{"id":4358,"date":"2019-12-09T12:06:56","date_gmt":"2019-12-09T05:06:56","guid":{"rendered":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?p=4358"},"modified":"2025-07-10T17:51:31","modified_gmt":"2025-07-10T10:51:31","slug":"tekan-konsumerisme-untuk-kendalikan-bencana-iklim","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/4358\/tekan-konsumerisme-untuk-kendalikan-bencana-iklim\/","title":{"rendered":"Tekan Konsumerisme Untuk Kendalikan Bencana Iklim"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Jakarta, 7 Desember 2019<\/strong>. Kegiatan belanja secara fisik di toko dan daring (<em>online<\/em>) biasanya meningkat jelang akhir tahun, memanfaatkan momentum Hari Belanja <em>Online<\/em> Nasional (Harbolnas) dan Hari Raya Natal dan Tahun Baru. Kegiatan konsumsi yang berlebihan tentunya berdampak buruk bagi lingkungan.\u00a0<\/p>\n\n<p>\u201cMasyarakat dunia mempunyai target untuk menekan kenaikan suhu bumi di bawah 1,5 \u00b0C. Salah satu hal yang harus kita lakukan untuk mencapai target itu adalah dengan mengendalikan perilaku konsumtif,\u201d ujar Muharram Atha Rasyadi, Jurukampanye Urban Greenpeace Indonesia.\u00a0<\/p>\n\n<p>Penggunaan barang selama mungkin menjadi salah satu solusi. Oleh karena itu, salah satu fokus kegiatan <a rel=\"noreferrer noopener\" href=\"https:\/\/www.makesmthng.org\/\" target=\"_blank\">MAKE SMTHNG WEEK<\/a> adalah mengajarkan masyarakat untuk memperbaiki serta memanfaatkan kembali barang yang kita punyai, sehingga barang tersebut mempunyai usia pakai yang lebih lama. MAKE SMTHNG WEEK merupakan festival internasional yang diadakan di lebih dari 40 negara, dengan memanfaatkan momen diskon besar-besaran di akhir tahun seperti Black Friday, yang merupakan pekan diskon di luar negeri, dan Harbolnas di Indonesia. Festival yang berlangsung sejak 2017 ini bertujuan untuk mendorong masyarakat untuk mengurangi kegiatan belanja dengan membuat kreasi sendiri barang yang diperlukan.\u00a0<\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large  caption-style-blue-overlay caption-alignment-center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"533\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/12\/92046f4a-gp0stubky_web_size.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-4360\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/12\/92046f4a-gp0stubky_web_size.jpg 800w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/12\/92046f4a-gp0stubky_web_size-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/12\/92046f4a-gp0stubky_web_size-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/12\/92046f4a-gp0stubky_web_size-510x340.jpg 510w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/figure>\n\n<p>Atha pun mengingatkan akan besarnya energi yang digunakan untuk sebuah kegiatan produksi, seperti pembuatan busana. Pembelian dan penggunaan pakaian menyumbang sekitar 3% dari produksi emisi karbondioksida (CO2) global atau lebih dari 850 juta ton CO2 per tahun, dari manufaktur, logistik, dan penggunaan seperti mencuci, mengeringkan dan menyeterika. [1] Selain itu, diperkirakan sebanyak 95 persen pakaian dibuang bersama limbah rumah tangga dan sebenarnya dapat digunakan kembali tergantung pada kondisi tekstil. [2]<\/p>\n\n<p>Belum lagi penggunaan plastik sekali pakai sebagai kemasannya. Menurut penelitian Jenna R. Jambeck dari Universitas Georgia tahun 2010, ada sekitar 275 juta ton sampah plastik di seluruh dunia. Setiap satu menit, sampah plastik yang dibuang ke laut setara dengan satu truk penuh. [3]<\/p>\n\n<p>Untuk MAKE SMTHNG WEEK tahun ini, Greenpeace Indonesia mengajak Demi Bumi, WEWO, Kebun Kumara, Segara Naturals, dan Kota Tanpa Sampah untuk memberikan tips kreatif, salah satunya mengolah barang yang sudah tidak digunakan menjadi barang bermanfaat. Selain itu, festival kali ini juga mengikutsertakan kegiatan tukar baju sebagai langkah nyata mengendalikan konsumsi yang berlebihan.\u00a0<\/p>\n\n<p><strong>Catatan:<\/strong><\/p>\n\n<p>[1] Carbon Trust (2011), Clothing &#8211; International Carbon Flows (CTC793)<\/p>\n\n<p>[2] Lu JJ &amp; Hamouda H (2014), Current Status of Fiber Waste Recycling and its Future. Advanced Materials Research (Volume 878), pp. 122-131, 2014<\/p>\n\n<p>[3] World Economic Forum. (January, 2016). Industry Agenda: <em>The New Plastics Economy Rethinking The Future of Plastic<\/em>. <a rel=\"noreferrer noopener\" href=\"http:\/\/www3.weforum.org\/docs\/WEF_The_New_Plastics_Economy.pdf\" target=\"_blank\">http:\/\/www3.weforum.org\/docs\/WEF_The_New_Plastics_Economy.pdf<\/a>.