{"id":3506,"date":"2019-08-08T14:09:22","date_gmt":"2019-08-08T07:09:22","guid":{"rendered":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?p=3506"},"modified":"2021-12-01T19:31:17","modified_gmt":"2021-12-01T12:31:17","slug":"analisis-greenpeace-menunjukkan-satu-juta-hektar-hutan-terbakar-di-dalam-area-moratorium-hutan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/3506\/analisis-greenpeace-menunjukkan-satu-juta-hektar-hutan-terbakar-di-dalam-area-moratorium-hutan\/","title":{"rendered":"Analisis Greenpeace: menunjukkan satu juta hektar hutan terbakar di dalam area moratorium hutan"},"content":{"rendered":"<p><b>Jakarta, 8 Agustus 2019<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Presiden Joko Widodo telah menandatangani Instruksi Presiden (Inpres) tentang Penghentian Pemberian Izin Baru dan Penyempurnaan Tata Kelola Hutan Alam Primer dan Lahan Gambut, [1] namun analisis pemetaan Greenpeace terbaru mengungkapkan sejumlah\u00a0 kegagalan dalam melindungi hutan dan lahan. Lebih dari satu juta hektar hutan di dalam area moratorium telah terbakar antara 2015-2018 sebagai akibat dari kebakaran hutan dan laju deforestasi telah benar-benar meningkat di areal yang seharusnya dilindungi, setelah moratorium tersebut diberlakukan pada 2011. Jutaan hektar lahan telah juga telah dihapus dari area moratorium yang awalnya dilindungi. [2]<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Analisis pemetaan Greenpeace menunjukkan bahwa 1,2 juta Ha-hutan telah hilang di dalam area moratorium dalam tujuh tahun sejak pertama kali diperkenalkan, dengan laju tahunan rata-rata 137.000 hektar per tahun. Dalam tujuh tahun sebelum moratorium diperkenalkan, laju deforestasi tahunan rata-rata adalah 97.000 Hektar per tahun.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMoratorium hutan Indonesia adalah contoh yang baik dari propaganda pemerintah tentang konservasi hutan. Kedengarannya mengesankan tetapi tidak memberikan perubahan nyata di lapangan. Deforestasi dan kebakaran hutan terus berlanjut di dalam area moratorium dan peta batas secara teratur digambar ulang untuk menghilangkan hutan atau lahan gambut yang menarik bagi perusahaan perkebunan. Menjadikannya moratorium permanen tidak memperbaiki kelemahan mendasarnya dan tidak akan menghentikan degradasi hutan dan lahan gambut di Indonesia \u201d, kata Kiki Taufik, Kepala Kampanye Hutan Global Greenpeace Asia Tenggara.<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Analisis Greenpeace mengenai perubahan pada peta moratorium sejak 2011, menemukan bahwa total area 4,5 juta hektar hutan dan lahan gambut kaya karbon telah dihapus serta 1,6 juta hektar dari total tersebut telah diberikan izin untuk kelapa sawit, bubur kertas, penebangan dan penambangan. <\/span><b>Izin ini diberikan baik di hutan primer atau lahan gambut. <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam beberapa minggu terakhir Presiden Joko Widodo mendesak Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, untuk mempercepat proses pelepasan kawasan hutan baru, secara terbuka menyatakan bahwa <\/span><a href=\"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/ekonomi\/20190708154915-532-410196\/dorong-investasi-jokowi-ingin-tutup-mata-beri-izin\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menteri Siti Nurbaya harus menutup matanya dan memberikan izin baru secepat mungkin.<\/span><\/a><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-3480 size-large\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/08\/eddc9993-gp0sttpol-1024x683.jpg\" alt=\"Forest Fires in Pulang Pisau, Central Kalimantan. \u00a9 Ulet Ifansasti \/ Greenpeace\" width=\"1024\" height=\"683\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/08\/eddc9993-gp0sttpol-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/08\/eddc9993-gp0sttpol-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/08\/eddc9993-gp0sttpol-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/08\/eddc9993-gp0sttpol-510x340.jpg 510w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/08\/eddc9993-gp0sttpol.jpg 1200w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat ini, Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) menerbitkan penilaian ilmiah paling komprehensif tentang iklim dan lahan hingga terbaru, yang memperlihatkan perlunya perlindungan hutan dan reformasi radikal dalam sistem pertanian [3]. Laporan tersebut menunjukkan bahwa 23% dari emisi gas rumah kaca manusia berasal dari deforestasi, kebakaran dan pertanian, namun sebenarnya lahan dapat menjadi penyerap karbon yang kuat untuk membantu mengurangi dampak terburuk perubahan iklim [4].