{"id":4549,"date":"2020-02-09T20:26:15","date_gmt":"2020-02-09T13:26:15","guid":{"rendered":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?p=4549"},"modified":"2025-07-10T17:51:11","modified_gmt":"2025-07-10T10:51:11","slug":"patung-es-penguin-mencair-di-luar-gedung-gedung-pemerintah-sebagai-desakan-mewujudkan-perjanjian-laut-internasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/4549\/patung-es-penguin-mencair-di-luar-gedung-gedung-pemerintah-sebagai-desakan-mewujudkan-perjanjian-laut-internasional\/","title":{"rendered":"Patung Es Penguin Mencair di Luar Gedung-Gedung Pemerintah Sebagai Desakan Mewujudkan Perjanjian Laut Internasional"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Jakarta, 9 Februari 2020<\/strong>. Akhir pekan ini, para relawan Greenpeace Indonesia di tujuh kota (Jakarta, Makassar, Bandung, Pekanbaru, Semarang, Yogyakarta, dan Padang) [1] melakukan aksi damai di depan kantor pemerintahan dan ikon kota, untuk mendorong pemerintah secara aktif ikut serta dalam mewujudkan terbentuknya Perjanjian Laut Internasional (<em>Global Ocean Treaty<\/em>). Para perwakilan negara rencananya akan bertemu di Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, untuk negosiasi putaran keempat menuju Perjanjian Laut Internasional pada akhir Maret.&nbsp;<\/p>\n\n<p>Greenpeace sedang berkampanye untuk sebuah kesepakatan global ambisius yang memungkinkan terciptanya jaringan suaka lautan, bebas dari aktivitas manusia yang berbahaya, yang menurut para ilmuwan perlu mencapai 30% lautan dunia pada tahun 2030 untuk memungkinkan populasi satwa liar di laut pulih.<\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large  caption-style-blue-overlay caption-alignment-center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2020\/02\/0e8a17b4-gp0stujkc_medium_res_with_credit_line-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-4551\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2020\/02\/0e8a17b4-gp0stujkc_medium_res_with_credit_line-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2020\/02\/0e8a17b4-gp0stujkc_medium_res_with_credit_line-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2020\/02\/0e8a17b4-gp0stujkc_medium_res_with_credit_line-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2020\/02\/0e8a17b4-gp0stujkc_medium_res_with_credit_line-510x340.jpg 510w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2020\/02\/0e8a17b4-gp0stujkc_medium_res_with_credit_line.jpg 1200w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption>Relawan menggunakan topeng penguin saat aksi di Jakarta. Greenpeace Indonesia turut berpartisipasi dalam aksi global untuk menyelamatkan ekosistem di tujuh kota yaitu Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Pekanbaru, Padang dan Makassar. Relawan Greenpeace membawa patung es penguin yang &#8216;menghilang&#8217; di kota-kota besar di seluruh dunia.<\/figcaption><\/figure>\n\n<p>Will McCallum dari kampanye Protect the Oceans Greenpeace, mengatakan, \u201cPopulasi penguin menghilang secara nyata. Baru-baru ini di Antartika, kami melihat beberapa koloni penguin sangat menderita, dengan beberapa populasi anjlok secara signifikan. Perubahan iklim, polusi plastik, dan industri penangkapan ikan membunuh lautan kita, dan kini jutaan orang mendesak pemerintah kita untuk melindunginya.\u201d<\/p>\n\n<p>Tidak hanya itu, dia melanjutkan, \u201cEnam dari tujuh spesies penyu menghadapi kepunahan. Jutaan hiu terbunuh oleh industri penangkapan ikan setiap tahun. Kita pun seringkali menemukan perut paus penuh sampah plastik. Lautan kita menghadapi ancaman yang besar. Pemerintah harus segera membuat cagar alam yang aman bagi satwa liar untuk pulih dari ancaman yang mereka hadapi, dan untuk itu mereka harus terlebih dahulu menyepakati Perjanjian Laut Internasional di PBB tahun ini.\u201d<\/p>\n\n<p>Di Indonesia, cukup banyak penemuan satwa laut yang terdampar di pantai, baik itu akibat pencemaran minyak mentah ataupun mengonsumsi sampah plastik. Aktivitas penangkapan ikan pun masih banyak yang mengabaikan praktik keberlanjutan. \u201cPemerintah Indonesia harus ambil bagian dalam mewujudkan Perjanjian Laut Internasional. Sebagai bentuk keseriusan menyelamatkan serta melindungi laut Indonesia.