\u00a0<\/p>\n\n<p><strong>Link foto dan video:&nbsp;<\/strong><\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-embed\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\nhttps:\/\/media.greenpeace.org\/shoot\/27MZIFJ8KQTZW\n<\/div><\/figure>\n\n<p><strong>Kontak media:<\/strong><\/p>\n\n<p>Muharram Atha Rasyadi, Jurukampanye Urban Greenpeace Indonesia, <a href=\"mailto:muharram.atha.rasyadi@greenpeace.org\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">muharram.atha.rasyadi@greenpeace.org<\/a>, telp 0811-1714-083<\/p>\n\n<p>Ester Meryana, Jurukampanye Media Greenpeace Indonesia, <a href=\"mailto:emeryana@greenpeace.org\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">emeryana@greenpeace.org<\/a>, telp 0811-1924-090<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pembelian dan penggunaan pakaian menyumbang sekitar 3% dari produksi emisi karbondioksida (CO2) global atau lebih dari 850 juta ton CO2 per tahun, dari manufaktur, logistik, dan penggunaan seperti mencuci, mengeringkan dan menyeterika.<\/p>\n","protected":false},"author":28,"featured_media":4360,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ep_exclude_from_search":false,"p4_og_title":"","p4_og_description":"","p4_og_image":"","p4_og_image_id":"","p4_seo_canonical_url":"","p4_campaign_name":"not set","p4_local_project":"","p4_basket_name":"not set","p4_department":"","footnotes":""},"categories":[3,1],"tags":[23],"p4-page-type":[14],"class_list":["post-4358","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ciptakan-perubahan","category-uncategorized","tag-pantang-plastik","p4-page-type-siaran-pers"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.9.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Tekan Konsumerisme Untuk Kendalikan Bencana Iklim - Greenpeace Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/4358\/tekan-konsumerisme-untuk-kendalikan-bencana-iklim\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tekan Konsumerisme Untuk Kendalikan Bencana Iklim - Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pembelian dan penggunaan pakaian menyumbang sekitar 3% dari produksi emisi karbondioksida (CO2) global atau lebih dari 850 juta ton CO2 per tahun, dari manufaktur, logistik, dan penggunaan seperti mencuci, mengeringkan dan menyeterika.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/4358\/tekan-konsumerisme-untuk-kendalikan-bencana-iklim\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-12-09T05:06:56+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-07-10T10:51:31+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/12\/92046f4a-gp0stubky_web_size.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"533\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Medina Basaib\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Medina Basaib\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/4358\/tekan-konsumerisme-untuk-kendalikan-bencana-iklim\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/4358\/tekan-konsumerisme-untuk-kendalikan-bencana-iklim\/\"},\"author\":{\"name\":\"Medina Basaib\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/5c84669a210b642c397ab6b83fe5b00c\"},\"headline\":\"Tekan Konsumerisme Untuk Kendalikan Bencana Iklim\",\"datePublished\":\"2019-12-09T05:06:56+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-10T10:51:31+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/4358\/tekan-konsumerisme-untuk-kendalikan-bencana-iklim\/\"},\"wordCount\":427,\"commentCount\":1,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"keywords\":[\"PantangPlastik\"],\"articleSection\":[\"Ciptakan Perubahan\",\"Uncategorized\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/4358\/tekan-konsumerisme-untuk-kendalikan-bencana-iklim\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/4358\/tekan-konsumerisme-untuk-kendalikan-bencana-iklim\/\",\"url\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/4358\/tekan-konsumerisme-untuk-kendalikan-bencana-iklim\/\",\"name\":\"Tekan Konsumerisme Untuk Kendalikan Bencana Iklim - Greenpeace Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\"},\"datePublished\":\"2019-12-09T05:06:56+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-10T10:51:31+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/4358\/tekan-konsumerisme-untuk-kendalikan-bencana-iklim\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/4358\/tekan-konsumerisme-untuk-kendalikan-bencana-iklim\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/4358\/tekan-konsumerisme-untuk-kendalikan-bencana-iklim\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Tekan Konsumerisme Untuk Kendalikan Bencana Iklim\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"description\":\"Greenpeace\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"width\":500,\"height\":500,\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\",\"https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID\",\"https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/5c84669a210b642c397ab6b83fe5b00c\",\"name\":\"Medina Basaib\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b6490c7fa05af90341007e4a5328ec69b7061b61d6abbe8c752a2b5da6fde30b?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b6490c7fa05af90341007e4a5328ec69b7061b61d6abbe8c752a2b5da6fde30b?