<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSementara para ilmuwan mendesak negara-negara untuk mengurangi emisi dari deforestasi dan melindungi lahan gambut, Jokowi mendorong Menteri Lingkungan Hidup untuk membagikan tanah bagi perusahaan untuk dieksploitasi. Peraturan lain yang diperkenalkan setelah pemilihannya <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/news.mongabay.com\/2019\/07\/dangerous-new-regulation-puts-indonesias-carbon-rich-peatlands-at-risk\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">semakin melemahkan undang-undang lahan gambut yang ada,<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> mempertaruhkan kebakaran dan emisi gas rumah kaca dan menunjukkan bahwa pemerintah tidak serius melestarikan ekosistem ini sebagai hal penting untuk menjaga dunia 1.5\u00baC \u201d, kata Kiki.<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Greenpeace menilai bahwa dalam membuat moratorium permanen ini, presiden pertama-tama harus memberikan <\/span><a href=\"https:\/\/www.thejakartapost.com\/academia\/2019\/02\/25\/secrecy-still-shrouds-land-use-maps.html\"><span style=\"font-weight: 400;\">inisiatif satu peta<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> yang telah lama ditunggu dan segera memperluas kewenangannya untuk memberikan nol deforestasi semua hutan termasuk ke nol kebakaran hutan, nol drainase lahan gambut baru. Untuk mengurangi emisi GRK dan risiko kebakaran, langkah-langkah selanjutnya harus mencakup rencana untuk merancang ulang lahan gambut yang dikeringkan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>Catatan:<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">[1] <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/read\/detail\/251584-menteri-lhk-presiden-teken-moratorium-hutan-permanen\">Media Indonesia: Menteri LHK: Presiden Teken Moratorium Hutan Permanen<\/a> https:\/\/mediaindonesia.com\/read\/detail\/251584-menteri-lhk-presiden-teken-moratorium-hutan-permanen<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">[2] <\/span><a href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/publikasi\/3491\/indonesia-deforestasi-meningkat-di-area-area-yang-dilindungi-oleh-moratorium\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Analisis Grenpeace Terhadap Moratorium (2011-2018) <\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">\/ <\/span><a href=\"https:\/\/bit.ly\/2KoGAU5\"><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/bit.ly\/2KoGAU5<\/span><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">[3] Laporan akan dirilis hari ini di Jenewa\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">[4]\u00a0 <\/span><a href=\"https:\/\/www4.unfccc.int\/sites\/submissions\/INDC\/Published%20Documents\/Indonesia\/1\/INDC_REPUBLIC%20OF%20INDONESIA.pdf\"><span style=\"font-weight: 400;\">Land use\/LUC and peat and forest fires emissions account for 63% of Indonesia&#8217;s declared emissions<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Media Briefer<\/b><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/publikasi\/3491\/indonesia-deforestasi-meningkat-di-area-area-yang-dilindungi-oleh-moratorium\/\"><b>https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/publikasi\/3491\/indonesia-deforestasi-meningkat-di-area-area-yang-dilindungi-oleh-moratorium\/<\/b><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>Kontak Media:<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kiki Taufik, Kepala Kampanye Hutan Global Greenpeace Asia Tenggara, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Tel 62-811-8706-074 , email kiki.taufik@greenpeace.org<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Rully Yuliardi Achmad,Jurukampanye Media Greenpeace Indonesia, Tel 62- 811-8334-409, email rully.yuliardi.achmad@greenpeace.org<\/span><\/p>\n\t\t\t<section\n\t\t\tclass=\"boxout post-3400 \"\n\t\t\t\n\t\t>\n\t\t\t<a\n\t\t\t\tdata-ga-category=\"Take