{"id":44743,"date":"2021-03-16T13:52:05","date_gmt":"2021-03-16T06:52:05","guid":{"rendered":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?p=44743"},"modified":"2025-07-10T17:47:26","modified_gmt":"2025-07-10T10:47:26","slug":"label-sertifikasi-tidak-seperti-yang-kamu-pikir","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/44743\/label-sertifikasi-tidak-seperti-yang-kamu-pikir\/","title":{"rendered":"Label sertifikasi? Tidak Seperti yang Kamu Pikir"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Apa yang sedang terjadi?<\/strong><\/p>\n\n<p>Kamu peduli terhadap lingkungan. Kamu lebih memperhatikan apa yang kamu beli di toko, jadi kamu pilih sebuah produk yang ada label ramah lingkungan dibanding yang tak ada labelnya. NAMUN, di beberapa kasus label-label ini tidak berpengaruh karena kemungkinan produk-produk ini masih terhubung dengan kasus deforestasi dan pelanggaran hak asasi manusia.<\/p>\n\n<div class=\"wp-block-image  caption-style-medium caption-alignment-center\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"533\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2021\/03\/a994a0a4-gp0stosgr_web_size.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-44748\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2021\/03\/a994a0a4-gp0stosgr_web_size.jpg 800w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2021\/03\/a994a0a4-gp0stosgr_web_size-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2021\/03\/a994a0a4-gp0stosgr_web_size-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2021\/03\/a994a0a4-gp0stosgr_web_size-510x340.jpg 510w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption>Sebuah tunggul pohon dari hutan lahan gambut yang baru dibuka di lahan konsesi milik PT. Adindo Hutani Lestari, pemasok kayu untuk PT. Riau Andalan Pulp &amp; Paper (PT RAPP,  bagian dari APRIL) di Kecamatan Sebuku, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. <br>\u00a9 Ulet Ifansasti \/ Greenpeace<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n<p>Dalam laporan terbaru Greenpeace International, <em><a href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-international-stateless\/2021\/03\/f66b926f-destruction_certified_09_03_21.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Destruction: Certified<\/a><\/em>, kami melihat label-label sertifikasi ramah lingkungan di produk cokelat, kopi, biofuel, kelapa sawit, kedelai dan kayu. Label yang mungkin familiar bagimu seperti FSC, PEFC, Rainforest Alliance Certified, NSF Sustainability Certified, Green Tick dan lainnya. Kami membandingkan \u2018sertifikasi-sertifikasi\u2019 ini terhadap realita bagaimana perusahaan yang menggunakan label ini sesungguhnya masih bermasalah terhadap deforestasi, degradasi hutan, <a href=\"https:\/\/seea.un.org\/sites\/seea.un.org\/files\/4._ecosystems_conversion_forum_session.pdf\">konversi ekosistem<\/a> dan pelanggaran HAM, seperti pelanggaran hak masyarakat adat dan hak buruh.<\/p>\n\n<p>Hasilnya: banyak dari skema sertifikasi ini masih memperbolehkan kegiatan bisnis destruktif untuk berlanjut seperti biasa.&nbsp;<\/p>\n\n<p><strong>Kenapa ini penting?<\/strong><\/p>\n\n<p>Meskipun sertifikasi ramah lingkungan telah menjadi hal yang sangat populer secara global selama beberapa dekade terakhir, deforestasi dan pengrusakan ekosistem masih berlanjut.<\/p>\n\n<p>Dari Amazon ke Cekungan Kongo hingga ke Indonesia, di Eropa dan Amerika Utara, perusahaan-perusahaan menghancurkan hutan dengan mengeksploitasi lahan dan sumber dayanya. 80% deforestasi global merupakan hasil dari produksi perkebunan. Daging, produk susu, kedelai untuk pakan ternak, kelapa sawit, bubuk kayu dan kertas, dan biji kakao meningkatkan permintaan untuk lebih banyak lahan perkebunan. Secara langsung atau tidak langsung, banyak rumah tangga mengkonsumsi produk-produk ini. Kamu ingin memastikan bahwa produk \u2018bersertifikasi\u2019 yang kamu beli berasal dari proses berkelanjutan.<\/p>\n\n<p>Dengan mensertifikasi produk mereka sebagai \u2018ramah lingkungan\u2019 atau \u2018berkelanjutan\u2019, perusahaan mendorong permintaan dan sekaligus meningkatkan kerugian lingkungan yang dihasilkan dari produksi ekstraktif. Maka, di saat kita berpikir kita membuat keputusan yang tepat, sesungguhnya kita bisa saja membeli produk yang berhubungan dengan pelanggaran dan perusakan.<\/p>\n\n<p>Melalui penggunaan label yang menyesatkan, perusahaan melepaskan tanggung jawab mereka dan menyerahkannya kepada kita. Melindungi hutan dan hak asasi manusia seharusnya bukan pilihan, dan seharusnya tidak dibebankan kepada konsumen, untuk memperhatikan label-label itu dan memastikan kita tidak terjebak dalam <em>greenwashing<\/em>.