{"id":3281,"date":"2019-07-10T18:36:24","date_gmt":"2019-07-10T11:36:24","guid":{"rendered":"https:\/\/master.k8s.p4.greenpeace.org\/indonesia\/?p=3281"},"modified":"2021-12-01T19:31:18","modified_gmt":"2021-12-01T12:31:18","slug":"mengurangi-sekali-atau-membersihkan-selamanya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/3281\/mengurangi-sekali-atau-membersihkan-selamanya\/","title":{"rendered":"Mengurangi sekali atau membersihkan selamanya?"},"content":{"rendered":"<p>Untuk membuat pembersihan pantai efektif, kita perlu mengejar merek yang berpolusi.<\/p>\n<div id=\"attachment_3283\" style=\"width: 1210px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-3283\" class=\"wp-image-3283 size-full\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/07\/2fb7d27f-gp0stsfjx.jpg\" alt=\"Beach Clean Up Activity and Brand Audit in Tangerang. \u00a9 Rakhmawaty La'lang \/ Greenpeace\" width=\"1200\" height=\"797\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/07\/2fb7d27f-gp0stsfjx.jpg 1200w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/07\/2fb7d27f-gp0stsfjx-300x199.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/07\/2fb7d27f-gp0stsfjx-768x510.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/07\/2fb7d27f-gp0stsfjx-1024x680.jpg 1024w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/07\/2fb7d27f-gp0stsfjx-510x340.jpg 510w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><p id=\"caption-attachment-3283\" class=\"wp-caption-text\">Relawan Greenpeace mengumpulkan dan mengaudit sampah plastik selama kegiatan Pembersihan Pantai di pantai Kuk Cituis, Tangerang, Banten. Greenpeace Indonesia mengadakan kegiatan yang sama di 2 kota lain di Indonesia, Yogyakarta dan Bali, sebagai bagian dari gerakan global #BreakFreeFromPlastic untuk mengurangi penggunaan produk plastik sekali pakai dan juga mengidentifikasi merek yang paling bertanggung jawab.<\/p><\/div>\n<p>Sementara polusi plastik telah memenangkan minat publik sebagai salah satu ancaman utama yang kita hadapi, tanggung jawab perusahaan besar yang kecanduan plastik sekali pakai tetap dipertahankan sebagai catatan. Kita tidak dapat berharap untuk solusi yang efektif untuk masalah ini jika perusahaan tetap tidak terkendali dan polusi plastik terus didekati sebagian besar sebagai masalah pilihan konsumen yang buruk dan praktik pengelolaan limbah yang lemah.<\/p>\n<p>September lalu, sebagai bagian dari audit merek global Break Free From Plastic &#8211; dilakukan di 42 negara di enam benua &#8211; Greenpeace Yunani membersihkan pantai Charakas, tepatnya di pantai timur. Seratus relawan mengumpulkan tiga truk plastik, dan jika masih bisa, mereka mengidentifikasi merek mana yang menghasilkan barang plastik sekali pakai dan mencemari pantai. Selama &#8220;audit merek&#8221; ini, para relawan mengumpulkan data untuk 3000 keping plastik dan mengekspos perusahaan-perusahaan yang produk plastiknya seharusnya tidak berakhir di tempat ini.<\/p>\n<lite-youtube style=\"background-image: url('https:\/\/i.ytimg.com\/vi\/r-shq070NcU\/hqdefault.jpg');\" videoid=\"r-shq070NcU\" params=\"rel=0\"><\/lite-youtube>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Pada bulan April tahun ini, kami mengunjungi kembali pantai untuk mencatat kondisinya, delapan bulan setelah upaya kami untuk mengembalikannya ke kondisinya yang masih alami. Bahkan dari jauh sudah terbukti bahwa plastik sudah kembali dalam jumlah besar. Apa yang kami lihat bahkan lebih menyedihkan ketika didekati. Plastik keras dan berat tersebar di sepanjang tepi air, dan sejumlah besar plastik yang lebih ringan seperti gelas plastik, botol plastik, dan wadah makanan di antara tanaman yang membentuk latar belakang pantai.<\/p>\n<p>Lautan telah mengirim kita pesan yang jelas: kecanduan plastik mengubah Bumi menjadi planet plastik, dan pembersihan plastik hanya akan berdampak dalam jangka panjang ketika kita mengurangi plastik sekali pakai pada sumbernya secara drastis. Penting juga untuk menekankan bahwa, di zaman ketika sebagian besar lautan digunakan sebagai opsi termurah untuk menyembunyikan biaya dari budaya materialistis kita, segala upaya untuk melindungi mereka dan menyoroti keindahan dan nilai mereka harus dipuji ribuan kali.