{"id":4244,"date":"2019-11-15T14:33:53","date_gmt":"2019-11-15T07:33:53","guid":{"rendered":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?p=4244"},"modified":"2025-07-10T17:51:42","modified_gmt":"2025-07-10T10:51:42","slug":"para-pemangku-kepentingan-harus-bergerak-menyelamatkan-spermonde","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/4244\/para-pemangku-kepentingan-harus-bergerak-menyelamatkan-spermonde\/","title":{"rendered":"Para Pemangku Kepentingan Harus Bergerak Menyelamatkan Spermonde"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Makassar, 14 November 2019. <\/strong>Pemerintah harus segera turun tangan untuk mencegah kerusakan yang lebih parah terjadi pada ekosistem bawah laut Kepulauan Spermonde, Sulawesi Selatan. Pasalnya, berdasarkan kegiatan pemantauan terumbu karang (<em>reef check<\/em>) yang dilakukan oleh tim MSDC (<em>Marine Science Diving Club<\/em>) Universitas Hasanuddin secara berkala setiap tahun, memperlihatkan tren penurunan tutupan karang hidup di sejumlah pulau.&nbsp;<br><\/p>\n\n<p>Data MSDC terbaru (2018), tutupan karang hidup Pulau Barrang Lompo tercatat 40% (kategori sedang), Pulau Barrang Caddi sebesar 38% (kategori sedang), dan Pulau Samalona sebesar 30% (kategori buruk). [1] Data Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pun menunjukkan indeks kesehatan terumbu karang yang rendah di Spermonde dengan rentang nilai antara 1-3. [2] \u201cHasil pengamatan yang kami lakukan di tiga pulau selama 9 tahun terakhir memperlihatkan tren data kondisi tutupan karang di kepulauan Spermonde mengalami penurunan ,\u201d ujar Muhammad Irfandi Arief, Ketua MSDC Universitas Hasanuddin, dalam kegiatan diskusi yang bertajuk, \u201cSelamatkan Spermonde, Selamatkan Laut Indonesia,\u201d di Makassar.\u00a0<\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large  caption-style-blue-overlay caption-alignment-center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"912\" height=\"475\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/11\/29552989-screen-shot-2019-11-15-at-2.10.47-pm.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-4245\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/11\/29552989-screen-shot-2019-11-15-at-2.10.47-pm.png 912w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/11\/29552989-screen-shot-2019-11-15-at-2.10.47-pm-300x156.png 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/11\/29552989-screen-shot-2019-11-15-at-2.10.47-pm-768x400.png 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/11\/29552989-screen-shot-2019-11-15-at-2.10.47-pm-510x266.png 510w\" sizes=\"auto, (max-width: 912px) 100vw, 912px\" \/><figcaption><br><em>Ket. gambar: Monitoring reef check tahun 2018 oleh MSDC (Marine Science Diving Club) Universitas Hasanuddin<\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n<p>Tim Pembela Lautan (<em>Ocean Defender<\/em>) Greenpeace Indonesia juga sudah melakukan pemantauan dan mengambil dokumentasi bawah laut di Pulau Barrang Lompo, Pulau Barrang Caddi, dan Kodingareng Keke, awal September lalu. Kerusakan terumbu karang karena pengambilan ikan dengan bom dan bius jelas terlihat. Pemulihan terumbu karang karena aktivitas ilegal dan merusak sulit dilakukan dalam waktu cepat. \u201cPengawasan, pendekatan sosial kemasyarakatan dan penegakkan hukum oleh pihak berwenang terhadap kegiatan penangkapan ikan harus dilakukan secara intensif,\u201d ucap Afdillah, Jurukampanye Laut Greenpeace Indonesia. \u201cHari ini, Greenpeace pun meluncurkan petisi #SaveSpermonde untuk meminta pemerintah, pusat dan daerah, mengambil langkah cepat penyelamatan Spermonde dari berbagai ancaman,\u201d lanjutnya. [3]<\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-image  caption-style-blue-overlay caption-alignment-center\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh6.googleusercontent.com\/PyZDpSMLPhE0GmNxYlNub1yyCaJlTGrRdRD-dRsANPXJlhNpkwjXRXgQpYMxwDJ5ItwCK4sx5CeIG8iNy9A2fTekTuZlXOeNRAk9Ukj8Mm4yzFSr7XMHwyxeXIqHMHDC-o6z7toT\" alt=\"\"\/><\/figure>\n\n<p>Total nilai manfaat ekonomi ekosistem terumbu karang di perairan Spermonde berdasarkan beberapa penelitian berkisar dari Rp 30.362.614 hingga Rp 1.698.945.542 per hektar per tahun [4]. Bila ekosistem Spermonde rusak parah, kerugian bukan hanya akan dialami oleh nelayan atau pelaku usaha perikanan. Pemerintah daerah juga bisa kehilangan potensi pemasukan dari sektor pariwisata. \u201cPasalnya, Spermonde menjadi salah satu ikon Sulawesi Selatan dan menawarkan keindahan bahari yang luar biasa bagi wisatawan domestik dan mancanegara,\u201d tutur Muhammad Al Amin, Direktur Walhi Sulawesi Selatan.