{"id":2959,"date":"2019-06-11T11:48:48","date_gmt":"2019-06-11T04:48:48","guid":{"rendered":"https:\/\/master.k8s.p4.greenpeace.org\/indonesia\/?p=2959"},"modified":"2021-12-01T19:31:22","modified_gmt":"2021-12-01T12:31:22","slug":"50-juta-hektar-hutan-dunia-hancur-sementara-sektor-minyak-sawit-di-indonesia-tidak-direformasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2959\/50-juta-hektar-hutan-dunia-hancur-sementara-sektor-minyak-sawit-di-indonesia-tidak-direformasi\/","title":{"rendered":"50 Juta Hektar Hutan Dunia Hancur, Sementara Sektor Minyak Sawit di Indonesia Tidak Direformasi"},"content":{"rendered":"<p><strong>Laporan Greenpeace International: <a href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/international\/publication\/22247\/countdown-extinction-report-deforestation-commodities-soya-palm-oil\/\">Greenpeace.org\/extinction<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong>Jakarta, 11 Juni 2019<\/strong> \u2013 Pada tahun 2020, diperkirakan 50 juta hektar hutan \u2013 area seluas Spanyol terancam dihancurkan untuk komoditas pertanian meski banyak perusahaan telah berkomitmen untuk mengakhiri deforestasi dalam kurun waktu sepuluh tahun, menurut laporan dari Greenpeace International.<\/p>\n<p>Sektor minyak sawit adalah pendorong utama deforestasi di Asia Tenggara, dimana 14.5 juta hektar hutan dihancurkan untuk komoditas antara tahun 2010 dan 2015. Namun, mayoritas dari pedagang-pedagang minyak sawit tetap menjalankan bisnisnya seperti biasa, dan tetap menyuplai sejumlah merek konsumen terbesar di dunia, yang bertemu hari ini di Vancouver dalam rangka <a href=\"https:\/\/www.theconsumergoodsforum.com\/events\/global-summit\/\">pertemuan tingkat tinggi Consumer Goods Forum (CGF).<\/a><\/p>\n<p>Pada CGF 2010, \u2013 perusahaan merek-merek konsumen terbesar di dunia, termasuk Nestle, Mondelez, dan Unilever <a href=\"https:\/\/www.theconsumergoodsforum.com\/initiatives\/environmental-sustainability\/key-projects\/deforestation\/\">berjanji untuk mengakhiri deforestasi pada tahun 2020<\/a> melalui <em>\u201cresponsible sourcing\u201d <\/em>atau pasokan dari \u201csumber yang bertanggung jawab\u201d untuk komoditas hasil peternakan, minyak sawit, kedelai dan \u00a0lainnya. Hanya tinggal 200 hari tersisa dan sementara kegagalan mereka semakin dekat, perlindungan hutan dan krisis iklim bahkan tidak ada di dalam <a href=\"https:\/\/www.theconsumergoodsforum.com\/events\/global-summit\/programme\/\">agenda<\/a> mereka. Tahun lalu, investigasi yang dilakukan oleh Greenpeace International mengungkap bagaimana para pemasok minyak sawit ke perusahaan merek-merek konsumen terbesar di dunia telah menghancurkan area hutan dengan l<a href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/international\/publication\/18455\/the-final-countdown-forests-indonesia-palm-oil\/\">uas hampir dua kali lipat Singapura <\/a>dalam kurun waktu kurang dari 3 tahun.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-2945 size-large\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/06\/fe0b1006-table-translated-1024x559.png\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"559\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/06\/fe0b1006-table-translated-1024x559.png 1024w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/06\/fe0b1006-table-translated-300x164.png 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/06\/fe0b1006-table-translated-768x420.png 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/06\/fe0b1006-table-translated-510x279.png 510w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/06\/fe0b1006-table-translated.png 1384w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/p>\n<p>Transparansi telah menjadi kunci dalam pertarungan untuk membersihkan industri minyak sawit di Indonesia. Setelah tekanan Greenpeace terhadap industri sawit tahun lalu, Wilmar International, pedagang minyak sawit terbesar di dunia, berkomitmen untuk menggunakan peta dan satelit untuk mengawasi semua pemasoknya. Tapi, langkah ini masih tetap diabaikan oleh sejumlah pedagang minyak sawit besar lainnya, seperti Cargill, GAR dan Musim Mas. <a href=\"https:\/\/news.mongabay.com\/2019\/05\/indonesia-calls-on-palm-oil-industry-obscured-by-secrecy-to-remain-opaque\/\">Bulan lalu, <\/a>pemerintah Indonesia membuat masalah ini memburuk dengan menghimbau kepada perusahaan minyak sawit untuk tidak mempublikasikan data mengenai konsesinya.