{"id":46350,"date":"2022-07-21T13:18:00","date_gmt":"2022-07-21T06:18:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?p=46350"},"modified":"2025-07-10T17:44:31","modified_gmt":"2025-07-10T10:44:31","slug":"kemasan-unilever-indofood-dan-mayora-terbukti-mencemari-27-titik-pantai-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/46350\/kemasan-unilever-indofood-dan-mayora-terbukti-mencemari-27-titik-pantai-di-indonesia\/","title":{"rendered":"Kemasan Unilever, Indofood dan Mayora Terbukti Mencemari 11 Titik Pantai di Indonesia"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2022\/07\/648d411d-1658717159358-1024x576.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-46351\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2022\/07\/648d411d-1658717159358-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2022\/07\/648d411d-1658717159358-300x169.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2022\/07\/648d411d-1658717159358-768x432.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2022\/07\/648d411d-1658717159358-1536x864.jpg 1536w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2022\/07\/648d411d-1658717159358-2048x1152.jpg 2048w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2022\/07\/648d411d-1658717159358-510x287.jpg 510w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption>Pawai Bebas Plastik 2022 di kawasan Car Free Day Thamrin, Jakarta, pada 24 Juli 2022.<div class=\"credit icon-left\"> \u00a9 Greenpeace \/ Ningrum Lestari<\/div><\/figcaption><\/figure>\n\n<p><strong>Jakarta, 21 Juli 2022. <\/strong>Sepanjang bulan Februari hingga Juni 2022 sejumlah organisasi dari gerakan Pawai Bebas Plastik [1] melakukan kegiatan <em>brand audit<\/em> di 11 titik pantai yang tersebar di 10 provinsi. Hasilnya, kemasan dari Unilever, Indofood dan Mayora Indah menjadi tiga besar penyumbang sampah kemasan plastik sekali pakai.<\/p>\n\n<p><em>Brand audit <\/em>ini bertujuan untuk mengetahui siapa produsen pemilik merek-merek yang kemasannya mencemari sungai, pantai dan lingkungan di Indonesia.&nbsp;<\/p>\n\n<p>\u201cHasil <em>brand audit<\/em> yang dilakukan oleh gerakan Pawai Bebas Plastik dari bulan Februari hingga Juni 2022 di 27 titik pantai di Indonesia menunjukkan, produsen Indofood, Unilever dan Mayora Indah menempati sebagai 3 besar penyumbang sampah kemasan plastik sekali pakai yang mencemari 27 titik pantai di Indonesia. Pawai Bebas Plastik menemukan jenis kemasan plastik yang terbanyak selama <em>Brand Audit<\/em> adalah kemasan plastik sekali pakai yaitu sachet sebanyak 79,7 persen dari total temuan sampah plastik,\u201d ujar Tenia dari Divers Clean Action (DCA) [2]&nbsp;<\/p>\n\n<p>\u201cSampah kemasan saset masih menjadi beban lingkungan, mengingat kemasan saset ini susah untuk didaur ulang dan dalam laporan Greenpeace berjudul <em>Throwing Away The Future<\/em>, Asia tenggara memegang pangsa pasar sekitar 50% dan diprediksi jumlah kemasan saset yang terjual akan mencapai 1,3 Triliun pada tahun 2027\u201d imbuhnya.&nbsp;<\/p>\n\n<p>Jaringan organisasi dan kelompok masyarakat yang tergabung dalam <em>Break Free From Plastic<\/em> yang telah melakukan. <em>Brand Audit<\/em> sejak tahun 2018 hingga 2021. Hasilnya menunjukkan produsen FMCG seperti Indofood, Danone, Mayora, Unilever, Wings masuk dalam peringkat teratas sebagai produsen yang sampah kemasannya mencemari lingkungan di Indonesia.<\/p>\n\n<p>\u201cPeran produsen FMCG untuk turut ambil bagian dalam krisis sampah plastik sekali pakai sangat penting. Upaya masyarakat mengurangi plastik sekali pakai nyatanya tidak cukup jika produsen sebagai pihak yang memproduksi kemasan sekali pakai tidak mengurangi kemasan plastik sekali pakai. Sekarang sudah ada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor 75 tahun 2019 tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen. Dalam Permen LHK 75 tersebut, produsen wajib membuat dokumen peta jalan pengurangan sampahnya hingga tahun 2030. Peta jalan pengurangan sampah ini menjadi regulasi untuk mendorong tanggung jawab produsen atas krisis sampah plastik saat ini. Akan tetapi hingga saat ini, sangat disayangkan produsen tidak terbuka dan tidak bersikap transparan atas isi dari dokumen peta jalan pengurangan sampahnya. Sikap transparan dari produsen atas peta jalan pengurangan sampahnya menunjukkan keseriusan produsen untuk mengatasi masalah sampah\u201d ujar Ghofar dari Walhi Nasional.