{"id":3677,"date":"2019-09-03T12:50:51","date_gmt":"2019-09-03T05:50:51","guid":{"rendered":"https:\/\/master.k8s.p4.greenpeace.org\/indonesia\/?p=3677"},"modified":"2019-11-06T15:45:51","modified_gmt":"2019-11-06T08:45:51","slug":"greenpeace-menghentikan-keterlibatan-dengan-wilmar-unilever-mondelez-karena-lemahnya-komitmen-mereka-dalam-menghentikan-deforestasi-dari-rantai-pasok","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/publikasi\/3677\/greenpeace-menghentikan-keterlibatan-dengan-wilmar-unilever-mondelez-karena-lemahnya-komitmen-mereka-dalam-menghentikan-deforestasi-dari-rantai-pasok\/","title":{"rendered":"Greenpeace menghentikan keterlibatan dengan Wilmar-Unilever-Mondelez karena lemahnya komitmen mereka dalam menghentikan deforestasi dari rantai pasok"},"content":{"rendered":"<div id=\"attachment_3680\" style=\"width: 810px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-3680\" class=\"wp-image-3680 size-full\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/09\/6427892b-a935ce5c-gp02jcs_web_size.jpg\" alt=\"\" width=\"800\" height=\"533\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/09\/6427892b-a935ce5c-gp02jcs_web_size.jpg 800w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/09\/6427892b-a935ce5c-gp02jcs_web_size-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/09\/6427892b-a935ce5c-gp02jcs_web_size-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/09\/6427892b-a935ce5c-gp02jcs_web_size-510x340.jpg 510w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><p id=\"caption-attachment-3680\" class=\"wp-caption-text\">A young oil palm plantation on peatland.<\/p><\/div>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada 22 Agustus 2019, Greenpeace memutuskan menarik diri dari keterlibatan dengan Wilmar, Unilever, dan Mondelez untuk mendirikan platform pemantauan deforestasi, atas kegagalan berulang mengambil tindakan yang diperlukan untuk menindaklanjuti komitmen mereka dalam target \u2018nol deforestasi.\u2019 Keterlibatan untuk mengembangkan platform pemantauan deforestasi dimulai setelah <\/span><a href=\"https:\/\/www.wilmar-international.com\/sustainability\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/JOINT-STATEMENT-FINAL-07122018-with-Signatures-v3.pdf\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pernyataan Bersama Wilmar, Unilever dan Mondelez<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> pada tanggal 7 Desember 2018 di mana mereka menyampaikan akan memdirikan platform pemantauan deforestasi multi-pemangku kepentingan yang kuat, transparan, dan independen untuk industri sawit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika Pernyataan Bersama dikeluarkan, Greenpeace mendukungnya <\/span><a href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/international\/press-release\/19898\/worlds-largest-palm-forest-destroyers-nowhere-to-hide\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">sebagai upaya terobosan dalam menghilangkan deforestasi dari rantai pasokan minyak sawit, jika bisa diterapkan.<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> Pernyataan Bersama tersebut muncul setelah masa kampanye yang intensif pada tahun 2018 di mana Greenpeace <\/span><a href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/international\/publication\/18455\/the-final-countdown-forests-indonesia-palm-oil\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">mengekspos hubungan deforestasi dalam rantai pasokan perusahaan-perusahaan multinasional,<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> termasuk Mondelez (Oreo &amp; Cadbury), Unilever (Dove &amp; Magnum) dan Wilmar. Keadaan darurat iklim menuntut tindakan segera dan transformatif. Sebab itu, Greenpeace mendedikasikan kapasitas dan sumber dayanya untuk diskusi-diskusi pengembangan platform pemantauan tersebut, demi menanggapi ajakan serius untuk berkolaborasi dari perusahaan-perusahaan tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Elemen-elemen prinsip yang menurut Greenpeace perlu ada pada\u00a0 platform tersebut adalah:\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><b>Transparansi: <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">sebuah jadwal waktu dan proses terperinci untuk membuat peta konsesi dan menyediakan data lain, menentukan jenis data, serta batas waktu untuk pengungkapan dan kepada siapa mereka akan hal ini dibuat transparan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><b>Definisi Grup:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> indikator yang jelas dan terstandarisasi untuk menentukan apakah konsesi tertentu harus diperlakukan sebagai bagian dari entitas perusahaan yang lebih besar atau &#8216;grup&#8217; dan secara minimal berdasar pada definisi Accountability Framework Initiative (AFI).