{"id":45543,"date":"2021-11-12T11:10:15","date_gmt":"2021-11-12T04:10:15","guid":{"rendered":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?p=45543"},"modified":"2025-12-30T17:33:26","modified_gmt":"2025-12-30T10:33:26","slug":"cop-26-belum-melahirkan-kesepakatan-ambisius-dan-terukur-di-tengah-dampak-krisis-iklim-yang-kian-serius","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/45543\/cop-26-belum-melahirkan-kesepakatan-ambisius-dan-terukur-di-tengah-dampak-krisis-iklim-yang-kian-serius\/","title":{"rendered":"COP 26 Belum Melahirkan Kesepakatan  Ambisius dan Terukur di Tengah Dampak Krisis Iklim yang Kian Serius"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Jakarta, 12 November 2021<\/strong>. Konferensi COP 26 akan segera usai di pekan ini, namun tidak ada tanda-tanda adanya kesepakatan ambisius dan terukur dari para pihak yang hadir dalam perhelatan tersebut, termasuk Pemerintah Indonesia. Berdasarkan <a href=\"https:\/\/unfccc.int\/sites\/default\/files\/resource\/Overarching_decision_1-CP-26.pdf\">draft kesepakatan COP 26<\/a> yang terbagi dalam 8 segmen, dalam hal mitigasi, hanya ada \u2018seruan agar para pihak mempercepat penghentian penggunaan batu bara dan subsidi kepada bahan bakar fosil (poin 19)\u2019&nbsp;<\/p>\n\n<p>Demikian pula terkait sektor kehutanan, hanya disebutkan, \u2018Menekankan pentingnya solusi berbasis alam dan pendekatan berbasis ekosistem, termasuk melindungi dan memulihkan hutan, dalam mengurangi emisi, meningkatkan penyerapan dan melindungi keanekaragaman hayati (poin 20)\u2019.&nbsp;<\/p>\n\n<p>Terhadap hal tersebut, Leonard Simanjuntak, Kepala Greenpeace Indonesia, mengatakan:&nbsp;<\/p>\n\n<p>\u201cLaporan IPCC tentang <a href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/45156\/langkah-ambisius-diperlukan-segera-demi-mencegah-berbagai-dampak-buruk-krisis-iklim\/\">Basis Ilmu Fisika<\/a>, jelas memperlihatkan fakta-fakta yang perlu disikapi secara cepat, salah satunya, bahwa suhu permukaan global telah menghangat dengan signifikan, dengan lima tahun terakhir (2016-2020) menjadi rekor tahun terpanas setidaknya sejak tahun 1850. Dan dengan tingkat kenaikan permukaan air laut yang semakin cepat, ini menjadi ancaman bagi banyak wilayah pesisir seperti di Tanah Air.\u201d<\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"533\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2021\/11\/beb8946b-gp1swjin_web_size.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-45538\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2021\/11\/beb8946b-gp1swjin_web_size.jpg 800w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2021\/11\/beb8946b-gp1swjin_web_size-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2021\/11\/beb8946b-gp1swjin_web_size-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2021\/11\/beb8946b-gp1swjin_web_size-510x340.jpg 510w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><meta charset=\"utf-8\">Memperingati Hari Pahlawan Nasional, Greenpeace Indonesia melakukan aksi damai dengan membawa patung es yang meleleh di atas peta Indonesia di Jakarta. <a href=\"https:\/\/www.media.greenpeace.org\/C.aspx?VP3=DirectSearch&amp;AID=KWF6MYYS6GM\">\u00a9 Jurnasyanto Sukarno \/ Greenpeace<\/a><\/figcaption><\/figure>\n\n<p>\u201cOleh sebab itu, sangat disayangkan bila COP 26 hanya melahirkan kesepakatan yang tidak menjawab dampak krisis iklim dengan langkah progresif dan konkret. Sekarang ini bukan saatnya untuk menyerukan kebijakan yang bersifat umum. Sekarang saatnya menuangkan berbagai angka definitif dalam hal target emisi dan waktu.\u201d&nbsp;<\/p>\n\n<p>\u201cPemerintah Indonesia melalui Delegasi RI di Glasgow harus memperjuangkan Kesepakatan COP 26 yang mencantumkan penghentian penggunaan batubara dan energi fosil lainnya segera, dan dalam kerangka waktu yang jelas. Hanya dengan cara itu kita bisa mencapai target pemanasan global maksimal 1,5 derajat Celcius dan menghindari bencana iklim permanen.\u201d<\/p>\n\n<p>Agar target 1,5 derajat Celcius di level nasional dan global tercapai, Greenpeace Indonesia memandang penting agar pemerintah melakukan:<\/p>\n\n<p><meta charset=\"utf-8\">&#8211; Di <strong>sektor energi<\/strong>, penutupan PLTU batu bara sebelum 2040,dengan pentahapan dan <em>timeline<\/em> yang jelas. Selain itu, penghentian pembangunan PLTU batu bara baru juga harus dilakukan saat ini juga agar tidak terjadi <em>carbon lock-in <\/em>dan menggagalkan pengurangan emisi GRK dan pengembangan energi terbarukan. Bersamaan dengan itu, insentif kebijakan dan pendanaan yang jauh lebih besar harus diciptakan untuk memastikan porsi besar bagi energi terbarukan pada bauran energi nasional. Proyek <em>co-firing<\/em>, <em>biofuel<\/em>, dan nuklir tidak bisa disebut sebagai energi bersih dan terbarukan karena emisi yang dihasilkan tetap besar, tetap terkait dengan energi fosil, dan dapat menghasilkan dampak lingkungan yang masif.