{"id":4600,"date":"2020-02-15T11:38:22","date_gmt":"2020-02-15T04:38:22","guid":{"rendered":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?p=4600"},"modified":"2025-07-10T17:51:06","modified_gmt":"2025-07-10T10:51:06","slug":"greenpeace-ruu-cipta-kerja-jokowi-hanya-akan-memperparah-krisis-iklim-dunia-dan-memperburuk-kebakaran-hutan-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/4600\/greenpeace-ruu-cipta-kerja-jokowi-hanya-akan-memperparah-krisis-iklim-dunia-dan-memperburuk-kebakaran-hutan-indonesia\/","title":{"rendered":"\u200bGreenpeace : RUU Cipta Kerja Jokowi Hanya Akan Memperparah Krisis Iklim Dunia dan Memperburuk Kebakaran Hutan Indonesia"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>&nbsp;<\/strong><\/p>\n\n<p>Jakarta, 15 Februari 2020. Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja sebagai bagian dari Omnibus Law yang diajukan pemerintah telah diserahkan kepada DPR. Perumusan RUU yang dibahas secara tertutup selama ini semakin ramai dibicarakan dan ditakutkan menjadi ancaman besar tidak hanya bagi hak-hak kaum pekerja dan masa depan perlindungan lingkungan di Indonesia. Alih alih menciptakan lapangan kerja, tampaknya RUU ini malah akan menciptakan lebih banyak masalah lingkungan kedepan.<\/p>\n\n<p>Greenpeace Indonesia menilai materi dan arah Omnibus Law malah akan&nbsp; memperparah tata kelola sistem yang ada di Indonesia. Hal tersebut bisa dilihat dari banyaknya upaya penyederhanaan regulasi yang justru berujung pada pelemahan perlindungan lingkungan hidup dan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Omnibus Law yang digencarkan pemerintah saat ini bahkan berpotensi menjadi jalan bebas hambatan bagi maraknya korupsi di bidang pengelolaan sumber daya alam sehingga praktik perusakan lingkungan hidup akhirnya sangat sulit dicegah dan menjadi semakin tidak terkendali.<\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large  caption-style-blue-overlay caption-alignment-center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"643\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2020\/02\/045149b7-gp0stueq6-1024x643.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-4602\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2020\/02\/045149b7-gp0stueq6-1024x643.jpg 1024w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2020\/02\/045149b7-gp0stueq6-300x188.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2020\/02\/045149b7-gp0stueq6-768x482.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2020\/02\/045149b7-gp0stueq6-510x320.jpg 510w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2020\/02\/045149b7-gp0stueq6.jpg 1200w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption><div class=\"credit icon-left\"> \u00a9 Daviara \/ Greenpeace<\/div><\/figcaption><\/figure>\n\n<p>Disaat masyarakat dunia sedang bergulat melawan bencana banjir dan kekeringan akibat krisis iklim, Indonesia justru semakin mengedepankan dan memberi karpet merah untuk industri kotor demi menggenjot investasi seperti batu bara yang menjadi penyebab krisis iklim dan melepaskan jaring pengaman terhadap keberlangsungan hutan-hutan di Indonesia yang menjadi solusi bagi krisis iklim.&nbsp;<br><\/p>\n\n<p>Rencana penghapusan pasal yang mengandung prinsip tanggung jawab mutlak atau<em> strict liability<\/em> dalam RUU Cipta Kerja justru akan mempersulit penegak hukum dalam menjerat korporasi terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Presiden Jokowi tampaknya lebih senang mencopot Kapolda atau Pangdam yang gagal mencegah karhutla ketimbang mencabut izin perusahaan yang tersangkut masalah kebakaran.&nbsp;<br><\/p>\n\n<p>\u201cPemerintah masih gagal menangani akar masalah karhutla dimana korporasi yang telah terbukti bersalah saja belum semuanya patuh membayar denda putusan pengadilan. Jadi wajar jika masyarakat meragukan keseriusan Jokowi terlebih jika aturannya malah dikebiri,\u201d ungkap Asep Komarudin Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia.<br><\/p>\n\n<p>Greenpeace Indonesia menyesalkan RUU Cipta Kerja yang telah mengkerdilkan peran analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) serta penghapusan Izin Lingkungan. Hal ini beresiko mengabaikan dampak kerusakan lingkungan hidup yang tidak bisa diprediksi, dipantau dan ditanggulangi. \u201cMasyarakat harus tetap terlibat dalam pengambilan keputusan sebab jika terjadi kerusakan lingkungan mereka yang pertama terkena dampaknya. Selain itu hilangnya Izin lingkungan akan menghilangkan hak masyarakat dalam mengajukan keberatan dan upaya hukum yang selama ini menjadi alat kontrol \u200bkeputusan-keputusan yang berkaitan dengan lingkungan,\u201d tambah Asep.