Action Boxout\"\n\t\t\t\tdata-ga-action=\"Image\"\n\t\t\t\tdata-ga-label=\"n\/a\"\n\t\t\t\tclass=\"cover-card-overlay\"\n\t\t\t\thref=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/aksi\/hutan-tanpa-api\/\" \n\t\t\t><\/a>\n\t\t\t\t\t\t\t<img\n\t\t\t\t\t\tsrc=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2022\/09\/516f9953-gp0str28d_.jpg\"\n\t\t\t\t\t\tsrcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2022\/09\/516f9953-gp0str28d_-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2022\/09\/516f9953-gp0str28d_-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2022\/09\/516f9953-gp0str28d_-510x340.jpg 510w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2022\/09\/516f9953-gp0str28d_.jpg 800w\"\n\t\t\t\t\t\tsizes=\"(min-width: 1000px) 358px, (min-width: 780px) 313px, 88px\"\n\t\t\t\t\t\talt=\"\" title=\"\"\n\t\t\t\t\/>\n            \t\t\t<div class=\"boxout-content\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<a\n\t\t\t\t\t\tclass=\"boxout-heading medium\"\n\t\t\t\t\t\tdata-ga-category=\"Take Action Boxout\"\n\t\t\t\t\t\tdata-ga-action=\"Title\"\n\t\t\t\t\t\tdata-ga-label=\"n\/a\"\n\t\t\t\t\t\thref=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/aksi\/hutan-tanpa-api\/\"\n\t\t\t\t\t\t\n\t\t\t\t\t>\n\t\t\t\t\t\tTim Cegah Api: Stop Kebakaran Hutan\n\t\t\t\t\t<\/a>\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p class=\"boxout-excerpt\">Kebakaran hutan tidak hanya mengancam kehidupan manusia, tapi juga mengancam satwa liar asli Indonesia yang terancam punah.<\/p>\n\t\t\t\t                                    <a\n                        class=\"btn btn-primary\"\n                        data-ga-category=\"Take Action Boxout\"\n                        data-ga-action=\"Call to Action\"\n                        data-ga-label=\"n\/a\"\n                        href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/aksi\/hutan-tanpa-api\/\"\n                        \n                    >\n                        Ikut Beraksi\n                    <\/a>\n                \t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/section>\n\t","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, 8 Agustus 2019 &#8211; Presiden Joko Widodo telah menandatangani Instruksi Presiden (Inpres) tentang Penghentian Pemberian Izin Baru dan Penyempurnaan Tata Kelola Hutan Alam Primer dan Lahan Gambut, <\/p>\n","protected":false},"author":23,"featured_media":3480,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ep_exclude_from_search":false,"p4_og_title":"","p4_og_description":"","p4_og_image":"","p4_og_image_id":"","p4_seo_canonical_url":"","p4_campaign_name":"","p4_local_project":"","p4_basket_name":"","p4_department":"","footnotes":""},"categories":[2],"tags":[19],"p4-page-type":[14],"class_list":["post-3506","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lindungi","tag-hutan","p4-page-type-siaran-pers"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.9.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Analisis Greenpeace: menunjukkan satu juta hektar hutan terbakar di dalam area moratorium hutan - Greenpeace Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/3506\/analisis-greenpeace-menunjukkan-satu-juta-hektar-hutan-terbakar-di-dalam-area-moratorium-hutan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Analisis Greenpeace: menunjukkan satu juta hektar hutan terbakar di dalam area moratorium hutan - Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Jakarta, 8 Agustus 2019 - Presiden Joko Widodo telah menandatangani Instruksi Presiden (Inpres) tentang Penghentian Pemberian Izin Baru dan Penyempurnaan Tata Kelola Hutan Alam Primer dan Lahan Gambut,\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/3506\/analisis-greenpeace-menunjukkan-satu-juta-hektar-hutan-terbakar-di-dalam-area-moratorium-hutan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-08-08T07:09:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-12-01T12:31:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/08\/eddc9993-gp0sttpol.