{"id":45240,"date":"2021-09-14T14:30:23","date_gmt":"2021-09-14T07:30:23","guid":{"rendered":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?p=45240"},"modified":"2025-07-10T17:46:39","modified_gmt":"2025-07-10T10:46:39","slug":"tanggapan-greenpeace-indonesia-mendesak-target-dan-kerja-sama-yang-lebih-ambisius-setelah-perjanjian-indonesia-dan-norwegia-berakhir","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/45240\/tanggapan-greenpeace-indonesia-mendesak-target-dan-kerja-sama-yang-lebih-ambisius-setelah-perjanjian-indonesia-dan-norwegia-berakhir\/","title":{"rendered":"Tanggapan: Greenpeace Indonesia Mendesak Target dan Kerja Sama yang Lebih Ambisius Setelah Perjanjian Indonesia dan Norwegia Berakhir"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Jakarta, 13 September 2021<\/strong> &#8211; Pada tanggal 10 September 2021 ini, pemerintah Indonesia <a href=\"https:\/\/kemlu.go.id\/portal\/id\/read\/2912\/berita\/indonesia-akhiri-kerja-sama-redd-dengan-norwegia\">mengakhiri kerjasama REDD+ bersama Norwegia<\/a>. Greenpeace Indonesia menilai bahwa aksi ini menunjukkan kehancuran kerjasama dan komitmen di antara kedua pemerintah untuk mengambil aksi yang serius melawan krisis iklim.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n<p>\u201cKerjasama Norway &#8211; Indonesia ini seharusnya memungkinkan kedua negara ini untuk berkontribusi secara bersama \u2018diluar dari tanggung jawab mereka sendiri\u2019 untuk memastikan kenaikan suhu global di bawah 2\u2103. Menilai dari progress dan hasil yang sudah tercapai dan juga melihat dari hasil <a href=\"https:\/\/www.ipcc.ch\/srccl\/\">laporan IPCC<\/a> tentang Perubahan Iklim dan lahan, usaha dari kerjasama tersebut tidak efektif dan jauh dari capaian target tersebut,\u201d Kiki Taufik, kepala<em> <\/em>kampanye hutan Greenpeace Indonesia mengatakan \u201cterlepas dari nasib kesepakatan awal, kita memerlukan target yang lebih ambisius, dan memerlukan kerjasama dengan internasional.\u201d<\/p>\n\n<p>Greenpeace Indonesia prihatin tentang apa yang akan terjadi terhadap ambisi dalam NDC Indonesia setelah pengakhiran kerjasama ini, mengingat bahwa original komitmen negara Indonesia ini adalah mengurangi sekitar 26% dari emisi pada tahun 2020 dengan upaya sendiri dan setinggi 41% pada 2020 dengan adanya bantuan internasional.&nbsp;<\/p>\n\n<p>\u201cKita sudah melihat target kita mundur dengan hanya pengurangan 29% emisi karbon pada tahun 2030 dalam komitmen NDC Indonesia, dan 41% dengan bantuan internasional pada tahun 2030. Apakah terminasi dengan partner terbesar Indonesia ini menandakan kurangnya ambisi untuk mencapai target reduksi emisi sebesar 41%?\u201d, ucap Kiki.&nbsp;<\/p>\n\n<p>Kesepakatan tersebut mencakup prinsip bahwa semua pemangku kepentingan termasuk masyarakat adat, lokal, dan masyarakat sipil diberikan kesempatan untuk berpartisipasi penuh dan efektif dalam program-program kegiatan perlindungan hutan. Sayangnya, masih ada kekurangan transparansi yang serius dan partisipasi dalam manajemen hutan Indonesia. Misalnya, pemerintah pusat masih <a href=\"https:\/\/news.mongabay.com\/2021\/06\/final-court-ruling-orders-indonesian-government-to-publish-hgu-palm-oil-plantation-data\/\">menutup akses data dan informasi yang krusial ke publik<\/a> tentang pemberian lahan, meskipun ada perintah dari Mahkamah Agung.\u00a0<\/p>\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"543\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2021\/09\/bf8d2a90-gp0stunj6_web_size_with_credit_line.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-45241\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2021\/09\/bf8d2a90-gp0stunj6_web_size_with_credit_line.jpg 800w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2021\/09\/bf8d2a90-gp0stunj6_web_size_with_credit_line-300x204.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2021\/09\/bf8d2a90-gp0stunj6_web_size_with_credit_line-768x521.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2021\/09\/bf8d2a90-gp0stunj6_web_size_with_credit_line-501x340.jpg 501w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption>Ilustrasi pembukaan lahan hutan di Papua untuk kebun kelapa sawit<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n<p>Dari hal transportasi dan energi, Rencana Undang undang mengenai energi baru terbarukan menandakan bahwa pada 2050, Indonesia akan masih menggunakan batu bara, meski dalam bentuk baru seperti gasifikasi batu bara, <em>coal liquefaction<\/em>, dan <em>coal bed methane<\/em>. Rencana untuk melanjutkan pemakaian batu bara terkonfirmasi dalam RPJMN untuk pembangunan rendah karbon dan ketahanan iklim, dimana batu bara masih akan menjadi bahan utama yaitu sebesar 38 persen dari kapasitas pembangkit listrik pada tahun 2050. Dengan adanya program biodiesel yang sudah di implementasi oleh pemerintah juga adalah suatu tanda kegagalan ambisi pemerintah Indonesia untuk mengurangi emisi, dikarenakan biodiesel berpotensi besar untuk menambah deforestasi dan juga pembukaan lahan seperti yang tertulis pada hasil <a href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/44335\/program-biodiesel-berisiko-tinggi-bagi-ekonomi-dan-lingkungan\/\">penelitian Greenpeace mengenai Biodiesel.