<\/p>\n\n<p><strong>Bagaimana kita sampai di titik ini?<\/strong><\/p>\n\n<p>Di awal tahun 90-an, mengikuti gelombang kesadaran lingkungan di kehidupan berkonsumsi, banyak perusahaan dan pemerintahan membuat komitmen untuk melawan deforestasi. Mereka melihat sertifikasi adalah jawabannya.<\/p>\n\n<p><strong>Apa itu \u2018sertifikasi\u2019 dan sertifikasi hutan?<\/strong><\/p>\n\n<p>Sertifikasi adalah proses verifikasi dimana pemilik perkebunan, perikanan atau konsesi hutan dapat menunjukkan bahwa mereka patuh dengan standar sosial atau lingkungan, dan berhak untuk menjual produk mereka sebagai produk bersertifikat.<\/p>\n\n<p>Produk bersertifikasi seringkali menyertakan ekolabel yang berhubungan dengan konsumen. Perusahaan yang memproduksi atau memperdagangkan \u201ckomoditas yang membahayakan hutan dan ekosistem\u201d sering bergantung pada sertifikasi untuk meyakinkan konsumennya. Mereka ingin memperlihatkan bahwa mereka dan pemasoknya telah melakukan sesuatu untuk meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan dan sosial terkait dengan produksi, sehingga produk mereka dapat dianggap sebagai \u2018berkelanjutan\u2019<\/p>\n\n<div class=\"wp-block-image  caption-style-medium caption-alignment-center\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"533\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2021\/03\/1466b558-gp0sttdol_web_size.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-44749\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2021\/03\/1466b558-gp0sttdol_web_size.jpg 800w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2021\/03\/1466b558-gp0sttdol_web_size-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2021\/03\/1466b558-gp0sttdol_web_size-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2021\/03\/1466b558-gp0sttdol_web_size-510x340.jpg 510w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption>Areal perkebunan kedelai di Cachoeira do Estrondo Condominium. Perkebunan ini dibangun tahun 1975 dan telah berkembang seluar 305.000 ha &#8211; tiga kali ukuran Kota New York. Kedelai, kapas, dan jagung ditanam di sini. Perkebunan ini terdiri dari 22 perusahaan yang bergerak di bidang pertanian. Ini adalah contoh nyata deforestasi yang bertujuan untuk panen komoditas. Lebih dari 118.000 ha hutan telah dibabat sejak tahun 2000. Ini juga menunjukkan bagaimana petani kecil dan komunitas lokal digusur dan tanahnya diambil alih, seperti yang telah didokumentasikan dengan baik, dan ancaman kekerasan yang saat ini masih dirasakan.<br>\u00a9 Victor Moriyama \/ Greenpeace<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n<p><strong>Jadi apakah kita harus berhenti membeli produk bersertifikat?<\/strong><\/p>\n\n<p>Tidak. Beberapa skema sertifikasi punya dampak positif secara lokal. Kadang label seperti Forest Stewardship Council (FSC) dapat membantu pilihan pola konsumsi. Sama seperti makanan organik (yang di luar cakupan laporan ini dan merupakan contoh label yang diatur dan lebih terpercaya). Namun, apapun skema sertifikasinya, memeriksa setiap label, janji-janjinya, dan apakah itu dapat dipercaya atau tidak membutuhkan banyak penelitian. Hal ini sulit dilakukan saat kita sedang ingin membeli sesuatu dari rak toko.<\/p>\n\n<p>Sebaliknya, kita harus dorong pemerintah kita untuk mengubah kebijakan mereka untuk melindungi masyarakat dan planet ini.<\/p>\n\n<p><strong>Apa yang bisa kamu lakukan.<\/strong><\/p>\n\n<p><a href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/international\/campaign\/countdown-to-destruction\/\">Bersama, kita bisa<\/a> mendorong pemerintah dan pemilik bisnis untuk dengan serius menangani masalah deforestasi dan pelanggaran hak asasi manusia.<\/p>\n\n<p>Pemerintah di negara produsen harus berani membuat regulasi untuk perusahaan dan mengeluarkan undang-undang yang lebih kuat untuk melindungi habitat alam. Pemerintah di negara konsumen perlu menyiapkan sistem pelacakan transparan dan mengadopsi undang-undang yang mencegah penjualan produk yang terkait dengan perusakan dan pelanggaran HAM. Semua pemerintahan harus berhenti mengandalkan perusahaan untuk memperbaiki masalah ini secara sukarela.<\/p>\n\n<p>Perusahaan harus memperbaiki usahanya dengan standar lingkungan dan sosial yang lebih kuat untuk memastikan rantai pasokan mereka tidak berkontribusi pada perusakan hutan.<\/p>\n\n<p>Hukum yang lebih kuat dan upaya yang lebih besar untuk mengurangi konsumsi produk tertentu sangat penting jika kita ingin mengatasi krisis iklim, keanekaragaman hayati dan ketimpangan, serta menciptakan masyarakat yang lebih sehat.