&nbsp;<\/p>\n\n<p>Industri batu bara yang melakukan kegiatan pemanfaatan dan pengembangan akan mendapatkan perpanjangan ijin sampai seumur tambang, yang artinya mereka bisa mengeruk batu bara tersebut sampai habis. \u201cKepentingan industri batu bara sudah jelas banyak bermain dan diakomodir pemerintah dalam pembentukan rancangan undang-undang ini\u201d, ungkap Satrio Swandiko, Juru Kampanye Iklim dan Energi.&nbsp;<br><\/p>\n\n<p>RUU Cipta Kerja juga akan membebaskan keharusan membayarkan royalti untuk industri batu bara yang melakukan peningkatan nilai tambah, bisa berupa proses <em>gasifikasi <\/em>dan batu bara cair yang digadang-gadang oleh beberapa pihak masuk dalam definisi Energi Baru dalam kerangka Energi Baru Terbarukan yang saat ini oleh Pemerintah dijadikan sebagai salah satu cara menurunkan emisi karbon di sektor energi.<br><\/p>\n\n<p>Greenpeace Indonesia menilai ini akan menjadi kebohongan besar komitmen perubahan iklim pemerintahan Jokowi, apabila target EBT 23% memasukkan batu bara di dalamnya. Batu bara bukanlah produk ramah lingkungan dengan emisi karbon rendah.&nbsp;<\/p>\n\n<p>\u201cBatu bara telah meninggalkan jejak kerusakan lingkungan dari hulu ke hilir. Ironis sekali, Omnibus Law justru mendorong hilirisasi batubara dengan memberi semua keistimewaan yang tidak didapatkan oleh energi terbarukan yang sudah jelas bersih\u201d, pungkas Satrio.<br><\/p>\n\n<p>Hilangnya kewenangan pemerintah daerah membuat terbatasnya proses <em>bottom up <\/em>dalam perencanaan kelistrikan nasional<em> <\/em>yang dapat memanfaatkan secara maksimal potensi sumber energi terbarukan yang ada di daerah tersebut. \u201cKewenangan kelistrikan yang ditarik ke ranah pemerintah pusat juga akan sarat kepentingan elit yang diuntungkan\u201d, tambah Satrio<br><\/p>\n\n<p>RUU Cipta Kerja juga memberi kemudahan untuk ijin usaha ketenaganukliran, yang akan diberikan langsung oleh Pemerintah Pusat. \u201cNuklir bukanlah sumber energi yang murah, undang-undang ini telah dengan salah menerjemahkan apa yang dibutuhkan Indonesia untuk menuju transisi energi yang bersih dan aman. Disaat banyak negara maju seperti Jerman dan Jepang mulai meninggalkannya, Indonesia malah berjalan mundur dengan mendorong pemanfaatan nuklir dan batubara\u201d tutup Satrio.&nbsp;<\/p>\n\n<p><\/p>\n\n<p><\/p>\n\n<p>Narahubung :<br><\/p>\n\n<p>Asep Komaruddin, Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia +62 81310728770<br><\/p>\n\n<p>Satrio Swandiko Prilianto, Juru Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia +62 8111701504<br><\/p>\n\n<p>Rully Julliardi, Juru Kampanye Media Greenpeace Indonesia +62 8118334409<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u00a0 Jakarta, 15 Februari 2020 Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja sebagai bagian dari Omnibus Law yang diajukan pemerintah telah diserahkan kepada DPR. Perumusan RUU yang dibahas secara tertutup selama ini semakin&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":49,"featured_media":4602,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ep_exclude_from_search":false,"p4_og_title":"","p4_og_description":"<p><img class=\"alignnone size-medium wp-image-4602\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2020\/02\/045149b7-gp0stueq6-300x188.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"188\" \/><\/p>\r\n[caption id=\"attachment_4602\" align=\"alignnone\" width=\"1200\"]<img class=\"size-full wp-image-4602\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2020\/02\/045149b7-gp0stueq6.jpg\" alt=\"Floods in Jakarta. \u00a9 Daviara \/ Greenpeace\" width=\"1200\" height=\"753\" \/> A man looks on his flooded cars from his second floor home in Jakarta. Big floods have hit Greater Jakarta, West Java and Banten provinces, caused by heavy rain in those provinces since 31 December 2019. At least 21 people died and thousands of people were forced to flee their homes.[\/caption]","p4_og_image":"","p4_og_image_id":"","p4_seo_canonical_url":"","p4_campaign_name":"not set","p4_local_project":"","p4_basket_name":"not set","p4_department":"","footnotes":""},"categories":[3,2],"tags":[6,18,19],"p4-page-type":[14],"class_list":["post-4600","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ciptakan-perubahan","category-lindungi","tag-iklim","tag-energi-terbarukan","tag-hutan","p4-page-type-siaran-pers"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.9.