&nbsp;<\/a><\/p>\n\n<p>Meskipun hasil dari kerjasama REDD+ diantara Indonesia dan Norwegia telah berakhir dengan hasil yang kurang ambisius, Kolaborasi internasional masih mempunyai peran yang penting untuk mengurangi deforestasi dan emisi karbon. Maka, Greenpeace Indonesia mendesak kedua negara untuk mengeksplorasi cara &#8211; cara kolaborasi baru untuk menurunkan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan dengan mempertimbangkan urgensi krisis iklim saat ini.\u00a0<\/p>\n\n<p><strong>Kontak media:<\/strong><\/p>\n\n<p>Arkian Suryadarma, Forest Campaigner Greenpeace Indonesia, +62 8119-742-992 &#8212; <a href=\"mailto:arkian.suryadarma@greenpeace.org\">arkian.suryadarma@greenpeace.org<\/a><\/p>\n\n<p>Adila Isfandiari, Climate and Energy Campaigner Greenpeace Indonesia, +62 811-155-760 &#8212; <a href=\"mailto:adila.isfandiari@greenpeace.org\">adila.isfandiari@greenpeace.org<\/a><\/p>\n\n<p>Rahma Shofiana, Media Campaigner Greenpeace Indonesia, +62 8111-461-674 &#8212; <a href=\"mailto:rahma.shofiana@greenpeace.org\">rahma.shofiana@greenpeace.org<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada tanggal 10 September 2021 ini, pemerintah Indonesia mengakhiri kerjasama REDD+ bersama Norwegia. Greenpeace Indonesia menilai bahwa aksi ini menunjukkan kehancuran kerjasama dan komitmen di antara kedua pemerintah untuk mengambil aksi yang serius melawan krisis iklim.  <\/p>\n","protected":false},"author":28,"featured_media":45241,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ep_exclude_from_search":false,"p4_og_title":"","p4_og_description":"","p4_og_image":"","p4_og_image_id":"","p4_seo_canonical_url":"","p4_campaign_name":"not set","p4_local_project":"not set","p4_basket_name":"not set","p4_department":"","footnotes":""},"categories":[2],"tags":[6,19],"p4-page-type":[14],"class_list":["post-45240","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lindungi","tag-iklim","tag-hutan","p4-page-type-siaran-pers"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.9.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Tanggapan: Greenpeace Indonesia Mendesak Target dan Kerja Sama yang Lebih Ambisius Setelah Perjanjian Indonesia dan Norwegia Berakhir - Greenpeace Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/45240\/tanggapan-greenpeace-indonesia-mendesak-target-dan-kerja-sama-yang-lebih-ambisius-setelah-perjanjian-indonesia-dan-norwegia-berakhir\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tanggapan: Greenpeace Indonesia Mendesak Target dan Kerja Sama yang Lebih Ambisius Setelah Perjanjian Indonesia dan Norwegia Berakhir - Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pada tanggal 10 September 2021 ini, pemerintah Indonesia mengakhiri kerjasama REDD+ bersama Norwegia. Greenpeace Indonesia menilai bahwa aksi ini menunjukkan kehancuran kerjasama dan komitmen di antara kedua pemerintah untuk mengambil aksi yang serius melawan krisis iklim.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/45240\/tanggapan-greenpeace-indonesia-mendesak-target-dan-kerja-sama-yang-lebih-ambisius-setelah-perjanjian-indonesia-dan-norwegia-berakhir\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-09-14T07:30:23+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-07-10T10:46:39+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2021\/09\/bf8d2a90-gp0stunj6_web_size_with_credit_line.