\u201d Bersama dengan beberapa lembaga swadaya masyarakat (LSM) di sejumlah daerah, Greenpeace Indonesia berusaha berperan aktif dalam mewujudkan laut yang sehat lewat sejumlah kampanye, salah satunya #SaveSpermonde yang baru diluncurkan di Sulawesi Selatan, demi menghapus praktik penangkapan ikan yang merusak.&nbsp;<\/p>\n\n<p>Sebagai informasi, aksi damai tidak hanya berlangsung di Indonesia. Relawan Greenpeace di seluruh dunia menempatkan pahatan es berbentuk pinguin di luar gedung-gedung pemerintah sebagai seruan untuk mewujudkan perlindungan laut global. Dari Seoul ke London, Buenos Aires ke Cape Town, patung es pinguin yang mencair dipasang untuk mengirim pesan kepada pemerintah tentang dampak perubahan iklim terhadap satwa laut.<\/p>\n\n<p>Kapal Greenpeace, Arctic Sunrise dan Esperanza saat ini berada di Antartika di tahapan terakhir dari sebuah ekspedisi yang sudah berlangsung hampir setahun, yang meneliti ancaman terhadap laut. Tim peneliti yang mengeksplorasi dampak perubahan iklim, polusi plastik, dan industri penangkapan ikan terhadap satwa liar Antartika juga melibatkan para pegiat dan aktor pemenang penghargaan seperti Marion Cotillard, Ni Ni dan Gustaf Skarsg\u00e5rd untuk membantu menyuarakan pesan kampanye.<\/p>\n\n<p><strong>Foto dan video<\/strong>: <a rel=\"noreferrer noopener\" href=\"https:\/\/media.greenpeace.org\/collection\/27MZIFJ8SGNFE\" target=\"_blank\">Galeri foto<\/a> dengan foto patung es penguin, serta satwa liar laut, tersedia di sini.<\/p>\n\n<p>Galeri foto kegiatan di Indonesia bisa ditemukan di link berikut: <a rel=\"noreferrer noopener\" href=\"https:\/\/media.greenpeace.org\/collection\/27MZIFJ8GXS1M\" target=\"_blank\">https:\/\/media.greenpeace.org\/collection\/27MZIFJ8GXS1M<\/a>&nbsp;<\/p>\n\n<p><strong>Catatan<\/strong>:<\/p>\n\n<p>[1] Lokasi aksi damai di Jakarta dilakukan di depan Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, sementara di Makassar berada di Pantai Losari, Bandung di depan Gedung Sate, Pekanbaru di depan kantor Gubernur Riau, Semarang di depan kantor Gubernur Jawa Tengah, Yogyakarta di Tugu Yogya, dan Padang di Tugu Merpati Perdamaian. Beberapa kota mengadakan kegiatan di Hari Sabtu (8 Februari), sementara sebagian kota lainnya melakukan di Hari Minggu (9 Februari). Khusus di Makassar, kegiatan aksi damai dilakukan oleh Koalisi #SaveSpermonde, di mana Greenpeace Indonesia juga menjadi salah satu anggotanya.&nbsp;<\/p>\n\n<p>[2] Perjanjian Laut Internasional: negosiasi perjanjian final diharapkan akan selesai pada musim semi 2020. Perjanjian Laut Internasional yang kuat memberikan kerangka hukum untuk perlindungan perairan internasional, memungkinkan terbentuknya Kawasan Konservasi Laut yang dilindungi sepenuhnya, atau &#8216;suaka laut&#8217;, yang bebas dari aktivitas manusia yang berbahaya.<\/p>\n\n<p>[3] Greenpeace menyerukan jaringan suaka laut yang mencakup setidaknya sepertiga lautan dunia pada tahun 2030, sebuah target yang diharapkan oleh para ilmuwan di <a rel=\"noreferrer noopener\" href=\"https:\/\/portals.iucn.org\/library\/sites\/library\/files\/resrecfiles\/WCC_2016_RES_050_EN.pdf\" target=\"_blank\">International Union for Conservation of Nature (IUCN)<\/a> dan disambut oleh semakin banyak pemerintah. Untuk informasi lebih lanjut: <a rel=\"noreferrer noopener\" href=\"https:\/\/greenpeace.org.uk\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Why-we-need-a-Global-Ocean-Treaty.pdf\" target=\"_blank\">Lindungi Lautan Global: Mengapa Kita Membutuhkan Perjanjian Laut Internasional<\/a>. Untuk penjelasan singkat tentang kebijakan, lihat di <a rel=\"noreferrer noopener\" href=\"https:\/\/greenpeace.org.uk\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Global-Ocean-Treaty-Greenpeace-Briefing-IGC2.pdf\" target=\"_blank\">sini<\/a>.