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Tides\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Tides\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/3506\/analisis-greenpeace-menunjukkan-satu-juta-hektar-hutan-terbakar-di-dalam-area-moratorium-hutan\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/3506\/analisis-greenpeace-menunjukkan-satu-juta-hektar-hutan-terbakar-di-dalam-area-moratorium-hutan\/\"},\"author\":{\"name\":\"Tides\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/345640c15fef8f9234cf91ae8929db76\"},\"headline\":\"Analisis Greenpeace: menunjukkan satu juta hektar hutan terbakar di dalam area moratorium hutan\",\"datePublished\":\"2019-08-08T07:09:22+00:00\",\"dateModified\":\"2021-12-01T12:31:17+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/3506\/analisis-greenpeace-menunjukkan-satu-juta-hektar-hutan-terbakar-di-dalam-area-moratorium-hutan\/\"},\"wordCount\":585,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"keywords\":[\"Hutan\"],\"articleSection\":[\"Lindungi\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/3506\/analisis-greenpeace-menunjukkan-satu-juta-hektar-hutan-terbakar-di-dalam-area-moratorium-hutan\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/3506\/analisis-greenpeace-menunjukkan-satu-juta-hektar-hutan-terbakar-di-dalam-area-moratorium-hutan\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/3506\/analisis-greenpeace-menunjukkan-satu-juta-hektar-hutan-terbakar-di-dalam-area-moratorium-hutan\/\",\"name\":\"Analisis Greenpeace: menunjukkan satu juta hektar hutan terbakar di dalam area moratorium hutan - Greenpeace Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\"},\"datePublished\":\"2019-08-08T07:09:22+00:00\",\"dateModified\":\"2021-12-01T12:31:17+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/3506\/analisis-greenpeace-menunjukkan-satu-juta-hektar-hutan-terbakar-di-dalam-area-moratorium-hutan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/3506\/analisis-greenpeace-menunjukkan-satu-juta-hektar-hutan-terbakar-di-dalam-area-moratorium-hutan\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/3506\/analisis-greenpeace-menunjukkan-satu-juta-hektar-hutan-terbakar-di-dalam-area-moratorium-hutan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Analisis Greenpeace: menunjukkan satu juta hektar hutan terbakar di dalam area moratorium hutan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"description\":\"Greenpeace\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"width\":500,\"height\":500,\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\",\"https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID\",\"https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/345640c15fef8f9234cf91ae8929db76\",\"name\":\"Tides\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/82f1b87c1d7cfdd663cfdf212a608e55a6e1f58d3f5e5af6ed2bc398e46253a1?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/82f1b87c1d7cfdd663cfdf212a608e55a6e1f58d3f5e5af6ed2bc398e46253a1?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Tides\"},\"description\":\"Seorang pengelana semesta yang mencoba mengikuti nurani untuk menjaga rasa dan asa demi Ibu Bumi\",\"sameAs\":[\"http:\/\/www.tigadesember.com\"],\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/adestiff\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Analisis Greenpeace: menunjukkan satu juta hektar hutan terbakar di dalam area moratorium hutan - Greenpeace Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/3506\/analisis-greenpeace-menunjukkan-satu-juta-hektar-hutan-terbakar-di-dalam-area-moratorium-hutan\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Analisis Greenpeace: menunjukkan satu juta hektar hutan terbakar di dalam area moratorium hutan - Greenpeace Indonesia","og_description":"Jakarta, 8 Agustus 2019 - Presiden Joko Widodo telah menandatangani Instruksi Presiden (Inpres) tentang Penghentian Pemberian Izin Baru dan Penyempurnaan Tata Kelola Hutan Alam Primer dan Lahan Gambut,","og_url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/3506\/analisis-greenpeace-menunjukkan-satu-juta-hektar-hutan-terbakar-di-dalam-area-moratorium-hutan\/","og_site_name":"Greenpeace Indonesia","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","article_published_time":"2019-08-08T07:09:22+00:00","article_modified_time":"2021-12-01T12:31:17+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":800,"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/08\/eddc9993-gp0sttpol.