<\/p>\n<p>\u201cEnam bulan telah berlalu semenjak Wilmar berkomitmen untuk berubah. Namun, pelaku industri lainnya masih belum mengambil aksi nyata. Sementara itu, menteri dari pemerintahan Joko Widodo baru-baru ini mengumumkan dengan bangga, bahwa mereka telah mencegah perusahaan-perusahaan minyak sawit untuk <a href=\"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/ekonomi\/20190509154845-92-393493\/luhut-soal-batasi-akses-hgu-ada-korporasi-belum-patuh-aturan\">menyebarkan informasi mengenai konsesi minyak sawit yang mereka miliki<\/a>,\u201d oleh Kiki Taufik, Kepala Kampanye Hutan Global Greenpeace Indonesia.<\/p>\n<p>\u201cHal ini memberikan pesan bahwa sebagian besar sektor \u00a0minyak sawit tidak mau berubah. Ini membuat merek-merek konsumen yang menggunakan minyak sawit berada di posisi yang sangat sulit. Dengan hanya kurang dari 200 hari menuju tahun 2020, waktu hampir habis untuk mengeluarkan para perusak hutan dari rantai pasok minyak sawit. Oleh karena itu, merek-merek konsumen besar memiliki pilihan yang jelas yaitu memaksa GAR, Musim Mas dan pedagang minyak sawit lainnya untuk berhenti berbohong dan berubah, atau berhenti melakukan bisnis dengan mereka,\u201d ungkap Kiki.<\/p>\n<p>Sejak 2010, produksi dan konsumsi komoditas pertanian yang terkait dengan deforestasi termasuk ternak, kedelai, minyak sawit, karet, dan coklat telah meningkat pesat dan masih mengalami kenaikan. [2] 80 persen dari deforestasi adalah hasil langsung dari produksi pertanian, [3] melepaskan emisi karbon setara dengan jumlah total emisi dari Jepang, Jerman, dan Inggris.<\/p>\n<p>Laporan terbaru dari <a href=\"https:\/\/www.ipcc.ch\/sr15\/\">IPCC<\/a> dan <a href=\"https:\/\/www.ipbes.net\/news\/Media-Release-Global-Assessment\">IPBES<\/a> berisi peringatan keras dari ilmuwan-ilmuwan berkaliber dunia tentang perlunya reformasi radikal industri dan sistem pangan untuk mencegah kerusakan iklim dan ekologi.<\/p>\n<p>***<\/p>\n<p><strong>Catatan untuk editor:<\/strong><\/p>\n<p>50 juta hektar adalah perkiraan konservatif berdasarkan kombinasi dari data aktual deforestasi dari 2010 &#8211; 2015, kehilangan tutupan pohon dari 2010 &#8211; 2018 dan perkiraan hingga akhir 2019. Dari 2010 &#8211; 2015 deforestasi dan kehilangan pohon yang digabungkan menjadi sekitar 5 juta hektar per tahun \u2013 menurut analisis ilmiah pemetaan satelit dari NASA. Apabila kondisi ini berlanjut, kehilangan hutan akan mencapai 50 juta hektar pada akhir 2019. Namun, karena kehilangan pohon telah meningkat pada tahun 2016 &#8211; 2018, kemungkinan deforestasi juga akan meningkat, sehingga angka sebenarnya bisa jauh lebih tinggi.<\/p>\n<p>[1] \u00a0<em>Analisis oleh Greenpeace, berdasarkan data dari \u00a0Curtis PG et al (2018) \u2018Classifying drivers of global forest loss\u2019 Science 361: 1108\u20131111<\/em><a href=\"http:\/\/science.sciencemag.org\/content\/361\/6407\/1108\"> <em>http:\/\/science.sciencemag.org\/content\/361\/6407\/1108<\/em><\/a><\/p>\n<p>[2] Sejak 2010, area yang ditanami kedelai di Brasil telah meningkat sebesar 45%, produksi minyak sawit Indonesia naik 75% dan kakao dari C\u00f4te d\u2019Ivoire telah tumbuh sebesar 80%. Yang lebih buruk bahwa pada tahun 2050, konsumsi daging global (dan karenanya produksi) juga diperkirakan akan meningkat 76%, kenaikan produksi kedelai hampir 45% dan produksi minyak sawit hampir 60%.<\/p>\n<p>[3]<em> Kissinger G, Herold M &amp; De Sy V (2012) \u2018<\/em><a href=\"https:\/\/assets.publishing.service.gov.uk\/government\/uploads\/system\/uploads\/attachment_data\/file\/65505\/6316-drivers-deforestation-report.pdf\"><em>Drivers of deforestation and forest degradation: A synthesis report for REDD+ policymakers<\/em><\/a>\u2019 p11<\/p>\n<p>[4] Emisi bersih tahunan dari deforestasi untuk pertanian dan penanaman pohon di negara-negara tropis saja rata-rata 2.6GtCO2. Pendrill F et al (2019) \u2018<a href=\"https:\/\/www.sciencedirect.com\/science\/article\/pii\/S0959378018314365\">Agricultural and forestry trade drives large share of tropical deforestation emissions<\/a>\u2019 <em>Global Environmental Change<\/em> 56: 1\u201310. Ini setara dengan total emisi gabungan dari Jepang, Jerman, dan Inggris.<a href=\"http:\/\/cait.wri.org\/\"> CAIT Climate Data Explorer<\/a>.