<\/p>\n\n<p>\u201cGerakan Pawai Bebas Plastik akan melakukan pawai kembali secara offline pada tanggal 24 Juli 2022 dengan membawa pesan mendorong tanggung jawab produsen FMCG atas sampah saset yang mencemari lingkungan di Indonesia dan bersikap terbuka atas rencana pengurangan sampahnya kepada publik. Konferensi pers hari ini sebagai rangkaian dari pawai bebas plastik tahun 2022 dan puncaknya akan melakukan pawai bersama dengan 200 relawan dari Bundaran HI menuju kawasan dukuh atas bersama monster ular plastik,\u201d ujar Asa dari Indorelawan.<\/p>\n\n<p>Dalam <em>Brand Audit<\/em> yang telah dilakukan oleh 231 relawan gerakan Pawai Bebas Plastik menunjukkan produsen Indofood menempati peringkat pertama dengan 504 buah sampah kemasan plastik sekali pakai, Unilever Indonesia menempati peringkat kedua dengan 216 buah sampah kemasan plastik sekali pakai dan Mayora Indah menempati peringkat ketiga dengan 164 buah sampah kemasan plastik sekali pakai. Sampah-sampah plastik sekali pakai yang ditemukan tersebut akan dibuat menjadi monster ular plastik dalam aksi pawai tanggal 24 Juli 2022 di Bundaran HI hingga Dukuh Atas.\u00a0<\/p>\n\n<p><strong>Catatan:<\/strong><\/p>\n\n<p>[1] Pawai Bebas Plastik digagas pada tahun 2019 oleh Divers Clean Action, Econusa, Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik, Greenpeace Indonesia, Indorelawan, Pandu Laut Nusantara, Pulau Plastik, dan Walhi Jakarta, untuk mendorong tercapainya pengurangan penggunaan plastik sekali pakai di Indonesia.<\/p>\n\n<p>[2] Laporan Greenpeace berjudul <em>Throwing Away The Future <\/em>dapat diakses di <a href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/usa\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/report-throwing-away-the-future-false-solutions-plastic-pollution-2019.pdf?_ga=2.2722297.810257961.1573451362-1017383173.1572844623\">sini<\/a><\/p>\n\n<p><strong>Kontak media:<\/strong>&nbsp;<\/p>\n\n<p>Mayang 0811 1030 348<\/p>\n\n<p>Sarah 0812 9906 0991<\/p>\n\n<p>Ibar 0812 2572 3998<\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"512\" height=\"71\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2022\/07\/dc7d268c-unnamed.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-46354\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2022\/07\/dc7d268c-unnamed.png 512w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2022\/07\/dc7d268c-unnamed-300x42.png 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2022\/07\/dc7d268c-unnamed-510x71.png 510w\" sizes=\"auto, (max-width: 512px) 100vw, 512px\" \/><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gerakan Pawai Bebas Plastik akan melakukan pawai kembali secara offline pada tanggal 24 Juli 2022 dengan membawa pesan mendorong tanggung jawab produsen FMCG atas sampah saset yang mencemari lingkungan di Indonesia dan bersikap terbuka atas rencana pengurangan sampahnya kepada publik. <\/p>\n","protected":false},"author":74,"featured_media":46351,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ep_exclude_from_search":false,"p4_og_title":"","p4_og_description":"","p4_og_image":"","p4_og_image_id":"","p4_seo_canonical_url":"","p4_campaign_name":"not set","p4_local_project":"not set","p4_basket_name":"not set","p4_department":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[24,23],"p4-page-type":[16],"class_list":["post-46350","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-aktivisme","tag-pantang-plastik","p4-page-type-cerita"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.9.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Kemasan Unilever, Indofood dan Mayora Terbukti Mencemari 11 Titik Pantai di Indonesia - Greenpeace Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/46350\/kemasan-unilever-indofood-dan-mayora-terbukti-mencemari-27-titik-pantai-di-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kemasan Unilever, Indofood dan Mayora Terbukti Mencemari 11 Titik Pantai di Indonesia - Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Gerakan Pawai Bebas Plastik akan melakukan pawai kembali secara offline pada tanggal 24 Juli 2022 dengan membawa pesan mendorong tanggung jawab produsen FMCG atas sampah saset yang mencemari lingkungan di Indonesia dan bersikap terbuka atas rencana pengurangan sampahnya kepada publik.