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"543\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Medina Basaib\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Medina Basaib\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/45240\/tanggapan-greenpeace-indonesia-mendesak-target-dan-kerja-sama-yang-lebih-ambisius-setelah-perjanjian-indonesia-dan-norwegia-berakhir\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/45240\/tanggapan-greenpeace-indonesia-mendesak-target-dan-kerja-sama-yang-lebih-ambisius-setelah-perjanjian-indonesia-dan-norwegia-berakhir\/\"},\"author\":{\"name\":\"Medina Basaib\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/5c84669a210b642c397ab6b83fe5b00c\"},\"headline\":\"Tanggapan: Greenpeace Indonesia Mendesak Target dan Kerja Sama yang Lebih Ambisius Setelah Perjanjian Indonesia dan Norwegia Berakhir\",\"datePublished\":\"2021-09-14T07:30:23+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-10T10:46:39+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/45240\/tanggapan-greenpeace-indonesia-mendesak-target-dan-kerja-sama-yang-lebih-ambisius-setelah-perjanjian-indonesia-dan-norwegia-berakhir\/\"},\"wordCount\":503,\"commentCount\":1,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"keywords\":[\"Iklim\",\"Hutan\"],\"articleSection\":[\"Lindungi\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/45240\/tanggapan-greenpeace-indonesia-mendesak-target-dan-kerja-sama-yang-lebih-ambisius-setelah-perjanjian-indonesia-dan-norwegia-berakhir\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/45240\/tanggapan-greenpeace-indonesia-mendesak-target-dan-kerja-sama-yang-lebih-ambisius-setelah-perjanjian-indonesia-dan-norwegia-berakhir\/\",\"url\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/45240\/tanggapan-greenpeace-indonesia-mendesak-target-dan-kerja-sama-yang-lebih-ambisius-setelah-perjanjian-indonesia-dan-norwegia-berakhir\/\",\"name\":\"Tanggapan: Greenpeace Indonesia Mendesak Target dan Kerja Sama yang Lebih Ambisius Setelah Perjanjian Indonesia dan Norwegia Berakhir - Greenpeace Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\"},\"datePublished\":\"2021-09-14T07:30:23+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-10T10:46:39+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/45240\/tanggapan-greenpeace-indonesia-mendesak-target-dan-kerja-sama-yang-lebih-ambisius-setelah-perjanjian-indonesia-dan-norwegia-berakhir\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/45240\/tanggapan-greenpeace-indonesia-mendesak-target-dan-kerja-sama-yang-lebih-ambisius-setelah-perjanjian-indonesia-dan-norwegia-berakhir\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/45240\/tanggapan-greenpeace-indonesia-mendesak-target-dan-kerja-sama-yang-lebih-ambisius-setelah-perjanjian-indonesia-dan-norwegia-berakhir\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Tanggapan: Greenpeace Indonesia Mendesak Target dan Kerja Sama yang Lebih Ambisius Setelah Perjanjian Indonesia dan Norwegia Berakhir\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"description\":\"Greenpeace\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"width\":500,\"height\":500,\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\",\"https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID\",\"https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/5c84669a210b642c397ab6b83fe5b00c\",\"name\":\"Medina Basaib\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b6490c7fa05af90341007e4a5328ec69b7061b61d6abbe8c752a2b5da6fde30b?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b6490c7fa05af90341007e4a5328ec69b7061b61d6abbe8c752a2b5da6fde30b?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Medina Basaib\"},\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/mbasaib\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tanggapan: Greenpeace Indonesia Mendesak Target dan Kerja Sama yang Lebih Ambisius Setelah Perjanjian Indonesia dan Norwegia Berakhir - Greenpeace Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/45240\/tanggapan-greenpeace-indonesia-mendesak-target-dan-kerja-sama-yang-lebih-ambisius-setelah-perjanjian-indonesia-dan-norwegia-berakhir\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Tanggapan: Greenpeace Indonesia Mendesak Target dan Kerja Sama yang Lebih Ambisius Setelah Perjanjian Indonesia dan Norwegia Berakhir - Greenpeace Indonesia","og_description":"Pada tanggal 10 September 2021 ini, pemerintah Indonesia mengakhiri kerjasama REDD+ bersama Norwegia. Greenpeace Indonesia menilai bahwa aksi ini menunjukkan kehancuran kerjasama dan komitmen di antara kedua pemerintah untuk mengambil aksi yang serius melawan krisis iklim.","og_url":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/45240\/tanggapan-greenpeace-indonesia-mendesak-target-dan-kerja-sama-yang-lebih-ambisius-setelah-perjanjian-indonesia-dan-norwegia-berakhir\/","og_site_name":"Greenpeace Indonesia","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","article_published_time":"2021-09-14T07:30:23+00:00","article_modified_time":"2025-07-10T10:46:39+00:00","og_image":[{"width":800,"height":543,"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2021\/09\/bf8d2a90-gp0stunj6_web_size_with_credit_line.