<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><b>Kelompok Pengarah:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> badan tata kelola yang mencakup organisasi masyarakat sipil dan pemangku kepentingan lainnya, dengan mandat pengawasan terhadap pengembangan dan implementasi platform tersebut.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><b>Independensi:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> platform akan dikelola oleh lembaga independen di yurisdiksi netral, bebas dari potensi konflik kepentingan (seperti kontrak penasihat atau advokasi) dan mengikuti praktik pra-persaingan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski terdapat dukungan terhadap beberapa elemen-elemen prinsip di atas, namun telah terjadi kegagalan pada pihak perusahaan-perusahaan tersebut dalam mencapai kesepakatan yang jelas terkait elemen-elemen iniHal ini membuat Greenpeace terpaksa mundur karena kurangnya keseriusan perusahaan-perusahaan untuk membersihkan rantai pasokan mereka dari deforestasi, eksploitasi lahan gambut, eksploitasi pekerja (NDPE) pada akhir 2019. Tidak hanya itu, Greenpeace melihat melemahnya komitmen perusahaan untuk menerapkan Pendekatan Stok Karbon Tinggi (HCSA\/High Carbon Stock Approach) dalam rantai pasokan mereka, merepresentasikan\u00a0 kegagalan keseluruhan industri untuk melakukan reformasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kita kehabisan waktu dan sangat membutuhkan pemimpin bisnis, politik dan organisasi nirlaba yang bersedia bertindak secara kolektif dengan keberanian yang besar untuk mengatasi krisis iklim global yang termanifestasi pada\u00a0 es yang mencair, naiknya permukaan laut, naiknya suhu dan hutan terbakar di seluruh planet ini seperti di <\/span><a href=\"https:\/\/www.bbc.com\/news\/world-latin-america-49433767\"><span style=\"font-weight: 400;\">Amazon<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><a href=\"https:\/\/www.nst.com.my\/world\/2019\/08\/508945\/indonesia-declares-emergency-forest-fires-rage-sumatra-kalimantan\"><span style=\"font-weight: 400;\">Indonesia.<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> Greenpeace tetap berkomitmen untuk segera mengakhiri deforestasi yang terkait dengan komoditas utama seperti minyak sawit. Menurut laporan <\/span><a href=\"https:\/\/www.ipcc.ch\/report\/srccl\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">IPCC<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> baru-baru ini, penggunaan lahan, termasuk deforestasi, menyumbang 23% dari emisi gas rumah kaca. Perusahaan seperti Wilmar, Unilever dan Mondelez harus berhenti membeli dari pemasok apa pun yang terkait dengan deforestasi. Greenpeace akan terus menyerukan agar perusahaan-perusahaan ini membangun platform pemantauan deforestasi multi-pemangku kepentingan yang kuat, independen dan transparan untuk industri sawit. Kita harus memastikan bahwa komoditas mereka bebas deforestasi, dan membuatnya bertanggung jawab atas apa yang telah mereka janjikan. Semua perusahaan harus memfokuskan kembali dan memenuhi komitmen mereka untuk mengakhiri deforestasi pada tahun 2020.<\/span><\/p>\n<h3><strong>Kontak:<\/strong><\/h3>\n<div class=\"container\">\n<div class=\"post-content\">\n<div class=\"post-content-lead\">\n<article class=\"post-details clearfix\">\n<ul>\n<li><strong>Annisa Rahmawati<\/strong>, Jurukampanye Hutan Greenpeace Indonesia,\u00a0Tel 62-811-1097-527 , email\u00a0<a href=\"mailto:annisa.rahmawati@greenpeace.org\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">annisa.rahmawati@greenpeace.org<\/a>.<\/li>\n<li><strong>Rully Yuliardi Achmad<\/strong>, Jurukampanye Media Greenpeace Indonesia,\u00a0Tel 62- 811-8334-409, email\u00a0<a href=\"mailto:rully.yuliardi.achmad@greenpeace.org\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">rully.yuliardi.achmad@greenpeace.org<\/a>.