<\/p>\n\n<p>[4] Ekspedisi Kutub ke Kutub: Greenpeace berlayar dari Arktik ke Antartika, melakukan penelitian dan investigasi terobosan, untuk menyoroti banyak ancaman yang dihadapi lautan dan untuk mengkampanyekan Perjanjian Laut Internasional yang mencakup semua lautan di luar perairan nasional. Lihat di sini untuk <a rel=\"noreferrer noopener\" href=\"https:\/\/storage.googleapis.com\/planet4-international-stateless\/2019\/04\/0a5823bc-ship-tour-poster-a2.png\" target=\"_blank\">peta rute ekspedisi kutub ke kutub<\/a>. Lihat bagian \u2018kontak\u2019 di bawah ini untuk pertanyaan ekspedisi, termasuk untuk media yang tertarik untuk bergabung dengan kapal di atas kapal.<\/p>\n\n<p><strong>Kontak media<\/strong>:<\/p>\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Afdillah, Jurukampanye Laut Greenpeace Indonesia, <a rel=\"noreferrer noopener\" href=\"mailto:afdillah@greenpeace.org\" target=\"_blank\">afdillah@greenpeace.org<\/a>, telp 0811-4704-730<\/li><li>Ester Meryana, Jurukampanye Media Greenpeace Indonesia, <a rel=\"noreferrer noopener\" href=\"mailto:emeryana@greenpeace.org\" target=\"_blank\">emeryana@greenpeace.org<\/a>, telp 0811-1924-090<\/li><li>Greenpeace International Press Desk: <a>pressdesk.int@greenpeace.org<\/a>, +31 (0) 20 718 2470 (available 24 hours)<\/li><\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Relawan Greenpeace Indonesia di tujuh kota melakukan aksi damai di depan kantor pemerintahan dan ikon kota, untuk mendorong pemerintah secara aktif ikut serta dalam mewujudkan terbentuknya Perjanjian Laut Internasional (Global Ocean Treaty)<\/p>\n","protected":false},"author":28,"featured_media":4551,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ep_exclude_from_search":false,"p4_og_title":"","p4_og_description":"","p4_og_image":"","p4_og_image_id":"","p4_seo_canonical_url":"","p4_campaign_name":"not set","p4_local_project":"","p4_basket_name":"not set","p4_department":"","footnotes":""},"categories":[2],"tags":[6,20],"p4-page-type":[14],"class_list":["post-4549","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lindungi","tag-iklim","tag-laut","p4-page-type-siaran-pers"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.9.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Patung Es Penguin Mencair di Luar Gedung-Gedung Pemerintah Sebagai Desakan Mewujudkan Perjanjian Laut Internasional - Greenpeace Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/4549\/patung-es-penguin-mencair-di-luar-gedung-gedung-pemerintah-sebagai-desakan-mewujudkan-perjanjian-laut-internasional\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Patung Es Penguin Mencair di Luar Gedung-Gedung Pemerintah Sebagai Desakan Mewujudkan Perjanjian Laut Internasional - Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Relawan Greenpeace Indonesia di tujuh kota melakukan aksi damai di depan kantor pemerintahan dan ikon kota, untuk mendorong pemerintah secara aktif ikut serta dalam mewujudkan terbentuknya Perjanjian Laut Internasional (Global Ocean Treaty)\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/4549\/patung-es-penguin-mencair-di-luar-gedung-gedung-pemerintah-sebagai-desakan-mewujudkan-perjanjian-laut-internasional\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-02-09T13:26:15+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-07-10T10:51:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2020\/02\/0e8a17b4-gp0stujkc_medium_res_with_credit_line.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Medina Basaib\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Medina Basaib\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/4549\/patung-es-penguin-mencair-di-luar-gedung-gedung-pemerintah-sebagai-desakan-mewujudkan-perjanjian-laut-internasional\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/4549\/patung-es-penguin-mencair-di-luar-gedung-gedung-pemerintah-sebagai-desakan-mewujudkan-perjanjian-laut-internasional\/\"},\"author\":{\"name\":\"Medina Basaib\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/5c84669a210b642c397ab6b83fe5b00c\"},\"headline\":\"Patung Es Penguin Mencair di Luar Gedung-Gedung Pemerintah Sebagai Desakan Mewujudkan Perjanjian Laut