\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Plastic-and-Climate-FINAL-2019.pdf&amp;source=gmail&amp;ust=1558592776768000&amp;usg=AFQjCNHPkcFxDWqcSyn8Bodoiwpldn41XQ\">https:\/\/www.ciel.org\/wp-<wbr \/>content\/uploads\/2019\/05\/<wbr \/>Plastic-and-Climate-FINAL-<wbr \/>2019.pdf<\/a><\/p>\n<p>Kontak media:<br \/>\nMuharram Atha Rasyadi, Jurukampanye Urban Greenpeace Indonesia, <a href=\"mailto:muharram.atha.rasyadi@greenpeace.org\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">muharram.atha.rasyadi@<wbr \/>greenpeace.org<\/a>, telp 0811-1714-083<br \/>\nEster Meryana, Jurukampanye Media Greenpeace Indonesia, <a href=\"mailto:emeryana@greenpeace.org\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><span class=\"il\">emeryana@greenpeace.org<\/span><\/a>, telp 0811-1924-090<\/p>\n<div class=\"EmptyMessage\">Block content is empty. Check the block&#8217;s settings or remove it.<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dampak penggunaan plastik sekali pakai terhadap bumi ini akan semakin besar dan tidak terbendung, bila tingkat penggunaannya tidak ditekan sekarang juga. Pasalnya, tren pemakaian plastik sekali pakai cenderung terus meningkat.<\/p>\n","protected":false},"author":28,"featured_media":2912,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ep_exclude_from_search":false,"p4_og_title":"","p4_og_description":"","p4_og_image":"","p4_og_image_id":"","p4_seo_canonical_url":"","p4_campaign_name":"","p4_local_project":"","p4_basket_name":"","p4_department":"","footnotes":""},"categories":[3],"tags":[23],"p4-page-type":[14],"class_list":["post-2911","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ciptakan-perubahan","tag-pantang-plastik","p4-page-type-siaran-pers"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.9.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Plastik Sekali Pakai, Ancaman Nyata Bagi Iklim - Greenpeace Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2911\/plastik-sekali-pakai-ancaman-nyata-bagi-iklim\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Plastik Sekali Pakai, Ancaman Nyata Bagi Iklim - Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dampak penggunaan plastik sekali pakai terhadap bumi ini akan semakin besar dan tidak terbendung, bila tingkat penggunaannya tidak ditekan sekarang juga. Pasalnya, tren pemakaian plastik sekali pakai cenderung terus meningkat.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2911\/plastik-sekali-pakai-ancaman-nyata-bagi-iklim\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-05-22T06:26:03+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-12-01T12:31:23+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/05\/56187830-unj.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1000\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"672\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Medina Basaib\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Medina Basaib\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2911\/plastik-sekali-pakai-ancaman-nyata-bagi-iklim\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2911\/plastik-sekali-pakai-ancaman-nyata-bagi-iklim\/\"},\"author\":{\"name\":\"Medina Basaib\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/5c84669a210b642c397ab6b83fe5b00c\"},\"headline\":\"Plastik Sekali Pakai, Ancaman Nyata Bagi Iklim\",\"datePublished\":\"2019-05-22T06:26:03+00:00\",\"dateModified\":\"2021-12-01T12:31:23+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2911\/plastik-sekali-pakai-ancaman-nyata-bagi-iklim\/\"},\"wordCount\":464,\"commentCount\":1,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"keywords\":[\"PantangPlastik\"],\"articleSection\":[\"Ciptakan Perubahan\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2911\/plastik-sekali-pakai-ancaman-nyata-bagi-iklim\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2911\/plastik-sekali-pakai-ancaman-nyata-bagi-iklim\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2911\/plastik-sekali-pakai-ancaman-nyata-bagi-iklim\/\",\"name\":\"Plastik Sekali Pakai, Ancaman Nyata Bagi Iklim - Greenpeace Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\"},\"datePublished\":\"2019-05-22T06:26:03+00:00\",\"dateModified\":\"2021-12-01T12:31:23+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2911\/plastik-sekali-pakai-ancaman-nyata-bagi-iklim\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2911\/plastik-sekali-pakai-ancaman-nyata-bagi-iklim\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2911\/plastik-sekali-pakai-ancaman-nyata-bagi-iklim\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Plastik Sekali Pakai, Ancaman Nyata Bagi Iklim\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"description\":\"Greenpeace\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"width\":500,\"height\":500,\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\",\"https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID\",\"https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/5c84669a210b642c397ab6b83fe5b00c\",\"name\":\"Medina Basaib\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b6490c7fa05af90341007e4a5328ec69b7061b61d6abbe8c752a2b5da6fde30b?