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Tides","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@GreenpeaceID","twitter_site":"@GreenpeaceID","twitter_misc":{"Written by":"Tides","Est. reading time":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/3506\/analisis-greenpeace-menunjukkan-satu-juta-hektar-hutan-terbakar-di-dalam-area-moratorium-hutan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/3506\/analisis-greenpeace-menunjukkan-satu-juta-hektar-hutan-terbakar-di-dalam-area-moratorium-hutan\/"},"author":{"name":"Tides","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/345640c15fef8f9234cf91ae8929db76"},"headline":"Analisis Greenpeace: menunjukkan satu juta hektar hutan terbakar di dalam area moratorium hutan","datePublished":"2019-08-08T07:09:22+00:00","dateModified":"2021-12-01T12:31:17+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/3506\/analisis-greenpeace-menunjukkan-satu-juta-hektar-hutan-terbakar-di-dalam-area-moratorium-hutan\/"},"wordCount":585,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"keywords":["Hutan"],"articleSection":["Lindungi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/3506\/analisis-greenpeace-menunjukkan-satu-juta-hektar-hutan-terbakar-di-dalam-area-moratorium-hutan\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/3506\/analisis-greenpeace-menunjukkan-satu-juta-hektar-hutan-terbakar-di-dalam-area-moratorium-hutan\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/3506\/analisis-greenpeace-menunjukkan-satu-juta-hektar-hutan-terbakar-di-dalam-area-moratorium-hutan\/","name":"Analisis Greenpeace: menunjukkan satu juta hektar hutan terbakar di dalam area moratorium hutan - Greenpeace Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website"},"datePublished":"2019-08-08T07:09:22+00:00","dateModified":"2021-12-01T12:31:17+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/3506\/analisis-greenpeace-menunjukkan-satu-juta-hektar-hutan-terbakar-di-dalam-area-moratorium-hutan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/3506\/analisis-greenpeace-menunjukkan-satu-juta-hektar-hutan-terbakar-di-dalam-area-moratorium-hutan\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/3506\/analisis-greenpeace-menunjukkan-satu-juta-hektar-hutan-terbakar-di-dalam-area-moratorium-hutan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Analisis Greenpeace: menunjukkan satu juta hektar hutan terbakar di dalam area moratorium hutan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","name":"Greenpeace Indonesia","description":"Greenpeace","publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization","name":"Greenpeace Indonesia","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","contentUrl":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","width":500,"height":500,"caption":"Greenpeace Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID","https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/345640c15fef8f9234cf91ae8929db76","name":"Tides","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/82f1b87c1d7cfdd663cfdf212a608e55a6e1f58d3f5e5af6ed2bc398e46253a1?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/82f1b87c1d7cfdd663cfdf212a608e55a6e1f58d3f5e5af6ed2bc398e46253a1?s=96&d=mm&r=g","caption":"Tides"},"description":"Seorang pengelana semesta yang mencoba mengikuti nurani untuk menjaga rasa dan asa demi Ibu Bumi","sameAs":["http:\/\/www.tigadesember.com"],"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/adestiff\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3506","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/23"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3506"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3506\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":45708,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3506\/revisions\/45708"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3480"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3506"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3506"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3506"},{"taxonomy":"p4-page-type","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/p4-page-type?post=3506"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}