<\/p>\n\n<p><\/p>\n\n<p><em>Grant Rosoman adalah jurukampanye hutan <\/em><em>Greenpeace International<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Meskipun sertifikasi ramah lingkungan telah menjadi hal yang sangat populer secara global selama beberapa dekade terakhir, deforestasi dan pengrusakan ekosistem masih berlanjut. Apakah sertifikasi bisa diandalkan?<\/p>\n","protected":false},"author":28,"featured_media":44748,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ep_exclude_from_search":false,"p4_og_title":"","p4_og_description":"","p4_og_image":"","p4_og_image_id":"","p4_seo_canonical_url":"","p4_campaign_name":"not set","p4_local_project":"not set","p4_basket_name":"not set","p4_department":"","footnotes":""},"categories":[2],"tags":[19],"p4-page-type":[16],"class_list":["post-44743","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lindungi","tag-hutan","p4-page-type-cerita"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.9.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Label sertifikasi? Tidak Seperti yang Kamu Pikir - Greenpeace Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/44743\/label-sertifikasi-tidak-seperti-yang-kamu-pikir\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Label sertifikasi? Tidak Seperti yang Kamu Pikir - Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Meskipun sertifikasi ramah lingkungan telah menjadi hal yang sangat populer secara global selama beberapa dekade terakhir, deforestasi dan pengrusakan ekosistem masih berlanjut. Apakah sertifikasi bisa diandalkan?\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/44743\/label-sertifikasi-tidak-seperti-yang-kamu-pikir\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-03-16T06:52:05+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-07-10T10:47:26+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2021\/03\/a994a0a4-gp0stosgr_web_size.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"533\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Medina Basaib\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Medina Basaib\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/44743\/label-sertifikasi-tidak-seperti-yang-kamu-pikir\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/44743\/label-sertifikasi-tidak-seperti-yang-kamu-pikir\/\"},\"author\":{\"name\":\"Medina Basaib\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/5c84669a210b642c397ab6b83fe5b00c\"},\"headline\":\"Label sertifikasi? Tidak Seperti yang Kamu Pikir\",\"datePublished\":\"2021-03-16T06:52:05+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-10T10:47:26+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/44743\/label-sertifikasi-tidak-seperti-yang-kamu-pikir\/\"},\"wordCount\":825,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"keywords\":[\"Hutan\"],\"articleSection\":[\"Lindungi\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/44743\/label-sertifikasi-tidak-seperti-yang-kamu-pikir\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/44743\/label-sertifikasi-tidak-seperti-yang-kamu-pikir\/\",\"url\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/44743\/label-sertifikasi-tidak-seperti-yang-kamu-pikir\/\",\"name\":\"Label sertifikasi? Tidak Seperti yang Kamu Pikir - Greenpeace Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\"},\"datePublished\":\"2021-03-16T06:52:05+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-10T10:47:26+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/44743\/label-sertifikasi-tidak-seperti-yang-kamu-pikir\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/44743\/label-sertifikasi-tidak-seperti-yang-kamu-pikir\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/44743\/label-sertifikasi-tidak-seperti-yang-kamu-pikir\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Label sertifikasi? Tidak Seperti yang Kamu Pikir\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"description\":\"Greenpeace\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"width\":500,\"height\":500,\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\",\"https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID\",\"https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/5c84669a210b642c397ab6b83fe5b00c\",\"name\":\"Medina Basaib\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b6490c7fa05af90341007e4a5328ec69b7061b61d6abbe8c752a2b5da6fde30b?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b6490c7fa05af90341007e4a5328ec69b7061b61d6abbe8c752a2b5da6fde30b?