{"id":45422,"date":"2021-10-18T09:29:59","date_gmt":"2021-10-18T02:29:59","guid":{"rendered":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?p=45422"},"modified":"2025-07-10T17:46:16","modified_gmt":"2025-07-10T10:46:16","slug":"polusi-udara-kembali-mengancam-kesehatan-masyarakat-rentan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/45422\/polusi-udara-kembali-mengancam-kesehatan-masyarakat-rentan\/","title":{"rendered":"Polusi Udara Kembali Mengancam Kesehatan Masyarakat Rentan"},"content":{"rendered":"\n<p><em>Laporan Greenpeace Indonesia \u201cPengukuran Satelit Mengungkapkan, Polusi Udara Beracun NO<sub>2<\/sub> di Sejumlah Kota Besar di Indonesia Meningkat Pada Tahun 2021\u201d<\/em><\/p>\n\n<p><strong>Jakarta, 18 Oktober 2021. <\/strong>Berdasarkan hasil pengamatan satelit di tujuh lokasi yang terdiri dari lima kota besar dan dua lokasi PLTU di Indonesia, polusi udara khususnya NO<sub>2<\/sub> (nitrogen dioksida) kembali memburuk sepanjang April-Juni 2021. [1] Hal ini bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, di saat berlaku kebijakan pembatasan sosial secara ketat di banyak wilayah untuk merespons situasi pandemi Covid-19.&nbsp;<\/p>\n\n<p>\u201cSeiring dengan pelonggaran mobilitas warga selama April-Juni tahun ini, polusi NO<sub>2<\/sub> kembali bergerak naik di lima kota besar. Catatan penting lainnya, pengamatan kami di dua lokasi PLTU di Banten, tingkat polusinya rata-rata terus meningkat selama beberapa tahun terakhir. Ini ancaman ganda, baik dari transportasi dan pembangkit listrik batu bara, bagi masyarakat sekitar khususnya kelompok rentan,\u201d ujar Bondan Andriyanu, Jurukampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia.&nbsp;<\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2021\/03\/c8048191-gp0sttnzl-1024x683.jpg\" title=\"Air Pollution in Jakarta. \u00a9 Jurnasyanto Sukarno \/ Greenpeace\" alt=\"Air Pollution in Jakarta. \u00a9 Jurnasyanto Sukarno \/ Greenpeace\" class=\"wp-image-44738\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2021\/03\/c8048191-gp0sttnzl-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2021\/03\/c8048191-gp0sttnzl-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2021\/03\/c8048191-gp0sttnzl-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2021\/03\/c8048191-gp0sttnzl-510x340.jpg 510w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2021\/03\/c8048191-gp0sttnzl.jpg 1200w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption>Kabut asap polusi udara menyelimuti kota Jakarta. Kualitas udara semakin memburuk karena polusi tinggi dari aktivitas kendaraan dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap Batu bara di sekeliling Jakarta.<div class=\"credit icon-left\"> \u00a9 Jurnasyanto Sukarno \/ Greenpeace<\/div><\/figcaption><\/figure>\n\n<p>Dalam laporan terbaru Greenpeace Indonesia, sejumlah temuan menarik didapatkan dari analisa pengamatan satelit, yakni:<\/p>\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Jumlah kolom atmosfer NO<sub>2<\/sub> lebih rendah pada periode April-Juni 2020 dibandingkan tahun sebelumnya di lima (5) kota besar di Indonesia yang diteliti: Jakarta -35%, Bandung -20%, Surabaya -11%, Medan -26%, Semarang -24%.&nbsp;&nbsp;<\/li><li><strong>Sepanjang April-Juni 2021<\/strong>, jumlah NO<sub>2<\/sub> terukur <strong>lebih tinggi di semua lokasi ini <\/strong>dibandingkan periode yang sama di tahun 2020: <strong>Jakarta +54%, Bandung +34%, Surabaya +20%, Medan +9%, Semarang +31%<\/strong>, <strong>PLTU Cilegon PTIP +31%<\/strong> dan <strong>PLTU Suralaya +39%.&nbsp;<\/strong><\/li><li>Sementara itu, kadar NO<sub>2<\/sub> di sekitar PLTU Cilegon PTIP (PT Indorama Petrochemicals) lebih tinggi 9% pada periode April-Juni 2020 dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Kadar NO<sub>2<\/sub> di sekitar PLTU Suralaya lebih rendah 12% pada April-Juni 2020 dibandingkan periode sama tahun 2019, tetapi tetap di atas level tahun 2018.&nbsp;&nbsp;<\/li><\/ul>\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh5.googleusercontent.com\/gz8vGqmjjkdsquCyiahf3YVwZF7eTwdxZ1b92fEXqTY_aRC-MYSEhWxw6QVOCnnbA6CF7Pn1bkRwlHyIQ_SG5AJlZ_GihUr2aXo_HffCKIeNB6A1D51Dqnk8ebs6YJKilORaGr3f=s0\" alt=\"\"\/><\/figure>\n\n<p>Di sisi lain, gugatan 32 warga negara atas pencemaran udara Jakarta terhadap tujuh pejabat negara [2] yang sudah diputus oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 16 September 2021 dengan putusan dikabulkan sebagian, justru disambut dengan <a href=\"https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/2429129\/pemerintah-ajukan-banding-atas-putusan-polusi-udara-di-ibu-kota\">upaya banding oleh pemerintah pusat, termasuk sejumlah kementerian<\/a>. Padahal salah satu putusan hakim terhadap Presiden Jokowi yaitu melindungi kesehatan masyarakat termasuk kelompok sensitif, dengan cara mengetatkan Baku Mutu Udara Ambien (BMUA) Nasional, sangat penting untuk dilakukan segera.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n<p>\u201cPolusi udara dari NO<sub>2<\/sub> merupakan faktor risiko utama untuk kondisi kesehatan yang buruk, termasuk kematian dini. Untuk mencegah dampak buruk bagi kesehatan manusia berlanjut di masa depan, Indonesia harus menghentikan penggunaan bahan bakar fosil sesegera mungkin dan mendukung pengembangan transportasi publik massal berorientasi emisi rendah hingga nol emisi,\u201d ucap Aidan Farrow, peneliti dari Greenpeace International Science Unit.