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/46350\/kemasan-unilever-indofood-dan-mayora-terbukti-mencemari-27-titik-pantai-di-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-07-21T06:18:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-07-10T10:44:31+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2022\/07\/648d411d-1658717159358-scaled.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1440\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Arsi Agnitasari\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Arsi Agnitasari\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/46350\/kemasan-unilever-indofood-dan-mayora-terbukti-mencemari-27-titik-pantai-di-indonesia\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/46350\/kemasan-unilever-indofood-dan-mayora-terbukti-mencemari-27-titik-pantai-di-indonesia\/\"},\"author\":{\"name\":\"Arsi Agnitasari\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/ec727a11f50a800c1610613939280fbc\"},\"headline\":\"Kemasan Unilever, Indofood dan Mayora Terbukti Mencemari 11 Titik Pantai di Indonesia\",\"datePublished\":\"2022-07-21T06:18:00+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-10T10:44:31+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/46350\/kemasan-unilever-indofood-dan-mayora-terbukti-mencemari-27-titik-pantai-di-indonesia\/\"},\"wordCount\":581,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"keywords\":[\"Aktivisme\",\"PantangPlastik\"],\"articleSection\":[\"Uncategorized\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/46350\/kemasan-unilever-indofood-dan-mayora-terbukti-mencemari-27-titik-pantai-di-indonesia\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/46350\/kemasan-unilever-indofood-dan-mayora-terbukti-mencemari-27-titik-pantai-di-indonesia\/\",\"url\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/46350\/kemasan-unilever-indofood-dan-mayora-terbukti-mencemari-27-titik-pantai-di-indonesia\/\",\"name\":\"Kemasan Unilever, Indofood dan Mayora Terbukti Mencemari 11 Titik Pantai di Indonesia - Greenpeace Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\"},\"datePublished\":\"2022-07-21T06:18:00+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-10T10:44:31+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/46350\/kemasan-unilever-indofood-dan-mayora-terbukti-mencemari-27-titik-pantai-di-indonesia\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/46350\/kemasan-unilever-indofood-dan-mayora-terbukti-mencemari-27-titik-pantai-di-indonesia\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/46350\/kemasan-unilever-indofood-dan-mayora-terbukti-mencemari-27-titik-pantai-di-indonesia\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kemasan Unilever, Indofood dan Mayora Terbukti Mencemari 11 Titik Pantai di Indonesia\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"description\":\"Greenpeace\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"width\":500,\"height\":500,\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\",\"https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID\",\"https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/ec727a11f50a800c1610613939280fbc\",\"name\":\"Arsi Agnitasari\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocJHQnU2AbYDEyFgBe0axtgt4GSgBVOtvjX6VfyxKPli2gqCL9Ci=s96-c\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocJHQnU2AbYDEyFgBe0axtgt4GSgBVOtvjX6VfyxKPli2gqCL9Ci=s96-c\",\"caption\":\"Arsi Agnitasari\"},\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/arsi-agnitasari\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kemasan Unilever, Indofood dan Mayora Terbukti Mencemari 11 Titik Pantai di Indonesia - Greenpeace Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/46350\/kemasan-unilever-indofood-dan-mayora-terbukti-mencemari-27-titik-pantai-di-indonesia\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Kemasan Unilever, Indofood dan Mayora Terbukti Mencemari 11 Titik Pantai di Indonesia - Greenpeace Indonesia","og_description":"Gerakan Pawai Bebas Plastik akan melakukan pawai kembali secara offline pada tanggal 24 Juli 2022 dengan membawa pesan mendorong tanggung jawab produsen FMCG atas sampah saset yang mencemari lingkungan di Indonesia dan bersikap terbuka atas rencana pengurangan sampahnya kepada publik.","og_url":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/46350\/kemasan-unilever-indofood-dan-mayora-terbukti-mencemari-27-titik-pantai-di-indonesia\/","og_site_name":"Greenpeace Indonesia","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","article_published_time":"2022-07-21T06:18:00+00:00","article_modified_time":"2025-07-10T10:44:31+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":1440,"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2022\/07\/648d411d-1658717159358-scaled.