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>\u200bGreenpeace : RUU Cipta Kerja Jokowi Hanya Akan Memperparah Krisis Iklim Dunia dan Memperburuk Kebakaran Hutan Indonesia - Greenpeace Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/4600\/greenpeace-ruu-cipta-kerja-jokowi-hanya-akan-memperparah-krisis-iklim-dunia-dan-memperburuk-kebakaran-hutan-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"\u200bGreenpeace : RUU Cipta Kerja Jokowi Hanya Akan Memperparah Krisis Iklim Dunia dan Memperburuk Kebakaran Hutan Indonesia - Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"\u00a0 Jakarta, 15 Februari 2020 Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja sebagai bagian dari Omnibus Law yang diajukan pemerintah telah diserahkan kepada DPR. Perumusan RUU yang dibahas secara tertutup selama ini semakin&hellip;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/4600\/greenpeace-ruu-cipta-kerja-jokowi-hanya-akan-memperparah-krisis-iklim-dunia-dan-memperburuk-kebakaran-hutan-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-02-15T04:38:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-07-10T10:51:06+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2020\/02\/045149b7-gp0stueq6.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"753\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/4600\/greenpeace-ruu-cipta-kerja-jokowi-hanya-akan-memperparah-krisis-iklim-dunia-dan-memperburuk-kebakaran-hutan-indonesia\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/4600\/greenpeace-ruu-cipta-kerja-jokowi-hanya-akan-memperparah-krisis-iklim-dunia-dan-memperburuk-kebakaran-hutan-indonesia\/\"},\"author\":{\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe\"},\"headline\":\"\u200bGreenpeace : RUU Cipta Kerja Jokowi Hanya Akan Memperparah Krisis Iklim Dunia dan Memperburuk Kebakaran Hutan Indonesia\",\"datePublished\":\"2020-02-15T04:38:22+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-10T10:51:06+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/4600\/greenpeace-ruu-cipta-kerja-jokowi-hanya-akan-memperparah-krisis-iklim-dunia-dan-memperburuk-kebakaran-hutan-indonesia\/\"},\"wordCount\":690,\"commentCount\":2,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"keywords\":[\"Iklim\",\"EnergiTerbarukan\",\"Hutan\"],\"articleSection\":[\"Ciptakan Perubahan\",\"Lindungi\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/4600\/greenpeace-ruu-cipta-kerja-jokowi-hanya-akan-memperparah-krisis-iklim-dunia-dan-memperburuk-kebakaran-hutan-indonesia\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/4600\/greenpeace-ruu-cipta-kerja-jokowi-hanya-akan-memperparah-krisis-iklim-dunia-dan-memperburuk-kebakaran-hutan-indonesia\/\",\"url\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/4600\/greenpeace-ruu-cipta-kerja-jokowi-hanya-akan-memperparah-krisis-iklim-dunia-dan-memperburuk-kebakaran-hutan-indonesia\/\",\"name\":\"\u200bGreenpeace : RUU Cipta Kerja Jokowi Hanya Akan Memperparah Krisis Iklim Dunia dan Memperburuk Kebakaran Hutan Indonesia - Greenpeace Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\"},\"datePublished\":\"2020-02-15T04:38:22+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-10T10:51:06+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/4600\/greenpeace-ruu-cipta-kerja-jokowi-hanya-akan-memperparah-krisis-iklim-dunia-dan-memperburuk-kebakaran-hutan-indonesia\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/4600\/greenpeace-ruu-cipta-kerja-jokowi-hanya-akan-memperparah-krisis-iklim-dunia-dan-memperburuk-kebakaran-hutan-indonesia\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/4600\/greenpeace-ruu-cipta-kerja-jokowi-hanya-akan-memperparah-krisis-iklim-dunia-dan-memperburuk-kebakaran-hutan-indonesia\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"\u200bGreenpeace : RUU Cipta Kerja Jokowi Hanya Akan Memperparah Krisis Iklim Dunia dan Memperburuk Kebakaran Hutan Indonesia\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"description\":\"Greenpeace\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"width\":500,\"height\":500,\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\",\"https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID\",\"https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/www.greenpeace.or.id\"],\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/greenpeace-indonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"\u200bGreenpeace : RUU Cipta Kerja Jokowi Hanya Akan Memperparah Krisis Iklim Dunia dan Memperburuk Kebakaran Hutan Indonesia - Greenpeace Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/4600\/greenpeace-ruu-cipta-kerja-jokowi-hanya-akan-memperparah-krisis-iklim-dunia-dan-memperburuk-kebakaran-hutan-indonesia\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"\u200bGreenpeace : RUU Cipta Kerja Jokowi Hanya Akan Memperparah Krisis Iklim Dunia dan Memperburuk Kebakaran Hutan Indonesia - Greenpeace Indonesia","og_description":"\u00a0 Jakarta, 15 Februari 2020 Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja sebagai bagian dari Omnibus Law yang diajukan pemerintah telah diserahkan kepada DPR. Perumusan RUU yang dibahas secara tertutup selama ini semakin&hellip;","og_url":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/4600\/greenpeace-ruu-cipta-kerja-jokowi-hanya-akan-memperparah-krisis-iklim-dunia-dan-memperburuk-kebakaran-hutan-indonesia\/","og_site_name":"Greenpeace Indonesia","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","article_published_time":"2020-02-15T04:38:22+00:00","article_modified_time":"2025-07-10T10:51:06+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":753,"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2020\/02\/045149b7-gp0stueq6.