<\/li>\n<\/ul>\n<\/article>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<section class=\"article-listing\">\n<section class=\"block article-listing\">\n<div class=\"container\"><\/div>\n<\/section>\n<\/section>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada 22 Agustus 2019, Greenpeace mundur dari keterlibatan dengan Wilmar, Unilever, dan Mondelez dalam hal mendirikan platform pemantauan deforestasi, karena terjadi kegagalan mereka berulangkali dalam menindaklanjuti komitmen mereka untuk \u2018nol&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":44,"featured_media":3680,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ep_exclude_from_search":false,"p4_og_title":"","p4_og_description":"","p4_og_image":"","p4_og_image_id":"","p4_seo_canonical_url":"","p4_campaign_name":"","p4_local_project":"","p4_basket_name":"","p4_department":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[19],"p4-page-type":[15],"class_list":["post-3677","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-hutan","p4-page-type-publikasi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.9.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Greenpeace menghentikan keterlibatan dengan Wilmar-Unilever-Mondelez karena lemahnya komitmen mereka dalam menghentikan deforestasi dari rantai pasok - Greenpeace Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/publikasi\/3677\/greenpeace-menghentikan-keterlibatan-dengan-wilmar-unilever-mondelez-karena-lemahnya-komitmen-mereka-dalam-menghentikan-deforestasi-dari-rantai-pasok\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Greenpeace menghentikan keterlibatan dengan Wilmar-Unilever-Mondelez karena lemahnya komitmen mereka dalam menghentikan deforestasi dari rantai pasok - Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pada 22 Agustus 2019, Greenpeace mundur dari keterlibatan dengan Wilmar, Unilever, dan Mondelez dalam hal mendirikan platform pemantauan deforestasi, karena terjadi kegagalan mereka berulangkali dalam menindaklanjuti komitmen mereka untuk \u2018nol&hellip;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/publikasi\/3677\/greenpeace-menghentikan-keterlibatan-dengan-wilmar-unilever-mondelez-karena-lemahnya-komitmen-mereka-dalam-menghentikan-deforestasi-dari-rantai-pasok\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-09-03T05:50:51+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-11-06T08:45:51+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/09\/6427892b-a935ce5c-gp02jcs_web_size.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"533\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Rully Yuliardi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Rully Yuliardi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/publikasi\/3677\/greenpeace-menghentikan-keterlibatan-dengan-wilmar-unilever-mondelez-karena-lemahnya-komitmen-mereka-dalam-menghentikan-deforestasi-dari-rantai-pasok\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/publikasi\/3677\/greenpeace-menghentikan-keterlibatan-dengan-wilmar-unilever-mondelez-karena-lemahnya-komitmen-mereka-dalam-menghentikan-deforestasi-dari-rantai-pasok\/\"},\"author\":{\"name\":\"Rully Yuliardi\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/3151a7596d3e40c8b958c8d1078c61d3\"},\"headline\":\"Greenpeace menghentikan keterlibatan dengan Wilmar-Unilever-Mondelez karena lemahnya komitmen mereka dalam menghentikan deforestasi dari rantai pasok\",\"datePublished\":\"2019-09-03T05:50:51+00:00\",\"dateModified\":\"2019-11-06T08:45:51+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/publikasi\/3677\/greenpeace-menghentikan-keterlibatan-dengan-wilmar-unilever-mondelez-karena-lemahnya-komitmen-mereka-dalam-menghentikan-deforestasi-dari-rantai-pasok\/\"},\"wordCount\":567,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"keywords\":[\"Hutan\"],\"articleSection\":[\"Uncategorized\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/publikasi\/3677\/greenpeace-menghentikan-keterlibatan-dengan-wilmar-unilever-mondelez-karena-lemahnya-komitmen-mereka-dalam-menghentikan-deforestasi-dari-rantai-pasok\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/publikasi\/3677\/greenpeace-menghentikan-keterlibatan-dengan-wilmar-unilever-mondelez-karena-lemahnya-komitmen-mereka-dalam-menghentikan-deforestasi-dari-rantai-pasok\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/publikasi\/3677\/greenpeace-menghentikan-keterlibatan-dengan-wilmar-unilever-mondelez-karena-lemahnya-komitmen-mereka-dalam-menghentikan-deforestasi-dari-rantai-pasok\/\",\"name\":\"Greenpeace