{"id":45029,"date":"2021-06-17T17:58:48","date_gmt":"2021-06-17T10:58:48","guid":{"rendered":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?p=45029"},"modified":"2025-07-10T17:47:01","modified_gmt":"2025-07-10T10:47:01","slug":"mendengar-suara-anak-muda-soal-nasib-kpk","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/45029\/mendengar-suara-anak-muda-soal-nasib-kpk\/","title":{"rendered":"Mendengar Suara Anak Muda Soal Nasib KPK"},"content":{"rendered":"\n<p>Pemberhentian 51 pegawai KPK yang dinyatakan tidak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) ramai diperbincangkan publik saat ini. Kontroversi mengenai KPK pun kembali menjadi isu yang hangat, terutama terkait materi-materi mengenai TWK. Materi tersebut menyinggung soal keyakinan, kepercayaan, agama, dan pilihan politik yang bisa dikatakan tidak berhubungan dengan wawasan kebangsaan.\u00a0<\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2021\/06\/ca85a89f-gp0stty59-1024x683.jpg\" title=\"Banner at Kahayan Bridge in Central Kalimantan. \u00a9 Jurnasyanto Sukarno \/ Greenpeace\" alt=\"Banner at Kahayan Bridge in Central Kalimantan. \u00a9 Jurnasyanto Sukarno \/ Greenpeace\" class=\"wp-image-45030\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2021\/06\/ca85a89f-gp0stty59-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2021\/06\/ca85a89f-gp0stty59-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2021\/06\/ca85a89f-gp0stty59-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2021\/06\/ca85a89f-gp0stty59-510x340.jpg 510w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2021\/06\/ca85a89f-gp0stty59.jpg 1200w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption>Greenpeace Indonesia activists unfold a banner reading in Indonesian &#8220;Mr. Jokowi Extinguish Forest Fires, Not KPK (Eradication Corruption Commission)&#8221; from the Kahayan bridge in Palangkaraya, surrounded by haze from the forest fires. \nThe activists urge the Indonesian president Joko Widodo to give more attention to the current forest fires environmental crisis that is also already become a serious threat for people\u2019s health.<\/figcaption><figcaption><div class=\"credit icon-left\"> \u00a9 Jurnasyanto Sukarno \/ Greenpeace<\/div><\/figcaption><\/figure>\n\n<p>Tak bisa dipungkiri, kasus TWK ini menguatkan indikasi KPK sedang dilemahkan karena kehilangan penyidik dan penyelidik profesional berintegritas. Lemahnya KPK berdampak pada peningkatan praktik korupsi yang sangat berbahaya bagi usaha melindungi sumber daya alam. Leonardo Simanjuntak, Direktur Greenpeace Indonesia mengatakan bahwa pelemahan KPK berpotensi serius terhadap peningkatan praktik korupsi di sektor lingkungan. \u201c<em>Praktek korupsi akan memperburuk kerusakan alam yang selama ini telah dihadapi manusia<\/em>.\u201d ucapnya dalam keterangan pers Amnesty Indonesia.&nbsp;<\/p>\n\n<p>Saya penasaran apa pendapat rekan-rekan mahasiswa mengenai kisruh KPK ini. Untuk mendapat jawaban, saya melakukan dengar pendapat ke beberapa mahasiswa yang sudah menonton film \u201cThe Endgame\u201d. Saya menggunakan inisial dalam penyebutan nama untuk menghargai dan menghormati identitas personal mereka.<\/p>\n\n<p><strong>Apa yang kamu rasakan setelah menonton film \u201cThe Endgame\u201d?<\/strong><\/p>\n\n<p>Film The Endgame yang dirilis Watchdoc Documentary telah menarik atensi publik secara nasional. Kisruh di tubuh KPK dikemas secara jelas dalam film ini. Polemik yang ada dalam KPK tidak terlepas dari peran pemerintah. Seperti yang diungkap SA, \u201c<em>saya merasakan bahwa pemerintah benar-benar mengambil kebijakan yang terstruktur dan tersistematis dalam melemahkan KPK dengan membuat hukum yang tidak adil sebagai bahan legitimasi<\/em>\u201d.<\/p>\n\n<p>Berbeda dengan SA, film ini telah menggerakan kepedulian dan pandangan ZH. \u201c<em>Setelah menonton film ini saya merasa lebih berwawasan dan bersimpati pada polemik yang ada di negeri ini.<\/em>\u201d tuturnya. Hal ini bukan tanpa sebab, film disajikan dengan menghadirkan para pegawai yang dinyatakan tidak lolos TWK menambah realita yang ada.<\/p>\n\n<p>Lain halnya dengan DI, setelah menonton Ia sedikit merasakan kegelisahan terhadap apa yang terjadi di negeri ini. \u201c<em>Saya merasakan kecemasan, saya merinding, setidak adil penguasa di negeri kita<\/em>\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n<p><strong>Bagaimana KPK Setelah ini?