Internasional\",\"datePublished\":\"2020-02-09T13:26:15+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-10T10:51:11+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/4549\/patung-es-penguin-mencair-di-luar-gedung-gedung-pemerintah-sebagai-desakan-mewujudkan-perjanjian-laut-internasional\/\"},\"wordCount\":825,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"keywords\":[\"Iklim\",\"Laut\"],\"articleSection\":[\"Lindungi\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/4549\/patung-es-penguin-mencair-di-luar-gedung-gedung-pemerintah-sebagai-desakan-mewujudkan-perjanjian-laut-internasional\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/4549\/patung-es-penguin-mencair-di-luar-gedung-gedung-pemerintah-sebagai-desakan-mewujudkan-perjanjian-laut-internasional\/\",\"url\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/4549\/patung-es-penguin-mencair-di-luar-gedung-gedung-pemerintah-sebagai-desakan-mewujudkan-perjanjian-laut-internasional\/\",\"name\":\"Patung Es Penguin Mencair di Luar Gedung-Gedung Pemerintah Sebagai Desakan Mewujudkan Perjanjian Laut Internasional - Greenpeace Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\"},\"datePublished\":\"2020-02-09T13:26:15+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-10T10:51:11+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/4549\/patung-es-penguin-mencair-di-luar-gedung-gedung-pemerintah-sebagai-desakan-mewujudkan-perjanjian-laut-internasional\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/4549\/patung-es-penguin-mencair-di-luar-gedung-gedung-pemerintah-sebagai-desakan-mewujudkan-perjanjian-laut-internasional\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/4549\/patung-es-penguin-mencair-di-luar-gedung-gedung-pemerintah-sebagai-desakan-mewujudkan-perjanjian-laut-internasional\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Patung Es Penguin Mencair di Luar Gedung-Gedung Pemerintah Sebagai Desakan Mewujudkan Perjanjian Laut Internasional\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"description\":\"Greenpeace\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"width\":500,\"height\":500,\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\",\"https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID\",\"https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/5c84669a210b642c397ab6b83fe5b00c\",\"name\":\"Medina Basaib\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b6490c7fa05af90341007e4a5328ec69b7061b61d6abbe8c752a2b5da6fde30b?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b6490c7fa05af90341007e4a5328ec69b7061b61d6abbe8c752a2b5da6fde30b?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Medina Basaib\"},\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/mbasaib\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Patung Es Penguin Mencair di Luar Gedung-Gedung Pemerintah Sebagai Desakan Mewujudkan Perjanjian Laut Internasional - Greenpeace Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/4549\/patung-es-penguin-mencair-di-luar-gedung-gedung-pemerintah-sebagai-desakan-mewujudkan-perjanjian-laut-internasional\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Patung Es Penguin Mencair di Luar Gedung-Gedung Pemerintah Sebagai Desakan Mewujudkan Perjanjian Laut Internasional - Greenpeace Indonesia","og_description":"Relawan Greenpeace Indonesia di tujuh kota melakukan aksi damai di depan kantor pemerintahan dan ikon kota, untuk mendorong pemerintah secara aktif ikut serta dalam mewujudkan terbentuknya Perjanjian Laut Internasional (Global Ocean Treaty)","og_url":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/4549\/patung-es-penguin-mencair-di-luar-gedung-gedung-pemerintah-sebagai-desakan-mewujudkan-perjanjian-laut-internasional\/","og_site_name":"Greenpeace Indonesia","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","article_published_time":"2020-02-09T13:26:15+00:00","article_modified_time":"2025-07-10T10:51:11+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":800,"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2020\/02\/0e8a17b4-gp0stujkc_medium_res_with_credit_line.