menghentikan keterlibatan dengan Wilmar-Unilever-Mondelez karena lemahnya komitmen mereka dalam menghentikan deforestasi dari rantai pasok - Greenpeace Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\"},\"datePublished\":\"2019-09-03T05:50:51+00:00\",\"dateModified\":\"2019-11-06T08:45:51+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/publikasi\/3677\/greenpeace-menghentikan-keterlibatan-dengan-wilmar-unilever-mondelez-karena-lemahnya-komitmen-mereka-dalam-menghentikan-deforestasi-dari-rantai-pasok\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/publikasi\/3677\/greenpeace-menghentikan-keterlibatan-dengan-wilmar-unilever-mondelez-karena-lemahnya-komitmen-mereka-dalam-menghentikan-deforestasi-dari-rantai-pasok\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/publikasi\/3677\/greenpeace-menghentikan-keterlibatan-dengan-wilmar-unilever-mondelez-karena-lemahnya-komitmen-mereka-dalam-menghentikan-deforestasi-dari-rantai-pasok\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Greenpeace menghentikan keterlibatan dengan Wilmar-Unilever-Mondelez karena lemahnya komitmen mereka dalam menghentikan deforestasi dari rantai pasok\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"description\":\"Greenpeace\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"width\":500,\"height\":500,\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\",\"https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID\",\"https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/3151a7596d3e40c8b958c8d1078c61d3\",\"name\":\"Rully Yuliardi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9cd53578b62c04910837938f56a86f1e8bff887cd899a465ff922ae257cec333?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9cd53578b62c04910837938f56a86f1e8bff887cd899a465ff922ae257cec333?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Rully Yuliardi\"},\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/rachmad\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Greenpeace menghentikan keterlibatan dengan Wilmar-Unilever-Mondelez karena lemahnya komitmen mereka dalam menghentikan deforestasi dari rantai pasok - Greenpeace Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/publikasi\/3677\/greenpeace-menghentikan-keterlibatan-dengan-wilmar-unilever-mondelez-karena-lemahnya-komitmen-mereka-dalam-menghentikan-deforestasi-dari-rantai-pasok\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Greenpeace menghentikan keterlibatan dengan Wilmar-Unilever-Mondelez karena lemahnya komitmen mereka dalam menghentikan deforestasi dari rantai pasok - Greenpeace Indonesia","og_description":"Pada 22 Agustus 2019, Greenpeace mundur dari keterlibatan dengan Wilmar, Unilever, dan Mondelez dalam hal mendirikan platform pemantauan deforestasi, karena terjadi kegagalan mereka berulangkali dalam menindaklanjuti komitmen mereka untuk \u2018nol&hellip;","og_url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/publikasi\/3677\/greenpeace-menghentikan-keterlibatan-dengan-wilmar-unilever-mondelez-karena-lemahnya-komitmen-mereka-dalam-menghentikan-deforestasi-dari-rantai-pasok\/","og_site_name":"Greenpeace Indonesia","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","article_published_time":"2019-09-03T05:50:51+00:00","article_modified_time":"2019-11-06T08:45:51+00:00","og_image":[{"width":800,"height":533,"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/09\/6427892b-a935ce5c-gp02jcs_web_size.