<\/p>\n<p><strong>Kontak Media:<\/strong><\/p>\n<p>Kiki Taufik, Kepala Kampanye Hutan Global Greenpeace Indonesia, +62-811-8706-074 , kiki.taufik@greenpeace.org<\/p>\n<p>Rully Yuliardi Achmad, Jurukampanye Media Greenpeace Indonesia, +62- 811-8334-409, rully.yuliardi.achmad@greenpeace.org<\/p>\n\t\t\t<section\n\t\t\tclass=\"boxout post-2972 \"\n\t\t\t\n\t\t>\n\t\t\t<a\n\t\t\t\tdata-ga-category=\"Take Action Boxout\"\n\t\t\t\tdata-ga-action=\"Image\"\n\t\t\t\tdata-ga-label=\"n\/a\"\n\t\t\t\tclass=\"cover-card-overlay\"\n\t\t\t\thref=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/aksi\/pulihkan-hutan-pulihkan-harapan\/\" \n\t\t\t><\/a>\n\t\t\t\t\t\t\t<img\n\t\t\t\t\t\tsrc=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/06\/f49c9038-gp034kn_high_res-1024x685.jpg\"\n\t\t\t\t\t\tsrcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/06\/f49c9038-gp034kn_high_res-300x201.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/06\/f49c9038-gp034kn_high_res-768x514.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/06\/f49c9038-gp034kn_high_res-1024x685.jpg 1024w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/06\/f49c9038-gp034kn_high_res-2041x1366.jpg 2041w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/06\/f49c9038-gp034kn_high_res-508x340.jpg 508w\"\n\t\t\t\t\t\tsizes=\"(min-width: 1000px) 358px, (min-width: 780px) 313px, 88px\"\n\t\t\t\t\t\talt=\"\" title=\"\"\n\t\t\t\t\/>\n            \t\t\t<div class=\"boxout-content\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<a\n\t\t\t\t\t\tclass=\"boxout-heading medium\"\n\t\t\t\t\t\tdata-ga-category=\"Take Action Boxout\"\n\t\t\t\t\t\tdata-ga-action=\"Title\"\n\t\t\t\t\t\tdata-ga-label=\"n\/a\"\n\t\t\t\t\t\thref=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/aksi\/pulihkan-hutan-pulihkan-harapan\/\"\n\t\t\t\t\t\t\n\t\t\t\t\t>\n\t\t\t\t\t\tPulihkan Hutan: Pulihkan Harapan\n\t\t\t\t\t<\/a>\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p class=\"boxout-excerpt\">Keberadaan hutan sangat penting dalam melindungi Bumi kita dari dampak perubahan iklim. Tapi merek-merek besar dunia yang telah berjanji untuk menghilangkan deforestasi dari produknya masih belum membuktikan komitmennya.<\/p>\n\t\t\t\t                                    <a\n                        class=\"btn btn-primary\"\n                        data-ga-category=\"Take Action Boxout\"\n                        data-ga-action=\"Call to Action\"\n                        data-ga-label=\"n\/a\"\n                        href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/aksi\/pulihkan-hutan-pulihkan-harapan\/\"\n                        \n                    >\n                        Ikut Beraksi\n                    <\/a>\n                \t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/section>\n\t","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada tahun 2020, diperkirakan 50 juta hektar hutan \u2013 area seluas Spanyol terancam dihancurkan untuk komoditas pertanian meski banyak perusahaan telah berkomitmen untuk mengakhiri deforestasi dalam kurun waktu sepuluh tahun, menurut laporan dari Greenpeace International. Sektor minyak sawit adalah pendorong utama deforestasi di Asia Tenggara, dimana 14.5 juta hektar hutan dihancurkan untuk komoditas antara tahun 2010 dan 2015.<\/p>\n","protected":false},"author":44,"featured_media":2957,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ep_exclude_from_search":false,"p4_og_title":"","p4_og_description":"","p4_og_image":"","p4_og_image_id":"","p4_seo_canonical_url":"","p4_campaign_name":"","p4_local_project":"","p4_basket_name":"","p4_department":"","footnotes":""},"categories":[2],"tags":[6,19],"p4-page-type":[14],"class_list":["post-2959","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lindungi","tag-iklim","tag-hutan","p4-page-type-siaran-pers"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.9.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>50 Juta Hektar Hutan Dunia Hancur, Sementara Sektor Minyak Sawit di Indonesia Tidak Direformasi - Greenpeace Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2959\/50-juta-hektar-hutan-dunia-hancur-sementara-sektor-minyak-sawit-di-indonesia-tidak-direformasi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"50 Juta Hektar Hutan Dunia Hancur, Sementara Sektor Minyak Sawit di Indonesia Tidak Direformasi - Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pada tahun 2020, diperkirakan 50 juta hektar hutan \u2013 area seluas Spanyol terancam dihancurkan untuk komoditas pertanian meski banyak perusahaan telah berkomitmen untuk mengakhiri deforestasi dalam kurun waktu sepuluh tahun, menurut laporan dari Greenpeace International. Sektor minyak sawit adalah pendorong utama deforestasi di Asia Tenggara, dimana 14.5 juta hektar hutan dihancurkan untuk komoditas antara tahun 2010 dan 2015.