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Medina Basaib\"},\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/mbasaib\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tekan Konsumerisme Untuk Kendalikan Bencana Iklim - Greenpeace Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/4358\/tekan-konsumerisme-untuk-kendalikan-bencana-iklim\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Tekan Konsumerisme Untuk Kendalikan Bencana Iklim - Greenpeace Indonesia","og_description":"Pembelian dan penggunaan pakaian menyumbang sekitar 3% dari produksi emisi karbondioksida (CO2) global atau lebih dari 850 juta ton CO2 per tahun, dari manufaktur, logistik, dan penggunaan seperti mencuci, mengeringkan dan menyeterika.","og_url":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/4358\/tekan-konsumerisme-untuk-kendalikan-bencana-iklim\/","og_site_name":"Greenpeace Indonesia","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","article_published_time":"2019-12-09T05:06:56+00:00","article_modified_time":"2025-07-10T10:51:31+00:00","og_image":[{"width":800,"height":533,"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/12\/92046f4a-gp0stubky_web_size.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Medina Basaib","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@GreenpeaceID","twitter_site":"@GreenpeaceID","twitter_misc":{"Written by":"Medina Basaib","Est. reading time":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/4358\/tekan-konsumerisme-untuk-kendalikan-bencana-iklim\/#article","isPartOf":{"@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/4358\/tekan-konsumerisme-untuk-kendalikan-bencana-iklim\/"},"author":{"name":"Medina Basaib","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/5c84669a210b642c397ab6b83fe5b00c"},"headline":"Tekan Konsumerisme Untuk Kendalikan Bencana Iklim","datePublished":"2019-12-09T05:06:56+00:00","dateModified":"2025-07-10T10:51:31+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/4358\/tekan-konsumerisme-untuk-kendalikan-bencana-iklim\/"},"wordCount":427,"commentCount":1,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"keywords":["PantangPlastik"],"articleSection":["Ciptakan Perubahan","Uncategorized"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/4358\/tekan-konsumerisme-untuk-kendalikan-bencana-iklim\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/4358\/tekan-konsumerisme-untuk-kendalikan-bencana-iklim\/","url":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/4358\/tekan-konsumerisme-untuk-kendalikan-bencana-iklim\/","name":"Tekan Konsumerisme Untuk Kendalikan Bencana Iklim - Greenpeace Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website"},"datePublished":"2019-12-09T05:06:56+00:00","dateModified":"2025-07-10T10:51:31+00:00","breadcrumb":{"@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/4358\/tekan-konsumerisme-untuk-kendalikan-bencana-iklim\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/4358\/tekan-konsumerisme-untuk-kendalikan-bencana-iklim\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/4358\/tekan-konsumerisme-untuk-kendalikan-bencana-iklim\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Tekan Konsumerisme Untuk Kendalikan Bencana Iklim"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","name":"Greenpeace Indonesia","description":"Greenpeace","publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization","name":"Greenpeace Indonesia","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","contentUrl":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","width":500,"height":500,"caption":"Greenpeace Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID","https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/5c84669a210b642c397ab6b83fe5b00c","name":"Medina Basaib","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b6490c7fa05af90341007e4a5328ec69b7061b61d6abbe8c752a2b5da6fde30b?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b6490c7fa05af90341007e4a5328ec69b7061b61d6abbe8c752a2b5da6fde30b?s=96&d=mm&r=g","caption":"Medina Basaib"},"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/mbasaib\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4358","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/28"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4358"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4358\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":64394,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4358\/revisions\/64394"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4360"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4358"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4358"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4358"},{"taxonomy":"p4-page-type","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/p4-page-type?post=4358"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}