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Medina Basaib\"},\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/mbasaib\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Label sertifikasi? Tidak Seperti yang Kamu Pikir - Greenpeace Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/44743\/label-sertifikasi-tidak-seperti-yang-kamu-pikir\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Label sertifikasi? Tidak Seperti yang Kamu Pikir - Greenpeace Indonesia","og_description":"Meskipun sertifikasi ramah lingkungan telah menjadi hal yang sangat populer secara global selama beberapa dekade terakhir, deforestasi dan pengrusakan ekosistem masih berlanjut. Apakah sertifikasi bisa diandalkan?","og_url":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/44743\/label-sertifikasi-tidak-seperti-yang-kamu-pikir\/","og_site_name":"Greenpeace Indonesia","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","article_published_time":"2021-03-16T06:52:05+00:00","article_modified_time":"2025-07-10T10:47:26+00:00","og_image":[{"width":800,"height":533,"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2021\/03\/a994a0a4-gp0stosgr_web_size.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Medina Basaib","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@GreenpeaceID","twitter_site":"@GreenpeaceID","twitter_misc":{"Written by":"Medina Basaib","Est. reading time":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/44743\/label-sertifikasi-tidak-seperti-yang-kamu-pikir\/#article","isPartOf":{"@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/44743\/label-sertifikasi-tidak-seperti-yang-kamu-pikir\/"},"author":{"name":"Medina Basaib","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/5c84669a210b642c397ab6b83fe5b00c"},"headline":"Label sertifikasi? Tidak Seperti yang Kamu Pikir","datePublished":"2021-03-16T06:52:05+00:00","dateModified":"2025-07-10T10:47:26+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/44743\/label-sertifikasi-tidak-seperti-yang-kamu-pikir\/"},"wordCount":825,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"keywords":["Hutan"],"articleSection":["Lindungi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/44743\/label-sertifikasi-tidak-seperti-yang-kamu-pikir\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/44743\/label-sertifikasi-tidak-seperti-yang-kamu-pikir\/","url":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/44743\/label-sertifikasi-tidak-seperti-yang-kamu-pikir\/","name":"Label sertifikasi? Tidak Seperti yang Kamu Pikir - Greenpeace Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website"},"datePublished":"2021-03-16T06:52:05+00:00","dateModified":"2025-07-10T10:47:26+00:00","breadcrumb":{"@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/44743\/label-sertifikasi-tidak-seperti-yang-kamu-pikir\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/44743\/label-sertifikasi-tidak-seperti-yang-kamu-pikir\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/44743\/label-sertifikasi-tidak-seperti-yang-kamu-pikir\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Label sertifikasi? Tidak Seperti yang Kamu Pikir"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","name":"Greenpeace Indonesia","description":"Greenpeace","publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization","name":"Greenpeace Indonesia","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","contentUrl":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","width":500,"height":500,"caption":"Greenpeace Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID","https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/5c84669a210b642c397ab6b83fe5b00c","name":"Medina Basaib","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b6490c7fa05af90341007e4a5328ec69b7061b61d6abbe8c752a2b5da6fde30b?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b6490c7fa05af90341007e4a5328ec69b7061b61d6abbe8c752a2b5da6fde30b?s=96&d=mm&r=g","caption":"Medina Basaib"},"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/mbasaib\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44743","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/28"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=44743"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44743\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":64245,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44743\/revisions\/64245"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/44748"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=44743"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=44743"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=44743"},{"taxonomy":"p4-page-type","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/p4-page-type?post=44743"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}