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Greenpeace Indonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@GreenpeaceID","twitter_site":"@GreenpeaceID","twitter_misc":{"Written by":"Greenpeace Indonesia","Est. reading time":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/4600\/greenpeace-ruu-cipta-kerja-jokowi-hanya-akan-memperparah-krisis-iklim-dunia-dan-memperburuk-kebakaran-hutan-indonesia\/#article","isPartOf":{"@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/4600\/greenpeace-ruu-cipta-kerja-jokowi-hanya-akan-memperparah-krisis-iklim-dunia-dan-memperburuk-kebakaran-hutan-indonesia\/"},"author":{"name":"Greenpeace Indonesia","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe"},"headline":"\u200bGreenpeace : RUU Cipta Kerja Jokowi Hanya Akan Memperparah Krisis Iklim Dunia dan Memperburuk Kebakaran Hutan Indonesia","datePublished":"2020-02-15T04:38:22+00:00","dateModified":"2025-07-10T10:51:06+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/4600\/greenpeace-ruu-cipta-kerja-jokowi-hanya-akan-memperparah-krisis-iklim-dunia-dan-memperburuk-kebakaran-hutan-indonesia\/"},"wordCount":690,"commentCount":2,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"keywords":["Iklim","EnergiTerbarukan","Hutan"],"articleSection":["Ciptakan Perubahan","Lindungi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/4600\/greenpeace-ruu-cipta-kerja-jokowi-hanya-akan-memperparah-krisis-iklim-dunia-dan-memperburuk-kebakaran-hutan-indonesia\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/4600\/greenpeace-ruu-cipta-kerja-jokowi-hanya-akan-memperparah-krisis-iklim-dunia-dan-memperburuk-kebakaran-hutan-indonesia\/","url":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/4600\/greenpeace-ruu-cipta-kerja-jokowi-hanya-akan-memperparah-krisis-iklim-dunia-dan-memperburuk-kebakaran-hutan-indonesia\/","name":"\u200bGreenpeace : RUU Cipta Kerja Jokowi Hanya Akan Memperparah Krisis Iklim Dunia dan Memperburuk Kebakaran Hutan Indonesia - Greenpeace Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website"},"datePublished":"2020-02-15T04:38:22+00:00","dateModified":"2025-07-10T10:51:06+00:00","breadcrumb":{"@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/4600\/greenpeace-ruu-cipta-kerja-jokowi-hanya-akan-memperparah-krisis-iklim-dunia-dan-memperburuk-kebakaran-hutan-indonesia\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/4600\/greenpeace-ruu-cipta-kerja-jokowi-hanya-akan-memperparah-krisis-iklim-dunia-dan-memperburuk-kebakaran-hutan-indonesia\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/4600\/greenpeace-ruu-cipta-kerja-jokowi-hanya-akan-memperparah-krisis-iklim-dunia-dan-memperburuk-kebakaran-hutan-indonesia\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"\u200bGreenpeace : RUU Cipta Kerja Jokowi Hanya Akan Memperparah Krisis Iklim Dunia dan Memperburuk Kebakaran Hutan Indonesia"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","name":"Greenpeace Indonesia","description":"Greenpeace","publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization","name":"Greenpeace Indonesia","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","contentUrl":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","width":500,"height":500,"caption":"Greenpeace Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID","https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe","name":"Greenpeace Indonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g","caption":"Greenpeace Indonesia"},"sameAs":["http:\/\/www.greenpeace.or.id"],"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/greenpeace-indonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4600","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/49"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4600"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4600\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":64378,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4600\/revisions\/64378"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4602"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4600"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4600"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4600"},{"taxonomy":"p4-page-type","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/p4-page-type?post=4600"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}