&nbsp;<br><br>&#8211; Di <strong>sektor kehutanan<\/strong>, berkomitmen melindungi hutan alam dan lahan gambut yang tersisa, menghentikan izin-izin baru dan melakukan evaluasi terhadap izin-izin konsesi&nbsp; yang sudah dikeluarkan, serta memperkuat penegakan hukum untuk mencapai nol deforestasi. Memperkuat moratorium hutan dan lahan gambut dengan regulasi yang kuat dan mengikat pada level Peraturan Presiden,&nbsp; dan melanjutkan moratorium sawit dengan berfokus kepada penyelamatan hutan alam, khususnya hutan alam yang tersisa seluas 34,362 juta hektar di Tanah Papua dan mengakui serta melindungi hak- hak masyarakat adat.&nbsp;<br><br>&#8211; Dalam hal <strong>pendanaan iklim<\/strong> global, Indonesia harus lebih tegas memperjuangkan agar kesepakatan pendanaan sedikitnya USD 100 miliar per tahun dipenuhi oleh negara-negara maju, agar negara-negara berkembang dapat melaksanakan berbagai agenda mitigasi, transisi energi dan adaptasi. Juga Indonesia perlu memperjuangkan skema pendanaan global untuk mengatasi kerusakan-kerusakan masif yang diakibatkan bencana-bencana iklim di negara-negara miskin.<\/p>\n\n<p>\u201cDi sisi lain Indonesia harus menyadari risiko-risiko yang besar bila skema perdagangan karbon global ditetapkan di COP26, yang memungkinkan terjadinya <em>carbon offset<\/em> secara masif. <em>Carbon offset<\/em> tetap memberikan ruang bagi emisi karbon terus dihasilkan, dan secara potensial dapat menghalangi target-target pengurangan emisi karbon di sumbernya. Pada akhirnya, angka bencana hidrometeorologi berpotensi terus meningkat, sulit mencapai target <em>zero emission<\/em>, dan hak-hak ulayat serta ketahanan pangan masyarakat adat pun terancam,\u201d tutup Leonard.&nbsp;&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n<p>***<\/p>\n\n<p><strong>Kontak media:<\/strong><\/p>\n\n<p>Leonard Simanjuntak, Kepala Greenpeace Indonesia, +62-811-9696217<\/p>\n\n<p>Adila Isfandiari, Peneliti Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia, +62-811-155-760<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Konferensi COP 26 akan segera usai, namun tidak ada tanda-tanda adanya kesepakatan ambisius dan terukur dari para pihak yang hadir dalam perhelatan tersebut, termasuk Pemerintah Indonesia. <\/p>\n","protected":false},"author":28,"featured_media":45546,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ep_exclude_from_search":false,"p4_og_title":"","p4_og_description":"","p4_og_image":"","p4_og_image_id":"","p4_seo_canonical_url":"","p4_campaign_name":"not set","p4_local_project":"not set","p4_basket_name":"not set","p4_department":"","footnotes":""},"categories":[3,2],"tags":[6,19],"p4-page-type":[14],"class_list":["post-45543","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ciptakan-perubahan","category-lindungi","tag-iklim","tag-hutan","p4-page-type-siaran-pers"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.9.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>COP 26 Belum Melahirkan Kesepakatan Ambisius dan Terukur di Tengah Dampak Krisis Iklim yang Kian Serius - Greenpeace Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/45543\/cop-26-belum-melahirkan-kesepakatan-ambisius-dan-terukur-di-tengah-dampak-krisis-iklim-yang-kian-serius\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"COP 26 Belum Melahirkan Kesepakatan Ambisius dan Terukur di Tengah Dampak Krisis Iklim yang Kian Serius - Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Konferensi COP 26 akan segera usai, namun tidak ada tanda-tanda adanya kesepakatan ambisius dan terukur dari para pihak yang hadir dalam perhelatan tersebut, termasuk Pemerintah Indonesia.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/45543\/cop-26-belum-melahirkan-kesepakatan-ambisius-dan-terukur-di-tengah-dampak-krisis-iklim-yang-kian-serius\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-11-12T04:10:15+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-12-30T10:33:26+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2021\/11\/de08648a-gp1swjj4_web_size.