<\/p>\n<div id=\"attachment_3282\" style=\"width: 1210px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-3282\" class=\"wp-image-3282 size-full\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/07\/8efb53b6-gp0stsfj8.jpg\" alt=\"Beach Clean Up Activity in Yogyakarta. \u00a9 Boy T Harjanto \/ Greenpeace\" width=\"1200\" height=\"800\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/07\/8efb53b6-gp0stsfj8.jpg 1200w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/07\/8efb53b6-gp0stsfj8-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/07\/8efb53b6-gp0stsfj8-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/07\/8efb53b6-gp0stsfj8-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/07\/8efb53b6-gp0stsfj8-510x340.jpg 510w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><p id=\"caption-attachment-3282\" class=\"wp-caption-text\">Relawan Greenpeace mengumpulkan dan mengaudit sampah plastik selama kegiatan Pembersihan Pantai di Pantai Padansari, Bantul, Yogyakarta. Greenpeace Indonesia mengadakan kegiatan yang sama di dua lokasi lain, Tangerang dan Bali, sebagai bagian dari gerakan global #BreakFreeFromPlastic untuk mengurangi penggunaan produk plastik sekali pakai.<\/p><\/div>\n<p>Ratusan ribu orang dan organisasi di seluruh dunia mengenakan sarung tangan mereka dan membersihkan plastik yang mencekik planet ini, dan mereka harus terus melakukannya. Namun, sementara pembersihan membuat dunia kita lebih baik dalam jangka pendek, yang sebenarnya kita butuhkan adalah perubahan sistemik yang lebih besar. Kita membutuhkan perusahaan untuk mengubah cara pengiriman produk mereka kepada kita; kita perlu menjauh dari budaya membuang dan merangkul sistem isi ulang dan penggunaan kembali. Dan untuk membuat perubahan yang lebih luas ini terjadi, kita membutuhkan sesuatu lebih dari pembersihan; kita perlu membuat nyata bahwa polusi plastik memiliki sumber yang jelas: perusahaan yang terus memberikan tsunami plastik ini di pasar.<\/p>\n<p>Tanpa meminta pertanggungjawaban perusahaan-perusahaan ini atas polusi plastik yang mereka buat, krisis polusi plastik tidak dapat ditangani secara efektif. Jadi, lain kali Anda mengatur pembersihan, harus pertimbangkan untuk menambahkan audit merek. Anda dapat menemukan semua yang anda butuhkan dalam \u2018toolkit\u2019 yang disiapkan oleh Break Free From Plastic, gerakan global untuk masa depan yang bebas dari polusi plastik.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Alkis Kafetzis adalah juru kampanye lautan di Greenpeace Greece.<\/p>\n\t\t\t<section\n\t\t\tclass=\"boxout post-943 \"\n\t\t\t\n\t\t>\n\t\t\t<a\n\t\t\t\tdata-ga-category=\"Take Action Boxout\"\n\t\t\t\tdata-ga-action=\"Image\"\n\t\t\t\tdata-ga-label=\"n\/a\"\n\t\t\t\tclass=\"cover-card-overlay\"\n\t\t\t\thref=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/aksi\/berdonasi-2-2\/\" \n\t\t\t><\/a>\n\t\t\t\t\t\t\t<img\n\t\t\t\t\t\tsrc=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/07\/0e12d16e-screen-shot-2019-07-22-at-18.24.50.png\"\n\t\t\t\t\t\tsrcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/07\/0e12d16e-screen-shot-2019-07-22-at-18.24.50-300x200.png 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/07\/0e12d16e-screen-shot-2019-07-22-at-18.24.50-510x340.png 510w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/07\/0e12d16e-screen-shot-2019-07-22-at-18.24.50.png 521w\"\n\t\t\t\t\t\tsizes=\"(min-width: 1000px) 358px, (min-width: 780px) 313px, 88px\"\n\t\t\t\t\t\talt=\"\" title=\"\"\n\t\t\t\t\/>\n            \t\t\t<div class=\"boxout-content\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<a\n\t\t\t\t\t\tclass=\"boxout-heading medium\"\n\t\t\t\t\t\tdata-ga-category=\"Take Action Boxout\"\n\t\t\t\t\t\tdata-ga-action=\"Title\"\n\t\t\t\t\t\tdata-ga-label=\"n\/a\"\n\t\t\t\t\t\thref=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/aksi\/berdonasi-2-2\/\"\n\t\t\t\t\t\t\n\t\t\t\t\t>\n\t\t\t\t\t\tBerdonasi\n\t\t\t\t\t<\/a>\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p class=\"boxout-excerpt\">Kamu dapat membela lingkungan sepanjang hidupmu. Atau bahkan lebih lama dari itu. Berdonasilah hari ini.