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Medina Basaib","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@GreenpeaceID","twitter_site":"@GreenpeaceID","twitter_misc":{"Written by":"Medina Basaib","Est. reading time":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/4549\/patung-es-penguin-mencair-di-luar-gedung-gedung-pemerintah-sebagai-desakan-mewujudkan-perjanjian-laut-internasional\/#article","isPartOf":{"@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/4549\/patung-es-penguin-mencair-di-luar-gedung-gedung-pemerintah-sebagai-desakan-mewujudkan-perjanjian-laut-internasional\/"},"author":{"name":"Medina Basaib","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/5c84669a210b642c397ab6b83fe5b00c"},"headline":"Patung Es Penguin Mencair di Luar Gedung-Gedung Pemerintah Sebagai Desakan Mewujudkan Perjanjian Laut Internasional","datePublished":"2020-02-09T13:26:15+00:00","dateModified":"2025-07-10T10:51:11+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/4549\/patung-es-penguin-mencair-di-luar-gedung-gedung-pemerintah-sebagai-desakan-mewujudkan-perjanjian-laut-internasional\/"},"wordCount":825,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"keywords":["Iklim","Laut"],"articleSection":["Lindungi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/4549\/patung-es-penguin-mencair-di-luar-gedung-gedung-pemerintah-sebagai-desakan-mewujudkan-perjanjian-laut-internasional\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/4549\/patung-es-penguin-mencair-di-luar-gedung-gedung-pemerintah-sebagai-desakan-mewujudkan-perjanjian-laut-internasional\/","url":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/4549\/patung-es-penguin-mencair-di-luar-gedung-gedung-pemerintah-sebagai-desakan-mewujudkan-perjanjian-laut-internasional\/","name":"Patung Es Penguin Mencair di Luar Gedung-Gedung Pemerintah Sebagai Desakan Mewujudkan Perjanjian Laut Internasional - Greenpeace Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website"},"datePublished":"2020-02-09T13:26:15+00:00","dateModified":"2025-07-10T10:51:11+00:00","breadcrumb":{"@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/4549\/patung-es-penguin-mencair-di-luar-gedung-gedung-pemerintah-sebagai-desakan-mewujudkan-perjanjian-laut-internasional\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/4549\/patung-es-penguin-mencair-di-luar-gedung-gedung-pemerintah-sebagai-desakan-mewujudkan-perjanjian-laut-internasional\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/4549\/patung-es-penguin-mencair-di-luar-gedung-gedung-pemerintah-sebagai-desakan-mewujudkan-perjanjian-laut-internasional\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Patung Es Penguin Mencair di Luar Gedung-Gedung Pemerintah Sebagai Desakan Mewujudkan Perjanjian Laut Internasional"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","name":"Greenpeace Indonesia","description":"Greenpeace","publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization","name":"Greenpeace Indonesia","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","contentUrl":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","width":500,"height":500,"caption":"Greenpeace Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID","https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/5c84669a210b642c397ab6b83fe5b00c","name":"Medina Basaib","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b6490c7fa05af90341007e4a5328ec69b7061b61d6abbe8c752a2b5da6fde30b?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b6490c7fa05af90341007e4a5328ec69b7061b61d6abbe8c752a2b5da6fde30b?s=96&d=mm&r=g","caption":"Medina Basaib"},"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/mbasaib\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4549","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/28"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4549"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4549\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":64381,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4549\/revisions\/64381"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4551"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4549"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4549"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4549"},{"taxonomy":"p4-page-type","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/p4-page-type?post=4549"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}