<\/strong><\/p>\n\n<p>Dalam perkembangannya selalu ada upaya untuk melemahkan KPK. Kriminalisasi dan serangan terhadap pegawai bahkan gagasan mengubah UU KPK adalah contohnya. Setelah ditanya bagaimana KPK setelah ini, mereka terlihat pesimis akan masa depan KPK. Menurut ZH, KPK akan menguntungkan sebelah pihak dan menghambat kemajuan bangsa. \u201c<em>Setelah ini KPK akan tidak berjalan dengan efektif, tidak adil dan menjadi sebuah keuntungan sebelah pihak sehingga menghambat kemajuan perekonomian Indonesia serta melemahkan masyarakat kalangan bawah<\/em>\u201d pangkasnya.<\/p>\n\n<p>KPK yang semakin tidak independen berpotensi menjadi alat untuk kepentingan segelintir orang saja. Tentu dalam kinerjanya akan berjalan tidak efektif. Menurut SA KPK harus segera dibenahi. \u201c<em>KPK hanya akan menjadi alat politik dan semakin tidak independen jika tidak adanya perbaikan yang sangat serius.<\/em>\u201d<\/p>\n\n<p>Ditanya dengan pertanyaan yang sama, FA berharap kasus korupsi dengan skala besar dapat segera terungkap. \u201c<em>Tidak tahu. Mungkin lebih lemah dari sebelumnya. Hanya bisa berharap semoga kasus-kasus besar yang sedang ditangani tetap dilanjutkan<\/em>,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n<p><strong>Bagaimana nasib perlindungan lingkungan jika KPK lemah?<\/strong><\/p>\n\n<p>KPK menetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo sebagai tersangka korupsi ekspor benih lobster. Ini adalah salah satu kasus yang merugikan keuangan negara dan merusak lingkungan. Bagaimana tidak, kebijakan ekspor benih lobster dapat mengancam keberadaan lobster bahkan menyebabkan kepunahan. Seperti yang diungkap FA, menurutnya \u201c<em>nasib lingkungan dan alam bisa jadi semakin buruk<\/em>\u201d.<\/p>\n\n<p>Kasus yang ditangani KPK terkait sektor lingkungan secara tidak langsung dapat memperbaiki dan membenahi lingkungan. Seperti yang diungkap oleh SA. \u201c<em>Banyaknya kasus KKN yang ditangani KPK dalam isu lingkungan, tentu akan membuat perbaikan nasib lingkungan juga berbanding lurus dengan kuatnya sistem KPK dalam memberantas korupsi SDA,<\/em>\u201d terang SA.&nbsp;<\/p>\n\n<p>Nasib lingkungan jika KPK lemah juga akan menyebabkan kualitas lingkungan menjadi buruk. Hal ini diungkap oleh ZH, menurutnya \u201c<em>Lingkungan akan semakin buruk performanya sehingga sumber daya alam tidak berkinerja secara optimal<\/em>\u201d.<\/p>\n\n<p><strong>Apa yang bisa kita lakukan sebagai anak muda?<\/strong><\/p>\n\n<p>Kita sebagai generasi muda berperan penting karena masa depan bangsa ada di kita. Bukan tidak mungkin bahwa regenerasi di kursi kepemimpinan atau lembaga-lembaga akan diisi anak muda saat ini. Ini mengantarkan saya untuk bertanya pada mahasiswa apa yang dapat kita lakukan.&nbsp;<\/p>\n\n<p>Ketika ditanya ZH menekankan pentingnya pengabdian masyarakat dan menghindari perilaku yang mencerminkan korupsi. \u201c<em>Berkontribusi bagi negeri dengan sumber daya (kompetensi) ataupun ilmu yang dimiliki untuk dibagikan kepada masyarakat serta menjauhi tindakan yang mengandung nepotisme<\/em>\u201d tuturnya.<\/p>\n\n<p>SA juga menyatakan bahwa anak muda harus menekan pemerintah agar KPK menjalankan fungsi yang sebagaimana mestinya agar tidak menjadi alat kepentingan semata. \u201c<em>Terus menyuarakan di segala lini, mengedukasi dan mendidik masyarakat, serta memberikan tekanan terhadap pemerintah untuk mengembalikan fungsi KPK sebagai lembaga independen yang kuat dan berkomitmen.<\/em>\u201d tegasnya.<\/p>\n\n<p>Sama halnya FA, penting baginya agar anak muda berintegritas dalam setiap peran yang dimiliki. \u201c<em>Untuk jangka pendek anak muda perlu terus bersuara. Untuk jangka panjang anak muda harus tetap menjaga integritas dalam setiap peran yang diemban<\/em>\u201d ujarnya.<\/p>\n\n<p>Pelemahan KPK bila dibiarkan akan menjadi preseden buruk yang mempengaruhi perang terhadap korupsi yang telah menjangkit negeri ini. Penurunan kinerja KPK akan berdampak langsung pada keselamatan lingkungan dan alam. Ini saatnya bagi kita anak muda untuk terus bertindak dan bersuara. Penerus bangsa adalah kita dan masa depan bangsa berada di genggaman kita. Menjaga KPK berarti melindungi lingkungan Indonesia!<\/p>\n\n<p>&#8212;&#8212;&#8212;&nbsp;<\/p>\n\n<p><em>Ditulis oleh M Irsyaad Fadhlurrahman, Mahasiswa Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah yang sedang melakukan magang di Greenpeace Indonesia.<\/em><\/p>\n<div class=\"EmptyMessage\">Block content is empty. Check the block&#8217;s settings or remove it.