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Medina Basaib","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@GreenpeaceID","twitter_site":"@GreenpeaceID","twitter_misc":{"Written by":"Medina Basaib","Est. reading time":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/45240\/tanggapan-greenpeace-indonesia-mendesak-target-dan-kerja-sama-yang-lebih-ambisius-setelah-perjanjian-indonesia-dan-norwegia-berakhir\/#article","isPartOf":{"@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/45240\/tanggapan-greenpeace-indonesia-mendesak-target-dan-kerja-sama-yang-lebih-ambisius-setelah-perjanjian-indonesia-dan-norwegia-berakhir\/"},"author":{"name":"Medina Basaib","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/5c84669a210b642c397ab6b83fe5b00c"},"headline":"Tanggapan: Greenpeace Indonesia Mendesak Target dan Kerja Sama yang Lebih Ambisius Setelah Perjanjian Indonesia dan Norwegia Berakhir","datePublished":"2021-09-14T07:30:23+00:00","dateModified":"2025-07-10T10:46:39+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/45240\/tanggapan-greenpeace-indonesia-mendesak-target-dan-kerja-sama-yang-lebih-ambisius-setelah-perjanjian-indonesia-dan-norwegia-berakhir\/"},"wordCount":503,"commentCount":1,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"keywords":["Iklim","Hutan"],"articleSection":["Lindungi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/45240\/tanggapan-greenpeace-indonesia-mendesak-target-dan-kerja-sama-yang-lebih-ambisius-setelah-perjanjian-indonesia-dan-norwegia-berakhir\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/45240\/tanggapan-greenpeace-indonesia-mendesak-target-dan-kerja-sama-yang-lebih-ambisius-setelah-perjanjian-indonesia-dan-norwegia-berakhir\/","url":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/45240\/tanggapan-greenpeace-indonesia-mendesak-target-dan-kerja-sama-yang-lebih-ambisius-setelah-perjanjian-indonesia-dan-norwegia-berakhir\/","name":"Tanggapan: Greenpeace Indonesia Mendesak Target dan Kerja Sama yang Lebih Ambisius Setelah Perjanjian Indonesia dan Norwegia Berakhir - Greenpeace Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website"},"datePublished":"2021-09-14T07:30:23+00:00","dateModified":"2025-07-10T10:46:39+00:00","breadcrumb":{"@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/45240\/tanggapan-greenpeace-indonesia-mendesak-target-dan-kerja-sama-yang-lebih-ambisius-setelah-perjanjian-indonesia-dan-norwegia-berakhir\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/45240\/tanggapan-greenpeace-indonesia-mendesak-target-dan-kerja-sama-yang-lebih-ambisius-setelah-perjanjian-indonesia-dan-norwegia-berakhir\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/45240\/tanggapan-greenpeace-indonesia-mendesak-target-dan-kerja-sama-yang-lebih-ambisius-setelah-perjanjian-indonesia-dan-norwegia-berakhir\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Tanggapan: Greenpeace Indonesia Mendesak Target dan Kerja Sama yang Lebih Ambisius Setelah Perjanjian Indonesia dan Norwegia Berakhir"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","name":"Greenpeace Indonesia","description":"Greenpeace","publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization","name":"Greenpeace Indonesia","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","contentUrl":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","width":500,"height":500,"caption":"Greenpeace Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID","https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/5c84669a210b642c397ab6b83fe5b00c","name":"Medina Basaib","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b6490c7fa05af90341007e4a5328ec69b7061b61d6abbe8c752a2b5da6fde30b?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b6490c7fa05af90341007e4a5328ec69b7061b61d6abbe8c752a2b5da6fde30b?s=96&d=mm&r=g","caption":"Medina Basaib"},"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/mbasaib\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45240","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/28"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=45240"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45240\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":64215,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45240\/revisions\/64215"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45241"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=45240"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=45240"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=45240"},{"taxonomy":"p4-page-type","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/p4-page-type?post=45240"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}