{"id":44646,"date":"2021-02-25T09:48:57","date_gmt":"2021-02-25T02:48:57","guid":{"rendered":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?p=44646"},"modified":"2025-07-10T17:47:37","modified_gmt":"2025-07-10T10:47:37","slug":"publik-menagih-tanggung-jawab-produsen-plastik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/laporan\/44646\/publik-menagih-tanggung-jawab-produsen-plastik\/","title":{"rendered":"Publik Menagih Tanggung Jawab Produsen Plastik"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>25 Februari 2021, Jakarta<\/strong>. Pertumbuhan produksi dan konsumsi plastik sekali pakai terus mengalami peningkatan signifikan. Pertumbuhan timbulan sampah plastik yang memiliki kemampuan daur ulang sangat rendah, pada akhirnya terakumulasi di lahan TPA, dibakar, ataupun terlepas ke lingkungan.\u00a0 Setidaknya pada tahun 2020 diberitakan beberapa TPA terancam melebihi kapasitas tampungnya, kematian biota laut akibat terjerat plastik, hingga panen sampah plastik di beberapa pantai di Indonesia.<\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large  caption-style-medium caption-alignment-center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"533\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2021\/01\/64107585-gp0sttp2s_web_size.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-44550\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2021\/01\/64107585-gp0sttp2s_web_size.jpg 800w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2021\/01\/64107585-gp0sttp2s_web_size-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2021\/01\/64107585-gp0sttp2s_web_size-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2021\/01\/64107585-gp0sttp2s_web_size-510x340.jpg 510w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/figure>\n\n<p>Laporan terbaru Greenpeace Indonesia mengenai <em>Bumi Tanpa Plastik; Perspektif dan Tuntutan Publik Terhadap Tanggungjawab Korporasi Dalam Krisis Pencemaran Plastik di Indonesia<\/em>, memperlihatkan fenomena yang terjadi di masyarakat dalam merespon permasalahan sampah plastik. Di mana sudut pandang permasalahan hilir sampah plastik dikaji berdasarkan upaya penanganan, hambatan, serta harapan masyarakat, sebagai konsumen produk tersebut.<\/p>\n\n<p>Dalam laporan ini ditemukan bahwa saat ini publik sudah memiliki tingkat pemahaman yang cukup baik terhadap permasalahan sampah plastik di Indonesia. Akan tetapi, pemahaman tersebut belum teraktualisasikan sepenuhnya dalam kehidupan masyarakat. Hal ini disebabkan adanya beberapa faktor yang menghambat upaya pengurangan plastik oleh publik, seperti isu kenyamanan, keterjangkauan harga, serta keterbatasan pilihan alternatif pengganti plastik di pasar.<\/p>\n\n<p>Sulitnya penanganan sampah plastik dinilai publik merupakan hasil kontribusi korporasi. Masifnya produksi barang kebutuhan sehari-hari dengan kemasan plastik sekali pakai menjadi dasar argumentasi tersebut. Di samping itu, sebagian besar publik juga menilai saat ini perusahaan belum menunjukkan upaya yang cukup untuk mengurangi dan menangani sampah plastik yang dihasilkan. Mereka merasa belum cukup puas atas inisiatif pengelolaan sampah yang telah dilakukan perusahaan selama ini. Oleh karenanya, publik berharap perusahaan dapat lebih proaktif dalam menangani permasalahan yang terjadi. Sehingga, dari laporan ini menunjukkan bahwa masyarakat mempunyai tuntutan kepada perusahaan untuk mengambil peran dan tanggung jawabnya mengatasi permasalahan sampah plastik di bagian hulu. Aktualisasi tuntutan tersebut penting dilakukan guna menyeimbangkan upaya penanganan sampah plastik yang sudah diupayakan masyarakat di bagian hilir.<\/p>\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Download Laporan:<\/h3>\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>Bahasa Indonesia: <\/strong><a href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2021\/02\/c8fd8064-perspektif-dan-tuntutan-publik-terhadap-kontribusi-korporasi-dalam-krisis-pencemaran-plastik-di-indonesia.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Perspektif dan Tuntutan Publik Terhadap Kontribusi Korporasi dalam Krisis Pencemaran Plastik di Indonesia<\/a><\/li><li><strong>Bahasa Inggris:<\/strong> <a href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2021\/02\/2912bd21-public-perspective-and-demand-toward-plastic-pollution-crisis-in-indonesia.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Public Perspective and Demand Toward Plastic Pollution Crisis in Indonesia<\/a><\/li><\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>25 Februari 2021, Jakarta. Pertumbuhan produksi dan konsumsi plastik sekali pakai terus mengalami peningkatan signifikan. Pertumbuhan timbulan sampah plastik yang memiliki kemampuan daur ulang sangat rendah, pada akhirnya terakumulasi di&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":27,"featured_media":44648,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ep_exclude_from_search":false,"p4_og_title":"","p4_og_description":"","p4_og_image":"","p4_og_image_id":"","p4_seo_canonical_url":"","p4_campaign_name":"not set","p4_local_project":"not set","p4_basket_name":"not set","p4_department":"","footnotes":""},"categories":[2],"tags":[23],"p4-page-type":[27],"class_list":["post-44646","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lindungi","tag-pantang-plastik","p4-page-type-laporan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.9.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Publik Menagih Tanggung Jawab Produsen Plastik - Greenpeace Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/laporan\/44646\/publik-menagih-tanggung-jawab-produsen-plastik\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Publik Menagih Tanggung Jawab Produsen Plastik - Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"25 Februari 2021, Jakarta. Pertumbuhan produksi dan konsumsi plastik sekali pakai terus mengalami peningkatan signifikan. Pertumbuhan timbulan sampah plastik yang memiliki kemampuan daur ulang sangat rendah, pada akhirnya terakumulasi di&hellip;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/laporan\/44646\/publik-menagih-tanggung-jawab-produsen-plastik\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-02-25T02:48:57+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-07-10T10:47:37+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2021\/02\/b6151544-cover-laporan-plastik-perspektif-dan-tuntutan-publik.