<\/p>\n\t\t\t\t                                    <a\n                        class=\"btn btn-primary\"\n                        data-ga-category=\"Take Action Boxout\"\n                        data-ga-action=\"Call to Action\"\n                        data-ga-label=\"n\/a\"\n                        href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/aksi\/berdonasi-2-2\/\"\n                        \n                    >\n                        Ikut Beraksi\n                    <\/a>\n                \t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/section>\n\t","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Untuk membuat pembersihan pantai efektif, kita perlu mengejar merek yang berpolusi. Sementara polusi plastik telah memenangkan minat publik sebagai salah satu ancaman utama yang kita hadapi, tanggung jawab perusahaan besar<\/p>\n","protected":false},"author":25,"featured_media":3283,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ep_exclude_from_search":false,"p4_og_title":"","p4_og_description":"","p4_og_image":"","p4_og_image_id":"","p4_seo_canonical_url":"","p4_campaign_name":"","p4_local_project":"","p4_basket_name":"","p4_department":"","footnotes":""},"categories":[3],"tags":[23],"p4-page-type":[16],"class_list":["post-3281","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ciptakan-perubahan","tag-pantang-plastik","p4-page-type-cerita"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.9.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mengurangi sekali atau membersihkan selamanya? - Greenpeace Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/3281\/mengurangi-sekali-atau-membersihkan-selamanya\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengurangi sekali atau membersihkan selamanya? - Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Untuk membuat pembersihan pantai efektif, kita perlu mengejar merek yang berpolusi. Sementara polusi plastik telah memenangkan minat publik sebagai salah satu ancaman utama yang kita hadapi, tanggung jawab perusahaan besar\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/3281\/mengurangi-sekali-atau-membersihkan-selamanya\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-07-10T11:36:24+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-12-01T12:31:18+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/07\/2fb7d27f-gp0stsfjx.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"797\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Afif\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Afif\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/3281\/mengurangi-sekali-atau-membersihkan-selamanya\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/3281\/mengurangi-sekali-atau-membersihkan-selamanya\/\"},\"author\":{\"name\":\"Afif\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/3e2ebddeabf4d00a38dc3b78e763f280\"},\"headline\":\"Mengurangi sekali atau membersihkan selamanya?\",\"datePublished\":\"2019-07-10T11:36:24+00:00\",\"dateModified\":\"2021-12-01T12:31:18+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/3281\/mengurangi-sekali-atau-membersihkan-selamanya\/\"},\"wordCount\":592,\"commentCount\":2,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"keywords\":[\"PantangPlastik\"],\"articleSection\":[\"Ciptakan Perubahan\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/3281\/mengurangi-sekali-atau-membersihkan-selamanya\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/3281\/mengurangi-sekali-atau-membersihkan-selamanya\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/3281\/mengurangi-sekali-atau-membersihkan-selamanya\/\",\"name\":\"Mengurangi sekali atau membersihkan selamanya? - Greenpeace Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\"},\"datePublished\":\"2019-07-10T11:36:24+00:00\",\"dateModified\":\"2021-12-01T12:31:18+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/3281\/mengurangi-sekali-atau-membersihkan-selamanya\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/3281\/mengurangi-sekali-atau-membersihkan-selamanya\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/3281\/mengurangi-sekali-atau-membersihkan-selamanya\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengurangi sekali atau membersihkan selamanya?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"description\":\"Greenpeace\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"width\":500,\"height\":500,\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\",\"https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID\",\"https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/3e2ebddeabf4d00a38dc3b78e763f280\",\"name\":\"Afif\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocLsIvppx-YXQ--3d0zDXkI7iN7hDZr5MuE3Nky8RZxlicYBEMLK=s96-c\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocLsIvppx-YXQ--3d0zDXkI7iN7hDZr5MuE3Nky8RZxlicYBEMLK=s96-c\",\"caption\":\"Afif\"},\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/asaputra\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengurangi sekali atau membersihkan