&nbsp;&nbsp;&nbsp;<br><\/p>\n\n<p>Penyelamatan Spermonde bisa menjadi titik awal dari tindakan serius untuk memulihkan dan menjaga ekosistem dan ruang laut nasional. \u201cPekerjaan rumah pemerintahan baru masih banyak, meskipun sejumlah kemajuan sudah dicapai pada masa pemerintahan sebelumnya, terutama dalam mengurangi penangkapan ikan ilegal yang dilakukan oleh kapal ikan asing,\u201d tutup Afdillah.<br><\/p>\n\n<p><strong>Catatan:<\/strong><\/p>\n\n<p>[1] Laporan Reef Check 2018: Keindahan Bawah Lautku, Tak Seindah Dulu, oleh MSDC (<em>Marine Science Diving Club<\/em>) Universitas Hasanuddin.&nbsp;<\/p>\n\n<p>[2] Laporan LIPI tahun 2018, pemantauan tingkat kesehatan terhadap 18 lokasi dengan rentang nilai 1-10. Indeks kesehatan menggambarkan kondisi terumbu karang yang meliputi tutupan karang, potensi pemulihan dan biomassa ikan. <a href=\"http:\/\/oseanografi.lipi.go.id\/hasilpenelitian\/lihatpdf\/41\">http:\/\/oseanografi.lipi.go.id\/hasilpenelitian\/lihatpdf\/41<\/a>&nbsp;<\/p>\n\n<p>[3] Petisi #SaveSpermonde di <a href=\"http:\/\/act.gp\/savespermonde\">http:\/\/act.gp\/savespermonde<\/a>.<\/p>\n\n<p>[4] Sumber:<\/p>\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><a href=\"https:\/\/www.researchgate.net\/publication\/328266071_Analisis_Penilaian_Manfaat_Ekonomi_Terumbu_Karang_Perairan_Pulau_Barrang_Lompo_Makassar\">https:\/\/www.researchgate.net\/publication\/328266071_Analisis_Penilaian_Manfaat_Ekonomi_Terumbu_Karang_Perairan_Pulau_Barrang_Lompo_Makassar<\/a> (Hamzah Tahang, 2005)<\/li><li><a href=\"https:\/\/www.researchgate.net\/publication\/330984807_NILAI_EKONOMI_EKOSISTEM_TERUMBU_KARANG_DI_TAMAN_WISATA_PERAIRAN_KAPOPOSANG_SULAWESI_SELATAN\">https:\/\/www.researchgate.net\/publication\/330984807_NILAI_EKONOMI_EKOSISTEM_TERUMBU_KARANG_DI_TAMAN_WISATA_PERAIRAN_KAPOPOSANG_SULAWESI_SELATAN<\/a> (Muliawan dkk, 2018)<\/li><\/ul>\n\n<p><strong>Kontak media:<\/strong><\/p>\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Muhammad Irfandi Arief, Ketua Marine Science Diving Club Universitas Hasanuddin, ariefirfandik@gmail.com, telp 0877-6521-6434<\/li><li>Muhammad Al Amin, Direktur Walhi Sulawesi Selatan, muhammad.al.amien@gmail.com, 0822-9393-9591<\/li><li>Afdillah, Jurukampanye Laut Greenpeace Indonesia, afdillah@greenpeace.org, telp 0812-6666-0010<\/li><li>Ester Meryana, Jurukampanye Media Greenpeace Indonesia, emeryana@greenpeace.org, telp 0811-1924-090<\/li><\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berdasarkan kegiatan pemantauan terumbu karang yang dilakukan oleh tim MSDC Universitas Hasanuddin secara berkala setiap tahun, memperlihatkan tren penurunan tutupan karang hidup di Kep. Spermonde<\/p>\n","protected":false},"author":28,"featured_media":4246,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ep_exclude_from_search":false,"p4_og_title":"","p4_og_description":"","p4_og_image":"","p4_og_image_id":"","p4_seo_canonical_url":"","p4_campaign_name":"not set","p4_local_project":"","p4_basket_name":"not set","p4_department":"","footnotes":""},"categories":[2],"tags":[20],"p4-page-type":[16],"class_list":["post-4244","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lindungi","tag-laut","p4-page-type-cerita"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.9.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Para Pemangku Kepentingan Harus Bergerak Menyelamatkan Spermonde - Greenpeace Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/4244\/para-pemangku-kepentingan-harus-bergerak-menyelamatkan-spermonde\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Para Pemangku Kepentingan Harus Bergerak Menyelamatkan Spermonde - Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Berdasarkan kegiatan pemantauan terumbu karang yang dilakukan oleh tim MSDC Universitas Hasanuddin secara berkala setiap tahun, memperlihatkan tren penurunan tutupan karang hidup di Kep. Spermonde\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/4244\/para-pemangku-kepentingan-harus-bergerak-menyelamatkan-spermonde\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-11-15T07:33:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-07-10T10:51:42+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/11\/8719d285-kodingareng-keke_1_rql.