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b6490c7fa05af90341007e4a5328ec69b7061b61d6abbe8c752a2b5da6fde30b?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Medina Basaib\"},\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/mbasaib\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Plastik Sekali Pakai, Ancaman Nyata Bagi Iklim - Greenpeace Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2911\/plastik-sekali-pakai-ancaman-nyata-bagi-iklim\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Plastik Sekali Pakai, Ancaman Nyata Bagi Iklim - Greenpeace Indonesia","og_description":"Dampak penggunaan plastik sekali pakai terhadap bumi ini akan semakin besar dan tidak terbendung, bila tingkat penggunaannya tidak ditekan sekarang juga. Pasalnya, tren pemakaian plastik sekali pakai cenderung terus meningkat.","og_url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2911\/plastik-sekali-pakai-ancaman-nyata-bagi-iklim\/","og_site_name":"Greenpeace Indonesia","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","article_published_time":"2019-05-22T06:26:03+00:00","article_modified_time":"2021-12-01T12:31:23+00:00","og_image":[{"width":1000,"height":672,"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/05\/56187830-unj.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Medina Basaib","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@GreenpeaceID","twitter_site":"@GreenpeaceID","twitter_misc":{"Written by":"Medina Basaib","Est. reading time":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2911\/plastik-sekali-pakai-ancaman-nyata-bagi-iklim\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2911\/plastik-sekali-pakai-ancaman-nyata-bagi-iklim\/"},"author":{"name":"Medina Basaib","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/5c84669a210b642c397ab6b83fe5b00c"},"headline":"Plastik Sekali Pakai, Ancaman Nyata Bagi Iklim","datePublished":"2019-05-22T06:26:03+00:00","dateModified":"2021-12-01T12:31:23+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2911\/plastik-sekali-pakai-ancaman-nyata-bagi-iklim\/"},"wordCount":464,"commentCount":1,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"keywords":["PantangPlastik"],"articleSection":["Ciptakan Perubahan"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2911\/plastik-sekali-pakai-ancaman-nyata-bagi-iklim\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2911\/plastik-sekali-pakai-ancaman-nyata-bagi-iklim\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2911\/plastik-sekali-pakai-ancaman-nyata-bagi-iklim\/","name":"Plastik Sekali Pakai, Ancaman Nyata Bagi Iklim - Greenpeace Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website"},"datePublished":"2019-05-22T06:26:03+00:00","dateModified":"2021-12-01T12:31:23+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2911\/plastik-sekali-pakai-ancaman-nyata-bagi-iklim\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2911\/plastik-sekali-pakai-ancaman-nyata-bagi-iklim\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2911\/plastik-sekali-pakai-ancaman-nyata-bagi-iklim\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Plastik Sekali Pakai, Ancaman Nyata Bagi Iklim"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","name":"Greenpeace Indonesia","description":"Greenpeace","publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization","name":"Greenpeace Indonesia","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","contentUrl":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","width":500,"height":500,"caption":"Greenpeace Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID","https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/5c84669a210b642c397ab6b83fe5b00c","name":"Medina Basaib","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b6490c7fa05af90341007e4a5328ec69b7061b61d6abbe8c752a2b5da6fde30b?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b6490c7fa05af90341007e4a5328ec69b7061b61d6abbe8c752a2b5da6fde30b?s=96&d=mm&r=g","caption":"Medina Basaib"},"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/mbasaib\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2911","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/28"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2911"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2911\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":45723,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2911\/revisions\/45723"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2912"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2911"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2911"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2911"},{"taxonomy":"p4-page-type","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/p4-page-type?post=2911"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}