selamanya? - Greenpeace Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/3281\/mengurangi-sekali-atau-membersihkan-selamanya\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Mengurangi sekali atau membersihkan selamanya? - Greenpeace Indonesia","og_description":"Untuk membuat pembersihan pantai efektif, kita perlu mengejar merek yang berpolusi. Sementara polusi plastik telah memenangkan minat publik sebagai salah satu ancaman utama yang kita hadapi, tanggung jawab perusahaan besar","og_url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/3281\/mengurangi-sekali-atau-membersihkan-selamanya\/","og_site_name":"Greenpeace Indonesia","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","article_published_time":"2019-07-10T11:36:24+00:00","article_modified_time":"2021-12-01T12:31:18+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":797,"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/07\/2fb7d27f-gp0stsfjx.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Afif","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@GreenpeaceID","twitter_site":"@GreenpeaceID","twitter_misc":{"Written by":"Afif","Est. reading time":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/3281\/mengurangi-sekali-atau-membersihkan-selamanya\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/3281\/mengurangi-sekali-atau-membersihkan-selamanya\/"},"author":{"name":"Afif","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/3e2ebddeabf4d00a38dc3b78e763f280"},"headline":"Mengurangi sekali atau membersihkan selamanya?","datePublished":"2019-07-10T11:36:24+00:00","dateModified":"2021-12-01T12:31:18+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/3281\/mengurangi-sekali-atau-membersihkan-selamanya\/"},"wordCount":592,"commentCount":2,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"keywords":["PantangPlastik"],"articleSection":["Ciptakan Perubahan"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/3281\/mengurangi-sekali-atau-membersihkan-selamanya\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/3281\/mengurangi-sekali-atau-membersihkan-selamanya\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/3281\/mengurangi-sekali-atau-membersihkan-selamanya\/","name":"Mengurangi sekali atau membersihkan selamanya? - Greenpeace Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website"},"datePublished":"2019-07-10T11:36:24+00:00","dateModified":"2021-12-01T12:31:18+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/3281\/mengurangi-sekali-atau-membersihkan-selamanya\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/3281\/mengurangi-sekali-atau-membersihkan-selamanya\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/3281\/mengurangi-sekali-atau-membersihkan-selamanya\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengurangi sekali atau membersihkan selamanya?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","name":"Greenpeace Indonesia","description":"Greenpeace","publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization","name":"Greenpeace Indonesia","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","contentUrl":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","width":500,"height":500,"caption":"Greenpeace Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID","https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/3e2ebddeabf4d00a38dc3b78e763f280","name":"Afif","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocLsIvppx-YXQ--3d0zDXkI7iN7hDZr5MuE3Nky8RZxlicYBEMLK=s96-c","contentUrl":"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocLsIvppx-YXQ--3d0zDXkI7iN7hDZr5MuE3Nky8RZxlicYBEMLK=s96-c","caption":"Afif"},"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/asaputra\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3281","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/25"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3281"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3281\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":45712,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3281\/revisions\/45712"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3283"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3281"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3281"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3281"},{"taxonomy":"p4-page-type","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/p4-page-type?post=3281"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}