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"533\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Medina Basaib\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Medina Basaib\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/45543\/cop-26-belum-melahirkan-kesepakatan-ambisius-dan-terukur-di-tengah-dampak-krisis-iklim-yang-kian-serius\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/45543\/cop-26-belum-melahirkan-kesepakatan-ambisius-dan-terukur-di-tengah-dampak-krisis-iklim-yang-kian-serius\/\"},\"author\":{\"name\":\"Medina Basaib\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/5c84669a210b642c397ab6b83fe5b00c\"},\"headline\":\"COP 26 Belum Melahirkan Kesepakatan Ambisius dan Terukur di Tengah Dampak Krisis Iklim yang Kian Serius\",\"datePublished\":\"2021-11-12T04:10:15+00:00\",\"dateModified\":\"2025-12-30T10:33:26+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/45543\/cop-26-belum-melahirkan-kesepakatan-ambisius-dan-terukur-di-tengah-dampak-krisis-iklim-yang-kian-serius\/\"},\"wordCount\":630,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"keywords\":[\"Iklim\",\"Hutan\"],\"articleSection\":[\"Ciptakan Perubahan\",\"Lindungi\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/45543\/cop-26-belum-melahirkan-kesepakatan-ambisius-dan-terukur-di-tengah-dampak-krisis-iklim-yang-kian-serius\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/45543\/cop-26-belum-melahirkan-kesepakatan-ambisius-dan-terukur-di-tengah-dampak-krisis-iklim-yang-kian-serius\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/45543\/cop-26-belum-melahirkan-kesepakatan-ambisius-dan-terukur-di-tengah-dampak-krisis-iklim-yang-kian-serius\/\",\"name\":\"COP 26 Belum Melahirkan Kesepakatan Ambisius dan Terukur di Tengah Dampak Krisis Iklim yang Kian Serius - Greenpeace Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\"},\"datePublished\":\"2021-11-12T04:10:15+00:00\",\"dateModified\":\"2025-12-30T10:33:26+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/45543\/cop-26-belum-melahirkan-kesepakatan-ambisius-dan-terukur-di-tengah-dampak-krisis-iklim-yang-kian-serius\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/45543\/cop-26-belum-melahirkan-kesepakatan-ambisius-dan-terukur-di-tengah-dampak-krisis-iklim-yang-kian-serius\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/45543\/cop-26-belum-melahirkan-kesepakatan-ambisius-dan-terukur-di-tengah-dampak-krisis-iklim-yang-kian-serius\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"COP 26 Belum Melahirkan Kesepakatan Ambisius dan Terukur di Tengah Dampak Krisis Iklim yang Kian Serius\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"description\":\"Greenpeace\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"width\":500,\"height\":500,\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\",\"https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID\",\"https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/5c84669a210b642c397ab6b83fe5b00c\",\"name\":\"Medina Basaib\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b6490c7fa05af90341007e4a5328ec69b7061b61d6abbe8c752a2b5da6fde30b?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b6490c7fa05af90341007e4a5328ec69b7061b61d6abbe8c752a2b5da6fde30b?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Medina Basaib\"},\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/mbasaib\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"COP 26 Belum Melahirkan Kesepakatan Ambisius dan Terukur di Tengah Dampak Krisis Iklim yang Kian Serius - Greenpeace Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/45543\/cop-26-belum-melahirkan-kesepakatan-ambisius-dan-terukur-di-tengah-dampak-krisis-iklim-yang-kian-serius\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"COP 26 Belum Melahirkan Kesepakatan Ambisius dan Terukur di Tengah Dampak Krisis Iklim yang Kian Serius - Greenpeace Indonesia","og_description":"Konferensi COP 26 akan segera usai, namun tidak ada tanda-tanda adanya kesepakatan ambisius dan terukur dari para pihak yang hadir dalam perhelatan tersebut, termasuk Pemerintah Indonesia.","og_url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/45543\/cop-26-belum-melahirkan-kesepakatan-ambisius-dan-terukur-di-tengah-dampak-krisis-iklim-yang-kian-serius\/","og_site_name":"Greenpeace Indonesia","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","article_published_time":"2021-11-12T04:10:15+00:00","article_modified_time":"2025-12-30T10:33:26+00:00","og_image":[{"width":800,"height":533,"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2021\/11\/de08648a-gp1swjj4_web_size.