<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemberhentian 51 pegawai KPK yang dinyatakan tidak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) ramai diperbincangkan publik saat ini. Kontroversi mengenai KPK pun kembali menjadi isu yang hangat, terutama terkait materi-materi mengenai&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":38,"featured_media":45030,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ep_exclude_from_search":false,"p4_og_title":"","p4_og_description":"","p4_og_image":"","p4_og_image_id":"","p4_seo_canonical_url":"","p4_campaign_name":"not set","p4_local_project":"not set","p4_basket_name":"not set","p4_department":"","footnotes":""},"categories":[2],"tags":[33],"p4-page-type":[16],"class_list":["post-45029","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lindungi","tag-demokrasi","p4-page-type-cerita"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.9.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mendengar Suara Anak Muda Soal Nasib KPK - Greenpeace Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/45029\/mendengar-suara-anak-muda-soal-nasib-kpk\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mendengar Suara Anak Muda Soal Nasib KPK - Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pemberhentian 51 pegawai KPK yang dinyatakan tidak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) ramai diperbincangkan publik saat ini. Kontroversi mengenai KPK pun kembali menjadi isu yang hangat, terutama terkait materi-materi mengenai&hellip;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/45029\/mendengar-suara-anak-muda-soal-nasib-kpk\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-06-17T10:58:48+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-07-10T10:47:01+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2021\/06\/ca85a89f-gp0stty59.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Danang Prasetyo\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Danang Prasetyo\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/45029\/mendengar-suara-anak-muda-soal-nasib-kpk\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/45029\/mendengar-suara-anak-muda-soal-nasib-kpk\/\"},\"author\":{\"name\":\"Danang Prasetyo\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/54bf5402bf2163788b47b7d2b9a2e678\"},\"headline\":\"Mendengar Suara Anak Muda Soal Nasib KPK\",\"datePublished\":\"2021-06-17T10:58:48+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-10T10:47:01+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/45029\/mendengar-suara-anak-muda-soal-nasib-kpk\/\"},\"wordCount\":914,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"keywords\":[\"Demokrasi\"],\"articleSection\":[\"Lindungi\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/45029\/mendengar-suara-anak-muda-soal-nasib-kpk\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/45029\/mendengar-suara-anak-muda-soal-nasib-kpk\/\",\"url\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/45029\/mendengar-suara-anak-muda-soal-nasib-kpk\/\",\"name\":\"Mendengar Suara Anak Muda Soal Nasib KPK - Greenpeace Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\"},\"datePublished\":\"2021-06-17T10:58:48+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-10T10:47:01+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/45029\/mendengar-suara-anak-muda-soal-nasib-kpk\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/45029\/mendengar-suara-anak-muda-soal-nasib-kpk\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/45029\/mendengar-suara-anak-muda-soal-nasib-kpk\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mendengar Suara Anak Muda Soal Nasib KPK\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"description\":\"Greenpeace\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"width\":500,\"height\":500,\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\",\"https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID\",\"https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/54bf5402bf2163788b47b7d2b9a2e678\",\"name\":\"Danang Prasetyo\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocLJACKM9i3jaYr7XeHJ3Fb6hnxAuCJWqn4wcDHnNuvLF5MPaByM=s96-c\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocLJACKM9i3jaYr7XeHJ3Fb6hnxAuCJWqn4wcDHnNuvLF5MPaByM=s96-c\",\"caption\":\"Danang Prasetyo\"},\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/dprasety\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mendengar Suara Anak Muda Soal Nasib KPK - Greenpeace Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/45029\/mendengar-suara-anak-muda-soal-nasib-kpk\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Mendengar Suara Anak Muda Soal Nasib KPK - Greenpeace Indonesia","og_description":"Pemberhentian 51 pegawai KPK yang dinyatakan tidak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) ramai diperbincangkan publik saat ini. Kontroversi mengenai KPK pun kembali menjadi isu yang hangat, terutama terkait materi-materi mengenai&hellip;","og_url":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/45029\/mendengar-suara-anak-muda-soal-nasib-kpk\/","og_site_name":"Greenpeace Indonesia","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","article_published_time":"2021-06-17T10:58:48+00:00","article_modified_time":"2025-07-10T10:47:01+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":800,"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2021\/06\/ca85a89f-gp0stty59.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Danang Prasetyo","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@GreenpeaceID","twitter_site":"@GreenpeaceID","twitter_misc":{"Written by":"Danang Prasetyo","Est. reading time":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/45029\/mendengar-suara-anak-muda-soal-nasib-kpk\/#article","isPartOf":{"@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/45029\/mendengar-suara-anak-muda-soal-nasib-kpk\/"},"author":{"name":"Danang Prasetyo","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/54bf5402bf2163788b47b7d2b9a2e678"},"headline":"Mendengar Suara Anak Muda Soal Nasib KPK","datePublished":"2021-06-17T10:58:48+00:00","dateModified":"2025-07-10T10:47:01+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/45029\/mendengar-suara-anak-muda-soal-nasib-kpk\/"},"wordCount":914,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"keywords":["Demokrasi"],"articleSection":["Lindungi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/45029\/mendengar-suara-anak-muda-soal-nasib-kpk\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/45029\/mendengar-suara-anak-muda-soal-nasib-kpk\/","url":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/45029\/mendengar-suara-anak-muda-soal-nasib-kpk\/","name":"Mendengar Suara Anak Muda Soal Nasib KPK - Greenpeace Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website"},"datePublished":"2021-06-17T10:58:48+00:00","dateModified":"2025-07-10T10:47:01+00:00","breadcrumb":{"@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/45029\/mendengar-suara-anak-muda-soal-nasib-kpk\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/45029\/mendengar-suara-anak-muda-soal-nasib-kpk\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/45029\/mendengar-suara-anak-muda-soal-nasib-kpk\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mendengar Suara Anak Muda Soal Nasib KPK"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","name":"Greenpeace Indonesia","description":"Greenpeace","publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization","name":"Greenpeace Indonesia","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","contentUrl":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","width":500,"height":500,"caption":"Greenpeace Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID","https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/54bf5402bf2163788b47b7d2b9a2e678","name":"Danang Prasetyo","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocLJACKM9i3jaYr7XeHJ3Fb6hnxAuCJWqn4wcDHnNuvLF5MPaByM=s96-c","contentUrl":"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocLJACKM9i3jaYr7XeHJ3Fb6hnxAuCJWqn4wcDHnNuvLF5MPaByM=s96-c","caption":"Danang Prasetyo"},"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/dprasety\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45029","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/38"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=45029"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45029\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":64228,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45029\/revisions\/64228"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45030"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=45029"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=45029"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=45029"},{"taxonomy":"p4-page-type","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/p4-page-type?post=45029"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}