&nbsp;<\/p>\n\n<p>***<\/p>\n\n<p><strong>Catatan:&nbsp;<\/strong><\/p>\n\n<p>[1] Laporan lengkap bisa dibaca di <a href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2021\/10\/ed64a19c-2021-ap-rebound_bahasa-1.pdf\">sini<\/a>.<\/p>\n\n<p>Laporan ini merupakan rangkaian dari laporan regional berjudul \u201cSetahun Setelah Periode Awal Penguncian dan Pembatasan Sosial Covid-19, Gambar Satelit Mengungkapkan Peningkatan Polusi Udara Global\u201d yang diterbitkan Juni 2021. Siaran pers di <a href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/45007\/setahun-setelah-periode-awal-penguncian-dan-pembatasan-sosial-covid-19-gambar-satelit-mengungkapkan-peningkatan-polusi-udara-global\/\">sini<\/a>. Laporan bisa dibaca di <a href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-southeastasia-stateless\/2021\/06\/377a9664-reboundreport.pdf\">sini<\/a>.&nbsp;<\/p>\n\n<p>Ringkasan laporan termasuk data Jakarta-Indonesia dalam bahasa bisa dilihat di <a href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2021\/06\/c9b66e42-satu-tahun-setelah-penguncian-dan-pembatasan-massal-terkait-pandemi-covid-19-data-satelit-memperlihatkan-polusi-udara-kembali-ke-kondisi-asal-.pdf\">sini<\/a>.<\/p>\n\n<p>[2] Tujuh pejabat yakni Presiden Republik Indonesia (selaku Tergugat 1), Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Tergugat 2), Menteri Dalam Negeri (Tergugat 3), Menteri Kesehatan (Tergugat 4), Gubernur DKI Jakarta (Tergugat 5), Gubernur Banten (Turut Tergugat 1), dan Gubernur Jawa Barat (Turut Tergugat 2). Dalam proses gugatannya, 32 warga ini didampingi oleh Koalisi Inisiatif Bersihkan Udara Koalisi Semesta (Koalisi Ibukota).&nbsp;<\/p>\n\n<p><strong>Kontak media:<\/strong><\/p>\n\n<p>Bondan Andriyanu, Jurukampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia, +62 811-8188-182<\/p>\n\n<p>Ester Meryana, Jurukampanye Media Greenpeace Indonesia, +62 811-1924-090<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berdasarkan hasil pengamatan satelit di tujuh lokasi yang terdiri dari lima kota besar dan dua lokasi PLTU di Indonesia, polusi udara khususnya NO2 (nitrogen dioksida) kembali memburuk sepanjang April-Juni 2021<\/p>\n","protected":false},"author":49,"featured_media":44738,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ep_exclude_from_search":false,"p4_og_title":"","p4_og_description":"","p4_og_image":"","p4_og_image_id":"","p4_seo_canonical_url":"","p4_campaign_name":"not set","p4_local_project":"not set","p4_basket_name":"not set","p4_department":"","footnotes":""},"categories":[2],"tags":[6,17],"p4-page-type":[14],"class_list":["post-45422","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lindungi","tag-iklim","tag-udara","p4-page-type-siaran-pers"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.9.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Polusi Udara Kembali Mengancam Kesehatan Masyarakat Rentan - Greenpeace Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/45422\/polusi-udara-kembali-mengancam-kesehatan-masyarakat-rentan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Polusi Udara Kembali Mengancam Kesehatan Masyarakat Rentan - Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Berdasarkan hasil pengamatan satelit di tujuh lokasi yang terdiri dari lima kota besar dan dua lokasi PLTU di Indonesia, polusi udara khususnya NO2 (nitrogen dioksida) kembali memburuk sepanjang April-Juni 2021\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/45422\/polusi-udara-kembali-mengancam-kesehatan-masyarakat-rentan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-10-18T02:29:59+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-07-10T10:46:16+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2021\/03\/c8048191-gp0sttnzl.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/45422\/polusi-udara-kembali-mengancam-kesehatan-masyarakat-rentan\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/45422\/polusi-udara-kembali-mengancam-kesehatan-masyarakat-rentan\/\"},\"author\":{\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe\"},\"headline\":\"Polusi Udara Kembali Mengancam Kesehatan Masyarakat Rentan\",\"datePublished\":\"2021-10-18T02:29:59+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-10T10:46:16+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/45422\/polusi-udara-kembali-mengancam-kesehatan-masyarakat-rentan\/\"},\"wordCount\":552,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"keywords\":[\"Iklim\",\"Udara\"],\"articleSection\":[\"Lindungi\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/45422\/polusi-udara-kembali-mengancam-kesehatan-masyarakat-rentan\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/45422\/polusi-udara-kembali-mengancam-kesehatan-masyarakat-rentan\/\",\"url\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/45422\/polusi-udara-kembali-mengancam-kesehatan-masyarakat-rentan\/\",\"name\":\"Polusi Udara Kembali Mengancam Kesehatan Masyarakat Rentan - Greenpeace Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\"},\"datePublished\":\"2021-10-18T02:29:59+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-10T10:46:16+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/45422\/polusi-udara-kembali-mengancam-kesehatan-masyarakat-rentan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/45422\/polusi-udara-kembali-mengancam-kesehatan-masyarakat-rentan\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/45422\/polusi-udara-kembali-mengancam-kesehatan-masyarakat-rentan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Polusi