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"853\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Medina Basaib\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Medina Basaib\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/4244\/para-pemangku-kepentingan-harus-bergerak-menyelamatkan-spermonde\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/4244\/para-pemangku-kepentingan-harus-bergerak-menyelamatkan-spermonde\/\"},\"author\":{\"name\":\"Medina Basaib\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/5c84669a210b642c397ab6b83fe5b00c\"},\"headline\":\"Para Pemangku Kepentingan Harus Bergerak Menyelamatkan Spermonde\",\"datePublished\":\"2019-11-15T07:33:53+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-10T10:51:42+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/4244\/para-pemangku-kepentingan-harus-bergerak-menyelamatkan-spermonde\/\"},\"wordCount\":543,\"commentCount\":2,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"keywords\":[\"Laut\"],\"articleSection\":[\"Lindungi\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/4244\/para-pemangku-kepentingan-harus-bergerak-menyelamatkan-spermonde\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/4244\/para-pemangku-kepentingan-harus-bergerak-menyelamatkan-spermonde\/\",\"url\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/4244\/para-pemangku-kepentingan-harus-bergerak-menyelamatkan-spermonde\/\",\"name\":\"Para Pemangku Kepentingan Harus Bergerak Menyelamatkan Spermonde - Greenpeace Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\"},\"datePublished\":\"2019-11-15T07:33:53+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-10T10:51:42+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/4244\/para-pemangku-kepentingan-harus-bergerak-menyelamatkan-spermonde\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/4244\/para-pemangku-kepentingan-harus-bergerak-menyelamatkan-spermonde\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/4244\/para-pemangku-kepentingan-harus-bergerak-menyelamatkan-spermonde\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Para Pemangku Kepentingan Harus Bergerak Menyelamatkan Spermonde\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"description\":\"Greenpeace\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"width\":500,\"height\":500,\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\",\"https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID\",\"https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/5c84669a210b642c397ab6b83fe5b00c\",\"name\":\"Medina Basaib\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b6490c7fa05af90341007e4a5328ec69b7061b61d6abbe8c752a2b5da6fde30b?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b6490c7fa05af90341007e4a5328ec69b7061b61d6abbe8c752a2b5da6fde30b?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Medina Basaib\"},\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/mbasaib\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Para Pemangku Kepentingan Harus Bergerak Menyelamatkan Spermonde - Greenpeace Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/4244\/para-pemangku-kepentingan-harus-bergerak-menyelamatkan-spermonde\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Para Pemangku Kepentingan Harus Bergerak Menyelamatkan Spermonde - Greenpeace Indonesia","og_description":"Berdasarkan kegiatan pemantauan terumbu karang yang dilakukan oleh tim MSDC Universitas Hasanuddin secara berkala setiap tahun, memperlihatkan tren penurunan tutupan karang hidup di Kep. Spermonde","og_url":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/4244\/para-pemangku-kepentingan-harus-bergerak-menyelamatkan-spermonde\/","og_site_name":"Greenpeace Indonesia","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","article_published_time":"2019-11-15T07:33:53+00:00","article_modified_time":"2025-07-10T10:51:42+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":853,"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/11\/8719d285-kodingareng-keke_1_rql.