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Medina Basaib","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@GreenpeaceID","twitter_site":"@GreenpeaceID","twitter_misc":{"Written by":"Medina Basaib","Est. reading time":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/45543\/cop-26-belum-melahirkan-kesepakatan-ambisius-dan-terukur-di-tengah-dampak-krisis-iklim-yang-kian-serius\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/45543\/cop-26-belum-melahirkan-kesepakatan-ambisius-dan-terukur-di-tengah-dampak-krisis-iklim-yang-kian-serius\/"},"author":{"name":"Medina Basaib","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/5c84669a210b642c397ab6b83fe5b00c"},"headline":"COP 26 Belum Melahirkan Kesepakatan Ambisius dan Terukur di Tengah Dampak Krisis Iklim yang Kian Serius","datePublished":"2021-11-12T04:10:15+00:00","dateModified":"2025-12-30T10:33:26+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/45543\/cop-26-belum-melahirkan-kesepakatan-ambisius-dan-terukur-di-tengah-dampak-krisis-iklim-yang-kian-serius\/"},"wordCount":630,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"keywords":["Iklim","Hutan"],"articleSection":["Ciptakan Perubahan","Lindungi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/45543\/cop-26-belum-melahirkan-kesepakatan-ambisius-dan-terukur-di-tengah-dampak-krisis-iklim-yang-kian-serius\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/45543\/cop-26-belum-melahirkan-kesepakatan-ambisius-dan-terukur-di-tengah-dampak-krisis-iklim-yang-kian-serius\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/45543\/cop-26-belum-melahirkan-kesepakatan-ambisius-dan-terukur-di-tengah-dampak-krisis-iklim-yang-kian-serius\/","name":"COP 26 Belum Melahirkan Kesepakatan Ambisius dan Terukur di Tengah Dampak Krisis Iklim yang Kian Serius - Greenpeace Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website"},"datePublished":"2021-11-12T04:10:15+00:00","dateModified":"2025-12-30T10:33:26+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/45543\/cop-26-belum-melahirkan-kesepakatan-ambisius-dan-terukur-di-tengah-dampak-krisis-iklim-yang-kian-serius\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/45543\/cop-26-belum-melahirkan-kesepakatan-ambisius-dan-terukur-di-tengah-dampak-krisis-iklim-yang-kian-serius\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/45543\/cop-26-belum-melahirkan-kesepakatan-ambisius-dan-terukur-di-tengah-dampak-krisis-iklim-yang-kian-serius\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"COP 26 Belum Melahirkan Kesepakatan Ambisius dan Terukur di Tengah Dampak Krisis Iklim yang Kian Serius"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","name":"Greenpeace Indonesia","description":"Greenpeace","publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization","name":"Greenpeace Indonesia","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","contentUrl":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","width":500,"height":500,"caption":"Greenpeace Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID","https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/5c84669a210b642c397ab6b83fe5b00c","name":"Medina Basaib","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b6490c7fa05af90341007e4a5328ec69b7061b61d6abbe8c752a2b5da6fde30b?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b6490c7fa05af90341007e4a5328ec69b7061b61d6abbe8c752a2b5da6fde30b?s=96&d=mm&r=g","caption":"Medina Basaib"},"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/mbasaib\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45543","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/28"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=45543"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45543\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":65674,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45543\/revisions\/65674"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45546"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=45543"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=45543"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=45543"},{"taxonomy":"p4-page-type","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/p4-page-type?post=45543"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}