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2959\/50-juta-hektar-hutan-dunia-hancur-sementara-sektor-minyak-sawit-di-indonesia-tidak-direformasi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-06-11T04:48:48+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-12-01T12:31:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/06\/5180dbca-gp0sts4v5_web_size.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"799\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"534\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Rully Yuliardi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Rully Yuliardi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2959\/50-juta-hektar-hutan-dunia-hancur-sementara-sektor-minyak-sawit-di-indonesia-tidak-direformasi\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2959\/50-juta-hektar-hutan-dunia-hancur-sementara-sektor-minyak-sawit-di-indonesia-tidak-direformasi\/\"},\"author\":{\"name\":\"Rully Yuliardi\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/3151a7596d3e40c8b958c8d1078c61d3\"},\"headline\":\"50 Juta Hektar Hutan Dunia Hancur, Sementara Sektor Minyak Sawit di Indonesia Tidak Direformasi\",\"datePublished\":\"2019-06-11T04:48:48+00:00\",\"dateModified\":\"2021-12-01T12:31:22+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2959\/50-juta-hektar-hutan-dunia-hancur-sementara-sektor-minyak-sawit-di-indonesia-tidak-direformasi\/\"},\"wordCount\":747,\"commentCount\":2,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"keywords\":[\"Iklim\",\"Hutan\"],\"articleSection\":[\"Lindungi\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2959\/50-juta-hektar-hutan-dunia-hancur-sementara-sektor-minyak-sawit-di-indonesia-tidak-direformasi\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2959\/50-juta-hektar-hutan-dunia-hancur-sementara-sektor-minyak-sawit-di-indonesia-tidak-direformasi\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2959\/50-juta-hektar-hutan-dunia-hancur-sementara-sektor-minyak-sawit-di-indonesia-tidak-direformasi\/\",\"name\":\"50 Juta Hektar Hutan Dunia Hancur, Sementara Sektor Minyak Sawit di Indonesia Tidak Direformasi - Greenpeace Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\"},\"datePublished\":\"2019-06-11T04:48:48+00:00\",\"dateModified\":\"2021-12-01T12:31:22+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2959\/50-juta-hektar-hutan-dunia-hancur-sementara-sektor-minyak-sawit-di-indonesia-tidak-direformasi\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2959\/50-juta-hektar-hutan-dunia-hancur-sementara-sektor-minyak-sawit-di-indonesia-tidak-direformasi\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2959\/50-juta-hektar-hutan-dunia-hancur-sementara-sektor-minyak-sawit-di-indonesia-tidak-direformasi\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"50 Juta Hektar Hutan Dunia Hancur, Sementara Sektor Minyak Sawit di Indonesia Tidak Direformasi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"description\":\"Greenpeace\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"width\":500,\"height\":500,\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\",\"https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID\",\"https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/3151a7596d3e40c8b958c8d1078c61d3\",\"name\":\"Rully Yuliardi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9cd53578b62c04910837938f56a86f1e8bff887cd899a465ff922ae257cec333?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9cd53578b62c04910837938f56a86f1e8bff887cd899a465ff922ae257cec333?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Rully Yuliardi\"},\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/rachmad\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"50 Juta Hektar Hutan Dunia Hancur, Sementara Sektor Minyak Sawit di Indonesia Tidak Direformasi - Greenpeace Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2959\/50-juta-hektar-hutan-dunia-hancur-sementara-sektor-minyak-sawit-di-indonesia-tidak-direformasi\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"50 Juta Hektar Hutan Dunia Hancur, Sementara Sektor Minyak Sawit di Indonesia Tidak Direformasi - Greenpeace Indonesia","og_description":"Pada tahun 2020, diperkirakan 50 juta hektar hutan \u2013 area seluas Spanyol terancam dihancurkan untuk komoditas pertanian meski banyak perusahaan telah berkomitmen untuk mengakhiri deforestasi dalam kurun waktu sepuluh tahun, menurut laporan dari Greenpeace International. Sektor minyak sawit adalah pendorong utama deforestasi di Asia Tenggara, dimana 14.5 juta hektar hutan dihancurkan untuk komoditas antara tahun 2010 dan 2015.","og_url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2959\/50-juta-hektar-hutan-dunia-hancur-sementara-sektor-minyak-sawit-di-indonesia-tidak-direformasi\/","og_site_name":"Greenpeace Indonesia","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","article_published_time":"2019-06-11T04:48:48+00:00","article_modified_time":"2021-12-01T12:31:22+00:00","og_image":[{"width":799,"height":534,"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/06\/5180dbca-gp0sts4v5_web_size.