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Rully Yuliardi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@GreenpeaceID","twitter_site":"@GreenpeaceID","twitter_misc":{"Written by":"Rully Yuliardi","Est. reading time":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/publikasi\/3677\/greenpeace-menghentikan-keterlibatan-dengan-wilmar-unilever-mondelez-karena-lemahnya-komitmen-mereka-dalam-menghentikan-deforestasi-dari-rantai-pasok\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/publikasi\/3677\/greenpeace-menghentikan-keterlibatan-dengan-wilmar-unilever-mondelez-karena-lemahnya-komitmen-mereka-dalam-menghentikan-deforestasi-dari-rantai-pasok\/"},"author":{"name":"Rully Yuliardi","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/3151a7596d3e40c8b958c8d1078c61d3"},"headline":"Greenpeace menghentikan keterlibatan dengan Wilmar-Unilever-Mondelez karena lemahnya komitmen mereka dalam menghentikan deforestasi dari rantai pasok","datePublished":"2019-09-03T05:50:51+00:00","dateModified":"2019-11-06T08:45:51+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/publikasi\/3677\/greenpeace-menghentikan-keterlibatan-dengan-wilmar-unilever-mondelez-karena-lemahnya-komitmen-mereka-dalam-menghentikan-deforestasi-dari-rantai-pasok\/"},"wordCount":567,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"keywords":["Hutan"],"articleSection":["Uncategorized"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/publikasi\/3677\/greenpeace-menghentikan-keterlibatan-dengan-wilmar-unilever-mondelez-karena-lemahnya-komitmen-mereka-dalam-menghentikan-deforestasi-dari-rantai-pasok\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/publikasi\/3677\/greenpeace-menghentikan-keterlibatan-dengan-wilmar-unilever-mondelez-karena-lemahnya-komitmen-mereka-dalam-menghentikan-deforestasi-dari-rantai-pasok\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/publikasi\/3677\/greenpeace-menghentikan-keterlibatan-dengan-wilmar-unilever-mondelez-karena-lemahnya-komitmen-mereka-dalam-menghentikan-deforestasi-dari-rantai-pasok\/","name":"Greenpeace menghentikan keterlibatan dengan Wilmar-Unilever-Mondelez karena lemahnya komitmen mereka dalam menghentikan deforestasi dari rantai pasok - Greenpeace Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website"},"datePublished":"2019-09-03T05:50:51+00:00","dateModified":"2019-11-06T08:45:51+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/publikasi\/3677\/greenpeace-menghentikan-keterlibatan-dengan-wilmar-unilever-mondelez-karena-lemahnya-komitmen-mereka-dalam-menghentikan-deforestasi-dari-rantai-pasok\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/publikasi\/3677\/greenpeace-menghentikan-keterlibatan-dengan-wilmar-unilever-mondelez-karena-lemahnya-komitmen-mereka-dalam-menghentikan-deforestasi-dari-rantai-pasok\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/publikasi\/3677\/greenpeace-menghentikan-keterlibatan-dengan-wilmar-unilever-mondelez-karena-lemahnya-komitmen-mereka-dalam-menghentikan-deforestasi-dari-rantai-pasok\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Greenpeace menghentikan keterlibatan dengan Wilmar-Unilever-Mondelez karena lemahnya komitmen mereka dalam menghentikan deforestasi dari rantai pasok"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","name":"Greenpeace Indonesia","description":"Greenpeace","publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization","name":"Greenpeace Indonesia","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","contentUrl":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","width":500,"height":500,"caption":"Greenpeace Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID","https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/3151a7596d3e40c8b958c8d1078c61d3","name":"Rully Yuliardi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9cd53578b62c04910837938f56a86f1e8bff887cd899a465ff922ae257cec333?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9cd53578b62c04910837938f56a86f1e8bff887cd899a465ff922ae257cec333?s=96&d=mm&r=g","caption":"Rully Yuliardi"},"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/rachmad\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3677","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/44"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3677"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3677\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3711,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3677\/revisions\/3711"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3680"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3677"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3677"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3677"},{"taxonomy":"p4-page-type","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/p4-page-type?post=3677"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}