Udara Kembali Mengancam Kesehatan Masyarakat Rentan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"description\":\"Greenpeace\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"width\":500,\"height\":500,\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\",\"https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID\",\"https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/www.greenpeace.or.id\"],\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/greenpeace-indonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Polusi Udara Kembali Mengancam Kesehatan Masyarakat Rentan - Greenpeace Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/45422\/polusi-udara-kembali-mengancam-kesehatan-masyarakat-rentan\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Polusi Udara Kembali Mengancam Kesehatan Masyarakat Rentan - Greenpeace Indonesia","og_description":"Berdasarkan hasil pengamatan satelit di tujuh lokasi yang terdiri dari lima kota besar dan dua lokasi PLTU di Indonesia, polusi udara khususnya NO2 (nitrogen dioksida) kembali memburuk sepanjang April-Juni 2021","og_url":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/45422\/polusi-udara-kembali-mengancam-kesehatan-masyarakat-rentan\/","og_site_name":"Greenpeace Indonesia","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","article_published_time":"2021-10-18T02:29:59+00:00","article_modified_time":"2025-07-10T10:46:16+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":800,"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2021\/03\/c8048191-gp0sttnzl.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Greenpeace Indonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@GreenpeaceID","twitter_site":"@GreenpeaceID","twitter_misc":{"Written by":"Greenpeace Indonesia","Est. reading time":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/45422\/polusi-udara-kembali-mengancam-kesehatan-masyarakat-rentan\/#article","isPartOf":{"@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/45422\/polusi-udara-kembali-mengancam-kesehatan-masyarakat-rentan\/"},"author":{"name":"Greenpeace Indonesia","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe"},"headline":"Polusi Udara Kembali Mengancam Kesehatan Masyarakat Rentan","datePublished":"2021-10-18T02:29:59+00:00","dateModified":"2025-07-10T10:46:16+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/45422\/polusi-udara-kembali-mengancam-kesehatan-masyarakat-rentan\/"},"wordCount":552,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"keywords":["Iklim","Udara"],"articleSection":["Lindungi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/45422\/polusi-udara-kembali-mengancam-kesehatan-masyarakat-rentan\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/45422\/polusi-udara-kembali-mengancam-kesehatan-masyarakat-rentan\/","url":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/45422\/polusi-udara-kembali-mengancam-kesehatan-masyarakat-rentan\/","name":"Polusi Udara Kembali Mengancam Kesehatan Masyarakat Rentan - Greenpeace Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website"},"datePublished":"2021-10-18T02:29:59+00:00","dateModified":"2025-07-10T10:46:16+00:00","breadcrumb":{"@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/45422\/polusi-udara-kembali-mengancam-kesehatan-masyarakat-rentan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/45422\/polusi-udara-kembali-mengancam-kesehatan-masyarakat-rentan\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/45422\/polusi-udara-kembali-mengancam-kesehatan-masyarakat-rentan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Polusi Udara Kembali Mengancam Kesehatan Masyarakat Rentan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","name":"Greenpeace Indonesia","description":"Greenpeace","publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization","name":"Greenpeace Indonesia","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","contentUrl":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","width":500,"height":500,"caption":"Greenpeace Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID","https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe","name":"Greenpeace Indonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g","caption":"Greenpeace Indonesia"},"sameAs":["http:\/\/www.greenpeace.or.id"],"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/greenpeace-indonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45422","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/49"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=45422"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45422\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":64201,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45422\/revisions\/64201"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/44738"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=45422"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=45422"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=45422"},{"taxonomy":"p4-page-type","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/p4-page-type?post=45422"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}