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Rully Yuliardi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@GreenpeaceID","twitter_site":"@GreenpeaceID","twitter_misc":{"Written by":"Rully Yuliardi","Est. reading time":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2959\/50-juta-hektar-hutan-dunia-hancur-sementara-sektor-minyak-sawit-di-indonesia-tidak-direformasi\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2959\/50-juta-hektar-hutan-dunia-hancur-sementara-sektor-minyak-sawit-di-indonesia-tidak-direformasi\/"},"author":{"name":"Rully Yuliardi","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/3151a7596d3e40c8b958c8d1078c61d3"},"headline":"50 Juta Hektar Hutan Dunia Hancur, Sementara Sektor Minyak Sawit di Indonesia Tidak Direformasi","datePublished":"2019-06-11T04:48:48+00:00","dateModified":"2021-12-01T12:31:22+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2959\/50-juta-hektar-hutan-dunia-hancur-sementara-sektor-minyak-sawit-di-indonesia-tidak-direformasi\/"},"wordCount":747,"commentCount":2,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"keywords":["Iklim","Hutan"],"articleSection":["Lindungi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2959\/50-juta-hektar-hutan-dunia-hancur-sementara-sektor-minyak-sawit-di-indonesia-tidak-direformasi\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2959\/50-juta-hektar-hutan-dunia-hancur-sementara-sektor-minyak-sawit-di-indonesia-tidak-direformasi\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2959\/50-juta-hektar-hutan-dunia-hancur-sementara-sektor-minyak-sawit-di-indonesia-tidak-direformasi\/","name":"50 Juta Hektar Hutan Dunia Hancur, Sementara Sektor Minyak Sawit di Indonesia Tidak Direformasi - Greenpeace Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website"},"datePublished":"2019-06-11T04:48:48+00:00","dateModified":"2021-12-01T12:31:22+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2959\/50-juta-hektar-hutan-dunia-hancur-sementara-sektor-minyak-sawit-di-indonesia-tidak-direformasi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2959\/50-juta-hektar-hutan-dunia-hancur-sementara-sektor-minyak-sawit-di-indonesia-tidak-direformasi\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2959\/50-juta-hektar-hutan-dunia-hancur-sementara-sektor-minyak-sawit-di-indonesia-tidak-direformasi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"50 Juta Hektar Hutan Dunia Hancur, Sementara Sektor Minyak Sawit di Indonesia Tidak Direformasi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","name":"Greenpeace Indonesia","description":"Greenpeace","publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization","name":"Greenpeace Indonesia","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","contentUrl":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","width":500,"height":500,"caption":"Greenpeace Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID","https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/3151a7596d3e40c8b958c8d1078c61d3","name":"Rully Yuliardi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9cd53578b62c04910837938f56a86f1e8bff887cd899a465ff922ae257cec333?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9cd53578b62c04910837938f56a86f1e8bff887cd899a465ff922ae257cec333?s=96&d=mm&r=g","caption":"Rully Yuliardi"},"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/rachmad\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2959","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/44"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2959"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2959\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":45721,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2959\/revisions\/45721"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2957"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2959"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2959"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2959"},{"taxonomy":"p4-page-type","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/p4-page-type?post=2959"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}