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Arsi Agnitasari","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@GreenpeaceID","twitter_site":"@GreenpeaceID","twitter_misc":{"Written by":"Arsi Agnitasari","Est. reading time":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/46350\/kemasan-unilever-indofood-dan-mayora-terbukti-mencemari-27-titik-pantai-di-indonesia\/#article","isPartOf":{"@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/46350\/kemasan-unilever-indofood-dan-mayora-terbukti-mencemari-27-titik-pantai-di-indonesia\/"},"author":{"name":"Arsi Agnitasari","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/ec727a11f50a800c1610613939280fbc"},"headline":"Kemasan Unilever, Indofood dan Mayora Terbukti Mencemari 11 Titik Pantai di Indonesia","datePublished":"2022-07-21T06:18:00+00:00","dateModified":"2025-07-10T10:44:31+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/46350\/kemasan-unilever-indofood-dan-mayora-terbukti-mencemari-27-titik-pantai-di-indonesia\/"},"wordCount":581,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"keywords":["Aktivisme","PantangPlastik"],"articleSection":["Uncategorized"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/46350\/kemasan-unilever-indofood-dan-mayora-terbukti-mencemari-27-titik-pantai-di-indonesia\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/46350\/kemasan-unilever-indofood-dan-mayora-terbukti-mencemari-27-titik-pantai-di-indonesia\/","url":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/46350\/kemasan-unilever-indofood-dan-mayora-terbukti-mencemari-27-titik-pantai-di-indonesia\/","name":"Kemasan Unilever, Indofood dan Mayora Terbukti Mencemari 11 Titik Pantai di Indonesia - Greenpeace Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website"},"datePublished":"2022-07-21T06:18:00+00:00","dateModified":"2025-07-10T10:44:31+00:00","breadcrumb":{"@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/46350\/kemasan-unilever-indofood-dan-mayora-terbukti-mencemari-27-titik-pantai-di-indonesia\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/46350\/kemasan-unilever-indofood-dan-mayora-terbukti-mencemari-27-titik-pantai-di-indonesia\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/46350\/kemasan-unilever-indofood-dan-mayora-terbukti-mencemari-27-titik-pantai-di-indonesia\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kemasan Unilever, Indofood dan Mayora Terbukti Mencemari 11 Titik Pantai di Indonesia"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","name":"Greenpeace Indonesia","description":"Greenpeace","publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization","name":"Greenpeace Indonesia","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","contentUrl":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","width":500,"height":500,"caption":"Greenpeace Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID","https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/ec727a11f50a800c1610613939280fbc","name":"Arsi Agnitasari","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocJHQnU2AbYDEyFgBe0axtgt4GSgBVOtvjX6VfyxKPli2gqCL9Ci=s96-c","contentUrl":"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocJHQnU2AbYDEyFgBe0axtgt4GSgBVOtvjX6VfyxKPli2gqCL9Ci=s96-c","caption":"Arsi Agnitasari"},"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/arsi-agnitasari\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46350","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/74"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=46350"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46350\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":64136,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46350\/revisions\/64136"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/46351"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=46350"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=46350"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=46350"},{"taxonomy":"p4-page-type","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/p4-page-type?post=46350"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}