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1241\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1754\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Jeri\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Jeri\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/laporan\/44646\/publik-menagih-tanggung-jawab-produsen-plastik\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/laporan\/44646\/publik-menagih-tanggung-jawab-produsen-plastik\/\"},\"author\":{\"name\":\"Jeri\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/e4db70c2924fdf4c365860784c3f26be\"},\"headline\":\"Publik Menagih Tanggung Jawab Produsen Plastik\",\"datePublished\":\"2021-02-25T02:48:57+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-10T10:47:37+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/laporan\/44646\/publik-menagih-tanggung-jawab-produsen-plastik\/\"},\"wordCount\":322,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"keywords\":[\"PantangPlastik\"],\"articleSection\":[\"Lindungi\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/laporan\/44646\/publik-menagih-tanggung-jawab-produsen-plastik\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/laporan\/44646\/publik-menagih-tanggung-jawab-produsen-plastik\/\",\"url\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/laporan\/44646\/publik-menagih-tanggung-jawab-produsen-plastik\/\",\"name\":\"Publik Menagih Tanggung Jawab Produsen Plastik - Greenpeace Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\"},\"datePublished\":\"2021-02-25T02:48:57+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-10T10:47:37+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/laporan\/44646\/publik-menagih-tanggung-jawab-produsen-plastik\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/laporan\/44646\/publik-menagih-tanggung-jawab-produsen-plastik\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/laporan\/44646\/publik-menagih-tanggung-jawab-produsen-plastik\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Publik Menagih Tanggung Jawab Produsen Plastik\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"description\":\"Greenpeace\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"width\":500,\"height\":500,\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\",\"https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID\",\"https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/e4db70c2924fdf4c365860784c3f26be\",\"name\":\"Jeri\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c52f3e646dd6c26962c80c1338edb8621545b6d12534d998a4de131c7d52174d?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c52f3e646dd6c26962c80c1338edb8621545b6d12534d998a4de131c7d52174d?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Jeri\"},\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/jasmoro\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Publik Menagih Tanggung Jawab Produsen Plastik - Greenpeace Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/laporan\/44646\/publik-menagih-tanggung-jawab-produsen-plastik\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Publik Menagih Tanggung Jawab Produsen Plastik - Greenpeace Indonesia","og_description":"25 Februari 2021, Jakarta. Pertumbuhan produksi dan konsumsi plastik sekali pakai terus mengalami peningkatan signifikan. Pertumbuhan timbulan sampah plastik yang memiliki kemampuan daur ulang sangat rendah, pada akhirnya terakumulasi di&hellip;","og_url":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/laporan\/44646\/publik-menagih-tanggung-jawab-produsen-plastik\/","og_site_name":"Greenpeace Indonesia","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","article_published_time":"2021-02-25T02:48:57+00:00","article_modified_time":"2025-07-10T10:47:37+00:00","og_image":[{"width":1241,"height":1754,"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2021\/02\/b6151544-cover-laporan-plastik-perspektif-dan-tuntutan-publik.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Jeri","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@GreenpeaceID","twitter_site":"@GreenpeaceID","twitter_misc":{"Written by":"Jeri","Est. reading time":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/laporan\/44646\/publik-menagih-tanggung-jawab-produsen-plastik\/#article","isPartOf":{"@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/laporan\/44646\/publik-menagih-tanggung-jawab-produsen-plastik\/"},"author":{"name":"Jeri","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/e4db70c2924fdf4c365860784c3f26be"},"headline":"Publik Menagih Tanggung Jawab Produsen Plastik","datePublished":"2021-02-25T02:48:57+00:00","dateModified":"2025-07-10T10:47:37+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/laporan\/44646\/publik-menagih-tanggung-jawab-produsen-plastik\/"},"wordCount":322,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"keywords":["PantangPlastik"],"articleSection":["Lindungi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/laporan\/44646\/publik-menagih-tanggung-jawab-produsen-plastik\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/laporan\/44646\/publik-menagih-tanggung-jawab-produsen-plastik\/","url":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/laporan\/44646\/publik-menagih-tanggung-jawab-produsen-plastik\/","name":"Publik Menagih Tanggung Jawab Produsen Plastik - Greenpeace Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website"},"datePublished":"2021-02-25T02:48:57+00:00","dateModified":"2025-07-10T10:47:37+00:00","breadcrumb":{"@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/laporan\/44646\/publik-menagih-tanggung-jawab-produsen-plastik\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/laporan\/44646\/publik-menagih-tanggung-jawab-produsen-plastik\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/laporan\/44646\/publik-menagih-tanggung-jawab-produsen-plastik\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Publik Menagih Tanggung Jawab Produsen Plastik"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","name":"Greenpeace Indonesia","description":"Greenpeace","publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization","name":"Greenpeace Indonesia","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","contentUrl":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","width":500,"height":500,"caption":"Greenpeace Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID","https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/e4db70c2924fdf4c365860784c3f26be","name":"Jeri","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c52f3e646dd6c26962c80c1338edb8621545b6d12534d998a4de131c7d52174d?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c52f3e646dd6c26962c80c1338edb8621545b6d12534d998a4de131c7d52174d?s=96&d=mm&r=g","caption":"Jeri"},"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/jasmoro\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44646","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/27"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=44646"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44646\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":64252,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44646\/revisions\/64252"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/44648"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=44646"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=44646"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=44646"},{"taxonomy":"p4-page-type","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/p4-page-type?post=44646"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}