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Medina Basaib","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@GreenpeaceID","twitter_site":"@GreenpeaceID","twitter_misc":{"Written by":"Medina Basaib","Est. reading time":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/4244\/para-pemangku-kepentingan-harus-bergerak-menyelamatkan-spermonde\/#article","isPartOf":{"@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/4244\/para-pemangku-kepentingan-harus-bergerak-menyelamatkan-spermonde\/"},"author":{"name":"Medina Basaib","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/5c84669a210b642c397ab6b83fe5b00c"},"headline":"Para Pemangku Kepentingan Harus Bergerak Menyelamatkan Spermonde","datePublished":"2019-11-15T07:33:53+00:00","dateModified":"2025-07-10T10:51:42+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/4244\/para-pemangku-kepentingan-harus-bergerak-menyelamatkan-spermonde\/"},"wordCount":543,"commentCount":2,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"keywords":["Laut"],"articleSection":["Lindungi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/4244\/para-pemangku-kepentingan-harus-bergerak-menyelamatkan-spermonde\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/4244\/para-pemangku-kepentingan-harus-bergerak-menyelamatkan-spermonde\/","url":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/4244\/para-pemangku-kepentingan-harus-bergerak-menyelamatkan-spermonde\/","name":"Para Pemangku Kepentingan Harus Bergerak Menyelamatkan Spermonde - Greenpeace Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website"},"datePublished":"2019-11-15T07:33:53+00:00","dateModified":"2025-07-10T10:51:42+00:00","breadcrumb":{"@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/4244\/para-pemangku-kepentingan-harus-bergerak-menyelamatkan-spermonde\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/4244\/para-pemangku-kepentingan-harus-bergerak-menyelamatkan-spermonde\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/4244\/para-pemangku-kepentingan-harus-bergerak-menyelamatkan-spermonde\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Para Pemangku Kepentingan Harus Bergerak Menyelamatkan Spermonde"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","name":"Greenpeace Indonesia","description":"Greenpeace","publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization","name":"Greenpeace Indonesia","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","contentUrl":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","width":500,"height":500,"caption":"Greenpeace Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID","https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/5c84669a210b642c397ab6b83fe5b00c","name":"Medina Basaib","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b6490c7fa05af90341007e4a5328ec69b7061b61d6abbe8c752a2b5da6fde30b?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b6490c7fa05af90341007e4a5328ec69b7061b61d6abbe8c752a2b5da6fde30b?s=96&d=mm&r=g","caption":"Medina Basaib"},"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/mbasaib\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4244","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/28"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4244"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4244\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":64400,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4244\/revisions\/64400"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4246"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4244"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4244"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4244"},{"taxonomy":"p4-page-type","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/p4-page-type?post=4244"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}